NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Bersyarat

Ketika Cinta Bersyarat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: din din

follow Ig 👉 dindin_812 - Novel ini sudah hadir dalam versi cetak, lebih rapi dan tentunya enak dibaca dan dipeluk kala rindu 🤭🤭🤭

Cerita ini mengandung unsur yang bisa bikin kamu nangis, tertawa, marah, baper juga sedih, jadi sebelum baca siapkan hati jiwa dan raga🤣


Tidak mencantumkan agama ya ....

Audrey Isvara tidak menyangka jika hidupnya jungkir balik tidak menentu. Dia baru saja kehilangan Ayah dan hampir kehilangan ibu, kemudian Audrey mendatangi seorang CEO muda bernama Ravindra Mahavir. Demi menyelamatkan ibu dari ambang kematian, Audrey menawarkan diri menjadi budak seumur hidup.

Namun, siapa sangka jika ternyata dirinya langsung memiliki suami hanya dalam hitungan hari, status pelayan yang ia sandang berganti menjadi nyonya besar istri CEO. Bagaimana itu bisa terjadi?


Pict from Pinterest, editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Debat dengan Berondong

Ravin tengah menatap seorang pemuda yang duduk berhadapan dengannya, ia mengamati pemuda itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tunggu! Kakinya 'kan ketutup meja, jadi sampai tengah perut aja.

"Saya disuruh duduk sudah lebih dari setengah jam! Sebenarnya ada apa sih ini?!" protes pemuda itu yang tak lain adalah Arlan.

Arlan yang saat itu tengah mengikuti kelas, sampai dipanggil langsung oleh Dekan fakultasnya untuk menemui Ravin di ruang Dekan.

Ravin yang masih tidak terima jika Audrey berpelukan dengan pemuda yang bersidekap dihadapannya itupun, akhirnya memutuskan untuk menemui Arlan di kampus. Kedatangan Ravin sempat membuat geger satu fakultas karena ketampanannya dan tentu saja karena mobil mewah yang ia naiki. Entah apa yang ada di pikiran Ravin hingga ia mendatangi Arlan, hanya dia yang tahu.

"Kau adik sepupunya Audrey?" tanya Ravin dengan nada suara datar.

"Cih, suruh duduk setengah jam lamanya sampai kaki kesemutan cuman buat nanyain itu! Dasar pertanyaan unfaedah!" cibir Arlan yang terlampau kesal karena Ravin terus menatapnya dengan tatapan tidak senang, serta sudah menyita waktu belajarnya.

"Heh! Tinggal jawab saja! Pakai bahas unfaedah segala!" bentak Ravin seraya menggebrak meja.

Malik yang berdiri di belakang Ravin sampai terkesiap, secara impulsif ia memejamkan mata karena kerasnya Ravin memukul.

"Heh! Anda kira saya takut jika membentak saya seperti itu? Oh, tidak akan! Saya atlet taekwondo sabuk hitam, saya tidak takut pada apapun!" Arlan menyombongkan diri karena ia merasa jika Ravin juga sombong.

"Dasar kau bocah ingusan! Aku tanya sekali lagi, kau adik sepupu Audrey atau bukan! Jika tidak menjawab, jangan harap kau bisa melihat kakakmu itu lagi!" ancam Ravin dengan senyum iblisnya.

Mendengar kata tidak bisa melihat Audrey lagi membuat Arlan langsung menurunkan level amarahnya, ia mencoba menekan serendah mungkin hingga di batas nol agar tidak terlampau emosi.

"Iya, aku adik sepupunya. Kenapa?" tanya Arlan yang nada suaranya terdengar sedikit rendah.

"Hmm ... bagus! Dari tadi kayak gini 'kan enak!" Ravin terlihat bernapas lega setelah benar-benar meyakinkan jika pemuda itu adalah adik sepupu Audrey.

"Hah! Apanya bagus? Sebenarnya ada apa sih?" Arlan masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

"Heh! Bocah ingusan! Ingat ya! Lain kali jangan pernah peluk-peluk Audrey lagi! Kalau tidak aku tidak akan menjamin keselamatanmu!" ancam Ravin dengan penekanan disetiap katanya.

Arlan menyipitkan matanya, kemudian ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Ravin.

