Zulkarnain yang dipaksa untuk menjadi pewaris harus menjalani kehidupan yang tidak diinginkan.Ia harus jauh dari istri tercintanya yang tengah hamil muda.Namun berkat kegigihan AIDA, istri Zulkarnain.Mereka yang terpisah akhirnya bisa bersama.
Akan tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya, Niken ayu yang terlanjur cinta kepada Zulkarnain memilih jalan pintas sehingga Zulkarnain mengkhianati istrinya.Diluar dugaan, Anak kembar yang dilahirkan oleh AIDA ternyata memiliki kekuatan yang diturunkan oleh kakeknya.kekuatan itulah yang menyelamatkan Zulkarnain dari pengaruh Niken ayu.
Kejahatan Niken ayu tidak berhenti sampai disitu,Ia merencanakan pembunuhan kepada AIDA dan kedua anaknya.Yang mengakibatkan meninggalnya AIDA dan hilangnya si kembar.
Akankah Zulkarnain bisa menemukan Si kembar yang telah dinobatkan sebagai Ahli waris nya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L-viie Ann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang pewaris BAB 12KEPUTUSAN DILUAR JANGKAAN
"Hay Hans... " sapa Pak Kuncoro menghampiri sahabat nya yang tengah bersantai di samping paviliun nya. Pak Hans mengulum senyum sembari menyambut salam khas dari sahabat baiknya.
"Mau kesini kok nggak ngaci kabar dulu? "
"Nggak sengaja, kebetulan lewat aja" jawab Pak Kuncoro basa basi. Pak Hans tersenyum.
"Gimana keadaan kamu sekarang?? " Pak Kuncoro memperhatikan Pak Hans yang duduk di kursi roda.
"Yah beginilah... tapi aku bersyukur masih bisa bernafas saat ini"
"Tentunya... "
Pak Kuncoro diam, berpikir dari mana dia akan memulai pembicaraan mengenai masalah pembatalan perjodohan ini.Karena bukan lah sebuah perkara mudah.
Perjodohan ini dibuat hitam diatas putih dari Ayah mereka berdua.Karena perusahaan besar keduanya adalah hasil dari rintisan Ayah-ayah mereka.Dan agar kedua perusahaan tetap kokoh tak terkalahkan mereka membuat kesepakatan agar 2perusahaan tersebut tetap menjadi 1.
Ibarat kaki kanan dan kiri,dulu di Zaman Pak Hans dan Pak Kuncoro.Karena sama-sama 2anak laki-laki.Maka perjodohan diambil dari investor terbesar.Dan terpilihlah Bu Lastri. Bu Lastri diminta untuk memilih antara Hans dan Kuncoro,dan Hans lah yang terpilih.
Sekarang, Hans dan Kuncoro memiliki anak yang bisa dijodohkan.Pada awalnya Hans akan menjodohkan Niken dengan Andika, karena dia tidak mau Zulkarnaen mengalami nasib seperti dirinya.
Akan tetapi, Andika dan Bu Lastri malah melakukan hal yang tak terduga.Membuat Pak Hans terpaksa menjemput secara paksa si Zulkarnaen untuk bisa menggantikan posisi nya.
"Hay... kok malah melamun"
suara Pak Hans membuyarkan lamunan Pak Kuncoro.
"Kamu kenapa??? ada masalah?? "
Pak Kuncoro menghela nafas.
"Hans... aku ingin menikah kan Niken Ayu dengan Andika"akhirnya setelah berpikir lama Pak Kuncoro bisa mengutarakan isi dihati.
Pak Hans menautkan kedua alisnya.
"Maksudmu?? "
"Seperti yang kamu dengar"
"Tapi kenapa??? sedangkan kamu tahu kan apa yang telah terjadi dengan ku"
"Aku terpaksa Hans, aku tidak punya pilihan lain"
"Ceritakan lah apa yang telah terjadi"
"Aku belum tahu pasti, tapi ini adalah permintaan Niken"
Pak Hans terdiam,jika Niken menikah dengan Andika berarti posisi Zulkarnaen tidak aman.
"Tolong maafkan aku"
"Pasti sesuatu telah terjadi kan??? "
Pak Kuncoro tak menjawab, tapi Pak Hans yakin ini adalah rencana Andika.
Di balik tirai Andika menguping pembicaraan, ia tersenyum penuh kemenangan.Setelah ia rasa cukup mendengar kan, Andika pun pergi menemui Bu Lastri.
"Ma... "
Bu Lastri yang tengah sibuk merangkai bunga menoleh ke arah suara.
"Ada apa kok happy banget?"
"Ada papanya Niken diluar... dia membicarakan pernikahan ku dengan Niken Ma"
"Yang bener???"
Andika mengangguk pasti.
"Baguslah berarti sebagian rencana kita udah berhasil" Bu Lastri begitu semangat.
"Iya Ma... setelah aku menikah, otomatis stempel kekuasaan akan jadi milik ku Ma... dan Zulkarnaen tidak akan bisa jadi sang pewaris"
"Bener banget... "
"ckckckck"soraya datang tanpa salam,tangannya menyilang di dada.
" Sampai kapan Mama dan kakak begini terus, nggak ada rencana buat tobat "
"Diam! kamu masih kecil nggak ngerti apa-apa! " bentak Bu Lastri.
"Untung aku masih kecil" sindir Soraya sambil melangkah pergi.
"Soraya makin lama makin ngeselin deh ma"
"Udah nggak usah dihiraukan, yang penting dia tidak menggagalkan rencana kita"
Andika mengangguk setuju.
Siangnya, secara khusus Pak Hans menemui Zulkarnaen dikantor nya.Ketika masuk dia menemukan anak sulungnya tengah duduk mesrah dengan sang istri.
spontan saja keduanya jadi salting.
