Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Hari minggu ini, Ayra ada janji bersama Dave mengerjakan tugas di cafe favorite mereka.
Dalam perjalanan menuju cafe, Ayra melihat Arsen mebawa dua kantong plastik besar ditangannya. Saat itu Arsen berjalan menuju kolong jembatan.
Ayra sangat penasaran dan dia memutuskan untuk mengikuti Arsen.
Akhirnya Arsen pun sampai di kawasan kumuh di kolong jembatan. Di saat yang bersamaan, Ayra pun memarkirkan motornya. Dia pun bersembunyi dan memperhatikan Arsen diam-diam.
Dia sangat penasaran apa yang sedang Arsen lakukan di tempat itu.
Tampak Anak-anak berbaju lusuh berlari menyambut kedatangan Arsen dengan gembira.
"Bang Arsen..!!" Anak-anak itu memanggil Arsen sambil berlari memeluk tubuh Arsen.
"Abang bawa apa?" tanya salah satu anak laki-laki yang paling besar sambil menunjuk kantong plastik ditangan Arsen. Anak itu bernama Arif.
"Abang bawa makanan sama mainan nih buat kalian. Ayo bantuin abang bagiin." ajak Arsen.
Arsen dan Arif membagikan makanan dan mainan ke Anak-Anak yang berjumlah 12 orang. Lalu Arsen dan anak-anak masuk ke ruangan yang terbuat dari triplek. Di sana juga tampak terlihat ada papa tulis bergantung.
"Hari ini kita mau belajar apa? " tanya Arsen pada anak-anak.
"Matematika, kak." jawab Doni, anak laki-laki paling kecil.
"Kenapa kamu suka banget belajar Matematika?" tanya Arsen pada Doni
"Biar kalau udah besar nanti, Doni jadi orang kaya. Terus Doni bisa ngitung uang Doni yang buanyaak deh." jawab Doni polos sambil membentangkan kedua tangannya.
"Kalau udah kaya, uangnya mau dibuat apa?" tanya Arsen lagi.
"Buat Nikahin Rara. Hehehe.." Doni tersenyum sambil melirik ke arah Rara, anak perempuan yang imut.
"Rara nggak mau nikah sama Doni. Rara maunya nikah sama bang Arsen yang ganteng. Doni jelek kaya siluman, Rara nggak suka." jawab Rara polos.
Semua anak-anak tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Rara begitu juga dengan Ayra yang masih bersembunyi. Namun saat itu tiba-tiba ponsel Ayra berbunyi.
Ayra gelagaban mengambil ponselnya yang ada di saku celananya, dia pun mengangkat panggilan dari Dave.
"WOY CODOTT.. DIMANA LO, GUE UDAH JAMURAN NUNGGUIN LO OGEB..!!!" suara Dave menggelegar ditelinga Ayra. Ayra pun menjauhkan ponselnya dari telinganya sambil meringis mengusap-usap telinganya yang sakit.
"Sueekk, tenggorokan lo alus bener kaya jalan tol." ucap Ayra kesal.
"Kesini sekarang, kalau dalam 10 menit lo nggak nyampe sini, gue CONGKEL gigi lo!" ancam Dave menajamkan kata-katanya. Dan dia langsung mematikan panggilannya.
"Astagfirullahaladzim. Kok bisa gue punya temen sekejam dia?! Tobat tobat." Ayra menggerutu sambil mengelus-elus telinganya.
Lalu Ayra pun beranjak pergi dan melajukan motornya menuju cafe.
15 menit kemudian akhirnya Ayra sampai ke cafe tempat mereka janjian. Dengan santainya dia menghampiri Dave sambil cengengesan.
“Helooo Zeyeengkuu. .! Selamat emmmmbb.." belum selesai Ayra berbicara, Dave menarik leher Ayra menggunakan lengannya dan membenamkan wajah Ayra ke ketiaknya sambil menjitaki kepala Ayra.
"Hemmb...enak kan?! wangi kan?!" ucap Dave gemas. Ayra gelagapan sembari berusaha melepaskan diri dari ketiak Dave.
"Hah.. Hah.. Hah.. Sialan lo! Gue nggak bisa nafas ogeb." ucap Ayra dengan nafas tersengal-sengal.
"Itu balesan karena lo udah bikin gue nunggu 2 jam kaya orang bego." ucap Dave sewot.
"Sorry Sorry." (Srooott srooott) Ayra meminum minuman Dave.
(Plakk) Dave memukul kepala Ayra.
"Aww.. Sakit kamprett!!" seru Ayra sambil memegang kepalanya yang sakit.
"Lo tu kebiasaan. Main serot aja punya orang. Mana dihabisin lagi." ucap Dave kesal.
