NovelToon NovelToon
Hello, My Prince

Hello, My Prince

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Fantasi Wanita / Cinta Beda Dunia / Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:33k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Bosan dengan kehidupan bagaikan seorang putri membuat Kimora Candy Anastasya harus membuat perjanjian dengan sang ayah agar bisa terbebas dari semua peraturan Keluarga Besar Park.

Ayah Kimora, Baek Hyeon sangat protektif terhadap putrinya itu hingga semuanya harus sesuai dengan peraturan keluarganya. Semenjak istrinya meninggal Baek Hyun sangat over protektif hingga membuat Kimora tidak betah.

Hingga ia memilih menjadi artis dan bertemu dengan Abigail seorang vampire yang juga bekerja di dunia entertainment sebagai artis figuran. Tertarik dengan kehidupan Abigail membuatnya banyak berubah dari seorang gadis manja menjadi mandiri. Hanya saja Abigail sangat anti terhadap wanita.

Lalu bagaimanakah cara Kimora menaklukan hati Abigail? Akankah keluarga besar mereka memberikan restu dan berakhir bahagia? Atau penuh dengan rintangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12. HAMPIR SAJA

Acara makan malam yang diadakan oleh kolega bisnis Tuan Park mengharuskan ia membawa keluarganya yaitu Kimora dan Audrey. Padahal saat itu ia sedang ada masalah dengan salah satu putrinya, Kimora.

"Bagaimana ini, apakah aku harus membawa Kimora untuk datang? Sudah beberapa hari ini aku terlalu keras terhadapnya hingga membuat ia terkurung dalam beberapa hari."

Tuan Park tampak mengetuk-ngetukan jemari tangannya di atas meja. Mencoba mencari suatu cara agar bisa membujuk putri bungsunya agar bisa ikut ke acara tersebut. Apalagi acara itu sangat penting buat perkembangan bisnisnya.

Di lokasi syuting, ternyata Clifer diutus untuk kembali mengunjungi adik bungsunya itu. Beberapa kali ia bertugas selalu menemukan fakta unik tentang adiknya. Pada saat yang sama Clifer juga mempunyai maksud tersembunyi.

"Hm, dimana wanita cantik itu? Rasa-rasanya aku harus membawanya masuk ke dalam klan vampire."

Wajah Audrey benar-benar menarik perhatian Clifer hingga ia selalu bersemangat jika diberikan tugas untuk mendatangi Abigail. Sebagai kakak terdekat dari Abigail ia memang paling mengerti adiknya tersebut.

Abigail yang menyadari jika pikiran saudaranya itu ngaco, maka ia pun marah hingga memukul kepala Clifer. Tentu saja Clifer menoleh ke arah Abigail.

"Apa-apaan kau!" ucapnya sambil mengusap kepalanya yang sakit.

"Jangan harap kau bisa menaklukan gunung es tersebut, karena pada akhirnya kau akan menyesal!"

"Wanita cantik yang begitu menggoda itu, kamu panggil sebagai gunung es? Jika dia begitu maka kau enaknya kau sebut sebagai apa?"

Tidak mau kalah dengan adiknya Clifer lebih suka berdebat dengan Abigail. Tampak kemarahan Clifer memuncak karena sikap Abigail yang tergolong acuh. Bahkan tangannya menyentuh leher Abigail dengan kuat.

Saat Clifer teringat pesan ibunya, sentuhan tangannya mengendor lalu melepaskannya. Abigail pun segera menjauh dari kakaknya itu.

"Kapan kau berencana untuk bisa kembali ke rumah?" tanya Clifer yang melihat adiknya menjauh.

Abigail yang hendak pergi segera berbalik ke arah Clifer.

"Aku belum berniat untuk kembali lagi ke rumah. Jadi sampai kapanpun kamu membujukku, tidak akan mengubah pendirianku!"

"Baiklah kalau itu yang kamu mau, tetapi jika kamu masih sayang dengan Ibu, maka kembalilah!"