"Ayah kenapa tidak ketok pintu dulu?? "
"Kok malah nyalahin ayah, ini kantor bukan kamar" Pak Hans membela diri.
Aida jadi serba salah, ia ingin melangkah keluar tapi ditahan oleh Pak Hans.
"Jangan pergi dulu, ada yang ingin aku bicarakan"mau tidak mau Aida mengurung kan niatnya.
"Duduk lah dengan suamimu"
kedua pasangan ini pun duduk berdampingan.
"Zul.... Niken menolak perjodohan kamu dengan nya, dia memilih untuk menikah dengan Andika"
"hah? " kedua pasangan itu saling berpandangan.
"Yang bener Ayah"
"Iya!! "
"Jadi gimana seterusnya Ayah"
"Mungkin kamu tidak akan menjadi pewaris"
"Nggak apa-apa Ayah... aku akan kembali ke tempat dimana aku berasal"
Aida tersenyum mendengar keputusan suaminya.
"Kamu bisa tetap disini dan menjadi CEO disini"
"Aku lebih tenang tinggal di kampung Ayah, nggak ada beban"
"Jadi kamu akan ninggalin Ayah"
"Ayah bisa ikut kami kok" timpal Aida. Zulkarnaen tersenyum, ia mengangguk meyakinkan Pak Hans.
"Hmmmm lihatlah nanti gimana?? kalau benar semua ini terjadi seperti yang direncanakan Andika dan ibunya, aku rasa lebih aman bila tinggal bersama kalian"
Zulkarnaen tersenyum bahagia,begitu pun Aida.
Hari pernikahan sudah tiba, acaranya begitu sangat meriah.Tamu undangan yang hadir dari berbagai kalangan sudah berdatangan.Sang pengantin pria begitu sumringah, tapi tidak dengan pengantin wanita.Tak ada senyum yang tergurat.
Hal ini sangat menimbulkan banyak tanda tanya.Para tamu undangan jadi simpati, beberapa diantaranya bergosip ria.
Menyadari hal itu, dengan geramnyaaa Andika mencubit lengan Niken Ayu. Niken meringis.
"Bisa nggak kamu senyum, kayak orang teraniaya saja" bisik Andika tanpa menghilang kan senyum dibibirnya.
"i i iya" jawab Niken ketakutan.
"Bagus"
Andika pun melepas cubitan nya. Niken menggosok lengan bekas cubitan tadi.
Bu Risma yang berdiri di podium sebelah kiri memberi tanda dengan alisnya, seperti bertanya ada apa??
Niken Ayu hanya menggeleng sambil tersenyum terpaksa. Niken mengambil nafas dalam-dalam.
Usai acara, Niken Ayu sudah melepaskan semua hiasan kepalanya serta gaunnya. Ia sudah berganti dengan baju tidur.Baru saja merebahkan tubuhnya, Tiba-tiba Andika masuk kamar.
"Mau apa kamu disitu?? "
Niken terpinga-pinga
"Turun cepat!!! nggak ada yang menyuruh mu tidur diranjang ku"
"Terus aku tidur dimana?? "
"Di lantai!! "
"Apa?? "
"Cepat turun!!! " Andika mengheret Niken Ayu kasar.
"auu sakit... " Niken Ayu mengelus tangannya.
"Mangkanya, kalo udah aku suruh turun jangan bengong!! "
"Kamu jahat Andika" ucap Niken Ayu dalam keadaan bersimpuh dilantai.
"Aku jahat karena kamu nggak pantas dibaikin"
"Tapi aku lagi hamil anak kamu"
"Bodoamat!!! "
Lalu Andika naik ke atas kasur dan tidur.Mau nggak mau Niken harus tidur di lantai.Tanpa terasa air matanya mengalir.
"Papa...Mama... Niken kangen" rintih Niken Ayu lirih.
Esok harinya, rapat dewan dilaksanakan. Semua investor saham hadir tanpa terkecuali karena ini adalah rapat tentang penerus dari 2perusahaan besar. Dulu karena Pak Hans menikah bukan dengan orang Grand Buana Grup, stempel kekuasaan diserahkan kepada Grand Buana Grup.
Tapi sekarang 2perusahaan sudah terikat dalam pernikahan, stempel kekuasaan akan diberikan kepada Sang Pewaris.
"Selamat pagi semua nya... " sapa Pak Kuncoro dengan menggunakan Mixcrofon
"Pagi.... " jawab semuanya serentak.
Andika senyam-senyum,begitu pun Bu Lastri. Dia melihat Zulkarnaen dengan tatapan mengejek.Tapi Zulkarnaen biasa aja.
"Hari ini saya mengumpulkan kalian semua karena ingin menyerah kan stempel kekuasaan kepada penerus Grand Golden Grup dan Grand Buana Grup."
"Setelah bertahun-tahun stempel itu ada di tangan saya, akhirnya sudah waktunya saya lepaskan.Bhkan senang menjadi pemegang stempel, salah sedikit bisa masuk penjara" seloroh Pak Kuncoro,yang disambut tawa oleh yang lain.
"Saya harap Sang pewaris akan bisa menjaga amanah dengan stempel tersebut hingga membawa 2 perusahaan besar ini makin maju dan sukses... Amiiin"
"Amiiin" sahut yang lain kompak.
"Baiklah agar tidak membuang waktu,saya akan panggil Sang pewaris ke hadapan saya untuk menerima stempel ini"
Dengan percaya diri Andika bangun merapikan jaznya.
"Zulkarnaen!!! majulah"
Sontak semua orang terkejut, hanya Niken Ayu yang terlihat santai.
"Apa maksud Papa??? kenapa Zulkarnaen??? " tanya Andika tak percaya.