NovelToon NovelToon
Mahasiswaku Calon Suamiku?

Mahasiswaku Calon Suamiku?

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Dosen / Berondong / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: choiaerii

(Season 1 - END) Ajeng seorang dosen di sebuah kampus elite dihadapkan dengan dilema. Apakah tetap menjadi perempuan berkelas yang terobsesi dengan penampilan, profesionalitas, dan karir? Ataukah justru memilih menikahi seorang mahasiswanya yang usianya berbeda 5 tahun di bawah dirinya?
Akankah dirinya takluk dan tunduk di bawah Ferdian si mantan presma?
(Genre : Campus, Roman, Religi di akhir cerita)

======

(Season 2 - END)

Arsene, seorang pemuda ambisius dan visioner, mengantarkan dirinya berhijrah demi masa depan lebih baik. Akankah hijrahnya juga mengantarkan pada cinta pertamanya?
Apa hubungan Arsene dengan Ajeng & Ferdian?

(Genre : Teen, Campus, Roman, Religi)

Langsung aja ikuti ceritanya ^^

Jangan lupa klik RATE BINTANG 5 juga LIKE & VOTE buat support cerita ini ya. Saran dan kritik yang membangun sangat saya nantikan :)

Follow Instagram Author @aeriichoi

Jangan lupa juga untuk klik 'Favorit' biar muncul notifikasi updatenya yaa ^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon choiaerii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

"Ajeng! Kamu gak tahu kalau Ferdian sakit?" tanya Mama di telepon.

"Aku belum tahu, Ma! Aku agak sibuk belakangan ini," ucapku beralasan.

"Oh, karena kamu sibuk, jadi gak peduli sama calon suami kamu?" tanya Mama, nadanya terdengal kesal.

"Maafkan aku, Ma! Aku tidak bermaksud begitu," kataku kecewa dengan diriku sendiri.

"Ya udah, kalau bisa secepatnya kamu jenguk dia. Dia dirawat di rumah sakit sekarang,"

"Di rumah sakit?!" tanyaku tidak percaya.

"Iya, nanti Mama kirim via chat rumah sakit tempat inapnya,"

"Baik, Ma!"

Ya ampun, kemana aja aku selama ini? Aku makin merasa bersalah, bodoh dan tak guna. Jangan-jangan dia sakit karena tingkahku kemaren. Kenapa dia tidak memberitahuku lewat chat kalau dia sakit, setidaknya aku masih bisa membacanya. Aku merasa semakin kecewa dengan diriku.

Tring. Pesan dari Mama sudah kuterima. Aku langsung menuju rumah sakit tempat Ferdian dirawat inap. Sebenarnya dia sakit apa? Hal itu terngiang-ngiang di kepalaku selama perjalanan ke rumah sakit.

Bau khas rumah sakit langsung menyapaku seketika kuinjakkan kakiku di lantainya. Suasananya penuh dan ramai oleh orang yang mengantar pasien, menunggu obat, dan perawat juga staff rumah sakit yang berlalu lalang. Beruntung di perjalanan dari kampus ke rumah sakit tidak macet, jadi hanya butuh 15 menit saja untuk sampai di sini.

Seorang petugas keamanan menanyakanku, "Maaf, Ibu hendak kemana?" tanyanya sebelum aku masuk ke paviliun ruang rawat inap.

"Saya mau ke paviliun Anggrek, di sebelah mana ya?"

"Silakan jalan lurus, kemudian belok ke kanan, di sana sudah masuk paviliun Anggrek," jelasnya.

"Baik, Pak! Terima kasih!"

"Jam kunjungan hanya sampai jam 5.30 sore saja ya, Bu!" katanya mengingatkan.

"Baik, saya permisi dulu!"

Aku berjalan menuju paviliun Anggrek, melewati berbagai ruangan yang istilahnya tampak asing bagi orang sastra. Sebuah kantong berisi buah-buahan segar kujinjing di tangan. Kuperhatikan nomor setiap kamar. Find it! Sebuah ruangan VIP di ujung paviliun. Pintunya tertutup. Apa Ferdian masih di dalam? Lebih baik langsung kuketuk saja.

"Assalamu'alaikum!" ucapku.

"Wa'alaikumsalam, masuk aja, Princess!" ujar sebuah suara di dalam, terdengar cukup rapuh.

Aku membuka handle pintu dan melihat pria itu tampak terduduk lemas di atas matras dengan selang infus tertancap di lengannya. Pria itu tersenyum menyambut kedatanganku.

"Ya ampun, Ferdian kok kamu bisa sakit gini?" tanyaku cemas dan langsung duduk di samping matrasnya. Kuperhatikan wajahnya yang pucat dan lemas.

"Gara-gara kamu, gak mau aku hubungin!" ucapnya sambil cemberut.

"Maafin aku, ya?! Aku agak shock kemarin," kataku, terdengar agak bodoh sebenarnya.

"Harusnya aku yang lebih shock, kena kecupan maut dari dosen tercantik di kampus," katanya sambil tertawa.

