Arjuna. Dia menikahi seseorang lalu mengabaikannya, tanpa peduli dengan perasaan wanita itu karena hatinya masih tertinggal pada masa lalunya.
_____
“Kenapa, kenapa lama sekali aku menunggu kamu untuk melihat ke arahku, Mas?”
Arjuna seakan tertampar mendengar ucapan Danita.
_____________
Cover by Pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NIZAP02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CDT 12
...***...
Sejatinya pernikahan dilakukan karena adanya rasa cinta dan sayang di antara keduanya. Kamu dan pasanganmu haruslah memiliki ikatan secara lahir dan batin supaya dapat mengarungi rumah tangga dengan penuh kesetiaan, ketulusan dan kesabaran.
Selain itu, pernikahan hanya dapat dilakukan antara dua orang, yakni pria dan wanita. Pria dan wanita dijadikan sebagai pasangan suami istri untuk memperoleh keturunan dan berusaha untuk menjalankan ibadah berdasarkan keyakinan di dalamnya.
Tujuan dari pernikahan ini adalah membina sebuah keluarga yang bahagia, saling menyayangi, mencintai dan berusaha untuk menjadikan kekal sampai mau memisahkan. Jika kamu menikah hanya untuk main-main saja lebih baik urungkan niatmu, sebab menikah haruslah satu kali untuk seumur hidup. Lebih baik menunggu siap untuk menikah dari pada buru-buru dan pada akhirnya bercerai.
Lalu bagaimana dengan Danita sendiri?
Apakah dia menikah dengan Arjuna karena dia mencintai pria itu? Jawabnya tentu tidak atau belum.
Dan apa tujuan pernikahan mereka sebenarnya? Apakah hanya untuk terhindar dari pertanyaan ‘kapan kamu menikah?’, entahlah.
Namun yang pasti, bagi Danita sendiri sebuah ikatan pernikahan itu adalah ikatan yang suci. Meskipun pada akhirnya pernikahan yang sekarang dia lakukan hanyalah sepihak, karena perkataan Arjuna saat bertemu dengannya dua hari yang lalu membuatnya tersadar.
...***...
“Pernikahan ini tanpa dasar cinta, jadi saya harap kita memiliki batasan untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing. Jika di depan orang lain, kita bisa bersikap layaknya pasangan suami istri. Namun setelahnya, kamu ingin melakukan apapun terserah. Saya akan akan tetap memberikan nafkah setiap bulannya. Hanya itu saja, selebihnya kita hidup masing-masing.” Juna mengatakan hal tersebut kepada Danita dengan raut wajah dingin.
Danita mengeratkan genggaman tangannya meremat rok yang dia gunakan. Dan berusaha keras agar air matanya tidak jatuh, saat mendengar ucapan Arjuna.
Bukan hal seperti ini yang dia harapkan, meskipun mereka menikah karena belum saling mencintai tapi setidaknya pria itu juga juga seharusnya mencoba belajar untuk memulainya.
“Nit, gugup ya?” Suara sang ibu menyadarkan Danita dari lamunannya.
Danita tersenyum ke arah ibunya. Dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada ibunya.
“Ingat pesan ibu, layani suamimu dengan baik. Hormati dan hargai dia sebagai kepala keluarga, ibu tau untuk sekarang kamu belum mencintainya. Tapi ibu percaya, seiring berjalannya waktu. Kalian pasti bisa saling mencintai dan menjaga satu sama lain. Dan misalnya nanti ada masalah apapun, obrolin baik-baik dengan suamimu nantinya.”
“Iya, Bu.”
“Ya udah, kalau gitu ibu keluar dulu. Sebentar lagi acaranya dimulai.”
Danita menganggukkan kepalanya.
Beberapa saat setelah ibunya pergi, dia mendengar jika mempelai wanita ditunggu kehadirannya. Ini adalah saatnya, saat di mana seharusnya dia merasa bahagia. Bukan saja pernikahan impiannya yang harus pupus, tapi menikah dengan seorang yang mencintainya. Itulah yang membuat Danita semakin merasa sesak.
Setiap langkahnya seolah semakin berat. Haruskah dia mengucap janji dengan pria itu atau membatalkannya. Tapi sepertinya Danita tak cukup berani untuk membuat pilihan kedua, dia tidak ingin membuat keluarganya malu dan juga membuat kedua orang tuanya terluka atas tindakan egoisnya.
“Tidak bisakah kita menjalani dengan normal, Mas?”
Langkah kaki Arjuna terhenti.
“Tidak,” jawabnya dingin.
Setelah mengatakan hal itu Arjuna pergi meninggalkan Danita seorang diri di dalam kamar hotel yang seharusnya menjadi tempat merayakan malam pertamanya.
“Kenapa pernikahan yang seharusnya bahagia menjadi seperti ini.” ujarnya lirih.
Tubuh Danita luruh, tangis yang sedari tadi ditahan akhirnya tak dapat lagi dibendungnya.
...****...
...Jangan lupa untuk LIKEnya ya~...