Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebenarnya Pekerjaanku Ini Apa?
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
☘️Kamar Dave ☘️
Dave menghempaskan tubuhnya dengan kasar diatas ranjang king size miliknya dan tak lupa Raina yang membututi nya dari arah belakang.
"Tuan, apa yang anda inginkan." Tanya Raina hati-hati
"Siapkan Air panas untukku."
"Baik Tuan."
Raina berlalu dari tempatnya berdiri dan segera menuju kedalam kamar mandi, setelah dirasa airnya cukup Raina kembali untuk memberitahu Dave jika airnya telah siap digunakan.
"Tuan, Air nya sudah siap."
"Bantu aku melepaskan pakaianku."
"Apa, tidak tuan saya tidak mau." Tolaknya
"Ya sudah keluar saja dari mansionku." Ancamnya kembali
"Ada apa sih dengan Tuan Muda Sialan ini." Rutuk Raina dalam hati
Segera saja Raina berjalan kearah Dave dan membantunya untuk melepaskan satu-persatu pakaian yang Dave kenakan. Pada saat pakaian tersebut telah terlepas semuanya dan kini hanya tertinggal boxer yang Dave kenakan.
"Cepat lepaskan Boxer ku itu." Titahnya kembali
"Apaaa, aku tidak mau tuan apa anda tidak malu jika seorang wanita melihat area sensitif anda." Berontak Raina
"Bukannya kau sudah melihatnya." Tatap Dave sinis
Lagi-lagi Raina menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu menutup mata dan mencoba meraba bagian boxer Dave dan menariknya kearah bawah. Setelah boxer tersebut terlepas Raina mencoba bangkit untuk berdiri sembari dengan menutup kedua matanya dan tidak sengaja memegang dan meremas sesuatu yang nampak keras dan panjang.
"Apa ini." Batinnya
Raina membuka matanya dan menatap tangan yang telah memegang benda yang keras dan panjang tersebut.
"Aaaaah." Teriaknya dan tersontak kaget dengan apa yang dipegangnya
"Hahahaha, kenapa kau sungguh takut sekali."
"Tuan anda benar-benar mesum sekali." Maki Raina
"Yang mesum aku atau kau, kau sendiri yang memegang Juniorku." Sinis Dave dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.
"Sebenarnya pekerjaanku ini apa." Maki Raina dengan kesal
30 menit telah berlalu dan Dave kini telah keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju Walk in closet miliknya dan bergegas mengenakan piyama.
Dave berjalan kearah ranjang miliknya dan membaringkan tubuhnya dengan membungkuk.
"Cepat pijat tubuhku." Titah Dave kembali
Tanpa bantahan atau penolakan Raina segera duduk ditepi ranjang dan mulai memijat kaki Dave dengan perlahan.
"Apa kau sudah makan." Tanya Dave
"Belum tuan."
Dave segera mengambil telpon rumah yang berada diatas meja tepat berada sebelah ranjang miliknya.
"Halo Sumi, segera kemari dan bawakan makanan untukku dan Raina." Pintanya
Lalu Dave meletakkan kembali telpon tersebut.
"Tuan, anda tidak usah repot-repot saya bisa mengambilnya sendiri dibawah."
"Aku tidak menerima penolakan." Sahutnya kembali.
Raina kembali mendengus dengan kasar dan malas berdebat dengan tuannya yang sangat maha benar tersebut.
Tak lama kepala pelayan Sumi membuka pintu kamar dan membawakan nampan berisi makanan dan minuman.
"Permisi tuan muda, ini makanannya." Ujar Sumi sopan
Sontak saja Raina terkejut dan melepaskan pijatannya dari punggung Dave.
"Siapa yang suruh kau berhenti memijat, Hah?" Bentak Dave
"Tidak, Tidak ada tuan." Ucapnya gugup
"Cepat lanjutkan tugasmu dan taruhlah makanan itu dimeja samping sofa."
"Baik tuan."
Setelah Sumi meletakkan nampan tersebut segera saja Sumi bergegas untuk pamit keluar kamar.
"Tuan saya permisi."
"Cepat mandilah dan segera makan lalu ganti bajumu dengan piyama yang ada di almari." Perintah Dave
"Baik tuan."
Raina segera mengambil satu set piyama didalam almari dan membawanya kedalam kamar mandi, Dave mengambil piring yang berada diatas nampan dan segera memakannya lalu menuju ranjangnya kembali.
Setelah Raina keluar dari kamar mandi ia bergegas untuk duduk disofa dan memakan makanan yang berada diatas nampan.
"Kau ambillah selimut didalam almari dan tidurlah disofa."
"Apa saya boleh tidur dikamar saya sendiri saja tuan." Ucapnya dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"Habiskan dulu makananmu sebelum berbicara."
"Aah maaf tuan." Ujarnya sungkan
"Kau mulai hari ini tidur didalam kamarku dan disofa itu." Tunjuk tangan Dave
Lagi-lagi Raina mendengus dengan kasar akibat perintah Dave dengan seenaknya saja.
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa