NovelToon NovelToon
Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delfi Sofya

Deg.

Vina terhuyung ke belakang setelah mendengar perkataan Devan barusan.

Tadinya Vina datang berniat memberitahu Devan bahwa dirinya hamil, tapi siapa sangka Vina malah mendengar kabar menyakitkan tentang hubungan mereka.

Tanpa pikir panjang Vina langsung berlari keluar dari apartemen itu dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.

Vina pergi tanpa memberitahu Devan soal kehamilannya. Toh hubungan mereka tidak bisa lagi di perjuangkan, itu sebabnya Vina memutuskan untuk merawat sendiri bayi yang masih ada di dalam perutnya.

Vina memutuskan pulang ke kampung halamannya meninggalkan semua kenangan yang ada di kota itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delfi Sofya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Pagi hari.

Vina sudah siap dengan tas ditangannya. Sebelum pergi ke Vina menyempatkan diri ke rumah ibu Lisa untuk mengembalikan kunci kamar itu.

“Bu Lisa, Vina pamit. Sekalian Vina mau kembalikan kunci kamar ini.” Ucap Vina pada Bu Lisa yang tengah berdiri di depannya.

“Iya Vina, kamu hati-hati di jalan.” Balas Bu Lisa.

Setelah itu Vina pun pergi menuju terminal bus.

***

Menempuh perjalanan yang panjang akhirnya Vina pun sampai di depan sebuah rumah sederhana khas rumah-rumah desa pada umumnya.

Dalam hati Vina merasa takut dan gugup.

Beberapa kali Vina menghembuskan nafasnya kasar demi mengusir rasa takut dalam hatinya.

Dengan tangan yang basah karna gugup, Vina mengetok-ngetok pintu kayu itu.

Beberapa kali Vina mengetok barulah terdengar suara pria paruh baya dari sana.

“Iya, sebentar.” Sahut pria paruh baya itu.

Tidak lama pintu terbuka.

“A..ayah.” Ucap Vina gagap.

“Vina.” Balas pria paruh baya itu.

Vina langsung memeluk ayahnya erat melepaskan rasa rindu yang bertahun-tahun ini ia pendam.

“Vina, anak ayah.” Ucap Adi, ayah kandung Vina.

Tanpa sadar Vina menangis di pelukan Adi “Maafkan Vina, ayah.” Isak wanita itu.

“Sudah, sudah. Ayo masuk dulu.” Ajak Adi.

Vina lalu merangkul ayahnya masuk ke dalam. Mereka lalu duduk di ruang tamu yang sempit itu.

“Kenapa barang bawaanmu banyak sekali nak?” Tanya Adi heran.

Selama ini setiap Vina pulang ke kampung, anaknya itu hanya membawa tas ransel kecil saja karna hanya beberapa hari di rumah. Setelahnya anaknya harus kembali ke kota untuk bekerja.

“Mulai sekarang Vina akan tinggal dengan ayah.” Jawab Vina dengan sisa air mata yang masih melekat dimata matanya.

“Sungguh? Ya Tuhan, ayah senang sekali kamu kembali dan menetap disini.” Ucap Adi bersyukur. Sekarang Adi tidak sendiri, ada Vina yang akan menemani hari tuanya.

”Ayah, ada yang Vina ingin katakan.” Ucap Vina ragu-ragu.

Bagaimana pun Vina harus menceritakan masalahnya pada sang ayah agar beban di hidupnya sedikit berkurang.

“Sebelumnya Vina minta maaf sama ayah.” Lanjut Vina dengan air mata yang kembali keluar.

“Ada apa nak? Kenapa kamu minta maaf?” Tanya Adi bingung.

“Vina..Vina hamil ayah. Maaf karna sudah buat ayah kecewa.” Jawab Vina dengan isakan.

“Apa?” Kaget Adi.

Hiks..hiks..hiks

Vina terus menangis.

“Ya ampun nak, kenapa bisa begini.” Ucap Adi ikut menangis.

“Ayah merasa bersalah pada ibumu. Ayah merasa gagal mendidik anak ayah sendiri.” Sambung Adi.

“Vina minta maaf.” Hanya kata maaf yang bisa Vina ucapkan.

“Semua sudah terjadi. Sekarang tugasmu adalah merawat anak itu dan mendidiknya kelak menjadi anak yang baik dan hidup di jalan yang benar.” Kata Adi merangkul Vina.

Mau marah pun sudah tidak ada gunanya, janin itu sudah hadir di dalam perut Vina. Adi juga tidak mungkin tega menyuruh Vina mengugurkan bayi yang tidak bersalah itu.

Sekarang hanya bagaimana Vina bisa belajar dari kesalahannya dan memperbaiki keadaan.

Vina merasa lega karna apa yang ia pikirkan selama ini tentang respon Adi nanti tidak terjadi. Tadinya Vina pikir Adi akan mengusirnya dan memutuskan hubungan mereka.

“Terima kasih ayah.” Lirih Vina.

***

Di tempat berbeda.

Tiara dan Devan sedang berada di butik untuk melakukan fiting baju pengantin mereka. Kalau bukan karna paksaan Santi mana mungkin Devan mau kesini.

“Bagaimana Devan, apa gaun ini cocok untukku?” Tanya Tiara yang tiba-tiba keluar dari ruang ganti.

Devan yang sedari tadi hanya duduk diam pun mengangkat kepalanya melirik pada Tiara dengan wajah datarnya.

“Hmm.” Balas Devan datar.

