Felisha di tinggal oleh suaminya karena tak bisa memberikan keturunan, Felisha di tuduh mandul...
malam itu malam yang menjadikan kehidupan nya berubah 180% dia bertemu lelaki dan tidur bersama dalam keadaan mabuk...
Felisha di nyatakan hamil, bagaimana tanggapan Rey,lelaki yang menghamili Felisha sedangkan dia sedang menunggu kepulangan kekasihnya dari Paris
apakah Rey mau bertanggung jawab??
baca cerita lengkap nya di novelku yang berjudul broken heart...
tinggalkan jejak dan Vote nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bodyguard
Felisha sangat bosan di rumah...baru hari pertama menjadi istri Rey dia sudah di landa kebosanan...isi rumah Rey cukup lengkap bahkan Felisha di perlakukan seperti tuan putri oleh semua pelayan,semua keperluan nya sudah di siapkan...
Felisha menatap kearah taman yang di tumbuhi bunga-bunga cantik,, tiba-tiba dia teringat Tama,dulu awal pernikahan tama sering memberikan nya bunga... setahun terakhir ini dia dan Tama mulai renggang,tak terasa air mata Felisha turun..
" buk,,,waktu nya minum Vitamin" ucap salah satu pelayan membuyarkan lamunan Felisha
Felisha menghapus air mata nya dan mengambil Vitamin serta air minum yang di bawakan oleh pelayan tersebut
****
"Bara apa agenda ku hari ini?" tanya Rey
Bara membacakan jadwal Rey hari ini lalu menanyakan kabar Felisha
" baik....kenapa kau menanyakan nya?"
" tidak hanya menanyakan nya saja bos"ucap Bara,Bara sedikit heran sejak kedatangan Felisha Rey tidak lagi menghubungi Clara,apa Rey sudah bisa melupakan nya atau ada niat lain..
"kau cari tau tentang Tama,kenapa dia bisa mencampakkan Felisha padahal Felisha bisa hamil" ucap Rey menatap Bara
" baik lah nanti akan saya sampaikan hasilnya pada anda" ucap Bara menunduk lalu keluar ruangan Rey
" dia cukup cantik hanya saja sangat bawel" gumam Rey tanpa sadar menarik sudut bibirnya mengingat Felisha
****
Rey pulang kerumah sudah larut malam karena banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan,di lihatnya Felisha sudah meringkuk di kasur Rey langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri...
di peluk nya Felisha lalu ikut tidur...
pagi menyapa, matahari pagi timbul dengan malu-malu... Felisha mengerjapkan matanya merasa satu tangan kekar menindih tubuhnya Felisha memperhatikan wajah Rey dengan seksama Wajah tampan dan Rahang kokok di tumbuhi rambut tipis membuat siapa saja perempuan pasti tertarik...
" astaga...jangan...aku tak boleh mengangumi nya,kami hanya menikah karena anak di kandungan ku, setelah ini kami berpisah" batin Felisha
dia takut,takut masuk kedalam pesona Rey,takut akan jatuh cinta pada lelaki tampan itu dan akan patah hati lagi karena Feli tau cinta Rey hanya untuk Clara...
Feli menggeser tangan Rey pelan lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya..
" Rey...bangun...." ucap Feli lembut
"hmmm...." sahut Rey dengan mata terpejam
" nanti kau telat ke kantor,,ayo bangun" Feli menggosok lengan Rey pelan
Rey membuka matanya melihat pemandangan indah di depan,Feli sudah berdandan cantik saat membangunkan nya..
" kau mau kemana?" tanya Rey
" aku ingin jalan-jalan hari ini,sangat membosankan di rumah"jawab Feli
" siapa yang mengizinkannya mu?"
" ayolah Rey,aku tak ingin berdebat pagi ini" ucap Feli dengan wajah memelas
" dua bodyguard harus ikut dengan mu" ucap Rey
" aku tak kan lari Rey,,biarkan aku pergi sendiri"
" tidak ada jaminan kau tidak membawa anak ku kabur"
" ini juga anak ku" kesal Felisha
" kalau bukan karna ku,kau tidak akan hamil,ingat sudah berapa tahun kau menikah dengan mantan suami mu,tapi tak kunjung hamil,sekali melakukan dengan ku kau hamil" tekan Rey
" terserah kau,hidup ku ada di tangan mu" ucap Feli mencebik kesal
" bagus,,,siap kan pakaian ku" Rey bangkit dan segera ke kamar mandi
" seperti tawanan saja aku di kawal,,,kenapa aku tidak bisa hidup bebas seperti dulu,kenapa harus bertemu orang seperti Rey" gerutu Felisha
setelah menyiapkan semua kebutuhan Rey bahkan memasang kan sepatu tuan nya ini Feli segera ke dapur untuk menemani Rey sarapan...
" ingat jangan keluar tanpa mereka" ucap Rey mencium kening Felisha
Felisha menghela nafas panjang menatap dua bodyguard yang sudah bersiap mengawal nya..