Menikah di usia muda, akan kah bahagia? akankah berjalan seperti yang di inginkan para orang tua mereka?
Satrio Putra Ardiansya, pemuda 22 tahun yang mau tak mau harus menikahi Gadis 18 tahun, Nazia Maharani. Gadis yang baru saja tamat sekolah menengah atas di sebuah pesantren milik Kakak ipar nya.
Materi tentu bukan lah hal yang menjadi masalah di rumah tangga mereka. Karena Rio dari kalangan kaya raya.
Namun, apakah ini sebuah takdir? Atau mungkin ini sebuah pengabulan doa Nazia yang slalu menyebut nama Rio didalam sujud nya, sejak dia pertama kali melihat Rio.
Cinta? Apakah cinta itu akan tumbuh di hati kedua nya. Atau Cinta di Hati Nazia juga akan sirna karena sikap Rio yang dingin dan tidak peduli dengan nya.
Bagaimana kisah Menikah Muda ini? Bertahan lama atau malah menjadi cinta sejati, suatu saat nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata
flashback on
setelah rio mematikan laptop nya, ia mengambil sebuah paper bag dan menyerahkan kepada nazia yang tengah duduk di atas kasur sambil memegang handphone nya.
rio "ini oleh oleh buatmu" meletakkan paper bag di samping nazia
nazia senang sekali, karena dari tadi ia memikirkan oleh oleh nya "apa ini mas?"
rio "buka saja" duduk di samping ranjang
nazia membuka paper bag itu dengan semangat.
nazia "waa... bagus bagus sekali mas.. terima kasih ya mas"
rio hanya mengangguk.
nazia "ini apa mas?" sambil memegang kotak kecil
rio "bukalah"
nazia "cincin? cantik sekali batu nya mas"
rio "pakailah di jari tengah"
nazia memakai nya di jari tengah nya
rio "cukup?"
nazia mengangguk.
rio "aku juga pakai" sambil memperlihatkan cincin dengan batu yang sama berwarna merah.
nazia "ini couple mas?"
rio "iya, couple dengan papa, kaka nadia dan mas alif juga"
yaaa... kupikir couple an cuma sama kamu-- gunam nazia dalam hati sedikit kecewa
nazia "waaaa... terima kasih ya mas" menyembunyikan rasa kecewa nya.
nazia turun dari kasur lalu menempelkan baju abaya hitam di badan nya sambil berjalan menuju kaca. namun tiba tiba ia tak sengaja menginjak abaya tersebut hingga kaki nya tergelincir.
nazia "aaahhh" teriak nazia
rio menghampiri nazia lalu mengangkat tubuh nadia ke atas kasur "kamu diam ya, jangan bergerak"
lalu rio mengambil balsem yang ada di tas nya, mengoleskan balsem ke kaki nazia.
nazia "aahhh... sakit mas, pelan pelan"
hening...
setelah mengoles balsem di kaki nazia "aku gerakin ya, kamu tahan sebentar" rio mulai menggerakkan kaki nazia ke kiri dan ke kanan
nazia "mass... sakittt" meringis
rio "kamu tahan ya.. aku tau ini akan sakit, setelah ini gak akan sakit lagi" nazia mengangguk lalu rio menggerakkan kaki nazia ke kiri dengan keras.
nazia "aahhhh... sakit sekali mas..."
flashback on
rio meletakkan kaki nazia "gerakan sendiri kaki mu"
nazia menggerakkan kaki nya
rio "bagaimana masih sakit?"
nazia "enggak mas, kok kamu bisa sih. kayak nya tadi aku tergelincir"
rio "aku ikut futsal, sama pelatih, aku diajari cara menangani kaki tergelincir. tapi jika masih sakit besok kita ke tukang urut"
nazia "enggak mas, beneran ini gak sakit"
rio "hmm.. cepat masukkan mukena dan baju baju itu.. cincin nya jangan kamu lepas. aku mau istirahat."
nazia mengangguk lalu membereskan semua oleh oleh nya dan menyimpan nya di dalam lemari.
___
keesokkan hari nya, nazia ternyata sedang datang bulan. dan seperti biasanya, nazia akan merasakan nyeri haid di hari pertama dan kedua. jadi setelah sarapan nazia tidur di kamar.
rio "aku tinggal ke pesantren dulu ya, gak papa jika kamu gak ikut. aku tau kak nadia juga dulu seperti mu"
nazia "iya mas, biasanya 2jam lagi nyeri nya hilang, nanti aku nyusul kalau sudah gak nyeri"
rio "hmm"
lalu rio keluar kamar dan langsung berangkat ke pesantren bersama abi.
tak lama kemudian, rahman datang membawa paper bag di tangan nya.
rahman "assalamualaikum"
umi sedikit berlari meuju depan "waalaikumsalam"
ceklekk.. umi membuka pintu
rahman "maaf umi, nazia ada?"
umi "hmmm.. nazia..." belum selesai bernicara rahman memotong nya
rahman "rahman cuma mau kasih hadiah ini buat nazia, karena waktu nazia nikah, rahman ada di luar kota"
umi "hmm.. nazia tidur nak rahman, dia sedikit sakit, jadi setelah sarapan dia istirahat lagi"
rahman "ohh.. baiklah umi, rahman langsung pulang saja, ini minta tolong kasihkan kepada nazia" menyerahkan paper bag itu
umi "baik nak, terima kasih yaa.." menerima paper bag "gak minum dulu? ayo duduk"
rahman "tidak umi, rahman harus ke balai desa.. assalamualaikum"
umi "waalaikumsalam"
rahman berjalan, lalu masuk kedalam mobil nya. didalam mobil rahman merasa sangat frustasi.. ia menyangka bahwa kemarin malam nazia benar benar melakukan nya hingga pagi ini dia masih tidur dan umi nya bilang bahwa nazia sakit. hahahaha...
cerita nya tergantung....
awal baca seru,tiba2 koq ada hal2 ghaib ny .. ...