NovelToon NovelToon
The Princess (Sequel Love Story)

The Princess (Sequel Love Story)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Qnoy

Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick

Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi

Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan

Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.

Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama

Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 11

Siang yang cukup terik. Matahari tepat berada di atas kepala seolah memanggang seluruh permukaan bumi

Ray melangkahkan kaki menuju parkiran motor. Jarak parkiran umum dengan ruang rapat dewan mahasiswa di gedung utama yang bersebelahan dengan rektorat terbilang cukup jauh. Tempat parkiran yang dekat disediakan untuk para rektor dan jajarannya, sementara parkiran mahasiswa dan umum berada sekitar 500 meter dari gedung utama

Pintu keluar sudah terlihat, sinar matahari pun terlihat garang.

"Ray, belok dulu lah ke kantin. Haus gua habis debat." Kata Marvin

Ray melirik arloji di pergelangan tangan kanannya. Masih cukup waktu untuk hadir di kelas Ekologi Lanskap

"C'mon lah." Kata Ray sambil berbelok ke arah kantin

Dua pemuda itu berjalan sepanjang koridor rektorat. Keberadaan mereka menjadi perhatian tersendiri khususnya bagi kaum hawa karena selain tinggi menjulang, wajah mereka bagaikan magnet yang seketika mengalihkan pandangan para wanita

Marvin sesekali tersenyum pada beberapa gadis yang berpapasan dengan mereka. Sedangkan Ray tetap melihat lurus ke depan

Mereka sampai di kantin. Terlihat Ghea, ketua kelompok hippie sedang memesan gado-gado. Gadis itu terlihat berbeda dari gadis kebanyakan. Dengan dandanan seadanya tanpa polesan makeup, bajunya saling bertabrakan warna dan rambut hitam panjang tebal yang dibiarkan tergerai

Banyak yang bilang rambut Ghea tebal karena berkutu. Namun tidak pernah terlihat gadis itu sering menggaruk kepalanya. Gosip yang mengerikan. Namun Ghea sepertinya tidak peduli

"Hai Ge.. gado-gado lagi?" Sapa Ray

Ghea mendongak menatap Ray. Gadis itu tersenyum sambil mengangguk

"Bu, saya minta nasi sama sayur krecek plus ayam bakar bumbu pedas. Minumnya es jeruk. Elo Ray?" Tanya Marvin

"Samain sama elo." Jawab Ray

Dengan cekatan, ibu kantin menyediakan makanan pesanan Ray dan Marvin. Setelah semua tersedia, mereka segera membayar dan memilih duduk di pojok kantin

"Ge, mau makan bareng di sini?" Tawar Ray

"Terima kasih, aku duduk di sana saja sama Za." Kata Ghea menunjuk Zalynda yang duduk sendiri.

Ray mengangguk mempersilahkan

Ghea dan Zalynda, dua sosok yang sangat bertolak belakang. Kalau Ghea terbilang cuek dengan penampilan, Zalynda kebalikannya. Gadis yang biasa disapa Za itu sangat memperhatikan penampilan. Bajunya selalu pas, matching dan tersetrika dengan rapi

Rambutnya yang di cat brunette pun dibiarkan tergerai dan hanya menyelipkan jepitan bunga warna kuning gold

"Sengklek lu Ray." Kata Marvin

"Maksudnya?"

