NovelToon NovelToon
Rumah Di Samping Kuburan

Rumah Di Samping Kuburan

Status: tamat
Genre:Horor / Tamat
Popularitas:275.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Semalaman suara gaduh di atas genteng itu membuat bulu kuduk merinding.
Entah apa yang tengah ribut di atas genteng sana. Karena, tak terlihat wujudnya.

Karena gangguan itu, akhirnya yang punya rumah membiarkan rumahnya kosong. Namun, Bu Heni tidak membiarkannya kosong begitu saja. Dia menawarkan rumah itu untuk di kontrakan dengan harga yang sangat murah.

Setiap Orang yang menempati rumah itu selalu merasakan hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal. Seperti munculnya bayangan hitam yang tinggi besar di ujung teras.

Terror bercak darah di sekeliling rumah membuat bulu kuduk merinding. Apalagi tengah malamnya muncul Makhluk aneh yang menyeramkan. Pundak terasa di tindih balok es yang super dinginpun di rasakan oleh Bunga, orang yang kesekian yang menempati rumah itu.

Bunga dan Angga tetap mencoba untuk bertahan, hingga akhirnya mereka kalah dan mundur dari rumah itu. Setelah Bunga melihat Makhluk aneh yang berwujud ular berkepala manusia yang berambut panjang serta memakai mahkota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cipratan darah

"Tak mungkin... Semua rompi kan di jepit, Enggak mungkin fi terbangkan angin. Lagipula, kalau diterbangkan angin, pasti yang lain juga kena." Sanggah Angga, tak setuju dengan dugaan Istrinya.

"Iya juga ya... Lalu?..."Bunga bertanya lagi heran.

Keduanya berpikir, sambil sibuk mencari rompi yang hilang dari tempatnya.

Sekeliling halaman telah di carinya. Namun, tak di temukan juga.

"Sudahlah... Kita bikin lagi aja, sepertinya kain sisa masih ada. Kayaknya cukup buat bikin tiga buah rompi lagi. Mungpung masih ada waktu. Dua haru lagi kan... Batas waktu pengirimannya?.." Bunga sudah merasa cape mencari-cari rompi yang hilang.

Dia nampaknya sudah merasa putus asa.

"Baiklah... Ayo! Kita kerjakan sekarang, biar enggak telat."

Angga pun setuju dengan keputusan Istrinya.

Mereka pun lalu masuk ke dalam rumah, dengan perasaan Kecewa di hatinya.

Sedangkan di suatu tempat, terhalang beberapa rumah dari sana, nampak seseorang sedang berdiri di teras depan Rumahnya. Matanya tertuju pada satu tujuan, yaitu.. Rumahnya Bu Hindun. Dia tersenyum-senyum sendiri, melihat Bunga dan Angga, yang sedang sibuk mencari-cari tiga buah rompi jala yang di ambilnya tadi.

"Sampai matipun tak akan ketemu, itu rompi! Karena, sudah ada di rumahnya Mbah, Enggak bakalan balik lagi. Terus saja mencari." Gumamnya, dengan seringainya yang khas.

Setelah Bunga dan Angga tak terlihat lagi di teras sana, diapun lalu beranjak meninggalkan teras depan rumahnya, dengan hati yang puas. Karena, telah membuat Bunga dan Angga kelabakan.

"Rasain! Pasti dia tengah kebingungan untuk mencari gantinya. Nombok lagi... Beli lagi bahannya, ngerjain lagi...

Senang aku melihatnya." Gumamnya lagi, dengan senyuman terus tersungging di bibirnya.

Angga dan Bunga, segera mengerjakan sisa rompi yang hilang tadi.

Alhamdulillah... Ternyata, bahannya lumayan banyak. Jadi, sangat cukup, bahkan lebih untuk membuat tiga potong rompi.

Selesai di potong, langsung di jahitnya, kemudian di sablonnya segera.

Tinggal nunggu di angin-anginkan saja...

