Judul sebelumnya 'Sahabatku, Duri Pernikahanku'
Apa wanita ditakdirkan untuk menangis? Apa wanita tidak memiliki kebahagiaan?
Wanita ingin merasa bahagia. Baik istri pertama atau kedua.
Hal apakah yang harus ditangisi oleh wanita? Hal apa yang istimewa?
inilah kisah
Air mata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fatmass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 11
Selama dan sesampainya ke rumah, Dhani terus saja bersikap manja dan berposesif kepada Bella. Bella hanya tersenyum menanggapi keposesifan dari suaminya.
Sesampainya di rumah, Dhani meliburkan diri dan hanya menemani Bella di kamar. Bella sebenarnya merasa bosan karena harus dikurung dikamar oleh Dhani.
"Mas, Bella bosan!" Celetuk Bella.
"No sayang! agar bayi kita sehat!" Seru Dhani mengecup kening Bella.
Bella hanya mendengus. Pasalnya ia ini sedang hamil melainkan bukan sedang sakit.
"Emm sayang! Kalo mas minta sekarang boleh nggak mas udah tegang!" Rengek Dhani
"Ya ampun mas, kandungan aku baru dua minggu dan Mas harus nunggu tiga minggu lagi agar janin aku kuat dulu.! Tapi ingat ya mas jangan main sama wanita lain!" Gerutu Bella mencubit gemas hidung Dhani.
"iya sayang!" Sahut Dhani yang akhirnya memeluk Bella.
"Mama sama papah udah pulang mas?" Tanya Bella.
"iya barusan!" jawab Dhani.
"Santi mana mas?" Timpal Bella lagi.
"Enggak tau!" Jawab enteng Dhani.
"Mas aku ngantuk!" Celetuk Bella tiba tiba.
"Ya ampun ini kan masih jam 9 Bella sayangku!!" Seru Dhani.
Bella hanya cengengesan menanggapi. Dhani yang tau jika kini Bella tengah hamil akhirnya menemani Bella sampai tertidur pulas. Setelah Bella tertidur pulas Dhani pun beranjak dan melihat Santi yang berada di dapur sedang membuat minuman.
Santi yang melihat kedatangan Dhani pun segera menghentikan kegiatannya dan menghampiri Dhani.
"Sayang!" Ujar Santi tiba tiba mengalungkan tangannya ke leher milik Dhani.
Dhani pun melingkarkan tangannya ke pinggang Santi. Santi pun segera mencium bibir Dhani dengan rakus karena tau jika saat ini Dhani sedang tersiksa karena tidak dapat menyalurkan nafsunya pada Bella.
"Kamu mau aku hajar disini San?" Tanya Dhani yang mendudukkan tubuh Santi pada meja makan.
"Kalo Bella--"
"Sudah tidur!" Seru Dhani yang langsung merobek baju yang dikenakan Santi.
Santi pun tersenyum kemenangan dan akhirnya membalas setiap perlakuan Dhani walaupun Dhani melakukannya dengan kasar, Karena Santi yang tipekal liar dan bebas.
Dhani pun segera melepas bra Santi dan merakus buah dada Santi di ruangan tersebut tanpa malunya. Santi pun mendesah meraung di ruangan itu membuat Dhani semakin bergairah.
Dhani pun melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya dan di tubuh Santi. Mulai memompa dan menggenjotnya dengan kasar dan brutal. Santi pun mendesah tak karuan. Mereka pun melakukan penyatuan di ruang makan disertai decitan meja makan.
"Ahh...sayang....aku mau keluar....." Desah Santi.
"Akhhh" Sahut Dhani yang sudah mengeluarkan benihnya di tempat pengamannya.
(jadi tadi setelah Bella tertidur Dhani lebih dulu mengambil pengaman di lacinya dan meninggalkan Bella yang tengah tertidur)
Santi pun semakin liar dilepasnya pengaman milik Dhani dan memasukkan milik Dhani ke mulutnya. Dhani pun menggelinjang dengan perlakuan Santi.
Mereka benar benar tiada malu untuk sesama melakukan itu di tempat umum yang kapan saja bisa dilihat oleh Bella. Mereka sudah terjerumus ke dalam hubungan yang terlarang.
Mereka pun selesai dengan pelepasan mereka, Masih dalam keadaan polos dan kotor Santi pun duduk di pangkuan Dhani yang duduk di kursi. Beberapa saat tiba tiba seseorang melihatnya dan kaget.
Melihat Dhani dan Santi yang tengah polos dengan tubuh basah saling berpangkuan.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN!!" Bentak wanita tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
😘😘😘
nnti klo udh nymbung lgii
coba ke avan dlu brgkali udh bnyak up nya