"Dari sekian banyak gadis, kenapa hippie butut yang elo sapa?" Tanya Marvin

"Hei, nggak baik bilang begitu. Ghea nggak seburuk pikiran elo Vin. Lagian emang gue nyapa karena kenal." Kata Ray

"Ya..ya.. mentang-mentang tadi di rapat di belain sama Ghea." Kata Marvin sambil menyuap nasinya

"Iri? Bilang boss." Goda Ray

"Najis gua.." Marvin mengetok-ngetok meja

Ray tertawa. Tiba-tiba pandangannya terhenti akan sosok yang melangkah masuk ke kantin. Marvin melihat tatapan Ray dan ikut mengalihkan penglihatannya

Andre dan teman-temannya nampak memasuki kantin. Mereka hanya memesan air mineral lalu duduk di pojok yang berjauhan dari tempat duduk Ray

"Cuma pesen air mineral, tapi ngabisin bangku." Ejek Marvin

Ray kembali fokus ke makanannya sesekali mengamati Andre

"Tau nggak kalau ternyata cafe yang pernah kita kunjungi itu milik kelompok Phoenix?" Kata Marvin

Ray menaikkan satu alisnya

"Ohya? Hebat juga mereka." Kata Ray

"Yeah, di sana kabarnya mereka sering mengadakan pesta mahasiswa untuk menjaring suara saat pemilihan. You know lah, kayak party-party fraternity gitu." Kata Marvin

Pemuda itu setengah berbisik

"Kabarnya mereka tengah mendekati kelompok Mapala dan Fabulous Sorority. Walau Zalynda bilang akan mendukung kita, tapi belum tentu anggota Fabulous Sorority yang lain."

Ray melirik sekilas ke Andre. Pemuda itu tampak didekati oleh salah satu anggota Fabulous Sorority yang menggelayut manja di pundaknya

Ray mendecih

***

Bugh.. bugh.. bugh

Leo memperhatikan gadis itu dengan lincahnya bermain dengan samsak Lean. Bukan bermain, lebih tepatnya melatih kekuatan dan kecepatan pukulan serta intuisinya. Gadis itu semakin kuat dan lincah. Leo tersenyum

"Na.."

"Ya un.." In sempat menjawab Leo sebelum samsak berputar dan membentur tubuhnya yang menyebabkan gadis itu terjungkal ke belakang

Bruugh..

"Aaw…"

Ina!" Teriak Leo yang segera menolong Ina

Ina terkekeh saat Leo membantunya berdiri

"Harusnya kau fokus. Jangan sekali-kali lepaskan pertahanan dan kuda-kuda mu." Nasehat Leo

"Lagian uncle kenapa panggil Ina? Refleks lah Ina noleh ke uncle." Kata Ina sambil berjalan tertatih ke sofa. Bo*ong dan pinggangnya cukup nyeri membentur lantai

"Uncle cuma mau nyuruh kamu istirahat." Kata Leo

Ina mengambil air mineral dan meneguknya perlahan

"Gimana uncle? Ina sudah lebih lincah kan?* Tanya Ina

Leo mengangguk.

"Bisa menang lawan bang Ray atau Ian?" Tanya Ina lagi

Leo terkekeh

"Bisa. Uncle yakin kamu yang menang karena Ray atau Ian bahkan Endra pun tidak akan berani membalas pukulanmu."

Ina tertawa kecil. Kembali gadis itu meneguk minumnya

"Bunda tidak pernah menyetujui Ina untuk latihan bela diri." Kata Ina

Leo menyimak

"Kata bunda, seorang anak gadis itu harus lemah lembut,santun, kalem.."

Leo terbahak

"Kenapa uncle? Peraturan bunda aneh ya?" Tanya Ina

"Na.. apa kamu tahu Soraya bisa berkelahi?" Tanya Leo

Mata Ina membelalak

"Yang bener? Seingat Ina, bunda nggak pernah tuh main pukul orang sembarangan, apalagi berkelahi. Bunda itu terlihat…"

"Feminin, lemah lembut? Ya.. begitulah dia." Kata Leo

Ina menatap Leo yang sedang melamunkan sesuatu

"Uncle, apa beberapa hari ini uncle bertemu bunda?" Tanya Ina

Leo menghela nafas, lalu balas menatap Ina

"Ya.."

"Apa uncle juga yang pernah memberikan bunda bunga di butik bunda?"

"Ya.."

