Terancam di D.O membuat Galang harus berhadapan dengan dosen super duper Killer yang malah membuatnya jatuh cinta!
Mampukah Galang menaklukan hati dosen killer pujaan hatinya?!
Jawabannya ada di cerita Novel ini, ikutin terus yah kelanjutan ceritanya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Ayah
Pagi itu Gadis berencana ke kampus terlebih dulu sebelum kerumah sakit. Gadis akan minta Izin mengajar hari ini. Begitu sampai di kampus, Gadis pun menemui ketua dekan dan membicarakan terkait izinnya. Setelah itu ia keluar dari ruangan dosen dan akan menuju kerumah sakit.
Saat Gadis berada di koridor kampus, ia bertemu galang yang baru saja tiba di kampus. Lalu Galang menyapanya
"Pagi bu Gadis,,," ucap Galang
"Pagi,,, maaf ya galang, saya belum sempat untuk memeriksa skripsi anda karena belum sempat. Nanti saya akan periksa setelah semua urusan saya selesai." ucap Gadis tergesa-gesa.
Kemudian Ponsel gadis berdering dan ia segera mengangkat telfonnya
"Hallo?" ucap gadis
"Iya betul, itu mobil saya sendiri pak, bapak bisa cek langsung jika bapak mau membelinya" ucap Gadis dengan berjalan menuju mobilnya.
"Mobil Gadis di jual?? untuk apa uangnya?" ucap Galang lirih. lalu Galang mengikuti Gadis sampai di parkiran
"Harga pas pak, karena saya butuh uang untuk operasi ayah saya" ucap Gadis didalam sambungan telfon. Setelah perdebatan harga yang tidak berujung, calon Pembeli itu pun mematikan sambungan telfonnya. Gadis sedikit kesal namun apa daya, dia tidak bisa menjual mobilnya dengan harga tinggi.
"Gadis" ucap Galang yang berada di belakang Gadis dan membuatnya kaget
"Galang! ngagetin aja sih!!" ucap Gadis mengusap-usap dadanya yang terkaget-kaget
"Kamu jual mobilmu??" tanya Galang
Gadis mendorong galang dan mereka masuk kedalam mobil Gadis.
"Sssttttt jangan keras-keras!!!! Iya! karena aku butuh biaya untuk operasi ayahku!" ucap Gadis
"Berapa kamu jual mobilmu?" tanya Galang terus terang
"100 juta" ucap Gadis
"Aku akan beli mobilmu, berikan nomer rekeningmu" ucap Galang
"Beneran ??? kamu serius???" tanya Gadis kaget dan matanya sudah berkaca-kaca ingin menangis
"Iya,, kirimkan rekeningmu" ucap Galang
Kemudian Gadis mengirimkan rekeningnya kepada Galang lewat pesan WA, setelah itu ia mengambil surat menyurat didalam tasnya dengan sudah meneteskan air mata bahagianya karena ada orang yang mau membeli mobilnya. Kemudian Galang mentransfer uang kepada Gadis. Ponsel Gadis berdering, notif dari Mbanking pun langsung masuk, Gadis membuka pesan itu dan dilihatnya uang masuk kerekeningnya sebesar 200 juta
"200juta?? ini....." ucap Gadis yang sudah tidak bisa membendung air matanya lagi
"Pakailah uang itu dis,, kamu lebih membutuhkan" ucap Galang
Gadis yang terlampau bahagia pun langsung memeluk Galang dan menumpahkan semua rasa yang ada di dadannya. Sementara Galang yang mendapat serangan dadakan pun kaget bukan main.
"Makasih ya lang,,, makasih karena kamu sudah mau membeli mobilku,, setidaknya aku bisa membayar operasi Ayah... Sekali lagi makasihhhh" ucap Gadis yang tangisnya sudah membanjiri kemeja Galang.