"Haus ogeb." ucap Ayra.
"Lo juga kebiasaan. Demen bener pukul kepala gue. Kalau gue gegar otak mau lo tanggung jawab?!" ucap Ayra kesal.
"Biarin. Biar lo pinteran dikit. Biar otak nggak seret." ucap Dave.
"Ciiih. Lahh kita kok cuma berdua, yang lain mana?" tanya Ayra sambil clingak-clinguk mencari 3 sahabatnya.
"Wah bener-bener nih anak. Gegar otak beneran kayanya, sampai Amnesia." ucap Dave.
"Dih apaan sih." Ayra sewot.
"Kita tuh mau ngerjain tugas dari Miss Susi. Dalam 1 kelompok terdiri dari 2 orang, dan kita berdua satu kelompok, Oneng. Dah inget?" tanya Dave gemas.
"Iya kah..? Hehe...” ucap Ayra sambil menggaruk kepalanya yang gatal.
Akhirnya mereka berdua melanjutkan mengerjakan tugas sambil bertengkar.
SKIP
"Hallo Dek, jemput kakak di cafe XXX yang di dekat bandara ya. kakak tunggu. Assalamualaikum." Wanita cantik itu melangkah masuk ke cafe sambil membawa koper besar.
Dia membuka pintu cafe lalu berjalan masuk mencari tempat duduk, tiba-tiba (Bruukk) wanita itu menabrak seorang laki-laki tampan.
"Eh maaf maaf, mas. Saya nggak sengaja." ucap wanita itu, dia tidak memperhatikan siapa yang dia tabrak.
"Salma." ucap Andra kaget. Wanita itu menoleh memandang Andra.
"Andra." ucap Salma yang sama-sama kaget.
Salma adalah Cinta pertama Andra saat SMA. Wanita cantik, anggun, baik. Mereka berpisah karena sebuah kesalahpahaman yang disengaja oleh teman Salma yang juga menyukai Andra.
"Salma ini kamu? Akhirnya aku menemukanmu? Bertahun-tahun aku cari kamu, Sal. Kamu kemana aja? Aku kangen banget sama kamu. Aku nyesel dulu nggak percaya sama kamu. Jangan pergi lagi, Sal. Maafin, aku." Cecar Andra sambil memeluk erat tubuh Salma.
"Andra lepasin! Malu dilihatin orang. Kita sudah berpisah, jadi aku mohon jaga sikap kamu." ucap Salma sambari melapaskan pelukan Andra.
"Nggak, Sal. Aku mau kita kembali seperti dulu. Aku masih sangat mencintai kamu." ucap Andra sambil menggenggam tangan Salma.
"Kamu jangan gila, Ndra. Kita nggak mungkin seperti dulu lagi. Lebih baik kamu pergi, jangan cari aku lagi." ucap Salma.
"Kenapa?" tanya Andra
"Aku udah bahagia tanpa kamu." ucap Salma.
"Maaf Pak, kita harus kembali ke kantor sekarang karna klien kita sudah menunggu." ucap Asisten Andra.
"Maaf aku harus pergi sekarang. Aku akan temuin kamu lagi nanti." ucap Andra pada Salma.
"Pergilah, semoga kita tidak bertemu lagi." ucap Salma cuek.
"Aku akan membuat kamu kembali lagi denganku, Sal. Karna kamu hanya miliku." Batin Andra.
Andra pergi bersama Asisten pribadinya. Salma pun duduk dengan hati yang gelisah.
"Kenapa kamu datang lagi ndra? Kenapa aku nggak bisa lupain kamu sampai saat ini?" Batin Salma, dia memiijat pelipisnya sambil menangis.
10 menit kemudian datanglah gadis cantik menghampiri Salma yang sedang duduk sambil menikmati cappucino panas.
"Kakak..!" gadis itu teriak sambil memeluk Kakak nya.
"Astagfirullahaladzim, Dek. Ngagetin aja." ucap Salma.
"Hehe... Maaf.. Maaf.. Jojo cuma terlalu kangen." ucap Jojo.
"Hemmb, dasar." ucap Salma sambil mencubit pipi Adiknya.
"Ehh, kak. Tadi aku ketemu pangeran impianku di depan, loh." ucap Jojo semangat.
"Oh ya?! Apa kamu masih suka nonton kartun cinderella?" tanya Salma.
"Kok Kakak tahu?" tanya Jojo.
"Lah itu, masih suka ngehalu. Hehehe..." ucap Salma.
"Ihh beneran, tahuuu..! Dia itu kakaknya sahabat aku." ucap Jojo.
"Nggak usah macem - macem kamu. sekolah aja yang bener. Nggak usah mikirin cinta-cintaan." Salma menasehati.