Di kediaman Tuan Park, kini Audrey hendak pergi mengunjungi kamar Kimora. Ada tugas penting yang diberikan oleh Tuan Park kepadanya, yaitu membujuknya untuk datang ke pesta.

Tangannya terulur untuk membuka handle pintu kamar. Tanpa mengucap salam, Audrey langsung mendudukan dirinya di tepi tempat tidur Kimora. Tepat di depan kamar Kimora, ada dua bodyguard yang siap menjaga Kimora selama dua puluh empat jam.

Kimora justru masih berbaring sambil menutup sebagian tubuhnya dengan selimut. Sementara itu kedua matanya terpejam. Diusapnya dengan lembut kepala Kimora.

"Dek, bangunlah!"

Tampak Kimora tidak bergeming saat ini, karena ia sudah tidur.

"Bangun, Sayang. Aku ingin meminta maaf kepadamu tentang sesuatu hal."

Samar-samar Kimora mendengar apa yang diucapkan oleh Audrey. Merasa pergerakan halus yang ditujukan oleh Kimora, kini Audrey hendak mengatakan secara langsung keinginannya.

Semakin lama tangan Audrey mengusap lengannya, membuat kesadaran Kimora perlahan kembali. Benar saja, sesaat kemudian Kimora sudah tidak tahan lalu segera bangkit dan membetulkan posisi duduknya.

"Kenapa Kakak datang kemari?"

Tangan kanan Audrey terulur ke depan untuk menyalami adiknya.

"Aku minta maaf."

Tentu saja Kimora terkejut dengan ucapan dari Audrey, tetapi menyambut uluran tangan darinya.

"Minta maaf untuk apa, Kak?"

"Tentu saja permintaan maaf karena telah mencampuri urusan hidupmu."

"Apakah kamu menginginkan sesuatu hal terjadi kepadaku, hingga kamu membuat sebuah kebohongan?"

Audrey tersenyum ketika melihat Kimora sudah kembali tegas dan teliti seperti dulu.

"Bagaimana? Apakah kamu memaafkan aku dan Ayah? Kami sangat menyayangi kamu, makanya bersikap demikian."

Audrey tersenyum dan melebarkan tangannya. Tentu saja Kimora masuk ke dalam pelukan kakaknya. Sejak saat itu pertengkaran di antara mereka akhirnya selesai.

Sesuai dengan pemintaan dari ayahnya, malam ini mereka akan pergi ke sebuah pesta yang diadakan oleh kolega bisnis ayahnya.

Kimora tampak cantik dengan balutan dress belahan dada rendah berwarna navi. Begitu pula dengan Audrey yang memakai pakaian berwarna nude. Kedua putri Tuan Park benar-benar terlihat cantik rupawan.

Banyak pujian yang dilontarkan oleh para kolega bisnis Tuan Park. Akan tetapi Kimora sama sekali tidak merasa nyaman ketika berada di dalam ballroom.

"Kak, aku gerah, bolehkah aku pergi ke balkon?"

Audrey yang sangat paham kebiasaan Kimora memberikan ijin pada adiknya itu. Akhirnya Kimora pergi ke balkon.

Namun kondisi balkon yang licin dan hilangnya konsentrasi Kimora membuatnya ia tergelincir dan hampir terjatuh dari lantai enam. Sontak beberapa orang yang melihat hal itu berteriak.

"Tolong ... tolong ...."

Panik, tentu hal yang wajar ketika Kimora tiba-tiba bergelantungan di pagar. Keringat dingin mengucur dari kedua pelipis Kimora.

Tidak terbiasa olahraga membuat tubuhnya terasa lebih berat. Maka dari itu terlalu lama bergelantung di sana membuat tangan Kimora berdarah.

Tuan Park dan Audrey yang mendengar teriakan Kimora segera berlari ke balkon. Mereka sama terkejutnya dengan kejadian itu.

