NovelToon NovelToon
DILAMAR LUTH

DILAMAR LUTH

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Badboy / Dosen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Diam-diam Khalisa Lyn mencintai Luth, tetangganya. Sayangnya Luth tidak menyadari hal itu. Cinta dalam diam membuat Lyn serba salah saat Luth justru melamar Afiqa, gadis lain.

Sembilan belas tahun Lyn dan Luth saling kenal, bermain bersama, dan bersahabat, namun tidak sekali pun Lyn melihat Luth yang terlihat cool itu dekat dengan wanita, namun tiba-tiba lamaran itu mengejutkannya. Lebih mengejutkan lagi saat Lyn tahu bahwa gadis yang dilamar Luth tengah hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu Ikhlas

Luth tidak menuntut Hud supaya kakak sulungnya itu mengirim uang untuk biaya hidup ibunya. Selama ini tujuan hidupnya hanyalah kebahagiaan sang ibu. Tidak ada keluhan sedikit pun meski sudah banyak waktu, materi dan tenaga yang ia habiskan untuk sang ibu.

Hud tidak pernah mengirim uang untuk ibunya, dan sekarang Hud menuntut supaya Luth cepat menikah supaya ada yang mengurus ibu saat Luth bekerja. Bukankah posisi itu seharusnya dipikul oleh Hud?

Hud adalah anak laki-laki sulung dan bahkan sudah hidup mapan, sudah memiliki istri yang tentunya bisa membantu untuk merawat ibunya. Dia bahkan memiliki pekerjaan tetap dengan jabatan tinggi dan gaji yang besar. Jika hanya untuk menghidupi istrinya saja, lebih dari cukup. Bahkan bisa menghidupi banyak orang dari gajinya itu. Namun Hud sadar bahwa ia tidak mungkin meminta supaya ibunya tinggal bersama dengan istrinya seperti yang ia tuntut terhadap istri Luth kelak. Sebab istrinya tidak pernah bisa menerima hal itu.

Luth mengerti bahwa ibunya tidak akan mungkin bahagia jika harus ikut bersama Hud, bahkan dirawat oleh wanita yang tidak mencintainya. Hanya luka yang akan didapatkan oleh Alisha sepanjang hari. Luth sangat mengenal istrinya Hud, yang setelah menikah dengan Hud pun tidak sudi menginap di rumah walau hanya satu malam, katanya rumahnya sempit. Hingga usia lima tahun pernikahan Hud, istrinya itu tidak pernah mau berkunjung ke rumah untuk menemui mertua.

Meski hidup sederhana bersamanya, Luth mengerti bahwa ibunya bahagia.

“Maafin Mas, Mas bener-bener nggak bisa bawa ibu bersama Mas. Mas nggak mungkin meminta istri mas untuk merawat ibu. Kamulah satu-satunya yang diharapkan,” ucap Hud lagi.

“Udahlah Mas, jangan bahas masalah ibu. Aku justru nggak mau kamu mengambil ibu dariku. aku nggak mau ibu menangis di masa tuanya ini. Mas nggak perlu mencemaskan ibu saat aku meninggalkannya, aku udah beliin ibu hape dan ibu bisa mengabariku setiap saat. Yah, walau pun cicilannya belum lunas.”

“Loh, kamu beliin hape ibu yang harga berapa? Kenapa mesti sampai nyicil?”

“Android. Yang pakai kameralah.”

“Beliin yang harga murah ajalah, kalau yang murah kan bisa sekali bayar. Yang penting bisa untuk nelepon.”

“Mas tahu nggak kenapa aku beliin hp yang berkamera? Mas tau nggak kalau ibu di rumah sendirian? Apa nggak kepikiran kalau misalnya ibu kesepian, kadang bosan, kadang juga kangen sama anak-anaknya?”

Hud mengernyit, menghela nafas.

“Kalau ibu kangen sama anak-anaknya, Ibu bisa video call ke Mbak Dija, juga ke Mas Hud. Mas dan Mbak Dija jarang pulang, jarang menjenguk ibu meski jarak rumah hanya beberapa kilo meter aja. Lagian, katanya istri Mas sedang hamil. Ibu butuh hp untuk melihat cucunya lahir ke dunia, sebab belum tentu kan Mas bisa membawa anaknya mas kesini supaya bisa dipeluk neneknya?” ucap Luth tegas.

Hud membungkam.

Sunyi.

