NovelToon NovelToon
Suamiku Kekasih Sahabatku

Suamiku Kekasih Sahabatku

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:52.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Dara tak menyangka kalau suaminya akan berhianat. Sebelum menikahinya, ternyata Revan pernah bertunangan dengan Mirna.

Karena sesuatu hal, Revan dan Mirna batal menikah.
Dan saat situasi patah hati, Revan bertemu dengan Dara.

Setelah Dara menikah dengan Revan, muncul konflik dalam rumah tangga mereka. Mirna hadir lagi dalam kehidupan Revan

Mirna balas dendam karena Daralah yang menggoda Revan tunangannya.

Dara tak terima dan berusaha merebut kembali hati suaminya dengan menjadi pelakor, dengan identitas Mutia.

Berhasilkah Dara merebut cinta Revan. Ataukah dia merelakannya untuk Mirna. Yang ternyata adalah sahabatnya sendiri, semasa SMA.

Akankah cinta Yudi bersambut, yang diam- diam mengagumi Dara.

Yuk, kupas abis kisahnya di sini!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Dara melepaskan diri dari dekapan suaminya. Dia tak ingin suaminya melihat kerapuhannya. Tapi Revan tetap berusaha menahan langkah Dara. Tapi tiba- tiba ponselnya berdering.

Terpaksa Revan melepas istrinya. Untuk menjawab panggilan itu. Dara meneruskan langkahnya ke ruang depan. Melanjutkan payetannya.

Sementara Revan membaca nama yang tertera di layar, Mirna. Revan langsung mematikan panggilan itu.Juga menon aktifkan ponselnya.

Bergegas Revan ke ruang tamu, sambil membawa secangkir kopi.Menyusul istrinya.

" Payetannya masih banyak dek, apa perlu abang bantu masukkan benang ke jarum? " tanya Revan sambil duduk di sisi istrinya.

Karena dia melihat stok benang di jarum tinggal satu lagi. Biasanya Dara selalu minta bantuan suaminya melakukannya. Dengan senang hati Revan akan melakukannya.

Tanpa menunggu jawaban istrinya, Revan mencari jarum dan benang di kotak persegi di sisi istrinya.

Dara hanya diam saja. Tak peduli apa yang di lakukan suaminya. Setelah menusuk beberapa jarum, Revan kembali duduk di sofa. Menikmati kopi seduhan istrinya.

Entah kenapa, kopi seduhan istrinya selalu berbeda dengan buatannya. Seduhan istrinya terasa lebih nikmat.

" Auh...!" tetiba Dara mengaduh kesakitan. Jarinya tertusuk jarum. Darah sudah menetes dari ujung jarinya. Mana baju yang di payet warna putih.

Spontan Revan menghampiri istrinya dan menyedot darah di jarinya dengan mulutnya. Supaya darah segera berhenti. Dara merintih karena tusukan jarum itu lumayan dalam.

Bergegas Revan mengambil kotak obat. Melumurinya dengan rivanol biar tidak infeksi.

Dara meringis, karena terasa perih.

" Masih sakit dek?" Dara menganggukkan kepalanya.

" Hati- hati dek. Apa perlu pake plester ini."

" Tidak apa- apa. Sebentar juga kering." sahut Dara sambil meniup jarinya biar lekas kering.

Dara kembali melanjutkan payetannya.

" Dek, apa gak bisa besok saja di lanjutkan. Jangan terlalu memaksakan tenaga kamu dek."

" Tinggal sedikit lagi, kok." Dara tetap melanjutkan pekerjaannya.

Revan menghela nafas berat. Dia tau istrinya hanya menjadikan pekerjaannya itu sebagai pengalihan. Untuk menghindarinya.

Pov Dara.

Aku benar- benar lelah terus mendiamkan suamiku. Atau bersikap acuh tak acuh. Sejak pengakuannya, bahwa ia memang telah selingkuh sungguh telah menghancurkan hatiku

Aku berharap saat itu, suamiku berbohong saja. Walau aku akan terasa sakit. Ternyata lebih sakit ketika dia mengakui secara jujur.

