NovelToon NovelToon
ATIQAH

ATIQAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Patahhati / Nikahmuda / Cerai / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anggraini Gita

Atiqah...Hubungan cintanya terlihat mulus tapi tidak. Toxic Relationship.

"Aziel aku bawa ke Amerika. Ini satu cara biar kamu nggak macam-macam di belakangku. Kalau kamu masih mau ketemu Ziel, tetap disini dan jangan membuat ulah. Aku tau setiap gerak gerik kamu," ucap Ardi dengan raut wajah yang berbeda. Kemarin dan hari ini suaminya itu bersikap manis dan memujanya, tapi detik ini juga Ardi berubah seketika.

"Kamu bohongi aku? jadi kemarin kamu cuma ngerayu aku? aku cuma jadi budak naf*su kamu? iya? jawab aku Ardi! --menarik kaos Ardi pada bagian leher-- Mama! selangkah lagi Mama bawa Ziel pergi, aku nggak segan-segan lapor polisi!" Atiqah berteriak keras. Anne sudah bersiap pergi membawa Aziel. Atiqah sudah berurai air mata.

Apakah jalan hidup Atiqah akan berakhir bahagia?

Terus dukung karya karya aku ya...walaupun belum sebaik dan sebagus penulis top lainnya. Terimakasih banyak 🙏😊 I LOVE YOU ALL 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Pelukanmu

Setelah pak Bondan siuman dan dipindahkan ke ruang rawat inap, Ardi berpamitan karna hari sudah menjelang petang.

"Terimakasih nak Ardi, sudah bantu bapak" ucap bu Asri yang duduk di kursi samping ranjang dimana pak Bondan sudah tertidur kembali.

"Sama-sama bu. Saya pamit sekarang" menganggukkan kepalanya.

"Hati-hati nak Ardi" ucap bu Asri.

"Mba antar Ardi dulu ya bu" bu Asri mengangguk mengizinkan.

Atiqah menatap punggung Ardi, senyumannya merekah. Kakak kelas yang sudah sering kali mengganggunya tapi kali ini perasaannya berbeda. Ada sesuatu yang hangat di dalam hatinya. Ardi yang pemaksa, usil dan suka sekali mengganggunya, saat ini berubah menjadi sosok lain. Sosok baik hati yang sudah menolongnya, lebih tepatnya menolong ayahnya.

"Aku pasti bayar biaya pengobatan bapak. Aku cicil, aku janji" Atiqah tidak ingin merepotkan Ardi terlalu banyak.

Ardi membalikkan badannya. "Aku ikhlas bantu bapak kamu Atiqah. Gak perlu ganti atau sampai di cicil".

"Tapi...." Ardi langsung menutup bibir Atiqah dengan telunjuknya.

"Ssttt...aku ikhlas. Jangan dibahas lagi. Aku pulang ya? kalau ada sesuatu yang kamu butuhin lagi, telfon aku" Atiqah mengangguk pelan, terus menatap mata Ardi seolah terhipnotis. Mata coklat itu baru disadarinya.

Handsome. Batin Atiqah.

"A...aku gak punya nomor kamu" Atiqah meringis. Ardi langsung menengadahkan telapak tangannya, meminta ponsel Atiqah.

"Ah...iya" Atiqah mengeluarkan ponselnya dari dalam saku. Ardi langsung mengetikkan nomor ponselnya dan langsung mendial ke nomornya. Ponselnya berdering.

"Oke, udah ya. Aku simpan pake nama apa?" tanya Ardi tersenyum manis, memainkan kedua alisnya.

"Apaan sih? ya Atiqah lah, emang siapa lagi" Atiqah menyimpan nomor Ardi.

"Ya siapa tau pengen dinamain Atiqahku gitu" mengedipkan satu matanya.

"Ya terserah, itu kan handphone kamu" mengedikkan bahu. Mengalihkan tatapannya lalu tersenyum. Atiqah tidak ingin Ardi melihat senyumannya. Tapi salah, Ardi melihat tarikan sudut bibirnya yang melengkung ke atas.

