NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:367.9k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Lebih dari 10 tahun Haris memendam rasa pada sahabatnya Elena, namun apalah daya rasa itu tak jua hilang meskipun Elena bersikeras menolak nya, bahkan setelah 8 tahun berpisah rasa itu tetap mengendap di hatinya.
hingga suatu kejadian membuat mereka dipaksa menikah oleh kedua orang tua mereka. Hal itu membuat Elena semakin frustasi, karena terus menerus menolak menerima fakta bahwa hatinya mulai lemah pada pesona sang calon suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Kali ini, HS grup construction bekerja sama dengan Daehan grup akan membangun mega proyek kota mandiri, tentunya Lengkap dengan apartemen, mall, perkantoran, taman hiburan serta berbagai fasilitas yang mendukung keberlangsungan kota tersebut, termasuk rumah sakit serta sarana pendidikan.

Sesaat kemudian monitor di ruang rapat menampilkan ilustrasi desain arsitektur mega proyek HS grup, deretan rumah yang tertata apik, taman dan fasilitas umum nya juga membuat proyek  kali ini terkesan mewah dan eksklusif hanya untuk kalangan atas, keseluruhan desain tersebut tampak artistik, unik, dan terbilang inovatif, bangunan apartemen dan mall pun terlihat mengesankan, sungguh terlihat elok dan mengagumkan.

Elena penasaran siapa arsitek di belakang Keseluruhan karya besar ini, tapi pertanyaan itu tertahan karena rapat dimulai, Bagus mulai menjelaskan berbagai hal penting yang harus d perhatikan selama proyek berjalan, masing masing tim memiliki berbagai macam rentetan tugas dan tanggung jawab yang berat.

2 jam berlalu rapat koordinasi pun selesai, Bagus dan Haris tampak sedang terlibat diskusi serius dengan Krisna. Tak lama kemudian diskusi berakhir dengan penandatanganan dokumen, entah dokumen apa yang mereka tanda tangani.

“Elena ... “ panggil Krisna seraya berdiri dan merapikan jas, “kemarilah” sambung Krisna.

Elena pun mendekat ke arah kakak ipar nya “iya pak ... “ Jawab Elena polos.

Krisna terhenyak mendengar panggilan Elena pada dirinya, ada apa dengan anak ini, Kenapa dia memanggilku dengan sebutan pak, jelas jelas aku kakak iparnya, krisna membatin.

 “Panggil aku kakak” pinta Krisna tegas.

Elena tersenyum simpul “iya kak” jawabnya patuh.

“Tugasmu adalah memimpin proyek, Bagus dan Haris akan mendampingimu” Krisna menyodorkan dokumen yang harus dia tandatangani sebagai bukti dia menerima mandat tersebut.

“Oh iya, besok siang ada pertemuan dengan perwakilan Daehan Grup, dengan agenda penanda tanganan perjanjian kerja sama HS grup dan Daehan grup, karena kamu pernah bekerja di Daehan grup maka kamu yang akan mewakili HS grup untuk pertemuan besok siang, Syafira akan memberikan informasi lengkapnya"

...****************...

Tak lama setelah kepergian Krisna, Bagus pun ikut keluar, di susul Haris dan Elena, Kini mereka bertiga sedang di dalam lift yang akan menuju ke lobi, tapi mendadak Bagus menekan tombol untuk kembali ke lantai 7 dimana ruangan nya berada.

“Oh ya Tuhan aku lapar sekali” Bagus mengeluh seraya memegangi perutnya yang sejak tadi bernyanyi. “Tapi kita ke ruanganku dulu yah, aku harus memastikan Syafira sudah menyiapkan dokumen penandatanganan untuk esok”.

"Elena, apa semalam tidurmu nyenyak?"

Haris yang sejak tadi terdiam, tiba tiba bersuara.

"Yah begitulah ... " jawabnya singkat, dan tak ada lagi perbincangan hingga pintu Lift yang terbuka.

Bagus berjalan memasuki ruangannya.

"Fira, apa dokumen yang aku minta sudah kamu siapkan?" Bagus bertanya seraya duduk d kursi kebesarannya.