Tiga buah rompi, beres sudah, tidak sampai sore.

Dengan demikian, dua hari lagi bisa mengirim barang.

Keesokkan harinya...

"Bii... Bii... Bii..." Dimas, keponakannya Bunga. Pagi itu, berteriak memanggil-manggilnya.

"Iya... Ada apa dimas?..." Bunga membalas dengan teriakan pula. Sa'at itu, dia sedang memasak nasi goreng, di dapur, buat sarapan.

"Sini Bii... Ada apa ini?.. " Teriaknya lagi.

"Ada apa, Dimas?... Bibinya tanggung lagi masak, tunggu sebentar!" Teriaknya lagi.

"Bi... Ada darah di halaman samping, berceceran." Ujarnya berbisik.  Tiba-tiba, keponakannya sudah ada di sampingnya.

"Darah tikus mungkin, yang di gigit kucing." Ucap Angga santai.

"Tapi, banyak Paman. Berceceran, dari belakang sampai ke depan. Coba lihat dulu!" Dimas mengajaknya, sambil menuntun tangan Pamannya.

"Ayo Bang! Kita lihat dulu."  Bungapun mengajak Suaminya, setelah mematikan apinya.

Akhirnya, Mereka bertiga, keluar, ke arah halaman samping rumahnya.

"Itu... Bi... " Ujar Dimas, telunjuknya menunjuk ke tanah, dimana ceceran darah tersebar di sana.

Benar saja...

Ceceran darah, menebar di sepanjang halaman samping rumah Bu Hindun.

Dimas beranjak ke halaman depan, Di sana, dia melihat lagi tetesan darah yang sama. Berceceran mengitari rumahnya Bu Hindun.

"Paling itu, darah tikus." Angga tetap pada pendapatnya.

"Makasih Dimas, sudah ngasih tahu. Ayo! Sarapan dulu yu, Bibi masak nasi goreng banyak." Bunga juga tidak mempedulikannya.

Diapun berjalan mengikuti Suaminya.

Keponakannya ikut serta juga.

"Nih... Piringnya buat dimas, keponakan Bibi yang pintar." Ucap Bunga, sambil menyodorkan piring ke tangan Dimas.

"Makasih Bi..." Sahut bocah kelas dua SD itu.

"Wanginya enak." Ucapnya lagi, bibirnya seperti yang sudah tidak sabar, ingin segera menyantapnya.

"Jelas dong... Siapa dulu yang masak." Angga menggoda.

Merekapun lalu makan dengan lahapnya.

Setelah selesai sarapan, Dimas pun keluar, mau bermain. Karena, dia kebetulan masuk Sekolah siang.

"Bi... Aku mau main dulu ya." Ucapnya.

"Udah izin sama Ibumu belum?... Mainnya kemana?" Tanya Bunga, dia takut nanti Kakaknya nanyain anaknya.

"Sudah Bi..." Sahutnya sambil berlari ke arah lapangan, dimana di sana sudah ramai anak-anak yang bermain.

Bungapun membalikkan badannya, dia mau masuk ke dalam rumah, untuk menyelesaikan tugas rutinnya.

Langkahnya terhenti seketika, di sa'at matanya tertuju pada kusen dan daun pintu, yang penuh dengan cipratan darah yang sudah mengering.

Sepertinya sengaja di ciprat-cipratkan, kalau darah tikus yang di gigit kucing, tidak mungkin!

Dia melangkah perlahan, mendekati kusen pintu dan kusen jendela.

Diperhatikannya cipratan darah yang telah mengering itu. Dia mendekatkan hidungnya, bau amis menerpa penciumannya.

Bau amis darah...

"Astaghfirulahaladziiim...!" Bunga tersentak kaget bukan kepalang.

"Kenapa bisa, ada cipratan darah di kusen pintu dan kusen jendelanya. Di daun pintunya juga... Kalau kucing, rasanya tidak mungkin! " Gumamnya, sendiri dalam kebingungan.

