NovelToon NovelToon
Menggapai Mimpi

Menggapai Mimpi

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:265.4k
Nilai: 5
Nama Author: AYi

Berawal dari bermusuhan kemudian menjadi teman dekat. Rahma Dewanti dan teman-temannya memutuskan melanjutkan kuliah ke ibu kota setelah lulus SMA. Untuk meraih mimpi mereka.

Setelah sampai di ibu kota, ternyata Rahma tidak sengaja bertemu dengan ayah kandungnya. Selain itu dia juga menjadi korban pemerkosaan oleh teman dekat sendiri.

Kisah ini dibumbui dengan kisah cinta anak muda yang menguras emosi dan air mata.

Sanggupkah Rahma menjalani hidupnya setelah terjadi pemerkosaan? Akankah dia bisa menggapai mimpinya untuk menjadi orang sukses? Yuk baca kisah selengkapnya di Menggapai Mimpi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Baiklah kalau begitu! Saya sudah menawarkan kamu pekerjaan yang lebih enak tapi kamu malah menolak. Padahal ini kesempatan kamu untuk bisa naik kelas!" jawab pak Susilo dengan kecewa.

"Pak, kalau saya kerja di kantor Divisi setelah pulang kutip berondolan, boleh?" tanya Rahma dengan perasaan was-was.

Rahma sebenarnya hanya iseng saja bertanya demikian. Semoga menjadi rejekinya, bisa mengambil dua pekerjaan sekaligus. Jika bisa berarti rejekinya, jika tidak tidak menjadi masalah.

"Apa? Kamu jangan ngadi-adi ya!" jawab pak Susilo marah.

Setelah marah, pak Susilo terdiam sebentar. Dia mulai berpikir, siapa yang akan mengerjakan semua tugas keraninya yang cuti?

Saat pak Susilo asik dengan pikirannya sendiri, Rahma pun berjalan meninggalkan pak Susilo. Rahma masuk ke dalam kebun sawit hendak memulai kerjanya. Tiba-tiba pak Susilo memanggilnya.

"Rahma, tunggu!"

Pak Susilo menunggu Rahma datang mendekatinya. Begitu Rahma sudah dekat, pak Susilo kembali mencercanya dengan pertanyaan.

"Kamu bisa kerja cepat? Semua laporan harus masuk ke kantor pusat jam empat sore. Sanggup kamu?" tanya pak Susilo sambil menatap tajam pada Rahma.

"Rahma belum pernah mengerjakan pekerjaan itu, mana Rahma tahu bisa cepat atau tidak mengerjakannya!" jawab Rahma tenang.

"Kamu itu! Huhh...!!" ucap pak Susilo kesal.

Pak Susilo kesal karena pertanyaannya dijawab pertanyaan lagi oleh Rahma. Maksud hati ingin mengintimidasi bawahan malah disepelekan.

Rahma sebenarnya takut, tapi dia tidak ingin terlambat memulai kerja. Jika dia harus meladeni obrolan pak Asisten, bisa-bisa dia tidak jadi kerja.

"Kalau memang tidak bisa, tidak apa-apa kok Pak. Rahma mengutip berondolan saja, duitnya bisa buat biaya perobatan Ibu. Walaupun cuma ongkos pulang pergi ke rumah sakit, tapi memakan biaya yang tidak sedikit. Saya permisi kerja, Pak!" jawab Rahma pamit undur diri.

Ketika Rahma berbalik badan hendak kembali mengutip berondolan, pak Susilo kembali memanggilnya.

"Baiklah! Nanti selepas mengutip berondolan kamu ke kantor Divisi. Mulai hari ini selepas mengutip berondolan kamu ke kantor Divisi." ucap pak Susilo akhirnya.

Pak Susilo sudah tidak menemukan lagi orang yang tepat untuk dipercaya bekerja di kantornya. Mereka yang bekerja menjadi kerani di kantornya semua minimal lulusan SMA dan berpengalaman.

"Baik, Pak! Nanti saya segera ke kantor Divisi begitu selesai mengutip berondolan." jawab Rahma dengan senyum terkembang.

Betapa senangnya Rahma, ternyata penawaran iseng-isengnya disetujui pak Asisten. Padahal sepulang kerja dia ada pekerjaan, yaitu menggosok pakaian. Kadang bu Sarifah membantunya menggosok pakaian jika Rahma terlalu sore pulang kerja.

"Ibu sudah mulai sehat, nggak apa-apalah kalau cuma menggosok pakaian ini."

