NovelToon NovelToon
Married By Accident

Married By Accident

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: 1PM

spin-off dari novel Menjadi Istri Tuan Muda.

Karena menunggu di kamar seseorang yang menjadi Nyonya Mudanya. Bunga Florencia harus mengalami kejadian yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dia harus kehilangan kesucian yang dia jaga selama ini.

Maxime Anderson pulang dalam keadaan mabuk dan masuk ke dalam kamar orang yang dicintainya, dan berpikir untuk memilikinya seutuhnya. Tapi tidak pernah dia duga jika gadis yang menghabiskan malam bersamanya adalah gadis lain yang dia ketahui sebagai pelayan pribadi Kakak iparnya.

Karena kejadian itu mereka akhirnya menikah, Akankah keduanya akan sama-sama membuka hati dan membuat cinta akan bersemi diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Sejak kejadian semalam, Bunga enggan keluar dari kamarnya. Rasanya dia tidak ingin bertemu dengan pria yang menjadi suaminya itu. Bunga berpikir jika mulai sekarang dia harus menjaga jarak darinya. Agar hatinya tidak lagi goyah, saat pria itu berbuat baik padanya.

Dia akan tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri tapi dia bertekad membatasi waktu mereka bertemu.

Seperti hari ini, Bunga keluar pagi-pagi sekali menyiapkan sarapan untuk suaminya, setelah selesai dan merapikan semuanya, Bunga tidak keluar kamar lagi sebelum terdengar suara suaminya meninggalkan rumah.

Sementara Max yang sudah rapi dengan setelan jas berwarna abu tua, melirik ke arah pintu kamar istrinya yang masih tertutup.

Melihat itu Max merasa heran, padahal tadi pagi-pagi sekali dia mendengar seseorang di luar kamarnya bahkan sudah mencium bau masakan yang sepertinya dari arah dapur miliknya.

Max berjalan menuju dapur ada nasi goreng di atas meja. Karena merasa lapar dia pun memakannya. Setelah itu dia begitu saja menaruh piring kotor tanpa mencucinya. Mungkin karena kebiasaannya sebagai Tuan Muda di rumahnya yang apa-apa dikerjakan oleh pelayan, hingga hal sekecil itu pun tidak dia lakukan.

Dia kemudian berangkat ke kantor bersama Jack yang tadi menjemputnya.

"Tuan, hari ini, orang yang akan mengiklankan produk kita akan datang, apa Anda akan mengeceknya langsung?" Tanya Jack.

"Jam berapa? Dan apa ada pertemuan lain yang penting di jam itu?" Tanya Max sambil memainkan ponsel, entah apa yang di lakukannya.

"Jam 10 Tuan, dan untuk pertemuan lain di jam itu tidak ada, akan ada nanti pertemuan penting di jam makan siang dan jam 3 sore," kata Jack menjelaskan.

"Baiklah aku akan mengeceknya langsung, dan melihat persiapannya," putus Max pada akhirnya.

"Yang saya dengar modelnya adalah teman satu kampus Anda, Tuan. Apa Anda mengenalnya?" Tanya Jack penasaran mendengar bisik-bisik para karyawan yang mengatakan demikian. Ditambah ada beberapa yang bilang jika Tuan Mudanya punya hubungan dekat dengan wanita yang akan menjadi model untuk iklan produk barunya.

"Teman satu kampus?" Ulang Max mengernyitkan dahi bingung, pasalnya dia tidak pernah tahu soal kabar itu.

"Iya Tuan, namanya Gracia. Dia satu kampus dengan Anda, tapi dengan jurusan berbeda," jelas Jack seperti apa yang belum lama ini didengarnya.

"Gracia?" Max terlihat berpikir, mengingat apakah dia mengenalnya. "Namanya terdengar familiar," gumam Max dengan suara kecil, hingga Jack pun tidak mendengarnya.

"Entahlah, aku tidak mengenalnya, tapi seperti mendengar namanya yang terasa tidak asing," Max menjawab pertanyaan yang sempat Jack tadi ajukan.

"Syukurlah jika memang Anda tidak mengenalnya Tuan," kata Jack dalam hati.

Sesampainya di kantor, Max dan Jack melangkah menyusuri lobby, menuju ke tempat dimana pintu lift berada. Sepintas Max mendengar bisik-bisik para karyawan membicarakan tentang pernikahannya. Tanpa mereka tahu jika orang yang dibicarakan kini sedang melewati mereka, karena terlalu asyiknya bergosip.

"Kenapa mereka semua tahu? Apa dia yang menyebarkannya? Apa dia tidak tahu jika ini  bisa membuat nilai saham menurun. Padahal baru kemarin-kemarin Max mengatasi hal itu, dimana saham perusahaan menurun, bahkan beberapa investor menarik investasinya di sebabkan kabar dirinya yang menghamili pelayan kakaknya. Untung saja rekan bisnisnya dari luar negeri mau membantunya dan mengatasi masalah perusahaan sehingga perusahaan tidak mengalami gulung tikar.

"Jack!!" Panggil Max kemudian Max berlalu menuju ke ruangannya.

Jack yang mengerti pun membubarkan karyawan yang sedang bergosip itu.