"Ada apa Neng?..." Angga menghampirinya, karena mendengar teriakan Istrinya, yang seperti menemukan sesuatu yang aneh.

"Bang! Lihat... Ini bukan darah tikus yang di gigit kucing. Di kusen pintu dan kusen jendela juga ada. Di daun pintunya juga ada, banyak cipratan-cipratan di sana. Tak mungkin, kalau tikus atau kucing yang melakukannya." Ujarnya, membeberkan keheranannya.

"Ah... Masa?" Angga sepertinya tidak percaya dengan apa yang di temukan oleh Istrinya itu.

Diapun, bangkit dan beranjak meninggalkan mesinnya. Untuk segera menghampiri Istrinya, yang sedang kebingungan sendiri.

"Itu... Itu... Banyak sekali, Bang! Lihat tuh... Aku ngeri, kok bisa ada cipratan darah di sini." Bunga merasa ketakutan.

Angga mendekati cipratan darah, yang di tunjukkan oleh. Istrinya itu.

Dia coba menciumnya.

"Darah apa ya Neng ya?... Bisa-bisanya ada cipratan darah di sini. Benar, ini bukan darah tikus." Ujarnya.

Kini, diapun percaya dengan ucapan Istrinya.

"Enggak tahu... Sepertinya, ini di sengaja oleh Orang yang tidak suka melihat kita. Tapi, siapa ya orangnya?..." Bunga berpikir keras.

Tak ada bayangan dalam benaknya.

Karena, dia merasa tidak punya musuh.

Dari dulu, dia tak pernah cek-cok dengan orang lain, apalagi punya musuh. Sangat tidak mungkin.

"Bang... Di kaca juga banyak cipratan darah keringnya. Lihat ini!" Bunga berteriak lagi. Dia semakin kaget saja.

"Ini... Seperti... Sengaja di usap-usapkan oleh tangan seseorang." Angga mulai menduga-duga.

"Sudahlah... Sebaiknya, kita bersihkan dulu saja." Ujar Angga.

Diambilnya kain lap dari belakang.

Dia mencoba membersihkan percikan darah itu dengan kain lap yang telah di basahi.

Sedangkan Bunga, membersihkan percikan darah yang ada di tanah, dengan menggunakan sapu lidi. Dia kitari sekeliling rumahnya.

Di depan rumahnya, dia tertegun kembali, ternyata, di hamparan batu kerlkil yang ada di halaman depan, di bawah Teras. Dia terperanjat lagi, untuk kesekian kalinya.

Rupanya... Cipratan darah yang telah keringpun, nampak berceceran di sana.

Hamparan batu kerikil itu, penuh dengan cipratan darah yang telah mengering.

Menimbulkan rasa kaget, dan tanda-tandanya yang besar.

Apa?...Kenapa?... Mengapa?...

Siapa?... Berbagai pertanyaan, bergulung menjadi satu di dalam hatinya.

Pertanyaan yang memerlukan banyak jawaban.

Lumayan juga memerlukan waktu yang tidak sebentar, untuk membersihkan cipratan-cipratan darah yang telah mengering itu.

Tengah asyik keduanya, membersihkan cipratan-cipratan darah yang telah mengering itu, tiba-tiba..

"Lagi bersih-bersih Neng?"Seseorang bertanya dengan ramahnya.

Bungapun menoleh ke arah datangnya suara.

Rupanya, itu Bu Dini yang suka jualan gorengan keliling.

"Iya Bu Dini, masih ada gehu nya?..." Tanya Bunga, seraya berhenti dari pekerjaannya.

"Ada Neng, masih hangat." Ujar Bu Dini, lalu diapun berhenti, kemudian duduk di ujung teras.

"Sebentar ya Bu, Aku cuci tangan dulu." Bungapun beranjak untuk mencuci tangannya.

"Pada rajin..." Ujarnya memuji.

