NovelToon NovelToon
Suamiku Mafia

Suamiku Mafia

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:37.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kumi Kimut

Kisah ini berawal sejak 5 tahun lalu, sang mafia sangat mengagumi sosok sederhana dan baik hati bernama Brenda Marvina, berulang kali dia mendatangi rumah sang gadis untuk melamar.

Namun, penolakan demi penolakan selalu ia dapatkan.

Penolakan terakhir ayah Brenda, terasa begitu menyakitkan hatinya, membuat amarahnya memuncak dan menghabisi seluruh anggota keluarga Brenda, lalu menjadikan gadis itu pengantinnya meskipun Brenda tak ingin.

Sang mafia, tak peduli apapun!

Pada intinya, dia mencintai Brenda dengan segala kegilaan yang ada dalam dirinya.

Bagaimana kisah Brenda selanjutnya?

Akankah dia bisa lepas dari sang mafia dan hidup normal seperti sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia istriku

Sang mafia telah selesai dalam sesi membersihkan diri lalu membuka pintu kamar, saat pintu sudah terbuka, alangkah terkejutnya dia bahwa sang istri sudah terkapar tak berdaya di atas lantai, dia pingsan.

"Astaga, istriku!" ucap sang mafia sambil menggendong tubuh saiki meskipun dia masih men mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.

Sang mafia lalu menelpon salah satu dokter kepercayaan untuk segera datang, kali ini dia benar-benar panik karena mendapati orang yang sangat dicintai, lunglai dengan wajah yang sangat pucat.

Beberapa menit kemudian, dokter yang dimaksud, datang dan langsung memeriksa istri sang mafia.

Dia terlihat sangat panik.

"Dia kenapa?" tanya sang dokter.

"Aku juga tidak tahu, kau jangan banyak bertanya, cepat lakukan pemeriksaan kepadanya."

Sang mafia terlihat begitu khawatir hingga keringat dingin mengalir dari pelipisnya.

"Jangan sampai dia kenapa-kenapa! awas saja!"

"Iya tuan, aku tahu kau khawatir, tapi kondisikan handukmu!"

Sang dokter yang seorang laki-laki, terlihat santai melihat pemandangan yang tak asing baginya.

"Astaga!" ucap sang mafia sambil membenahi handuknya yang melorot.

"Untung aku pria, jika tidak, aku pasti sudah lari tunggang langgang melihat milikmu yang tak biasa itu."

"Brian, apa maksudmu? kau lama-lama jadi kurang ajar ya? dasar tak tahu aturan!"

Sang mafia kesal pada Brian karena terlalu fokus melihat miliknya tanpa memahami kegalauannya.

Brian adalah seorang dokter kepercayaan yang selalu datang tepat waktu kapanpun sang mafia membutuhkannya

"Maksudku, kau harus ganti baju agar tetap menjadi seorang bos mafia yang bermartabat!"

Sang mafia, lalu berjalan menuju ruang ganti baju.

Di sana dia mau memilih sekarang baju.

Lima menit kemudian, sang mafia kembali kepada sang dokter yang ada di sampin sang istri.

"Bagaimana keadaan istriku sekarang?"

"Dia keluhan karena batin dan lahirnya, benar-benar tertekan dan tidak bisa berpikir jernih, dia adalah orang yang kuat, hanya saja kau menggempurnya terlalu berlebihan."

Komentar sang dokter, membuatnya terkejut karena selama ini, dia hanya ingin mendapatkan sang gadis, bukan untuk menyakitinya.

Kini dia menyadari satu hal bahwa, cintanya sangat tidak normal.

Sehingga harus berpikir ulang tentang semua ini.

"Oh, jadi begitu, okelah, aku akan melakukannya dengan jeda, kau berikan obat pada istriku, biarkan dia Istirahat jika membutuhkannya!"

"Ya, pasti kalau itu."

Sang mafia menatap wajah pucat sang istri, rasa bersalah, melintas begitu saja, membuatnya tak bisa berkata-kata lagi.

"Dokter, apa dia akan hidup?"

"Tentu saja, dia hanya kelelahan!"

"Oh, obatnya bagaimana?"

"Ini ada resep obat, kau harus segera membelinya."

"Kau saja yang beli, dokter Brian!"

"Ya, lebih baik menurutimu daripada tidak sama sekali."

Sang dokter lalu memberikan beberapa nasihat pada sang mafia, agar lebih memperhatikan sang istri dan tidak bertindak semena-mena.

"Ya, aku tahu, besok lagi aku akan lebih hati-hati, jadi kau jangan berisik, pergi sana! bawa obat itu segera!"

"Iya bos, siap!"

Sang dokter lalu pamit, dia segera melaksanakan tugas dari sang mafia.

...

Setelah dokter pergi, sang mafia terlihat menjaga sang istri.

Dia sangat takut kehilangan sang istri.

"Baby, cepatlah sembuh, kau tidak boleh sakit , oke? maaf jika aku kasar, tapi aku sangat ingin kau baby, kau jangan marah padaku ya?" ucap sang mafia berbicara sendiri."

Dia merasa seperti orang tidak waras, tapi memang dia sangat cemas.

...

Sang mafia sangat perhatian pada istrinya yang sebenarnya tak pernah menyukaimu itu.

Dendam akan semua anggota keluarga yang telah di bunuh oleh sang mafia, benar-benar sudah mendarah daging dan tidak termaafkan olehnya.

Dua jam berlalu, sang istri akhirnya membuka mata, tapi hanya beberapa detik saja karena malas menatap wajah sang suami yang memuakkan itu.

"Ada apa?" tanya sang mafia dengan perhatian penuh.