"Apa kalian dibayar hanya untuk bergosip di tempat kerja?" Suara Jack terdengar menggelegar membuat para karyawan itu terkejut dan langsung bungkam begitu saja mendengar suara asisten sekaligus orang kepercayaan bosnya tiba-tiba ada di sana, di belakang mereka yang tengah asyik membicarakan berita tentang pernikahan bosnya dan pelayan kakaknya yang dihamilinya.

"Cepat lanjutkan pekerjaan kalian! Dan jika aku mendengar kalian masih membicarakan hal itu aku tidak akan segan-segan menendang kalian dari perusahaan ini," dengan ancaman akan memecatnya jika mereka masih berbicara buruk tentang atasannya. Seketika hal itu membuat karyawan bungkam dan kembali melanjutkan pekerjaannya, tidak berani lagi melanjutkan membicarakan tentang hal itu.

Setelah berhasil membungkam para karyawan, Jack pun berlalu dari tempat itu menyusul Max yang lebih dulu pergi meninggalkannya.

Sesampainya di depan ruangan Max, Jack pun mengetuk pintu dengan membawa berkas-berkas penting di tangannya yang dia ambil terlebih dahulu dari ruangannya sebelum ke ruangan Max.

Tok

Tok

Suara pintu ruangan Max diketuk.

"Masuk!" Kata Max dari dalam ruangannya.

Jack pun masuk begitu mendengar Max mempersilahkannya.

"Bagaimana?" Tanya Max.

Jack yang mengerti kemana arah pembicaraan bosnya itu pun menjawab.

"Semua sudah beres, Tuan. Mereka bungkam dan tidak lagi membicarakan hal itu setelah saya mengancam akan memecatnya," kata Jack menjelaskan.

"Bagus, cari tahu dari mana mereka mendengar kabar itu!" Perintah Max.

"Baik Tuan, ini berkas-berkas yang harus Anda tanda tangani!" Kata Jack sambil memberikan berkas-berkas yang ada di tangannya tadi.

"Letakkan di situ dan kembali lah bekerja!" Perintah Max tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada di depannya.

"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Jack pamit undur diri setelah meletakkan berkas yang tadi dibawanya.

"Hmm" jawab Max singkat kemudian dia melanjutkan pekerjaannya sebelum jam 10 nanti dia akan pergi untuk melihat persiapan yang akan mengiklankan produk baru yang akan diluncurkan.

3 jam berkutat di depan laptopnya, Max kini telah menyelesaikan sebagian pekerjaan yang dia tinggalkan dua hari kemarin. Max meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk. 

Tok

Tok

"Tuan, sudah waktunya Anda untuk pergi!" Kata Jack setelah tadi dipersilahkan masuk.

"Ya" jawab Max sambil membereskan berkas-berkas yang berantakan memenuhi meja kerjanya.

"Oh ya Jack, kau atur ulang jadwal pertemuan, untuk rapat jam 3 nanti, kamu majukan menjadi 1 jam lebih cepat, karena aku akan pulang lebih awal untuk bergantian dengan Papi untuk menjaga Mami," kata Max.

"Baik Tuan." 

"Dan sisanya kamu handle semuanya," perintahnya kemudian.

"Baik Tuan, saya mengerti." Jawab Jack.

Kemudian mereka pun keluar dari ruangan, dan masuk ke dalam lift untuk turun ke basemen menuju mobilnya di parkirkan.

Sesampainya, Jack dengan sigap membukakan pintu belakang, membiarkan Max masuk, setelahnya dia berlari kecil menuju kursi kemudi, kemudian masuk dan mulai melajukan kendaraannya keluar dari basement ke lokasi yang akan mereka tuju.

Sekitar 10 menit menempuh perjalanan mereka akhirnya sampai. Max turun dan mengenakan kaca mata hitamnya diikuti Jack yang kemudian melangkah menuju ke tempat dimana pemotretan untuk iklan produk barunya dilakukan. Dan Max dikagetkan dengan seorang wanita cantik yang tiba-tiba berlari ke arahnya kemudian memeluknya erat.

1
Anonim
Lumayan
anikbunda lala
bunga kayak oon ya
Alvino Irawati
Buruk
Rahble
Luar biasa
fatmah nolly
gak gak jadi baca bahasa kata2 nya membosankan, bertele2
Andini Putri Sylvia
Lumayan
Yasmin Risno
🤣🤣🤣🤣🤣
Erviana Erastus
dr max tau ya kalo ank dlm kandungan flo laki2 wong cek ke dokter kandungan aza nggak pernah 😂
Erviana Erastus
mampus loe Gracia ...blm tau siapa bunga sebenarnya
Rini Agustini
,
, , .

,
,
Winda Oriza Mutia
cusssss
R@3f@d lov3😘
awas ntar bucin🤭🤭max
R@3f@d lov3😘
menarik 😁
Santi Djailani
bertele tele
💜bucinnya taehyung💜
rekan bisnis lu orangtuanya bunga max ..
Jeankoeh Tuuk
salut Thor dg ceritanya...
1PM: Terima kasih Kak😊. Bisa mampir juga di cerita selanjutnya berjudul Please Love Me, tentang Jason dan Lily. Semoga suka😉🙃
total 1 replies
Jeankoeh Tuuk
sweet.....
Jeankoeh Tuuk
koq bisaa...
Jeankoeh Tuuk
mom Jessy & dad davian ...ortu yg pengertian
Jeankoeh Tuuk
siapa thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!