" Yang lebih membuat hatiku hancur. Ternyata orang kedua itu adalah sahabatku , semasa SMA dulu.

Entah kenapa, aku merasa sejak dulu Mirna tidak pernah tulus bersahabat denganku. Ia sepertinya memiliki dendam kepadaku.

Setiap kali aku dekat dengan cowok, reaksinya pasti berlebihan. Kalau tidak membocorkan kejelekan cowok yang mendekatiku, Ia pasti memusuhi setiap cowok yang akrab padaku.

Setelah tamat dari SMA, kami tidak pernah lagi bertemu. Itu berarti, tujuh tahun yang lalu.

Kami sama sekali tak pernah lagi saling memberi kabar. Atau bertemu, padahal kami masih dalam satu kota .

Dan kini, cerita itu terulang lagi. Secara kebetulan, aku menikah dengan mantan tunangannya.

Entah sejak kapan Mirna tau kami telah menikah. Sepertinya dia mungkin marah besar, karena di luar dugaannya kami bisa menikah.

Sehingga ia menggoda suamiku lagi. Secara mereka adalah mantan tunangan, tentu perasaan sayang itu pasti masih tersisa.

Apalagi Revan suamiku amat terpukul karena tiba- tiba saja tunangannya menghilang tanpa kabar.

Dan di saat itulah kami bertemu! Kehadiranku mungkin telah mengobati luka hatinya. Sehingga Revan melamarku untuk jadi istrinya. Tentu saja aku sangat senang menerima lamaran itu.

Dan aku bahagia sebagai istrinya. Meskipun usia pernikahan kami baru tiga bulan.Di tambah masa berpacaran sebelumnya selama enam bulan.

Dan selama mengenalnya, Revan memang tak pernah menyinggung soal masa lalunya. Dan aku juga tak pernah menyinggung soal itu.

Karena menurutku itu adalah privasinya!.

Aku tak berhak mencampurinya. Kecuali dia sendiri mau membukanya padaku.

Tapi kini masa lalu suamiku datang kembali. Dan suamiku sudah sempat terjerat.

Apakah aku akan membiarkannya jatuh begitu saja. Sehingga suamiku semakin larut dalam masa lalunya?

Atau bertahan meski hati ini terluka.?

Bukankah suamiku telah meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Tapi mengapa masih ada keraguan di hatiku.

Kalau hal itu tak akan terulang lagi.?

Benar- benar sebuah dilema.

Karena terus terang aku juga masih mencintai suamiku. Melepasnya begitu saja tanpa memperjuangkannya? Aku juga tak rela.

Jika suamiku memang benar- benar berubah.

Biarlah aku beri dia kesempatan ke dua. Tetapi bila dia nanti tetap berhianat saat itulah aku pergi dari kehidupannya.

***

Pagi begitu cerah! Dengan semangat baru, Dara memulai aktifitas kesehariannya di dapur. Memasak, mencuci dan membersihkan rumah.

Setelah semua itu selesai, baru dia fokus dengan pekerjaannya.

Seperti pagi ini, dara memasak dengan menu, tauco dan sambal teri.

Revan yang masih tertidur akhirnya terjaga saat mencium aroma masakan istrinya. Bergegas ia mandi.

Selesai mandi, Revan terkejut saat melihat pakaiannya terletak di ranjang. Istrinya telah kembali memilihkan pakaian kerjanya.

Setelah hampir dua minggu istrinya melakukannya secara acak.

Karena hari ini dia masuk kerja agak siang. Revan cukup memakai singlet dan celana bermuda saja.

Dengan rambut yang masih agak basah, Revan ke dapur. Rasanya perutnya telah melilit karena mencium aroma masakan istrinya.

Ternyata Dara lumayan banyak juga memasak pagi ini. Ada beberapa menu terhidang di meja.

Revan keheranan, tapi untuk bertanya ia masih enggan, karena lebih sering di diamkan.

Dara menyadari kehadiran suaminya. Lalu ia menghentikan kegiatannya mencuci piring.

