NovelToon NovelToon
Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: oniya

Menorehkan tinta di atas kanvas, tak selalu hitam juga putih, akan ada banyak warna yang menghiasi.
Namun, fatal bila salah menorehkan warna, karena akan menjadi noda yang akan merusak nilai estetik lukisan itu sendiri. Berani melukis cinta, juga harus berani menerima risikonya.

Alvin Daran, Pria berparas tampan yang telah menorehkan noda dan merusak sketsa lukisan yang telah susah payah Miya Patrisia rangkai. Akankah Alvin mampu mengubah Noda menjadi indah?, hingga pantas disebut sebagai lukisan, yang akan membuat senyum Miya kembali merekah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naumi Patrisia

***

"Ini, Tuan. Ada beberapa rangkaian buket. Tuan bisa pilih mana yang tuan suka." Ucap Miya ramah.

"Saya pilih yang disana," tunjuk Robert dan Miya pun segera mengambilnya. "Berapa harganya?" Tanya Robert lagi.

"450k, Tuan." Jawab Miya, lalu pria tampan itu memberikan uang sebesar 500k kepada Miya. "Kembaliannya untuk nona saja," ujar pria itu tersenyum ramah.

"Wah, terimakasih banyak tuan." Ucap Miya senang kala mendapatkan tips.

"Maaf, Nona." Ujar Robert menyibakkan rambut miya. "Tanda lahir ini?" Sambung Robert dalam hati, kala melihat ada tanda lahir di leher jenjang Miya.

"Tuan, tuan apa-apaan!?" Bentak Miya kala tak suka dengan perlakuan Robert yang tiba-tiba menyentuh lehernya.

"Maaf, Nona. Ada ulat ini di leher Nona," jawab Robert sambil memperlihatkan ulat kecil ditangannya.

"Ah maafkan saya yang telah salah paham kepada Tuan. Maafkan saya, Tuan. Terimakasih karena Tuan telah menyingkirkan ulat itu dari leher saya. Sekali lagi terimakasih Tuan." Mohon Miya tak enak hati.

"Tidak apa-apa, Nona. Kalau begitu saya pamit."

"Aaaahh!" Teriak Miya tiba-tiba membuat Robert menghentikan langkahnya dan segera menangkap tubuh Miya yang hampir terjatuh karena kesakitan.

"Nona, sepertinya Nona akan melahirkan." Ucap Robert panik.

"Astaga Miya. Tuan, saya mohon bantu saya membawanya ke rumah sakit." Mohon Bibi Arum.

"Baiklah kalau begitu," ucap Robert langsung mengangkat tubuh Miya dan meletakkan Miya didalam mobilnya dibelakang kursi kemudi bersama dengan Bibi Arum.

"Aaaahh, Bibi sakit sekali." Ucap Miya sambil menarik napas dari hidung lalu menghembuskannya lewat mulut.

"Iya, sayang. Bertahanlah, kita sedang diperjalanan menuju rumah sakit. Tuan Robert tolong lebih cepat." Titah Bibi Arum khawatir. Tanpa menjawab Robert semakin mempercepat laju mobilnya.

"Bibi, aku sudah tidak tahan. Aaaahhh." Teriak Miya membuat Bibi Arum semakin panik.

"Sayang, jangan dulu mengejan. Tahanlah dulu ya, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit." Bujuk bibi Arum.

Tak lama kemudian, mobil milik taun Robert berhenti tepat didepan ruang UGD yang pastinya selalu berada di paling depan rumah sakit.

Robert langsung keluar untuk memanggil suster agar membantunya Mambawa Miya. Dua orang suster datang dengan mendorong sebuah ranjang, Lalu Robert mengangkat tubuh Miya dan meletakkan Miya perlahan keatas ranjang.

Sampai di ruang bersalin. Robert dan bibi Arum diminta untuk menunggu diluar dan tidak boleh masuk ke dalam.

Didalam sana, Miya berjuang seorang diri. Sakit yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Kini dia rasakan. Seluruh tubuhnya terasa begitu nyeri, apalagi di pinggangnya yang seakan terasa lepas dari tubuhnya. Tulang belulangnya terasa dirmuk-remuk, sakit yang begitu dahsyat kini ia rasakan. Keringatnya bercucuran membuatnya mandi oleh keringat, matanya terpejam paksa kala merasai Nikmanya sakit itu, tangannya menggenggam erat besi disampaikan kiri dan kanannya untuk menguatkannya saat ia mengejan agar bayinya dapat segera keluar.

Entahlah, Miya tidak dapat menggambarkan bagaimana nikmatnya sakit itu. Tapi yang pasti, sakit itu menghilang seketika saat dia mendengar suara tangisan bayi yang begitu histeris memenuhi ruangan bersalinnya.

Senyuman Miya mengembang seketika, ia menepis air matanya lalu menerima bayinya yang sebelumnya sudah dibersihkan oleh suster yang membantunya bersalin.

Miya mengecup lembut kedua pipi, kedua mata, kening, hidung, dagu, bibir, semua yang ada di wajah putrinya ia absen satu persatu. Senyuman kebahagiaan begitu rasakan membuatnya menangis terharu.

"Naumi, sayang. Naumi Patrisia." Ucap Miya menyebutkan nama untuk putrinya, yang sebelumnya sudah dia persiapkan jauh-jauh hari.

1
myscleoo
Lumayan
myscleoo
Biasa
Surati
bagus
Bahari Sandra Puspita
waow, luar biasa kak..
ceritamu kali ini agak beda, namun malah semakin luar biasa..
keren dah pokoknya.. 🥰🥰🥰
yg ini g ada sekuelnya ya???

oke deh lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
Eva Nietha✌🏻
Uhuy
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
nama geng nya kurang garang thor.. 🤭
Dyah Oktina
deh...lagi2 pria bereksek kasih lagi sesuatu d minuman nya...
Rahma Wati
cerita nya keren bagus 👍🏻👍🏻🥰
Nami chan
ceritanya seru bgt
ga tll panjang to bener2 berkesan 🥰
Nami chan
sodara brati alvin dan robber
Nami chan
knp bs ngrekam audio pas itu
Nami chan
knp dl setelah tau tanda lahir robert jg akhirnya pergi setelah nolong 3th
Nami chan
pas waktu diperiksa kelvin kok blm ketauan hamil ya
Nami chan
spy, punya misi tertentu
Nami chan
gmn ga bingung ya miya 🤣
Nami chan
robbert pasti
Nami chan
ahh seruu
Nami chan
eh anjay aku ngakak 🤣
Nami chan
tnyata anan tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!