"Sedang saya siapkan pak"

"Syukurlah, oh iya, sekalian semua materi proyek, kamu kirimkan via surel ke Elena" perintah Bagus, matanya tak lepas dari layar komputer di hadapannya.

"Oh iya, jadwal anda sudah saya kosongkan untuk 2 hari kedepan, tiket perjalanan anda sudah saya kirim ke ponsel anda juga pak"

"Terimakasih yah, aku mau makan siang dulu bersama teman temanku"

Kemudian Bagus mematikan layar moditor d hadapannya. "Kemarilah aku kenalkan pada mereka"

"Ini Haris dan si cantik itu Elena, Dia adiknya Bu Eliza"

Syafira mengulurkan tangannya, bersalaman dengan Haris dan Elena.

"Tolong Rahasia kan identitas ku yah" pinta Elena ketika mereka bersalaman.

Syafira mengangguk seraya memberikan isyarat mengunci bibirnya.

"Salam kenal Nona"

"Hei ... itu curang namanya, kamu panggil dia Nona, dan memanggil ku dengan sebutan Pak, kami sebaya teman kuliah" protes Bagus tak terima.

"Itu karena kamu sudah tua, makanya buruan cari istri" Haris mencibir, tanpa sadar dirinya juga masih jomblo.

Bagus pun tak terima, karena dirinya di sebut tua.

"Eh ... ngaca yah, tuh di luar kaca segede gedung, sendirinya belom punya bini, pake ngatain aku udah tua, inget yah kita sebaya, kalo aku tua artinya kamu juga udah tua bego"

"Elena ... katakan padanya kapan kita bisa menikah, biar aku sumpal mulut pria tua ini" Haris tiba tiba melingkarkan lengannya ke pundak Elena.

Elena yang sejak tadi menyaksikan perdebatan unfaedah tersebut, hanya mengernyitkan dahinya.

"Kalian yah, sama sama tua ... sama sama aneh" cicitnya sambil lalu bersama syafira.

Sementara Bagus dan Haris, masih dengan perdebatan mereka d dalam ruangan.

"Mereka memang begitu sejak dulu, kamu jangan kaget yah" ujar Elena ketika tiba di meja syafira.

Syafira hanya tersenyum simpul "Gak papa Nona, jadi rame sesekali, biasanya di ruangan ini sepi, karena pak Bagus sering meninjau proyek"

"Jangan lupa kirimkan semua dokumen yang perlu saya pelajari untuk besok yah"

"Baik Nona"

...****************...

Pagi itu menunjukkan pukul 09.30.

Haris memarkirkan mobil yang d bawanya, kemarin Bagus memaksa agar Haris bersedia memakai mobilnya, karena Haris diminta Bagus untuk menemani Elena ke pertemuan dengan klien, kini mobil mewah seri terbaru keluaran BMW itu pun terpakir manis di pelataran Rumah besar pemilik HS grup.

Sudah lama sekali aku tak mengunjungi rumah ini, Haris menggumam.

Lucu sekali kalau dia ingat masa masa kuliah dulu bersama ketiga sahabatnya. Hampir setiap hari mereka kerumah Ini, hanya untuk makan siang di sela sela waktu kuliah.

Tak lama setelah Haris membunyikan bel, pintu pun terbuka, menampakkan wajah ramah ART rumah tersebut.

“Silahkan masuk tuan, ada yang bisa saya bantu” tanya ART tersebut

“Saya mau menjemput Elena” jawab Haris sopan.

“Tolong tunggu sebentar, saya akan panggilkan nona muda”

ART itu pun berlalu, tak lama sang nyonya rumah muncul dari arah dapur “maaf mencari siapa yah” sapa beliau.

Marisa tidak mengenali tamunya karena Haris sedang menunduk memeriksa ponselnya, mendengar suara yang akrab d telinganya, Haris pun menoleh ke sumber suara, senyum merekah dari bibirnya, segera dia mendekat ke arah Marisa, kemudian tak segan mencium  tangan beliau.

Marisa membelalakkan mata matanya, terkejut melihat pria muda dihadapannya, tanpa sanggup mengucapkan kata kata.

“Apa kabar tante” Haris seolah mengerti bahwa nyonya Marisa tengah terkejut melihat kehadirannya.