Rahma pun mulai mengutip berondolan yang berjatuhan karena terlalu masak di pohon. Hingga matahari tepat di atas kepalanya, Rahma baru selesai mengutip berondolan. Rahma beristirahat di bawah pohon sawit bersama teman-temannya.

"Rahma, bagaimana? Jadi kamu bekerja di kantor Divisi?" tanya Saroh.

Mereka duduk bersama tukang panen juga, saling bertukar makanan yang dibawa.

"Rahma mau ditarik ke kantor ya? Enaknya jadi Rahma, kerja masih baru sudah dapat promosi!" sahut tukang panen.

"Aku iseng aja tadi, minta kerja di kantor Divisi setelah selesai kutip berondolan. Ternyata Pak Susilo setuju." jawab Rahma sambil membetulkan tutup botol minumnya.

"Itu namanya rejeki! Pantang untuk ditolak!" kata Saroh.

"Udah! Kamu langsung aja ke kantor Divisi, biar aku yang sampaikan pada ibumu jika kamu mulai hari ini kerja di kantor Divisi." imbuh Saroh.

"Iya, Kak! Terima kasih ya!" jawab Rahma tersenyum.

"Habiskan ini bontotnya, biar kenyang! Nanti di sana nggak ada yang nawarin kamu makan. Mereka itu belum kamu kenal, pasti segan!" kata Saroh.

(Bontot \= bekal)

Rahma pun menurut saja apa yang dikatakan Saroh. Walaupun Saroh kalau ngomong ceplas-ceplos tapi dia baik hati. Saroh lima tahun lebih tua dari Rahma. Orang-orang di kampungnya mengatainya perawan tua, padahal umurnya baru 22 tahun. Tapi Saroh tidak pernah mengambil hati julukan dari orang-orang kampung.

Setelah selesai makan siang bersama di bawah pohon sawit. Mereka meninggalkan tempat itu sesuai tujuan masing-masing. Saroh dan teman sesama pengutip berondolan pulang ke kampung, sedang para tukang panen pulang ke pondok yang disediakan pemilik kebun.

Rahma mulai mengayuh sepedanya di belakang para tukang panen karena mereka searah. Kantor Divisi yang dituju oleh Rahma lumayan jauh, memakan waktu tiga puluh menit jika ditempuh dengan menggunakan sepeda kayuh.

Saat sampai di kantor Divisi, kantor itu sudah mulai sepi. Hanya ada tiga karyawan yang ada di kantor itu, dan semuanya berjenis kelamin laki-laki. Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Rahma memasuki kantor itu, mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Selamat siang, Pak! Saya mau bertemu dengan Pak Asisten," ucap Rahma begitu berada di pintu masuk kantor Divisi.

1
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
RIO LKI2 GOBLOK, KLO MSALH PRASAAN,, KNP HRS NGALAH DGN SAHABAT... TU WANITA YG LO SUKAI JUGA, AKHIRNYA DIDPT DGN CARA LICIK, DIPERKOSA...
Eka Marthawati
Luar biasa
Natha
Kl bikin kopi sm ambil makanan sih aku biasa lakuin ke suami. Udah kebiasaan jg
Natha
Iyalah walopun ga sepenuhnya salah Arya tp ya kesel jg kl lama ga plng eh udah nikah lg. yg ditinggal sampe pontang panting mencukupi kebutuhan hidup sampe sakit2n loh pak Arya
Natha
Lahh si Rahma ga berontak gt?
Natha
emaknya kan ada HP dikasih frans..
Natha
dolly menang banyak
Natha
Awal baca udah seru.. lanjut
Erni Handayani
telat mendarat thor udh tamat...gak butuh give berart ya😄
R⃟•Dinaa
waahh riooo kasian blm ada pasangan udah tamat
R⃟•Dinaa
yaaa udah tamat..oke thor ditunggu kisah rio nya😘
R⃟•Dinaa
selamat ya frahma😍
R⃟•Dinaa
kabar gembira bukan gambar🙈
R⃟•Dinaa
akhirnya rahma mau menerima frabs uhuy
Dina⏤͟͟͞R
uhuk uhuk..kasian frans yg tergoda tp rahma tidur🤣
Dina⏤͟͟͞R
alhamdulillah bu sarifah mau menikah ulang .lelaki sejati adalah yg mau membahagiakan istrinya
Dina⏤͟͟͞R
semoga bu sarifah mau menerima pak dewa lg
Dina⏤͟͟͞R
syukurlah bila ada kemajuan..semoga kedepannya rahma gak trauma lagi
Dina⏤͟͟͞R
sheila lambene jaluk di plester
Dina⏤͟͟͞R: 🤭🤭🤣 semen ae
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!