"Oke, fix. ATIQAHKU. Kalo nomor aku, kamu simpan pake nama apa?" tanya Ardi melirik ke layar ponsel milik Atiqah.

Atiqah menyodorkan layar ponselnya tepat didepan wajah Ardi. "Nih...udah kan?" Ardi manggut-manggut. Baginya sudah cukup puas sudah saling bertukar nomor ponsel, meskipun nomornya disimpan hanya dengan satu kata ARDI.

Nanti...pasti kamu akan ganti namaku di ponsel jadi ARDIKU. Batin Ardi mantap.

"Aku pulang, bye" melambaikan tangannya. Atiqah membalas lambaian itu, melihat punggung Ardi yang terus berjalan keluar pintu lobby.

Terimakasih banyak, sudah bantu aku. Maaf aku terlalu underestimate. Ternyata kamu sangat baik. Atiqah tersenyum, pipinya bersemu merah.

*****

Motor gede hitam milik Ardi masuk ke dalam garasi rumah. Hatinya sedang berbunga bunga. Tangan kanannya membawa paperbag berisi seragam sekolahnya tadi. Berjalan masuk rumah dengan bersenandung dan bersiul-siul.

"Bik, makasih ya bantuannya tadi. Maaf aku ngrepotin lagi. Ini seragamku, kotor. Kalo gak bisa hilang juga nodanya, buang aja" menyerahkan paperbag itu pada bik Narti.

"Iya mas" menerimanya lalu berbalik tanpa mengecek isinya.

"Tunggu! bik Narti, kemari! Bawa paperbagnya" suara Nyonya besar dari arah tangga. Ardi menoleh.

"Mama..." gumam Ardi.

"Bik...kemari!" bik Narti tersentak, berjalan melewati Ardi. Berkata tanpa suara "Maaf mas".

Anne menyerobot cepat paperbag di tangan Narti. Membuka dan mengambilnya, mengangkatnya ke udara. Matanya membelalak. "Apa ini Ardi? kamu tawuran?".

Ardi menggeleng cepat. "Enggak Ma. Sejak kapan aku suka ikut tawuran".

"Terus ini apa? kamu berantem sama orang? ini darah siapa? kamu jangan bikin ulah aneh-aneh ya?! nama keluarga besar kita jadi taruhannya Ardi!!" bentak Anne. Si Nyonya besar memang selalu menjunjung tinggi nama besar keluarga mereka. Keluarga Danurdara.

Nama besar keluarga yang cukup terkenal di Indonesia. Eyang buyut Ardi yang berasal dari Jogja adalah pengusaha sukses di Jakarta. Kelak perusahaan-perusahaan milik keluarga akan diwariskan pada Ardi. Cucu laki-laki satu-satunya di keluarga besar Danurdara.

"Sabar Mamaku sayang. Aku jelasin tapi jangan disini, Mama tunggu di kamar. Nanti aku nyusul sehabis mandi. Oke Mom?" merangkul lalu mengecup pipi. Anne selalu luluh dengan putranya itu.

Ardi meraih paperbag di tangan Anne, menyerahkan kembali pada Narti. "Bik..."

"Iya mas...permisi Nyonya" Narti membawanya masuk keruang loundry didekat kamarnya.

"Hemm" jawab Anne. Ardi mendorong Anne menaiki anak tangga, mengantarkan Mamanya sampai pintu kamar.

"Tunggu di dalam ya Ma. Aku mandi dulu" Ardi kembali mengecup pipi Anne lagi.

"Iya iya...jangan lama-lama! kamu harus secepatnya jelaskan pada Mama!" menunjuk wajah putranya dengan jari telunjuk.

"Iya Mamaku sayang" Ardi tersenyum, berlari ke kamarnya.

Baru saja Ardi selesai mandi, layar ponselnya bergetar dan berkedip kedip di atas ranjang. Senyumnya terbit saat melihat siapa yang menelponnya. ATIQAHKU.

