Tiba-tiba aku terbangun dan masuk ke dalam Novel yang pernah aku baca.
Sungguh mengejutkan !
Karna aku saat itu sedang pergi bekerja tapi tertabrak mobil yang ugal-ugalan.
Bagaimana hidup ku kedepannya?
Aku di sini menjadi pemeran figuran yang akan mati demi pemeran utama wanita.
Demi apa????aku harus nerima kematian demi sahabat yang bakal nusuk aku dari belakang????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iin dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Selesai makan Es krim kami pergi untuk berkeliling menikmati sore hari.
Aku senang melihat orang-orang yang sedang bercanda ria.
Tiba-tiba aku kaget dengan hal yang ku lihat..
Sebuah gang kecil yang tampak kumuh.
Aku melihat banyak orang yang meringkuk di gang itu..
Pakaian yang lusuh...
Penampilan yang mirip seorang pengemis...
Aku melangkahkan kaki ku mendekati gang itu...
'' Nona...jangan kesana'' kata Lili yang langsung menahan ku
'' Kenapa?'' tanya ku
''Itu berbahaya...mereka adalah rakyat dari negara yang di ambil negara kita. Nanti Nona bisa di serang oleh mereka karna penampilan Nona'' jelas Lili
'' Bukan kah itu artinya mereka sudah menjadi rakyat kita? kenapa mereka tinggal di tempat seperti ini?'' tanya ku
'' Saya kurang tau..yang saya dengar mereka di kucilkan sehingga sulit untuk mencari makan'' kata Lili
'' Tapi ini terlalu sakit untuk di lihat...aku kasihan pada mereka...'' kata ku sambil melihat orang-orang yang meringkuk di gang itu
'' Ayolah Nona...saya tidak mau Nona terluka.'' kata Lili yang langsung menarik tangan ku
Namun saat kamu melangkah terasa rok ku di tarik...
Aku pun menoleh...
'' Kasihanilah saya.....'' kata anak kecil sekitar lima tahun umurnya
aku berhenti dan jongkok di depan anak itu..
'' Siapa nama mu?'' tanya ku pelan agar dia tidak takut
'' Aku Marco...'' jawab nya pelan
'' Dimana orang tua mu?'' tanya ku lagi
'' Mereka sudah meninggal'' jawab Marco sambil menunduk
Hati ku tersentuh mendengar perkataannya...
'' Apa kamu lapar?'' tanya ku
Marco hanya menganggukkan kepalanya...
'' Apa ada saudara mu yang lain?'' tanya ku
Marco menggelengkan kepala...
'' Baiklah...apa kamu mau ikut dengan ku?'' tanya ku
'' Apa Nona orang baik?'' tanya Marco dengan wajah polosnya
'' Begini saja...apa Marco mau menjadi adik ku? karna aku tak memiliki adik di rumah...'' kata ku dengan wajah tersenyum
'' Benarkah? Tapi aku kotor....'' kata Marco
'' Tidak apa-apa....nanti kamu bisa mandi dan memakai baju yang bersih di rumah ku'' kata ku meyakinkan
'' Nona...kita tidak ijin dulu sama Tuan?'' tanya Lili yang tampak khawatir
'' Lili...kita semua sama di mata Tuhan. Dia juga manusia sama seperti kita.'' Jelas ku
'' Baiklah...'' kata Lili mengalah
'' Jadi Marco....apa kamu mau tinggal bersama ku?'' tanya ku lagi
'' ehm'' jawab Marco dengan menganggukkan kepalanya
'' Oke...kalau begitu panggil aku kakak'' kata ku
'' Kakak...'' kata Marco dengan senyum lebarnya
'' Bagus...ayo kita pulang sekarang'' kata ku yang langsung menggendong Marco
'' Nona..biar saya yang menggendong nya'' kata Lili
'' Gak papa Lili...ayo kita ke kereta langsung'' kata ku
Kami berjalan menuju kereta yang terparkir di dekat toko es krim.
Aku tak menghiraukan mata yang menatap ku...
'' Lili...kamu kita pergi dulu ke toko pakaian anak kecil..'' kata ku
'' Baik Nona'' jawab Lili
Kami pun menaiki kereta dan menuju Toko pakaian anak.
'' Kamu saja yang turun,aku akan di sini bersama Marco. Kamu beli beberapa stel aja dulu,,lalu kamu beli cemilan di samping toko itu.'' kata ku
'' Baik Nona'' kata Lili
Lili turun dan masuk ke dalam toko pakaian..tak lama dia keluar dan membeli beberapa kue di toko sebelahnya.