"Heh, Om! Memangnya Anda siapa? Aku mau peluk atau cium kakakku sendiri Anda bisa apa? Kalau aku juga suka sama dia Anda juga bisa apa? Yang jelas, om om kayak Anda, pasti bakal kalah pamor sama yang masih berondong kayak aku," tantang Arlan dengan senyum mengejek.

Peringatan level amarah Ravin sudah di ambang batas tertinggi, wajahnya memerah menahan amarah, dia seperti bom yang siap meledak ketika mendengar ucapan Arlan bahkan ketika pemuda itu sampai mengatakan jika ia suka dengan Audrey.

"Kamu jangan macam-macam!" Ravin menarik kerah kemeja Arlan.

Malik yang sadar jika temperamen tuannya sudah naik pun mencoba untuk menahannya.

"Tuan, ingat ini di kampus."

"Bilang kalau suka dengan Audrey lagi! Aku remas mulutmu!" Ravin terlampau geram.

"Aku memang suka dengannya," ucap Arlan enteng.

"Kalau perlu aku akan menikahinya, karena pasti tidak akan ada yang bisa membahagiakannya, melihat bagaimana orang-orang memperlakukannya," imbuh Arlan.

Pemuda ini kayaknya sama dengan Ravin, tidak berpikir rasional dan seenak jidat kalau bicara.

"Kau!!" Ravin melepas cengkeramannya dengan sedikit mendorong tubuh Arlan, hingga membuat pemuda itu hampir terjerembab.

"Kau yakin tidak akan ada yang bisa membahagiakannya?" tanya Ravin dengan senyum sinis, pemuda itu merapikan jasnya.

Arlan hanya melempar senyum penuh ejekan, tidak menganggap setiap ucapan pria yang umurnya terpaut jauh darinya.

"Kita buktikan saja nanti!"

Ravin memberi kode pada Malik untuk pergi, kemudian mereka meninggalkan Arlan begitu saja dengan pertanyaan yang terus berputar di otaknya.

Arlan mencoba mengingat siapa pria tadi? Apa hubungannya dengan Audrey? Serta di mana ia pernah melihat wajah tampan pria itu.

"Ah, masa bodoh! Pria mana lagi itu yang mencoba berpura-pura ingin membahagiakan kakakku. Cih, Hoaks!"

Bagaimana Arlan bisa percaya, terakhir kali Audrey dekat dengan seorang pemuda kakaknya itu sangat bahagia, hingga ketika keluarga Audrey jatuh hingga ke titik nol, pemuda yang mengaku mencintai kakaknya itu malah pergi ke luar negeri hingga sekarang tidak ada tanda-tanda kembali untuk menghibur saudara sepupunya itu.

Ravin yang pergi dengan perasaan kesal langsung melonggarkan dasinya begitu berada di mobil. Mulutnya tampak komat kamit mengumpat karena kesal meladeni omongan pemuda yang jelas-jelas sangat begitu muda darinya.

"Kenapa aku bisa kalah suara dengan pemuda itu? Hmm ... pemuda itu benar-benar membuatku ingin menghajarnya!"

"Tuan! Kita sekarang mau kemana?" tanya Malik yang bingung karena mood Ravin yang terlihat hancur.

"Pulang saja!" perintah Ravin.

"Baik." Malik mulai menyalakan mesin, ia memacu mobil tuannya itu meninggalkan pelataran kampus.

Sudah menjadi kebiasaan Ravin jika perasaannya buruk, ia pasti memilih untuk tidak ke kantor karena itu pasti akan mempengaruhi kinerjanya, prinsip dia adalah berhenti sebelum menghancurkan. Tapi itu tak berlaku jika ia menghadapi pesaing bisnis yang berusaha menjatuhkannya, jika seperti itu maka prinsipnya akan berubah menjadi hancurkan sebelum berhenti. Kebalikannya 'kan?

Di rumah Ravin, Audrey baru saja selesai membereskan kamar si iblis tampan, hari ini ia dilarang ke luar rumah akibat tragedi pelukan dan tuannya yang kena gampar saudara tirinya.

Gadis itu tampak menarik keluar vacuum cleaner dari kamar Ravin, ia bermaksud mengembalikan alat itu di gudang hingga dirinya berpapasan dengan dua orang pelayan yang tidak menyukainya.