“Ya itu sama aja menyusahkan dirimu sendiri, Luth. Kamu nggak sanggup beli tapi dipaksain,” celetuk Hud kemudian.

“Sebanyak apa pun materi yang kuberikan ke ibu, bagiku nggak masalah. Aku nggak menghitungnya, Mas. Aku nggak menjadikan ibu sebagai beban, jadi enjoy aja. Tapi kalau menjadikan ibu sebagai beban, meski kecil yang dikeluarkan, pasti rasanya berat banget, dan rasanya ribet.”

Lyn menghela nafas, ia akhirnya membuka mulut untuk ikutan buka suara. “Maaf Mas Hud, kalau aku ikutan bicara mengenai ini,” sahut Lyn. “Selama ini Bu Lisha nggak sendirian di rumah. Aku sering menemani Bu Lisha saat Luth pergi bekerja. Sepulang dari kampus, aku pasti kemari untuk menemani Bu Lisha.”

Hud tersenyum menatap wajah polos Lyn, wajah yang sejak dulu selalu terlihat cantik mempesona. Pipinya putih, gemil dan menggemaskan. “Makasih ya, Lyn. Mas seneng mendengarnya. Tapi, nggak selamanya kamu bisa menemani ibuku. Jadi memang sebaiknya Luth itu segera menikah supaya ada yang menjaga ibu.”

Lyn memaku seketika. Kenapa bukan namanya saja yang disebut untuk mendampingi Luth? Ia bahkan sudah mengaku bahwa selama ini sering menemani Alisha, apakah hal itu tidak cukup untuk menjadi aba-aba bagi Hud dan Luth? Huh, kenapa ia berharap begini? Tapi tidak salah kan ia berharap pada orang yang sudah lama ia cintai.

Tak lama ponsel Hud berdering. Istrinya menelepon, terdengar suara kecil di seberang sana memintanya untuk pulang.

“Ya udahlah, Mas pulang dulu. Mas titip ibu, ya! Ini tolong kasih ke ibu." Hud menyerahkan beberapa lembar uang. "Sampaikan pamit Mas ke ibu.” Ia melangkah menuju pintu.

“Mas nggak mau menunggu ibu? Pamitan sama ibu,” sahut Luth.

Kamu sampaikan aja pamit Mas ke ibu. Mas buru-buru.” Hud bergegas memasuki mobil.

Bersambung.

Klik like dulu sebelum next 😘😘

.

.

1
Huzi_toys
belum tau Lyn hamil😥
Huzi_toys
gak segampang itu ya Luth
Huzi_toys
bagus Lyn bagus, tolak aja tolakkkk 🤣🤣 q kompornya
Huzi_toys
ibunya aja bilang itu hasutan SETAN🤭🤭 nahhh sebagai pengalaman kedepanya jangan kehasut lg kalau dirasa gak baik
Huzi_toys
pengen geplak pala luth,, gregetan rasanya kenapa konsultasi rumah tangga sama sodara bang sat lo itu hahhhhhhh👊🏻👊🏻👊🏻
Huzi_toys
oalahhh kena hasutan bang sat tohhhh
Huzi_toys
takut kalah saing soal penghasilan dia tuh,, padahal Lyn masih melakukan tanggung jawabnya sebagai istri
Huzi_toys
haduhhhhh agak direndahin egonya donk,, jangan mikir negatif, istri bantu ekonomi dan gaj ada maksud buat bersaing soal pendapatan
Huzi_toys
mending gak deh, udah keliatan dzolim banget sama ortu, dahhh gak usah ngemis" lg, ntar kalau kena karma biarin
Huzi_toys
aku sihhhh emohhh banget,, sorry🤭🤭
Huzi_toys
cengangas cengenges aku jd nya woy😁😁
Huzi_toys
cilok kali ahhhh adonan🤣🤣
lailasyarma
Luar biasa
Maria Kibtiyah
ko gk pake bpjs aja kn grts .. anakku juga umur 6th ada batu ginjal op sama smpe 6x grts
Zaitun Said
MasyaAllah, karya yang sangat luar biasa. Lovely..
Yayah Ade
anak durhaka
its mira_ Yazid
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
its mira_ Yazid
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nuri
ap sih yg nga SK SM karya ka emma selalu ngena k'hate padat jelas nga ngbosenin slh satu othor favorit q/Kiss/
suka novel
bagus banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!