Sesaat kemudian Gadis tersadar atas apa yang ia perbuat, lalu ia melepaskan pelukannya dan merasa sangat malu
"Maaf,, "ucap Gadis jadi salah tingkah
"Gak papa dis,,," ucap Galang yang juga kikuk saat itu
"Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu, ini surat-suray mobil ini yang sekarang udah jadi milik kamu" ucap Gadis yang kemudian memberikan surat-surat mobil kepada Galang. Lalu Gadis akan keluar begitu juga Galang.
"Kamu mau kerumah sakit?? aku antar ya?" ucap Galang
Gadis terdiam sesaat lalu ia mengangguk, itung-itung menaiki mobilnya untuk terakhir kali. Lalu Galang dan Gadis menuju ke rumah sakit dan suasana dimobil pun sangat canggung. Gadis sangat malu karena berani-beraninya memeluk galang sembarangan. Sungguh benar kata orang
"Jika 2 manusia berbeda jenis tengah berduaan, maka ketiganya adalah setan yang akan menggoda. Jadi jangan berduaan yah!!!!"
****
Begitu sampai dirumah sakit, gadis bertemu dengan Adinda yang bersama Anak-anak dan suaminya di depan karena mereka membawa anak kecil jadi tidak diperbolehkan masuk. Misha pun menyapa Galang dengan antusias saat melihatnya. Lalu Gadis mengenalkan Galang kepada Adinda dan juga Denny. Setelah itu Gadis keruang administrasi untuk membayar biaya operasi ayahnya, dan Galang pun ikut bersamanya.
Begitu selesai membayar biaya administrasi, Gadis menuju keruang inap Ayahnya, disana sudah ada ibunya yang tengah duduk di kursi menunggui Ayahnya. Kemudian Gadis mengenalkan Galang kepada Ibunya.
"Bu,, ini Galang, dia mahasiswaku. Tadi Gadis nebeng pas kesini bu" ucap Gadis, namun ibu gadis nampak tidak percaya karena terlihat Galang lebih dewasa daripada Gadis.
Lalu Galang berkenalan dengan ibu Gadis dengan sopan.
"Gadis sudah melunasi biaya operasi ayah bu,, siang ini Ayah akan di operasi" ucap Gadis
Ibu gadis pun menangis pilu di pelukan putrinya, hingga tak sanggup berkata apa-apa lagi. Begitu juga Gadis yang ikut menangis saat memeluk ibunya. Galang yang melihat Gadis menangis pun ikut merasakan betapa sedihnya yang tengah di alami gadis. Ingin rasanya ia memeluk Gadis, namun itu hal yang tidak mungkin baginya.
Kemudian terdengar suara lirih memanggil nama Gadis dan itu bersumber dari ayahnya.
"Gadis,,,,," ucap Ayah
Gadis dan ibunya pun melihat kearah ayahnya dan benar Ayah Gadis membuka matanya.
"Ayah,,,, " ucap Gadis menangis pilu
"Ayah gak papa nak,,,, " ucap Ayah gadis saat mengusap pucuk kepala putrinya. Lalu pandangan ayah Gadis pun ke arah Galang dan Galang pun tersenyum kepada ayah Gadis
"Siapa dia??" tanya Ayah
"Dia,, Galang yah,, teman gadis, tadi Gadis nebeng kesini" ucap Gadis
"Dis,,, kamu sudah dewasa,, ayah ingin kamu segera menikah,, ayah takut waktu ayah tidak akan lama lagi nak,,, Ayah ingin melihat kamu menikah" ucap Ayah
"Yah,,, ayah gak usah mikirin itu dulu, yang teroenting sekarang ayah sehat dulu. Gadis pasti akan menikah" ucap Gadis.
Ayah gadis tersenyum kecil dan mengangguk. Lalu ia memejamkan matanya kembali. Sesaat kemudian dokter masuk keruangan itu dan akan membawa ayah Gadis keruang operasi. Ibu dan Gadis mengikuti keruang operasi sementara Galang harus kekantor karena sudah ada janji bertemu kliennya.
Perasaan was-was dan cemas melanda semua keluarga Gadis saat itu......
geo apa rio ya kn?
rakah.