Mencintai adalah anugerah. Namun apa jadinya, jika orang yang kita cintai ternyata tak bisa di miliki.
Ya, perasaan mana yang tak sakit bila ternyata kita tak bisa memiliki orang yang kita cinta.
Namun, kecelakaan yang menimpa ku. Ternyata membawa aku kepada orang yang ku cinta. Aku masuk kedalam lubang cintanya, yang ternyata ia telah memiliki istri.
Akankah cinta ku berlabuh, akan kah kami bisa bersama? ataukah itu hanya angan saja.
Mari simak kisah ku, kisah dimana aku hidup menjadi orang ke tiga.
Ini adalah cerita berat yang dikemas secara ringan. Agar anda merasa semua baik-baik saja. Kisah ini tak butuh tisu ataupun air mata. Jadi paling tidak go green lah ya. Dan tidak pula perlu perlu meguras air mata. apalagi air mata buaya..
Cerita ini sangat ringan, saking ringan sampai anda terbang ke langit ke 7.. ya langit ke 7, sebelumnya adalah langit ke 6. Dan cerita ini hanya untuk hiburan semata, walau saya bukan penghibur. Namun anggap ajalah anda terhibur.
Hatur Nuhun Sadayana..
(sebelumnya ini merupakan terusan dari cerita Kak Lusi)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini Enhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencintaimu dengan cara ku
Saat di Mall Marisa tidak menyangka bila akan bertemu dengan dia lagi. Ya dia itu adalah Juna. Pria yang kelihatan baik-baik itu. Tanpa cacat fisik, terlihat tampan juga, karismatik. Namun Marisa tidak memilki perasaan apapun pada sang Arjuna ini. Eh salah bang Juna ini. Marisa bukan lah wanita yang mudah mencintai. Jika cuma ukuran wajah banyak yang lebih tampan dibanding kan dengan Rian. Namun namanya perasaan memang tidak bisa dipaksakan.
"Mba, semua parfum yang dia beli saya yang bayar" ucap Juna memberikan uang.
"Eh jangan, gue aja yang bayar"
"Udah gak apa-apa"
"Gue beli banyak"
"Gak apa-apa udah dibayar juga. Dan saya beli satu juga yang sama dengan mbak ini ya" ucap Juna pada penjual.
"Baik mas" jawab si mba penjual toko, lalu memberikan parfumnya
Marisa tampak mengerenyitkan kening nya, "kenapa beli parfum yang sama" tanya Marisa.
"Gak apa-apa, kenapa emangnya gak boleh?" Ucap Juna simple.
"Ya, itu wangi khas cowok yang gue suka, lu jangan ikut-ikut"
"Gue rasa semua yang dijual disini boleh dibeli"
Marisa pun tampak terdiam..
"Btw, lu beli parfum sebanyak itu buat apa?" Tanya Juna.
"Karena gue suka aja. Setiap kali gue beli dan gue cium wanginya, Gue jadi teringat dia terus"
"Dia? Siapa?" Tanya Juna penasaran.
"Bukan urusan lo"
"Oke, oke..."
Lalu Marisa pun tampak keluar toko parfum itu. dan meninggalkan Juna. Lalu Juna pun tampak mengikuti Marisa dari belakang.
"Btw, karena kita udah terlanjur ketemu disini. Lu mau gak temenin gue" ucap Juna.
"Kemana?"
"Gue pun pengen kasih sesuatu buat orang yang gue sayang" ucap Juna.
Halah tuhkan bener Juna tuh dah punya pacar. Buktinya aja dia kesini mau kasih sesuatu buat pacarnya, benak Marisa.
"Nanti lu bantuin gue pilih barang yang bagus ya" ucap Juna.
"Iya"
Karena Marisa juga lagi santai saja. Akhirnya Marisa pun menemani Juna untuk membeli sesuatu untuk seseorang yang Juna sayang itu. Namun tak disangka dan diduga. Ternyata Juna mengajak Marisa ke baby shop. Marisa pun tampak kaget. Yang ia pikir akan ke toko tas atau Boneka. Namun ke baby shop.
"Lu yakin ke sini?" Tanya Marisa meyakinkan kan.
"Iya, kenapa?" Ucap Juna.
"Lu udah punya anak?" tanya Marisa lagi.
"Gak punya, ini buat anak orang yang gue sayang. Dia sudah menikah dan punya anak. kalau gue kasih bunga atau boneka buat dia. Dia akan menolak. Tapi Kalau gue kasih buat anaknya. Gue yakin gak bakal ditolak"
Anjritt, hubungan dia ternyata segetir ini.. benak Marisa.
"Sekarang lu pilihin yang bagus yang mana? Anaknya laki-laki" ucap Juna.
Marisa pun terdiam. Marisa hanya tampak memperhatikan Juna, Juna memiliki tatapan dingin namun pandangan nya begitu berati, seketika Marisa teringat bahwa bukan hanya dirinya yang merasakan pahitnya sebuah cinta. Lebih dari satu, bahkan jutaan orang mungkin merasakan hal yang sama dalam kasus yang berbeda. Seperti Juna contohnya.
Lantas Marisa pun tampak terdiam memandangi Juna yang begitu tampak antusias memilihkan berbagai ragam pilihan untuk bayi yang bukan anaknya itu.
"Bagaimana cara lu mencintai, sedangkan dia adalah istri orang" ucap Marisa.
Tangan Juna pun tampak berhenti saat memilih dan memandang Marisa seketika.
Dan Lalu kembali memandang mainan lucu dihadapannya. lalu Juna pun tampak menjawab..
"Awalnya pun gue marah. Gue kecewa dan gue pun sedih" tutur Juna.
"Terus?"
"Tapi gue sadar cinta itu tidak harus saling memiliki. Terpenting dalam hidup gue saat ini adalah, gue dapat melihat dia bahagia. Gue akan bahagia asal dia bahagia. Gue akan tersenyum jika lihat dia tersenyum. Tidak peduli jika bukan gue jadi suaminya"
Marisa pun lagi-lagi tertegun dengan ucapan Juna.
"Jujur kalau gue jadi Lo gak akan sanggup" ucap Marisa.
Juna pun tampak tersenyum sambil memandang Marisa.
"Setiap orang menilai cinta itu beragam. Semua orang punya caranya masing-masing dalam mencintai. Dan gue harap lu harus belajar bukan sekedar kata cinta. Tapi juga Lo harus belajar ketulusan cinta itu sendiri" ucap Juna.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
btw Juna itu tetangga gw