NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:299
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Tiga Tahun Kemudian

Ada dua Pemuda yang sedang ngobrol santai di ruangan Direktur Perusahaan AR Grup

"Bang! apa Abang yakin tidak ingin muncul sama sekali ke publik, biar semua orang tau kalau pemimpin Perusahaan AR Grup yang sebenarnya adalah Abang." ucap Dimas.

"Belum waktunya aku muncul Dim! oh iya Abang berencana besok pagi mau pulang ke kota kelahiran dulu, kamu harus urus semua yang ada di sini kalau ada yang urgent cepat menghubungi Abang." sahut Ardan.

"Baiklah! itu sudah pasti Bang." ucap Dimas.

Ya selama Tiga Tahun ini Ardan merantau kini sudah berhasil dengan usahanya sendiri dengan mendirikan Perusahaan sendiri yang di beri nama AR Grup.

Tapi tak seorang pun yang tau kalau Perusahaan itu adalah miliknya, karena yang muncul ke publik dan mengurus semuanya adalah orang kepercayaannya saja yaitu Dimas, sedangkan Ardan hanya bekerja di balik layar saja.

Mengenai Dimas orang yang di jadikan kepercayaan oleh Ardan untuk memimpin Perusahaannya, karena Ardan pernah membantu Dimas kira-kira dua tahun lalu.

Flashback On

Dua Tahun Lalu Di Rumah Sakit

"Sebenernya pasien ini siapa nya kamu Ar?" tanya Dokter.

"Ya saya sendiri tidak mengenalnya Dok." jawab Ardan.

"Lukanya begitu parah!! tapi beruntungnya dia memiliki kekebalan tubuhnya yang sangat bagus, kalau tidak pasti dia sudah tiada sekarang Ar." ucap Dokter.

"Jadi gimana dengan keadaannya, apa dia sudah sadar apa belum yah Dok?" tanya Ardan.

"Alhamdulillah sudah sadar! kamu bisa melihatnya sendiri." jawab Dokter.

"Baiklah Dok!! saya permisi dulu untuk melihatnya." pamit Ardan.

Ardan pun keluar dari ruangan Dokter dan langsung melangkah menuju ke ruangan Pasien yang sudah telah dia tolong dari insiden pengeroyokan dua hari yang lalu.

Ceklek

"Alhamdulillah!! ternyata benar kamu akhirnya sudah sadar juga." ucap Ardan sambil melangkah masuk ke ruang rawat.

"Apa Abang yang sudah menolong saya?" tanya seorang yang telah di tolong Ardan.

"Iya benar!! tapi saya juga minta maaf belum kasih kabar ke Keluarga kamu, karena saya juga tidak tau harus bagaimana cara menghubunginya." ucap Ardan.

"Terimakasih banyak Bang karena sudah menolong saya, kalau soal Keluarga saya rasa tidak perlu deh Bang untuk memberi kabar, justru yang menyebabkan saya jadi seperti ini adakah Keluarga saya sendiri." sahut seorang tersebut.

"Maksud kamu itu gimana yah! kalau tidak keberatan kamu bisa cerita, oh iya nama saya Ardan kalau nama kamu siapa." ucap Ardan.

"Nama saya Dimas Bang! ini bermula ketika saya di tunjuk untuk meneruskan serta memimpin Perusahaan kedua orangtua saya oleh Pengacara kepercayaan Ayah, karena kedua orangtua saya sudah meninggal dan mewarisi Perusahaan untuk saya, tapi baru saja saya memimpin Perusahaan selama setengah tahun lebih, tapi tiba-tiba Adik dari Ayah saya menginginkan Perusahaan tersebut, sampai akhirnya saya di jebak untuk menandatangani surat pengalihan Perusahaan." cerita Dimas dengan emosi.

"Sudah kamu harus tenang dan jangan pikirkan hal lainnya dulu, kamu harus fokus pada masa pemulihan kamu dulu." ucap Ardan.

"Baiklah Bang." sahut Dimas.

Selama satu minggu ini Ardan selalu menyempatkan diri untuk datang ke Rumah Sakit, hanya sekedar untuk melihat keadaan Dimas yang hari demi hari keadaannya sudah berangsur-angsur membaik dan hari ini juga sudah di perbolehkan untuk pulang.

"Dim!! jadi kemana nih Abang harus mengantar kamu pulang, apa Abang harus antar ke Rumah kamu?" tanya Ardan.