Aku memelototinya kesal dan khawatir ada orang di sekitarnya. Tetapi ternyata memang tidak ada yang menemaninya di sini.

"Kamu sendirian di sini?" tanyaku kemudian setelah menyadari hal itu.

Ferdian mengangguk, "Nanti ada Ridho kesini yang bakal temenin aku tiap malem," jelasnya.

"Benar-benar soulmate, ya?"

"Kalau kamu mau temenin aku juga boleh kok!"

"Mau aku cubit ya?!"

Ia tertawa-tawa.

"Jadi kamu sebenarnya sakit apa?" tanyaku serius.

"Aku terkena virus malarindu akut,"

"Ya ampun, ini anak mau aku getok kepalanya ya?!" ujarku kesal.

"Ampun deh, dosenku!" ujarnya sambil menangkupkan kedua tangannya

"Jawab yang bener dong, aku cemas tau!"

"Ini maaghku kambuh, tapi parah banget jadinya masuk rumah sakit!"

"Ternyata kamu punya penyakit maagh? Kenapa jadi kambuh? Gak makan teratur?" tanyaku berlebihan.

"Iya gitu, gara-gara kamu menghindar terus. Aku kepikiran, jadinya lupa atau nunda makan," terangnya.

"Astaga! Maafin aku ya, aku beneran gak maksud buat bikin kamu sakit. Jujur, aku cuma kalut, bingung, dan merasa bodoh kalau nanti ketemu kamu," ucapku.

Ferdian tersenyum lembut.

"Gak apa-apa kok! Aku jadi merasa beruntung, sepertinya aku benar-benar jatuh cinta sama kamu," katanya lembut.

DEG.DEG.DEG

Kembang api itu meledak lagi sore ini di hatiku.

"Tapi nanti jangan bingung lagi ya? Karena nanti aku bakalan minta terus," ucapnya, aku tak mengerti maksudnya.

"Minta apa?" tanyaku polos.

"Minta sesuatu yang lebih dari kemarin kamu lakukan buat aku,"

DEG.DEG.DEG

Darah berdesir di sekujur tubuhku.

"Ngomong apa sih?! Nikah dulu, woy!" kataku sambil mencubit lengannya, refleks.

"Iya, iya pastinya dong, please jangan cubit aku!" pintanya.

"Udah ah, kamu jangan gombal lagi sakit gini! Biar aku yang gombalin kamu aja, supaya kamu cepet sehat lagi. Masa calon pengantin sakit begini?!" ujarku menutup debaran yang ada di hatiku.

"Mau gombalin apa buat aku?" tanyanya terlihat berharap.

"Tau ah!" ucapku membuang muka, membuatnya tertawa-tawa.

"Ini aku bawain buah-buahan biar kamu cepat sehat. Tapi aku gak tau buah mana yang boleh kamu makan," kataku sambil menunjukan isi kantong yang kubawa.

"Makasih, My Princess! Nanti aku tanya dokter dulu ya,"

Aku tersenyum mengangguk.

 

"Please, cepat sembuh! I need you by myside (Aku butuh kamu disampingku)!" kataku.

"I will! Tapi jangan menghindar lagi ya?" pintanya.

"Of course! I promise (Tentu saja, aku janji)!"

"Kata dokter, aku bisa pulang 2 hari lagi, dengan catatan kondisiku harus stabil mulai hari ini. Beruntungnya, aku dapat obat mujarab sore ini," katanya sedikit menggombal lagi, tapi tidak apalah.

"Good! Kayanya makin jago gombal, kamu bakal makin sehat,"

Dia tertawa lagi. Aku senang ada kecerian di wajahnya yang pucat itu.

"Ridho kapan datangnya?" tanyaku sambil melihat jam yang sudah menunjukan pukul 17.15 WIB.

"Biasanya bentar lagi, soalnya hari ini dia gak ada kegiatan!" terangnya.

"Oh gitu!"

Tiba-tiba suara ketukan di pintu. Ferdian menyuruhnya masuk.

"Wah panjang umur, orangnya datang!" ucap Ferdian, melihat kedatangan Ridho, sahabatnya.

"Kenapa?" tanya Ridho, wajahnya polos.

"Enggak kok," kata Ferdian.

"Eh ada Miss Ajeng! Good Evening (Selamat sore), Miss! Maaf mengganggu ya?" sapanya dengan logat khas Sunda.

"Gak apa-apa kok, kebetulan saya mau pulang!" ujarku.

"Yah kok pulang sekarang, sih?" ucap Ferdian sok manja.

"Jam besuk udah habis ya, bentar lagi!" jelasku.

Ferdian membuat-buat wajahnya terlihat cemberut seperti anak kecil, membuatku yang melihatnya merasa jengkel ingin menggetok kepalanya.

"Ridho, saya titip Ferdian sama kamu ya?! Make sure he will be getting well in tomorrow! So he will come home soon (Pastikan dia cepat sembuh besok, jadi dia akan bisa cepat pulang)," kataku kepada Ridho.

"Yes, Miss!" ucap Ridho lantang.

Ferdian tertawa saja.

"Okay, aku pulang sekarang ya, Ferdian?!"