Lama-lama Tiara kesal dengan sikap Devan padanya, ini sudah keempat kali Vina bertanya dengan gaun yang berbeda-beda tapi jawaban Devan hanya ‘hmm’ dan ‘terserah’.

Sebenarnya dia niat tidak sih. Batin Tiara kesal.

“Ya sudah mbak aku pakai yang ini saja.” Akhirnya Tiara memutuskan pilihannya sendiri pada gaun terakhir yang ia gunakan.

“Baik nona.” Sahut karyawan butik lalu membantu Tiara melepas pakaiannya untuk di bungkus dan di bawa pulang oleh pelanggan mereka.

Setelah urusan mereka selesai di butik itu, mereka pun beranjak pergi menuju mobil untuk kembali pulang.

Dalam perjalanan.

“Devan aku lapar, apa boleh kita singgah sebentar di sebuah resto?” Ucap Tiara membuka percakapan di antara mereka.

Belum sempat Devan menolak, bunyi telpon Tiara membuat Devan mengurungkan niatnya sebentar.

“Iya hallo tante.” Sapa Tiara pada orang yang menghubunginya.

“Kami baru saja selesai tante. Ini kami mau pergi makan siang.” Tiba-tiba Tiara berbicara lagi.

Devan sudah tau itu pasti Santi, mamanya.

“Iya tante.” Ucap Tiara lalu mematikan telponnya.

Wanita itu lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

“Tadi mama kamu berpesan, katanya habis makan kita harus pergi lagi ke toko perhiasan untuk memilih cincin nikah kita.”

“Tempatnya di langganan mama kamu. Kata tante kamu tau tempatnya.” Lanjut Tiara.

Sial. Geram Devan dalam hati.

Devan tadinya ingin menolak permintaan Tiara untuk menghindari wanita itu tapi sekarang malah ia harus pergi lagi menemani wanita itu.

Tidak lama, mobil pun berhenti di sebuah resto yang pernah Devan dan Tiara datangi.

Entah kenapa Devan tiba-tiba mau menghentikan mobilnya di resto itu.

Mereka pun masuk ke dalam. Lagi-lagi Devan memilih tempat yang sama yang pernah ia dan Vina tempati.

Tempat itu berada di pojok belakang. Waktu itu Devan memilih tempat itu karna Vina yang tidak mau orang-orang melihat mereka.

Tiara yang melihat itu pun menduga bahwa Devan memilih tempat tertutup karna tidak mau kemesraan mereka di lihat oleh orang-orang. Tiara pikir Devan malu.

Tiara sudah membayangkan adegan suap-suapan dalam pikirannya. Senyumnya mengembang menunjukkan bahwa wanita itu tengah kasmaran.

Mungkin Tiara sudah lupa dengan perlakuan dingin Devan tadi di butik hingga khayalannya melambung tinggi.

Tidak lama pesanan mereka datang. Dan lagi Devan memesan menu yang sama saat bersama Vina dulu.

Kerinduannya pada Vina sudah tidak bisa di ukur lagi. Seandainya takdir berpihak pada mereka, pastilah yang saat ini Devan temani untuk fitting baju maupun pilih cincin adalah Vina, gadis biasa yang berhasil mencuri hatinya.

Kira-kira Vina sedang apa ya sekarang?

Selama ini Devan sudah mencoba menghubungi Vina tapi nomornya tetap tidak aktif, hanya suara operator yang menyapanya.

Sebegitu benci dan marahnya kah Vina padaku?

Mengingat Vina membuat Devan tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada Tiara. Devan baru tau saat pertemuan keluarga itu kalau ternyata Tiara adalah pemilik boutique tempat Vina bekerja.

Apa aku tanyakan saja pada Tiara? Tapi bagaimana kalau dia curiga. Batin Devan berkecamuk.

Ingin sekali ia menanyakan kabar Vina pada Tiara tapi Devan tidak tau cara bicara yang tepat agar Tiara tidak curiga padanya.

Aku tau caranya. Tiba-tiba sebuah ide muncul dalam pikirannya.

❤️

Jangan lupa like, vote dan komen😊🙏

1
Cheng Nyo
👍👍👍
Erina Munir
akhiiirrrnyaaa😍😍😍😍😍
Erina Munir
algamdulillaaah ...akhirnya sadar juga😍😍😍😍😍😍😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Erina Munir
udh dong thor... jngn lama2 komanyaaa...kesian kan puegeel thooor
Erina Munir
smg vina cpt sadar dri.komanya
Erina Munir
ini mah bner2 k tunda
Erina Munir
tiara gendeng... ga mikir sm usahanya...klo kaya gitu usahanya nnti bisa sepi hadeehh
Erina Munir
nmnya juganudh bucin Vin... suamimu 🤣🤣🤣
Erina Munir
itu klo bangun pgi...suruh pd sholat dong thooor
Erina Munir
bahagiaa teruus yaa.Devan vina Anaya
Erina Munir
😄😄😄😄😍😍😍 othor bikin pembaca baper
Erina Munir
syukur alhamdulillaah...akhirnyaa...😍😍😍😍😍😍
Erina Munir
thor ...jngn samp si wanita ular kadut itu tiba2 muncul n mengacaukan suasana
Erina Munir
cieee...ciee... Devan Vinaa..
Erina Munir
udh klamaan atuh thoor 5 thn gituh looooh
Erina Munir
dasar uler kadut luh Tiara...sebbeellll
Erina Munir
vina...mulai egois niih...kamu ga kesian sm naya...hadeehhh...egooo sja yg d kedepanin....
Erina Munir
hahaa kejutaan yaa
Erina Munir
siìp
Erina Munir
😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!