"Huuft.. sudah Ina duga." Kata Ina sambil menghembuskan nafas kasar

"Memangnya kenapa?" Tanya Leo

"Bang Ray.. dia pernah melihat bunda diberikan bunga oleh lelaki saat di butik. Bang Ray pikir bunda bermain api di belakang ayah, jadi bang Ray marah ke bunda."

"Bagus dong, dengan begitu uncle bisa dengan mudah merebut bundamu.." 

"Uncle! Kok jahat siy?!" Teriak Ina

Leo terbahak

"Becanda Na… Uncle hanya memberikan bunga sebagai salam pertemuan kami saja. Tidak lebih."

Ina manyun

"Kenapa uncle memutuskan menemui bunda?" Tanya Ina

"Karena Lean.." kata Leo

"Bang Lean?"

Leo mengangguk

"Lean ingin serius denganmu. Dia harus muncul sekarang untuk bisa berkenalan dengan Ardhi dan Soraya. Mau tidak mau, uncle juga harus muncul."

Pipi Aya terasa memanas. Bang Lean tidak main-main ternyata

Keduanya terdiam

"Na.. bagaimana kalau hari ini antar uncle ketemu bunda? Jangan sampai terjadi salah faham lagi. Kasihan Soraya.." kata Leo

"Uncle.."

"Uncle sampai sekarang masih merasa berdosa pada bundamu akibat peristiwa dahulu.." Leo menunduk

Keduanya kembali terdiam. Ina lalu berdiri dan menghampiri Leo

"Ayo uncle, Ina temenin ketemu bunda.."

1
Qnoy
Luar biasa
Slamet Hariono
👌👌
reni fitriana
BAGUSS
Feli Sa
keren bangettt ceritanya🤩
Maliqa Effendy
Ina belum tahu aja dulu ayahnya ga tegas sm perempuan..walau bucin sm bundanya..
Maliqa Effendy
kok ga bisa di klik ya LOVE STORY..sequel dari novel ini..pdhl ngetiknya udah bener plus penulisnya..
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
Maliqa Effendy: udah bisa...tp klik di profilnya...
do pencarian ga bisa
total 2 replies
Siti Mariam Shafiee
Z
Michie
Keren karya bermutu
Meera
Luar biasa
Wardatus Syifak
tetap semangat kakak
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
Qnoy: Terima kasih banyak kakak
Boleh silahkan share di grup-grup WA siapa tahu ada yang mau baca juga ❤️🌹
total 1 replies
Wardatus Syifak
oalahhh
sedih tapi Yo pingin ketawa
Wardatus Syifak
jadi Ray Kakaknya Ina...
mati aku 🤣🤣🤣
auliasiamatir
semakin kagum sama author, yang bisa bikin cerita menarik kek gini.
auliasiamatir
aku belum baca yang ini, tapi dah baca bagian Reyhan dan zelinda...

ternyata kisahnya sambung menyambung...


aku jadi fans mu sekarang Thor...

cerita mu keren keren...
Sity Naibaho
ceritanya sudah pernah aku baca, ini yang kedua kalinya. mantap thor
Qnoy: Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Iryanti Ir Iryanti
👍👍👍👍👍😘
Qnoy: ❤️❤️❤️
total 1 replies
Fauza Maya Yuana
lebih suka cerita ini dr pd" love story " yg alurnya lempeng bgt..gk ad greget²ny
Qnoy: Betul kakak ❤️
In syaa Allah kedepannya akan lebih di perbaiki lagi ☺️🤗
total 4 replies
Meera
Keren ceritanya. Sudah baca novel-, novelnya dan bagus semua 👍
Qnoy: Hiyaaa hiyaaaa ❤️
Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Meera
Ooh Felix anaknya Harry dan Cat ya
Qnoy: Betul kak ❤️
total 1 replies
Meera
Emang enak dower 🤭🤭
Qnoy: Ahahaha kasihan Mariska
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!