Haii Readers...
Ini karya Ku yang ke empat semoga kalian suka...
"Dasar wanita ja**ng, aku menyesal menikahimu." Abbas menarik rambutku.
Ppllaakk.
Abbas menampar ku hingga bibir ku mengeluarkan darah segar.
"Mas, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu." Aku memegangi lutut suami ku.
"Cepat kamu ceraikan dia, Mommy ngga sudi mempunyai menantu miskin, ja**ng dan mandul seperti dia." Usir Mommy mertua ku.
Air mata ku mengalir deras, Daddy mertua ku hanya diam saja.
Bagaimana kelanjutannya kisahnya?
Kisah ini diambil dari seorang sahabat, bukan plagiat ini kisah nyata. Semoga kalian menyukainya...
Jangan lupa Vote, like dan komentarnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trianti Fersa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sah
Alsava di make up oleh MUA terkenal, Papi Mario mempersiapkan semua dengan baik dan di luar dugaan Papa Alvendra.
Abbas terlihat gugup, ia mondar-mandir kesana-kemari membuat Papi Mario pusing.
"Hey, boy. Stop jangan mondar-mandir kaya setrikaan, Papi pusing nih lihat kamu kaya gini." Papi Mario menghentikan Abbas.
"Aku gugup Pi." Kata Abbas, tangannya sudah keringat dingin.
"Kamu duduk dulu, lalu tarik napas hembuskan perlahan-lahan."
Abbas mengikuti arahan Papi Mario, ia mulai tenang sedikit.
"Gimana sudah ngga gugup?."
"Sedikit berkurang."
"Kalau kamu sudah tenang, kita langsung ke rumah Alsava. Sudah siapkan?."
"Bismillahirohmanirohim, aku sudah siap. Pi."
Rombongan keluarga Abbas sudah siap berangkat kediaman Alvendra.
Skip
"Saya nikahkan engkau ananda Abbas Ferdinand bin Mario Ferdinand dengan anakku Alsava Putri Alvendra binti Alvendra Smith Alexander dengan mas kawin satu set perhiasan berlian dan uang tunai 2 miliyar dibayar Tunai." Papa Alvan menghentakkan tangan Abbas.
"Saya terima dan kawinnya Alsava Putri Alvendra binti Alvendra Smith Alexander dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Abbas menyatakan dengan lantang.
"Sah." Teriak para saksi dan tamu undangan.
Sambil membaca doa Alsava keluar di dampingi Abang Alvan dan kedua sahabatnya. Alsava terlihat cantik dan anggun, membuat Abbas tidak berkedip dan begitu juga para tamu undangan merasa takjub atas kecantikan Alsava.
"Cantik sekali, pengantin wanitanya."
"Mereka Benar-benar pasangan serasi, cantik dan ganteng."
Begitulah kita-kita yang di katakan para tamu undangan.
"Ya Allah sungguh cantiknya istriku, aku berjanji selalu akan membahagiakan dan melindungi dirinya. " Kata Abbas dalam hati, matanya masih menatap Alsava penuh cinta.
Alsava yang sedang diperhatikan banyak orang apalagi dengan Abbas yang sudah menjadi suaminya, hatinya berdebar-debar dan gugup, lalu Alsava duduk disamping Abbas.
Alsava mencium punggung tangan Abbas dan Abbas mencium kening Alsava, mereka terlihat bahagia.
"Yank, terimakasih sudah mau menjadi istriku. Aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu." Abbas memegang tangan Alsava.
"Iya, Yank. Aku juga terimakasih kamu telah memilih aku menjadi istrimu, aku juga berjanji akan menjadi istri yang baik untuk mu. Tegurlah aku bila nanti aku melakukan kesalahan, agar nanti aku langsung perbaiki. Jangan pernah kamu bermain belakang alias selingkuh, kalau kamu sudah tidak mencintai aku. Kamu bisa pulangkan aku kepada kedua orangtua ku." Alsava menatap sendu Abbas.
"Sssttt... Kamu ngawur ngomongnya, kita juga baru nikah. Masa udah ngomong perpisahan, itu tidak akan terjadi. Bila nanti aku menyakiti mu dan berselingkuh, maka pada hari itu perusahaan ku akan bangkrut." Abbas menyium tangan Alsava.
Acara terus berlangsung hingga menjelang malam, karena para tamu tidak henti-hentinya berdatangan untuk memberi selamat kepada Abbas dan Alsava. Papi Mario sengaja memberitahukan publik pernikahan Abbas dan Alsava.
"Ish! tamu semakin banyak aja, Yank. Aku udah lelah banget, apalagi ini baju yang aku pakai terasa berat lama-kelamaan dan sepatu hak ini ketinggian. Membuat kakiku pegal-pegal, soalnya aku ngga biasa menggunakan ini." Bisik Alsava mengeluh.
"Sabar, ya. Yank, kalau kamu sudah lelah duduk aja atau kamu langsung ke kamar aja. Biar kita langsung bikin baby, Yank." Goda Abbas, wajah Alsava menjadi merah merona.
"Ish! kamu mesum banget sih." Alsava memukul pelan tangan Abbas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Haii readers...
mana jempol mu... ku tunggu jempolnya... 😘😘😘😘*