Dan melihat reaksi suaminya yang keheranan.

" Ada apa bang. Menatap seperti itu?"

" Ini dek, kok banyak kali menu di atas meja. Apa akan ada acara hari ini di rumah kita?"

" Iya, hari ini adalah ulang tahun abang. Lupa, dengan kelahiran sendiri?"

" Oh ya. Kok bisa- bisanya aku lupa." ucap Revan terharu.

" Selamat ulang tahun bang." Dara menyuapkan nasi putih dengan telor rebus ke mulut suaminya.

Revan menerima suapan nasi itu, lalu memeluk istrinya penuh haru.

" Maafkan aku dek. Kamu sungguh sangat baik. Meski abangntelah menyakitimu, adek masih siapkan semua ini untuk haei jadi abang." ucap Revan tak kuasa menahan emosinya.

" Adek maafkan, tapi abang harus janji tak akan mengulanginya lagi."

" Trimakasih sayang. Kamu memang yang terbaik." lalu Revan juga menyuapkan nasi putih dan telor rebus ke mulut istrinya.

Keduanya kembali berpelukan erat. Betapa rindu hatinya untuk mendekap seperti ini tubuh istrinya.

Setelah hampir dua minggu ini dia begitu putus asa, agar istrinya mau memaafkannya. Akhirnya istrinya memberinya maaf tepat di hari ulang tahunnya.

Sungguh suatu anugerah yang tak bisa dia lupakan nanti. Sat kemali melihat istrinya tersenyum kembali.

" Apakah semua ini untuk abang makan, dek?"

" Ya, enggaklah bang. Ini untuk di bagi ke tetangga kita. "

" Makasih ya sayang." Revan tiba-tiba mencium istrinya.

" Hemmp," lenguh Dara kaget karena ulah suaminya . Revan membopong tubuh istrinya ke kamar dan membaringkanya di tempat tidur. Lalu kembali menyerang istrinya dengan c****n panas.

Tubuh istrinya mengelinjang dan mendesah kewalahan. Dara pasrah ketika suaminya meluc*** satu persatu pakaiannya.

Hingga beberapa menit kemudian, keduanya terhempas dengan nafas memburu. ***

1
Maria Christanti
lanjut thor
Holipah
lanjut Thor
Lilis Yuanita
lnjt
Tipa Ghorky
yg namanya pengkhianat itu ga akan pernah bisa tobat dan selingkuh itu penyakit ga akan sembuh hanya dgn kata maaf , sekali berselingkuh dia akan mengulangi nya lagi dan lagi
Linda pransiska manalu
makasih telah mampir mak.
Shizi🦁🦁
gas mak.
Shizi🦁🦁
mak ah bisa bae buat ceritanya... biasanya kan toko roti atau toko, toko bunga ini toko kain.
Shizi🦁🦁
aku mengintip mak
Sarry Okto
penasaran dgan kehidupannya, trus lama2 ada rasa ketertarikan, jadi CLBK donk, ga ju2r sama istri. kalo gitu cukup sekian lah, jantung gak sanggup, rasanya mau darah tinggi aja.
Sarry Okto: habis laki nya tu kayak ga tegas gitu, ji2k liatnya, ketemuan sama mantan malah salting n canggung gitu
total 2 replies
Noor Zayanah
mirna mcm mana bole jadi kaya?
ada bau2 perselingkuhan lagi kahh
Linda pransiska manalu
iya kayaknya. kita lihat sejauh mana revan, mengahadapinya. makasih komennya , ya.
Sarry Okto
CLBK lgi ni, kalo iya ga kapok jga tu pelakor ma penghianat..
Rizky Sandy
masa kantor gvada cctv, yg berantakan cm Mirna baju rvan msh utuh kan,,, aneh ceritamu thor,,, cukup sampai disini,,,
Linda pransiska manalu: hehe..betul bun, terima kasih untuk kejeliannya. kejelasannya di bab berikutnya ya...
total 1 replies
Linda pransiska manalu
makasih dukungannya ya thor. kita akan mampir nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!