"Halo..." suara Ardi menyapa.

"Hem..ehem..." Atiqah berdehem menyiapkan suaranya. "Ini aku...udah sampe dirumah?" tanya Atiqah jujur. Ia ingin tahu soal Ardi, entah kenapa saat ini Atiqah merasa rindu mendengar suara Ardi dan juga kabarnya.

Ardi tersenyum mendengarnya. "Aku udah sampai 15 menit yang lalu. Ada apa? ada yang kamu butuhin?".

Atiqah menggelengkan kepalanya. "Enggak...gak ada. Cuma pengen tau aja. Kalo udah dirumah, syukur deh" sambil mengusap pipinya sendiri.

Ardi kembali tersenyum sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil. "Besok aku jemput, mau gak?". Atiqah yang sedang duduk di kursi lorong rumah sakit menutup wajahnya saat mendengar ajakan Ardi. Sebelumnya Atiqah akan langsung menolaknya dengan ketus tapi sekarang, hatinya berbunga-bunga.

"Gimana? kok diem aja? gak mau ya. Yaud...." belum selesai Ardi bicara, Atiqah langsung menyela. "Mau...aku mau".

Ardi senang bukan main, Atiqah mau berangkat ke sekolah bersama. "Oke, aku jemput besok pagi. Di rumah atau di rumah sakit?" tanya Ardi sambil membuka lemari pakaiannya. Memilih kaos dan celana pendek.

"Dirumah aja. Eh...emang kamu tau rumahku?" tanya Atiqah, ia sekarang sudah di depan rumah sakit menunggu ojol. Kasihan Robi dirumah sendirian, pesan bu Asri tadi.

"Aku tau. Kamu lagi dimana?" Ardi mendengar suara bising kendaraan lalu lalang.

"Aku lagi nunggu ojol. Mau pulang. Adik aku dirumah, gak ada orang" suara Atiqah sedikit berteriak.

"Kenapa gak bilang tadi? tau gitu aku anter pulang. Tunggu aja didepan. Jangan naik ojol. Aku jemput sekarang!" Ardi buru-buru memakai baju dan celana juga jaketnya. Ia lupa dengan janjinya pada Anne. Mamanya itu sudah mengantuk karena menunggu Ardi terlalu lama.

Atiqah dilema, ia sudah memesan ojol tapi Ardi sedang menjemputnya. "Mas, maaf banget. Aku gak jadi naik tapi aku bayar. Ini mas. Maaf ya mas" beruntung mas ojol itu tidak marah. Yang terpenting ia mendapat bayaran.

Menunggu sekitar 15 menit, motor gede hitam itu mendekati Atiqah yang berdiri di pinggir trotoar rumah sakit.

"Kenapa gak nunggu di dalem? disini dingin. Ini pakai" melepaskan jaketnya lalu menyerahkan pada Atiqah.

"Gak papa. Aku gak kedinginan. Kamu aja yang pakai" Ardi turun dari motor, langsung memakaikan jaketnya pada Atiqah. "Udah, ayok naik!" Atiqah naik ke atas motor dengan tangannya bertumpu di pundak Ardi.

"Pegang sini" menarik tangan Atiqah agar berpegangan pada pinggangnya. Atiqah menurut saja. "Kalau masih dingin, kamu bisa peluk aku" suara Ardi sedikit keras, menoleh ke kanan. Motornya sudah ia lajukan.

Ardi tersenyum bahagia karena saat ini tangan Atiqah sudah melingkar di perutnya. Atiqah memeluknya.

Bersambung....