Wajahnya cemberut dibuat-buat. Lalu jarinya menunjuk-tunjuk pipinya. Dasar lelaki, sekalinya dikasih malah menagih.

Aku cubit saja pipinya itu, persis seperti aku melakukannya sewaktu ia kecil dulu.

"Aww, sakit, Miss!" teriaknya.

"Don't be angry, bye (Jangan marah, daaah)!" pamitku sambil melambaikan tangan kepada dua mahasiswaku itu.

Sepanjang perjalanan pulang, entah kenapa bibirku ini terus melebar tersenyum. Hatiku juga selalu berdebar. Kepalaku dipenuhi oleh sosok Ferdian, berharap ia segera sehat kembali. Aku merasa bersalah kemarin-kemarin sehingga membuatnya sakit, tetapi aku juga merasa senang telah membuatnya ceria sore ini.

I hope all will get well, just as usual (Aku berharap semuanya akan baik-baik saja, seperti biasanya).

=====

Jangan lupa klik like dan vote ya

Kirim masukannya juga

Makasih sudah membaca ^^

1
Alvaro Mori Odhi
pemeran drakor nampak nya🙏🙏
Sulaiman Efendy
ANAKKU MSKI KMBAR SPASANG, TPI IDENTIK, SATU SAKIT, KMBARANNYA SAKIT JUGA.. SIFAT & HOBINYA SAMA, HNY BEDA DISELERA MAKAN SAJA..
Sulaiman Efendy
FEA BUAT ZAYYAN AZA THOR.. KURANG SREG DGN TOKOH RAFFA... RAFFA KSIH JODOH LAIN AJA...
Sulaiman Efendy
BUAT DONK THOR KISAH RAIN & SERA, DI GABUNG DGN KISAH ZAYYAN, FEA & RAFFA. BUAT CINTA SEGITIGA ZAYYAN, FEA & RAFFA, TAPI KLO BISA ZAYYAN YG JDI MA FEA, KRN KURANG SREG DGN TOKOH RAFFA..
Sulaiman Efendy
MANTAFFFFF.....
Sulaiman Efendy
ALICE DPT BRONDONG SPRTI ONTY AJENG..
Sulaiman Efendy
KASIAN SI JINGGA.. SMOGA JINGGA TABAH..
Sulaiman Efendy
UDH 4 BLN ZAARA BLM NYADAR HAMIL..
Sulaiman Efendy
AKU AZA HATRICK NGIDAMNYA KATA DOKTER KASUS LANGKA UNTUKKU. MNGKIN KRN TRLALU MNCINTAI...
Sulaiman Efendy
BINI LO HAMIL BENGAK, COBA LO TNYK MOM AJENG
Sulaiman Efendy
LO TAU SEN, SAAT ISTRIKU HAMIL, AKU YG NGIDAM, DRI HAMIL MNTAN ISTRI PERTAMA, & YG SKRG, PARAHNYA SAAT ISTRI HAMIL ANAK KEDU+KETIGA YG KMBAR, AKU SAMPE OPNAME KRN GK BSA MAKAN.. ISTRI MAH ANTENG2 AJA..
Sulaiman Efendy
ZAARA YG HAMIL, ARSEN YG NGIDAM.. SYNDROME COUVADE LO SEN.. SLMAT NGIDAM.. 😀😀😀😀
Sulaiman Efendy
JGN PERNAH KALAH DGN PELAKOR, ATAUPN PEBINOR, TRKADANG ISTRI ATAU SUAMI YG TEGAS, PASANGANNYA YG BAHLUL.. TERGODA ATAU GK TEGAS KE PELAKOR ATAU PEBINOR..
Sulaiman Efendy
OTW HAMIDUN LAGI TUH SI ZAARA....
INGAT ISTRI HAMIL SI KEMBAR, ISTRI LBH SUKA CIUM AROMA TUBUHKU YG BLM MANDI, PADAHAL AKU SENDIRI ENEK CIUM BAU TUBUHKU, TPI ISTRI ANTENG AZA..
Sulaiman Efendy
KLIATAN LO LAKI2 YG GK TEGAS..
LKI2 ITU HRS KUAT & TEGAS... MSKI TRKADANG HRS GUNAKN KKERASAN AGAR TDK DIINJAK2 & DIREMEHKN..
Sulaiman Efendy
PASTI SI LIZA..
Sulaiman Efendy
2 PRIA YG MNYUJAI AJENG PISAH SAMA ISTRINYA, YG DISAYANGKN SI ARDI, KNP PISAH SAMA NOVI, KLO KEVIN PISAH DGN JINGGA KRN GK PUNYA ANAK & JINGGA SAKIT
Sulaiman Efendy
CUCU GUNAWAN & CUCU JAYADINGRAT LO LAWAN....
Sulaiman Efendy
INI AZA YG AKU GK SUKA DGN CRITA AUTHOR, TOKOH UTAMA MYA LEMAH & CEMEN GK BISA BELADIRI
Sulaiman Efendy
SI ARSEN JUGA BAHLUL, KNP PERGI SENDIRI
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!