"Iya iya. Yuk kita pulang. Mama udah nungguin kakak. Pasti mama sama papa seneng banget ketemu kakak." ucap Jojo.
"Iya kah?" tanya Salsa tersenyum.
"Iya lah. Habisnya kakak kaya Mbak Toyib. Ngga pulang-pulang. Betah bener di Sidney. Kecantol bule sana ya, pasti." ucap Jojo.
"Iissh... sembarangan." ucap Salma.
Akhirnya mereka pun pulang menaiki mobil.
✅ POV JOJO
(Flash back)
Jojo turun dari mobil dengan hati senang karena akan bertemu kakak tercintanya yang sudah bertahun-tahun tidak pulang ke Indonesia.
Saat dia hendak masuk ke dalam cafe, dia berpapasan dengan Andra.
"Kak Andra!" panggil Jojo
"Eh Jojo." ucap Andra tersenyum
"Kakak disini juga?" tanya Jojo.
"Iya. Saya habis makan siang di sini." ucap Andra.
"Kamu sendiri aja? Nggak sama Ayra dan yang lain?" tanya Andra.
"Iya kak, aku mau jemput kakak aku di dalam.” jawab Jojo sambil menunjuk ke arah cafe.
"Oh ya sudah. Saya pergi dulu, ya. Masih ada urusan." ucap Andra tersenyum.
"Iya, kak. Hati-hati kak Andra.” ucap Jojo sambil tersenyum manis, semanis manisnya.
"Aahh Senyumnya manis banget, bang. bikin hati eneng meleleh." ucap Jojo dalam hati sambil tersenyum memandangi punggung Andra yang berjalan menjauh.
❌❌❌
SKIP
Malam hari di Mini Market.
Ayra tampak sedang memutari rak mencari-cari minuman favorite nya sambil membawa keranjang belanjaan. Saat dia hendak mengambil minuman tersebut secara bersamaan ada tangan laki-laki yang juga hendak mengambilnya. Tanpa disengaja tangan mereka bersentuhan. Ayra memandang orang tersebut dengan kaget.
"Elo?" seru Ayra dan Arsen bersamaan.
"Ini punya gue." ucap Ayra.
"Enak aja, ini punya gue." ucap Arsen sewot.
"Gue duluan yang lihat."ucap Ayra kesal.
"Gue duluan yang pegang." ucap Arsen tidak mau kalah.
"Mba.. Minuman ini ada stock lagi nggak? " tanya Ayra pada Pelayan Mini Market.
"Maaf mbak, stock nya tinggal 1." jawab si Pelayan.
"Cowok tu harusnya ngalah sama cewek." ucap Ayra pada Arsen.
"Di dalam kamus gue, nggak ada kata kalah tuh." ucap Arsen.
"Persetan sama kamus lo. Pokoknya ini punya gue!" seru Ayra kesal.
"Siapa cepat dia dapat." ucap Arsen.
Mereka pun bertengkar sambil tarik-tarikan botol, beruntung suasana sepi, hanya mereka berdua dan 2 karyawan Mini market.
2 karyawan yang melihatnya pun bingung. Mereka sudah mencoba melerai, tetapi sia-sia. Arsen dan Ayra tidak memperdulikan mereka.
(Prangg) minuman dengan botol kaca tersebut jatuh dan pecah.
Lalu Si Pemilik Mini Market keluar dari ruangan karyawan dengan panik mendengar kegaduhan di dalam Mini Market miliknya.
"Astga, apa-apaan ini?" si pemilik marah melihat kelakuan Ayra dan Arsen.
"Gara-gara dia, pak!" Ayra dan Arsen saling tunjuk.
"Kalian sudah mengacaukan tempat saya. Lihat semuanya basah dan kaca berserakan dimanamana!" si pemilik marah.
"Kalian Bersihkan kacanya dan pel lantainya!" perintah si pemilik.
"Nggak mau, ini saya ganti rugi saja." ucap Arsen sambil memberikan uang seratus ribuan.
"Tidak usah, uang saya sudah banyak! Saya mau kalian bertanggung jawab!" ucap si pemilik.
Akhirnya Ayra dan Arsen pun menuruti perintah si pemilik Mini Market. Dengan hati yang penuh dengan kekesalan.
"Semua gara-gara lo!" seru Ayra
"Gue selalu sial setiap ketemu lo." ucap Arsen kesal
"Yang ada gue yang selalu sial setiap ketemu lo." ucap Ayra kesal.
"Eheemm. Kerja ya kerja aja. Ngga usah pake berantem. Ntar cinta loh." ucap salah satu karyawan yang sedang mengawasi.
"Nggak Akan!" ucap Arsen dan Ayra bersamaan.
📽To be continue🎞
hai bang!