*****

E do do e....anget kali lah. Malam-malam naik motor sport sambil meluk. Jadi inget jaman dulu othor pacaran ama suamik. Bedanya motor mio matic merah yang keren pada jamannya 😝😝😝

Mau peluk suamik lagi ah 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

1
Sri Lestari
sampe sini sedih bnget...ini seolah2 crita nyata aja....ya ampunnn seddih bngettt...
Sri Lestari
ardhi.ketua osis kog mesumnya kebangeten....!
Mujahidah Mamudi
Lumayan
TongTji Tea
relawan ko lemah .Selama aku jadi relawan ,Nggak ada relawan cewek yang lemah .apalagi udah sampai afrika .You messed up with me,Ya kalau g di gaplok Teflon ,ya minimal kursi.Nggak ada relawan menye-menye .
Rika Chandra
blum tau alurnya
Fhaira Nonk
cerita nya seru banget..makasih Thor udh bikin cerita tentang hubungan yg ga sehat..bnyak pelajaran bgt yg bisa di ambil dri kisah Atiqah ini🥰🥰semangat berkarya terus ya Thor😘😘😘
Anggraini Gita ✔: tengkyu 🤗🤗🤗
total 3 replies
Anggraini Gita ✔
menguras hati, emosi juga air mata
Maria Jechika
ceritax sdah bgus.cuma endingnya ngecewain.kisah ardi ini sdah berjuang mendapatkan atiqah tpi akhirx dipisahin.aku sedih.😭😭😭😭.kasihan ardi yg tempramen.sebenarx ksh dong kesempatan buat ardi..buat dia berusaha memperjuangkan cintanya kembali...mewek aku di part ini ardi pergi untuk selamanya..😭😭😭
Anggraini Gita ✔: Kalau dari sudut pandang penulis, Atiqah berhak bahagia. Karena toxic relationship udah bikin hidupnya terikat, sakit, juga tekanan batin. Dia dipisahin sama bayinya. Ardi terobsesi sama Atiqah. Buktinya dia gk peduli sama anaknya.

Beruntung Atiqah bisa lepas dari Ardi. Byk kasus di dunia nyata, istri tetap bertahan sama suaminya yg toxic karena byk sebab. Karena anak, gk punya penghasilan, gk berani sama keluarga suami dll.

Makanya di akhir bab aku tulis "Toxic Relathionship - Bertahan atau Mengakhiri-"

Tapi aku menghormati sudut pandang kak Maria 😊.

Terimakasih banyak buat kak Maria sudah mau membaca ceritaku, juga kasih kritikan buat aku 🙏🤗
total 1 replies
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
oooooowwhhhh senengnyaaa,,serasa berkaca pda dri sndr🤭
missyouuu
menuju akhir yg bahagia
ajenk
aziel sama anakku sama senengnya pas di bilang mau punya papa baru 😀😀😀
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
aaaaaaahh meleleh hatiq thooorrr,,dr awal smpek akhir inilah kisahq🤭🤭
ajenk
aaahhh hampir mirip dgn kisahku thor.. tersentuh dgn ceritamu.. bertemu setelah sudah menyandang status baru😔😔
Anggraini Gita ✔: 🤗🤗🤗🤗

semoga selalu bahagia ya kak 🙏
total 1 replies
🍾⃝🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳 🍂𝔧ⓊⓛιⒺ🍂
akhir nya bs baca jg 😂
Anggraini Gita ✔: setelah sekian purnama ya mba 😄
total 1 replies
Ajenk Hajra
jodoh nggak bakalan kmna... semoga Atiqah bahagia selalu..
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
bikin season 2 nya yah thor,,ku akn stia mnantimu thoooorrr
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
biar ziel kabur sm ibunya aja..
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️
Fajar Atiqah semoga bahagia selalu, pertemukan dengan Sherly Rio, Gedeg aku 😣😣😣
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️: hihihi sabar kok😊😊😊
total 2 replies
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️
Bukan Fajar yg rendahan tapi kamu yang Rendahan, untung sekarang udah nikah sama Atiqah🤭
Anggraini Gita ✔: alhamdulillah 🙏
total 1 replies
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
duch.. kl ketahuan Ardi bisa dimutilasi si guntur dan atiqah dihabisin di kasur
Anggraini Gita ✔: udah pasti mba 😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!