"Tidak usah deh Bang!! percuma juga saya pulang kesana, kan semuanya sudah di kuasai Pamanku yang bajingan itu, hmm jadi boleh yah kalau saya ikut dengan Abang saja." jawab Dimas.

"Hmm Baiklah." sahut Ardan.

.

.

Di Perjalanan

"Oh iya Dim!! kalau Abang tidak salah ingat, kamu sempat memimpin Perusahaan kan?" tanya Ardan.

"Iya benar!! memang kenapa Bang?" tanya Dimas balik.

"Kebetulan sekali kamu bisa kan membantu Abang, untuk memimpin Perusahaan yang akan Abang dirikan nanti." pinta Ardan.

"Hah!! maksudnya Abang itu gimana?" tanya Dimas.

"Jadi begini Dim! Abang akan mendirikan Perusahaan, tapi Abang ingin kamu yang menjadi Direktur nya kalau Abang bekerja di balik layar saja." jawab Ardan.

"Eh tidak Bang saya tidak mau!! lagian saya tidak pantas untuk mendapatkan itu, gimana Abang begitu percaya pada saya seperti ini?" tolak Dimas.

"Ya karena kamu itu orang yang baik Dim!! apalagi kamu juga sama dengan Abang yang sangat membenci dengan yang namanya penghianatan, jadi Abang sudah putuskan untuk memilih kamu untuk memimpinnya, apa kamu mau Dim?" ucap Ardan seraya bertanya.

"Huft. baiklah Bang! saya akan menerima kepercayaan yang Abang berikan pada saya dan saya berjanji tidak akan mengecewakan kepercayaan yang Abang berikan." jawab Dimas.

"Bagus!! satu minggu lagi dari sekarang, kamu sudah bisa langsung memimpin Perusahaan." ucap Ardan.

"Baiklah Bang." sahut Dimas.

Flashback Off

Kini Ardan dan Dimas sedang di antar oleh supirnya sedang dalam perjalanan menuju pulang, tapi di depan Alfamart Ardan meminta ke supir untuk menghentikan mobilnya sebentar karena ingin membeli sesuatu.

"Ya udah Abang turun yah, kamu pulang duluan saja tidak usah menunggu Abang." ucap Ardan.

"Terus nanti Abang pulangnya gimana, kita tungguin Abang saja di sini." sahut Dimas.

"Tidak perlu Dim!! kalau masalah pulang mah gampang itu." ucap Ardan.

"Hmm baiklah Bang." sahut Dimas.

Ardan pun masuk ke Alfamart setelah keluar dari mobil dan mobil itu pun pergi meninggalkan sendiri di depan Alfamart.

Setelah yang di inginkan olehnya sudah di tangan Ardan pun keluar dari alfamart tersebut dan memutuskan untuk duduk di pinggir jalan di depannya ada Masjid, Ardan pun sambil menikmati makanan ringan dan minuman yang baru dia beli itu.

ardan yang teringat belum Shalat Isya pun masuk ke dalam Masjid, setelah menghabiskan makanan dan minuman untuk melaksanakan Sholat Isya di Masjid.

Ardan yang baru saja menyelesaikan Sholat Isya di Masjid dan ketika ingin keluar dari Masjid tiba-tiba mendengar suara Perempuan sedang mengaji dengan suara yang sangat merdu Ardan pun memilih untuk diam sambil mendengarkan suara Perempuan yang sedang mengaji itu.

"Subhanallah!! merdu banget suaranya, baru pertama ini mendengar suara yang membuat hati ini bergetar." batin Ardan.

Akhirnya Ardan pun keluar dari Masjid tersebut untuk menunggu Perempuan menyelesaikan mengaji dan keluar dari Masjid karena Ardan berniat ingin berkenalan dengan Perempuan tersebut.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Perempuan Berhijab pun keluar dari Masjid, di saat ingin menghampiri karena ingin berkenalan tiba-tiba ada tiga motor yang mengepung Perempuan Berhijab tersebut.

Tapi Perempuan Berhijab yang di kepung itu tanpa menunjukan rasa takut sama sekali malahan terlihat sangat tenang, Ardan yang berada di seberang jalan hanya tersenyum.

"Sungguh sangat menarik sekali." batin Ardan.

"Kalian siapa dan kenapa mengganggu perjalanan pulang ku?" tanya Perempuan Berhijab.

"Kami di sini hanya menjalankan tugas, untuk mengambil nyawamu." jawab salah satu orang yang mengepung itu.

"Siapa yang sudah menyuruh kalian....

Bersambung

~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!