'' Ini Nona...'' kata Lili saat sudah di dalam kereta
'' Makasih Lili...'' kata ku
Lili tersenyum....
'' Marco...makan ini dulu ya...nanti kalau udah di rumah baru kita makan nasi.'' kata ku
'' Ehm'' kata Marco mengangguk
Tangan kecil Marco meraih kue di tangan ku..
'' Tunggu. Biar kakak saja yang suapin.'' kata ku
Ku lihat tangan Marco yang kotor membuat ku tak tega...
Lalu ku suapi Marco selama di perjalanan pulang..
Lili hanya menatap kami dengan tersenyum di wajah nya...
~~Sesampainya di mansion ku....
Marco yang tetap di gendongan ku membuat semua mata pelayan menatap ke arah ku...
Robert yang tak sengaja bertemu dengan ku pun langsung menghampiri ku...
'' Nona...siapa dia?'' tanya Robert
'' Nanti saja aku jelaskan...sekarang aku mau memandikannya. ohya,tolong bawakan pakaian yang di kirim oleh toko pakaian ke kamar ku ya...'' kata ku
'' Baik Nona'' jawab Robert dengan penuh tanya di wajah nya
Aku membawa Marco ke kamar ku..
Ku minta Lili menyiapkan air hangat untuk Marco mandi.
Marco hanya diam menatap wajah ku.
Ku mandikan Marco dengan tangan ku sendiri...
Walaupun Lili mengomeli ku tapi aku tak menggubrisnya.
Aku paham...pasti Marco merasa asing jika orang selain aku yang di dekatnya.
Aku tak mau membuat Marco ketakutan.
Ku isi bak mandi dengan penuh busa ....
Ku shampo rambut Marco...ku gosok dengan lembut tubuhnya.
Warna bak air pun berubah menjadi coklat karna kotoran di kulit Marco.
Ku ganti berulang-ulang air di Bak...
Ku sabun lagi..gosok lagi...shampo lagi....
Gigi nya yang masih mungil ku gosok perlahan dengan kain halus...aku takut jika ada yang terluka di dalam mulutnya.
Marco terus menatap ku tanpa ada satu kata pun keluar.
Dia dengan tenang menerima perawatan ku...
Dan setelah satu jam aku membersihkannya,akhirnya tampak lah warna kulit putih asli Marco.
'' Ya ampun....ternyata kamu ganteng sekali Marco...'' kata ku saat mengeringkannya dengan handuk
Marco hanya tersenyum dengan memperlihatkan giginya yang mungil.
'' Lili...apa bajunya sudah datang?'' tanya ku
'' Sudah Nona...'' kata Lili
'' Oke Marco...sekarang kita pakai baju ya..Hem...wangi sekali adik ku ini...'' kata ku sambil menggendongnya
'' Geli...'' kata Marco saat aku mencium ketiaknya
'' hahhaha'' kami pun tertawa bersama
Ku pakaikan baju Marco....Rambut Marco yang panjangnya sebahu ku sisir dan ku ikat agar tidak terlihat seperti cewek jika di urai.
'' Sepertinya kita harus memotong rambut mu...Hem...itu nanti saja. Sekarang kita makan dulu..oke'' kata ku
'' Oke..'' jawab Marco
'' Aahhhh aku jadi gemes sama kamu...'' kata ku sambil mencubit pelan pipi Marco
'' Kakak....'' kata Marco sambil memegang pipinya
'' kamu malu ya...hehehehe'' ledek ku
'' Ehm....sekarang gantian kakak yang mandi ya...setelah itu kita makan malam bersama ayah. Apa Marco bisa tunggu kakak sebentar?'' kata ku
'' Iya kak..'' kata Marco
'' Baiklah....duduk dulu di kasur ini ya...ada kak Lili yang akan menjaga mu'' kata ku
''Ehm'' jawab Marco sambil mengangguk
'' anak pinter....'' kata ku
Aku pun pergi mandi meninggalkan Marco yang duduk di atas kasur.
Lili menemani Marco sambil membereskan kamar ku.
Tak lama aku pun selesai mandi dan berpakaian..
Ku lihat Marco tertidur meringkuk di kasur....
Ku dekati Marco...
'' Marco...kita makan dulu yuk..setelah itu baru tidur lagi...'' bisik ku sambil membelai pipi Marco
Btw, ceritanya kakak menarik banget meskipun aku cuma baca garis besarnya aja, keren kakaaak☺️