"Tidak ada, aku hanya merasa kau sangat aneh, tidak kah kau lebih suka aku tersiksa? bagaimana bisa kau ada di sampingku? seolah-olah merawatku?" sahut sang gadis yang tidak penuh amarah.

"Awalnya aku ingin meminta salah satu pelayan wanita untuk menjagamu, tapi aku merasa kau tidak suka jika ada orang lain di ruangan ini," cetus sang suami langsung meminta Istrinya untuk menatap wajahnya.

"Cih, mana bisa kau mengatakan itu padaku? kau itu sangat kejam dan tak berperasaan, aku tak suka kau ada di sampingku! tolong enyahlah," pinta sang istri penuh harap.

"Aku tidak akan pergi karena kau sangatlah penting bagiku, aku akan tetep menjagamu suka atau tidak!"

Sang mafia lalu berjalan keluar dari ruangan itu, entah apa yang ingin dia lakukan selanjutnya.

Lima menit berlalu, sang mafia membawa satu meja dengan sajian makanan paling enak yang pernah di masak oleh pelayannya.

"Aku meminta pelayan untuk memasak dua menu ini, mereka bilang cocok untuk memulihkan kesehatan," ucap sang suami.

Namun agaknya sang istri masa bodoh.

Sang suami lalu berkata," Makan ini, besok ada pertemuan dengan kolegaku, mereka ingin aku membawamu," pinta sang mafia.

"Untuk apa kau membawaku ke sana? kau ingin menjadikanku tumbal?"

"Maksudmu?"

"Kau ingin menjualku kepada mereka?"

"Haha, tidak ada hal semacam itu, yang ada hanyalah kau akan tetap menjadi istriku sampai maut memisahkan."

Sang mafia begitu percaya diri mengenai hal ini jadi dia tak akan sedikitpun membiarkan Brenda kabur saat pertemuan dengan seorang kolega yang nantinya akan di lakukan di sebuah hotel berbintang.

"Oh, kau ingin melakukan apapun padaku, aku tak peduli! aku hanya ingin keluargaku kembali!"

Sang istri menutup tubuhnya dengan selimut, dia tak mau berbicara lagi dengan sang suami yang tidak waras itu.

Sang suami yang memahami sifat keras kepala Brenda, memilih untuk tetap meminta gadis itu makan, karena jika tidak, sang gadis akan mendapatkan hal yang sama, bahkan lebih dari sebelumnya.

Brenda tetap teguh dengan pendiriannya sehingga sang mafia berbuat nekat.

Dia menarik selimut sang istri dan akan kembalikan mengeksekusinya lagi.

Namun, suara ketukan pintu membuatnya terkejut.

"Astaga, siapa yang berani menggangguku!" ucap sang mafia kesal.

Dia beranjak dari ranjang itu dan segera membuka pintu.

Klek!

Saat pintu terbuka, dia melihat ada sang adik.

"Astaga, Faldin!"

"Iya, ini aku. Kak aku mau tanya, kau mau memeriksa istrimu lagi tidak? dokter Brian katanya ada masalah di rumahnya, dia besok tidak akan datang lagi, biarkan aku yang merawat, sekalian kenalan dengan kakak ipar yang kata pelayan, cantik dan seksi itu!"

Ternyata orang yang mengganggu kesenangannya adalah sang adik, dia cukup bersabar karena adiknya memang kepo.

"Oh, kau tidak perlu melakukannya karena aku bisa merawatnya!"

"Oh ya sudah, aku hanya ingin memberikan informasi itu," jawab sang adik yang kemudian berlalu tanpa rasa bersalah.

*****

1
Shifa Burhan
Sang gadis, sang istri brenda, sang suami, sang mafia, sang maraville, sang pria, sang anak buah, sang sang sang, terlalu banyak sebutan hanya untuk satu orang jadi pusing pala berbi
KumiKimut: maaf kak, kadang aku lupa namanya, jadi aku tulis sang. Next akan diperbaiki lagi ya hehe ... terimakasih sudah mampir kak😍
total 1 replies
Nurma sari Sari
mampir...
KumiKimut: mksh kak dah mampir❤️💋💋
total 1 replies
KumiKimut
dah tamat ya kak, cuma singkat semoga menghibur ❤️
caca
neeexxtttt thor
caca
sebenernya kasihan si sama si martin, tp demi kebahagiaan dan kebucinan si mafia sama brenda di masa depa its oke lah lanjoootttt thor 🤣🤣🤣🤣 semangat ❤🥰
caca
lanjoootttt kak, semangat up, semoga sehat selalu author 🥰❤
KumiKimut: love kakak banyak-banyak ❤️❤️💋💋
total 3 replies
caca
suka si mafia yg bucin tp ini kok aku malah takut kasian sama cw nya
KumiKimut: siap, libas duri2nya dulu🤣
total 3 replies
caca
sukaaaaakkk banget sama mafia mafia yg bucin gini
KumiKimut: Alhamdulillah kak, 💋
total 1 replies
aniya_kim
Hhm saya pun tak mau jika harus menikah sama pembunuh keluarga sendiri.. tapii ini karya pastinya bedalah ya😁
aniya_kim: okay ... next
total 2 replies
aniya_kim
Hhm
aniya_kim
Hhm next
aniya_kim: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
wildan Putra
semangat
wildan Putra
bucin sama yg berbau mafia
Auraliv
semangat terus nulisnya kak🤗
KumiKimut: siap beb, makasih ya😘💋💋💋
total 1 replies
Laras Azfar
aku mampir Kk
KumiKimut: oke, makasih ya 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!