Marisa hanya mengangguk “baik, kenapa baru datang, sudah lama sekali kamu tidak mengunjungi tante” nyonya Marisa mengusap lengan Haris, matanya tampak berkaca kaca.

“Maaf tante, mmm itu karena Haris baru 2 minggu ini tiba di Indonesia” jawab Haris sopan.

“Oooh iya tante mengerti, Bagus sering cerita, kalau kamu bekerja di negara paman AA” nyonya Marisa tersenyum datar.

“Kamu sudah ... menikah nak?” Marisa bertanya dengan nada serendah mungkin, sebenarnya ada ketakutan tersendiri manakala nanti jawaban Haris tidak sesuai harapannya.

Pasalnya Marisa berharap pemuda ini mungkin bisa meluluhkan hati putri bungsunya.

Haris tersenyum “belum tante” jawabnya pendek.

“Kekasih mungkin?” nyonya Marisa semakin penasaran.

“Belum ada juga Tante”

“Heeeiiii ... apa para gadis diluar sana pada buta, sampai tidak melihat ada pria tampan yang belum memiliki kekasih” seloroh Marisa, padahal dalam hati dia merasa luar biasa bahagia.

Tak lama tampak elena berjalan tanpa alas kaki menuruni tangga, tangan kanannya membawa tas dan juga laptop sementara tangan kirinya menenteng sepasang heels yang akan ia kenakan.

“Hai ... Ris ... sorry yah lama” sapa Elena ketika berjalan menuruni tangga.

Tatapan Haris seketika terkunci ke arah Elena, matanya membulat sempurna menatap sosok gadis yang sejak lama ia cintai tersebut, hari ini Elena tampak anggun dengan longdress formal berwarna dusty pink, wajahnya tampak cerah dengan make up, tidak terlalu tebal, pas sesuai porsinya, jika kemarin rambut nya tergerai tak beraturan, kali ini rambutnya tergerai bergelombang, menawan membingkai wajah cantiknya.

Marisa tampak ya menyadari bahwa ada lelaki yang tengah terpesona pada putri bungsunya, dia pun berbisik “apakah putri tante cantik?”

“Sangat cantik, dan anggun, hampir hampir saya meneteskan air liur karena terpesona”  jawab Haris tanpa sadar.

Marisa tersenyum simpul "indahnya masa muda"

“sayang, pakai dulu sepatunya” Marisa mengingat kan.

“oh iya hampir lupa”

Elena meletakkan sepatunya di lantai, kemudian memasukkan satu per satu kakinya.

Setelah high heels nya terpasang Elena pun melempar senyuman.

“Wow ... Sejak kapan putri kecil mama berubah jadi wanita cantik” Marisa menatap Elena penuh kekaguman, dia pun mendekati Elena, sedikit merapikan gaun yang d kenakan elena.

Haris?, jangan di tanya lagi, berbagai macam rasa hinggap di dadanya, berdebar?, sudah pasti, wajah tampannya mendadak memerah, udara di sekitarnya tiba tiba terasa panas.

1
Nadi Rosmiaty Manaba
suka ceritanya😍
Sunny Kwok
Luar biasa
Dewi Oktavia
hahahaha
adelina rossa
hadir disini kak sekarang...
fatin Rahman
hahaha
suka hatimu thor
fatin Rahman
ulah c Bagus..melibatkan gambar2 Elena dan Haris dalam hotel tmpo hari kpd pak sebestian. ku kira mereka akan dijodohkan. pasti/Drool/
fatin Rahman
29/8/2025
TRIDIAH SETIOWATI
good story
Dewa Nara
kasian Harris
Dewa Nara
jadi geng Elena kerja sama papa Elena
Dewa Nara
lah katanya tadi rambutnya Elena pakai tusuk konde
Dewa Nara
kok Harris gitu
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
pipi gemoy
di tunggu bab nya bagus Thor 🙏🏼
pipi gemoy
thor lanjut cerita Bagus
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
pipi gemoy
sudah baca duluan Thor 😎
moon: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/

padahal ini yang novel pertama
total 1 replies
pipi gemoy
Haris 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼✌🏼
pipi gemoy
si Haris pasti nya 😎
pipi gemoy
tersepona si Haris
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!