"Dek, bertahanlah!" teriak Audrey yang tubuhnya sudah di tahan oleh Tuan Park.

Kondisi balkon licin akibat udara malam itu yang terlalu dingin membuat lantai berembun. Hingga membuat seseorang dengan mudah tergelincir apalagi jika memakai sepatu high heels.

Abigail yang sudah hafal dengan bau darah Kimora menyadari jika gadis itu sedang dalam bahaya.

"Kimora, bertahanlah. Aku akan segera datang."

Sorot mata Abigail memerah, indera penciuman dan penglihatannya membuat Abigail bisa mendatangi lokasi di mana pesta tersebut dengan secepat kilat. Kekuatan sebagai seorang vampire mampu membawa tubuhnya melesat bagaikan angin agar cepat sampai.

"Apakah hidupku akan berakhir malam ini?" gumam Kimora dengan mata terpejam.

Dilihatnya pemandangan di bawah kakinya. Bisa dipastikan jika ia terjatuh, badannya pasti mengalami cedera yang parah bahkan bisa patah tulang. Karena terlalu takut, tangan Kimora yang terlanjur berdarah membuat kekuatannya melemah.

"Ayah, kakak, maafkan aku! Aku sudah tidak bisa bertahan lagi!"

Kedua mata Kimora terpejam, bersiap dan pasrah jika kehidupannya akan berakhir saat ini. Kekhawatiran Abigail semakin menjadi ketika menyadari kekuatan Kimora melemah.

Benar saja, sesaat ketika tautan tangan Kimora pada pagar terlepas dengan sigap Abigail menangkap tubuh Kimora dan membawanya terbang dan kembali mendarat di lantai enam tempat pesta berlangsung.

"Tuhan, ternyata kematian begitu indah! Tubuhku terasa terbang!" ucap Kimora.

Abigail yang menggendong tubuh Kimora memperhatikan dengan seksama wajah manusia cantik yang selama beberapa hari ini mengusik hatinya. Sampai di lantai enam, semua mata tertuju pada keajaiban yang dilakukan oleh Abigail.

Namun, saat Kimora membuka mata, ditatapnya lelaki impian yang sangat ia rindukan.

"Terima kasih Tuhan, bahkan di surgamu aku bisa bertemu dengan kekasih hatiku."

1
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
jngn coba² menyakiti Kimora heii nanti Abigail marah lho
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
asyik banget ya bisa terbang
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
borong aja sekalian Abigail makanan nya😁
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
hyu jin cemburu tuh Kimora karena Abigail dkt sama km
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
hyu jin bisa² kau melakukan kekacauan d sana,,,
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
JD peran yg d berikan produser untuk Abigail tuh pemimpin mafia keren nih 🤭
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
peran apa yg d berikan produser ke Abigail sehingga dia mau melakukan nya.
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
hyu jin dan kakek itu kesal karena rencana nya engga berhasil. 🤣
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
untung aja ada Abigail JD Kimora bisa selamat
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
km udh terlanjur mencintai bangsa vampir Kimora mau ga mau km harus mengikuti apa yg d perintahkan Abigail.
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
anak buat Zaragoza mau Ngpn ke sana jngn sampai membuat kekacauan yahh
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
akhirnya Kimora kembali pulang ke Seoul d temani sama Abigail dan clifer
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
woww ternyata isi dalam koper itu uang ya
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
jngn sampai gosong Dong nyonya nanti siapa yg mau makan 😁
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
ko bisa kalah ya bangsa Yeti pdhl kan dlu Merka Kuat
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
kalau belum paham sama bangsa vampir sebaik nya diem Kimora 😁😁
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
Kimora mau d ajak jalan² SMA Abigail pasti seneng bangettt tuh
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
untung aja ada Abigail JD Kimora engga terpeleset
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
kenapa engga tertarik Audrey semoga aja kan dengan metode itu km bisa sembuh
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤✅
enak banget ya makan ikan d pinggir pantai apalagi sama org tersayang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!