"Iya Bu, ini banyak cipratan darah di sekeliling rumah. Malahan, di kusen jendela, kusen pintu, di daun pintu juga di kaca jendelanya juga, banyak sekali, enggak tahu darah apa?..." Bunga menuturkan, setelah dia kembali dari mencuci tangannya.

"Darah apa Neng?..." Bu Dini, bertanya lagi, sepertinya dia merasa penasaran.

"Ini...  Enggak tahu darah apa? Kalau darah tikus yang di gigit kucing, tidak mungkin sampai nyiprat ke kusen pintu, kusen kaca dan daun pintu lagi. Juga mengelilingi rumah. Ini seperti yang di sengaja di ciprat-cipratkan." Tutur Bunga.

1
Ira Noviana
ada bagian yg typo
Rosananda: iya, kak ma'af🙏 maklum baru belajar hehe.
Makasih kak sudah mampir, dan makasih pula komennya.
Salam kenal
total 1 replies
Siti Arbainah
trus si Bu Mar jdi bikin usahanya Bunga dan Angga bermasalah gak thor
Siti Arbainah: iya kak😊
total 5 replies
Siti Arbainah
boleh gak sih curiga sama si Eyang Kurdi itu kan dia pernah bilang klo penghuni pohon beringin itu minta tumbal jangan" itu cma rencana dia aja dan skarang rumah itu bnyak teror jga gara" dia lgi
Irka NaArra
nurustunjung aki aki teh,,
Irka NaArra
semangat,,next bikin cerita horror lgi y,
Rosananda: InsyaAllah, terimakasih sudah mampir... dan makasih juga jejaknya.
total 1 replies
Rosananda
makasih sudah mampir
Kak Ya
sukurin kurdi
Kak Ya
jgn d ksh bu 🤭😁
Kak Ya
hindun nya cengeng bgt thorr .. takut dikit nangis. balapan nangis ma anak nya kalo lg ketakutan.
Alief As Syaikh
kok namanya ganti ganti lurr
Jhulie
wah suka nih ma novel horor, aq masukin rak dulu
Rosananda: makasih sudah mampir.
total 1 replies
Bayu Ridwan
mudah"an si kurdi kecebur got kepalanya dulu
Putri Handayani
aku mampir di sini ya kak, semangat upnya 💪💪💪
Edi yuzzardy
action nya kurang...jdi bnyak d skip n males baca lagi,banyak obrolan2 yg gk ke inti cerita...
Rosananda: ma'af kak 🙏 bukannya nyeleweng ke cerita majalah hidayah, tapi itu kan salah satu tokoh yang pernah menempati rumah di samping kuburan itu, dan meninggalnya dengan cara seperti itu. Begitu ceritanya kaka... Terimakasih sudah mampir.
total 2 replies
Edi yuzzardy
jadi nyeleweng ke cerita majalah hidayah ya wkwkwkw..pdhal tema rmh smping kuburan..apa hubungannya...ni jdul nya jgn rmh samping kuburan tp yg lain aza seauai cerita di mjlh hidayah,eyang kurdi susah di kubut hahahahaa....anehhh....jdi gk penting ke isi cerita
Nova Marlina
maaf thor nma ustadz ny soleh apa sulaiman ?
Rosananda: ma'af salah nulis.
total 1 replies
Yuzu💕
semangat thor..

salam dari "Ternyata aku keturunan RPD" mampir kak
Rosananda: makasih sudah mampir.
Salam kembali 🙏
total 1 replies
Dhina ♑
maaf 🙏🙏

"Tak mungkin... Semua rompi kan di jepit, Enggak mungkin fi terbangkan angin.

itu ☝️☝️ ga mungkin di terbangkan angin 🤔🤔
Dhina ♑: semangat berkarya, pantang menyerah
total 2 replies
Nova Marlina
ini nama suaminya anjar ap angga sih ?☺️
Rosananda: terimakasih koreksinya 🙏
total 2 replies
Nova Marlina
suka deh ceritanya..😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!