"Cih ... lihat dia! Sok polos!" ejek pelayan itu.

"Iya, pura-pura nangis! Padahal bahagiakan bisa naik ranjang Tuan kita!" timpal pelayan satunya.

"Kupu malam berkedok peri," cibir pelayan itu lagi.

Mendengar cibiran serta ejekan kedua pelayan itu tentu saja membuat telinga Audrey memerah dan panas. Meski ia menjual tubuhnya karena terpaksa, tetapi ia tidak pernah sengaja merayap naik ke ranjang tuannya itu.

"Kamu bilang apa?" tanya Audrey yang langsung berbalik menghampiri kedua pelayan tadi.

"Apa? Huh, kamu berani pun pasti karena tahu bahwa tuan akan membelamu, 'kan! Dasar pela-." Belum selesai pelayan itu mengucapkan katanya, sebuah tamparan keras mendarat di sisi wajah pelayan tadi.

PLAKKK!!!!

"Beraninya kau!" pelayan yang kena tamparan Audrey tampak geram, ia langsung menyerang balik Audrey membuat gadis itu terjatuh ke lantai. Gadis pelayan itu memukuli sisi wajah Audrey secara bergantian.

*

*

*

*

*

*

Visual Arlan Argawijaya ya ... kenapa othor kasih? karena othor suka😁😁😁

1
Eny Yuniati Ningsih
Kecewa
Eny Yuniati Ningsih
Buruk
Yusria Mumba
ganteng malik,
Yusria Mumba
sabar aured
kika
susan msih 15 tahun ya? wkwk...
Qaisaa Nazarudin
Wah kangan bilang Bayi yg Ravin tolong, akan jadi mantu nya saat udah gede nanti 😃
Qaisaa Nazarudin
Waah gemessiin banget kamu sayaangg 🥰🥰😍😍💋💋
Qaisaa Nazarudin
Waahh Anaknya Kate ada temennya nih, Dua2 nya cewek,,
Anak aku nomor 2 lelaki,lahiran juga Vacum, karena udah lemah, Dan sebelum lahiran gak ada selera utk makan apa pun..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣😜😜🙈🙈🙈
Qaisaa Nazarudin
Apa kabar dgn Damar??
Qaisaa Nazarudin
Menikah hampir setahun,aktivitas ranjang berjalan lancar,kenapa Audrey belum hamil lg??
Qaisaa Nazarudin
Pantas aja kelakuan dan sikap Arlan gak kayak Kate dan ortunya,Sikap Atlan kayak Audrey dan Hana..
Qaisaa Nazarudin
Oh aku pikir omongannya Audrey yg mengatakan masih ada yg mau menikahi Kate dan menerimanya itu,ku pikir itu cuman akal bulusnya Audrey,Tp nyata nya bukan omong kosong,Wah keren Audrey 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Audrey bisa minta tolong ke Ravin utk mengambil Surya kerja di perusahaanya,Eh Aidrey juga bisa kok,kan dia direktur nya 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😁
Qaisaa Nazarudin
Betul2 cerdik nih Audrey…👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Kalo dipujuk mah dia akan monolaknku mentah2 Kate, Kalo di ancam dia pasti akan menurut karena gak punya alesan lg..
Qaisaa Nazarudin
Sememangnya berselingkuh itu tdk bagus, KARMA nya akan berlaku pd diri kita sendiri yg menanggungnya, Menyesal juga udah gak berguna lagi,,jadi gunakan OTAK sebelum MELAKUKAN sesuatu..
Qaisaa Nazarudin
Gila udah punya istri tapi berselingkuh, mmg pantas kamu mati, hidup juga gak berguna, cuman tau melukai dan mengjianati istri jya doang, Harusnya dua2 mati dgn jalangnya sekalian..
Qaisaa Nazarudin
Bagus,itu lebih dr harus membawanya pulang kerumah,hanya utk berjaga2 saja kan..
Qaisaa Nazarudin
Pulang aja,mama kamu juga udah kenak tangkap tuh,Jgn di bawa pulang kerumah deh Aidrey,takutnya saat udah ditolong akan menggigit balik, mending tolong carikan siapa yg menghamili nya aja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!