NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11 Kerja

Meski lelah, Lylac merasa punya tanggung jawab. Dia masih berangkat kerja malamnya. Tentu dia tidak mau membuang kesempatan dapat uang meskipun tadi pagi dirinya pingsan.

Malam ini minimarket tidak begitu ramai. Barang datang juga tidak ada. Sebuah nikmat dan keberuntungan intinya bisa bersantai saat keadaan tubuhnya baru saja pulih.

"Selamat datang di ...." Seperti biasa, Lylac menyapa secara khas saat ada pembeli masuk minimarket. Saat itu ia sedang menata barang di ujung. Jadi hanya tahu ada yang masuk dengan bunyi otomatis yang sudah dirancang.

Setelah selesai, dia kembali ke meja kasir.

"Kamu lumayan kuat ya," tegur Evan.

Lylac mendongak. Dia tidak tahu tadi siapa di depannya sebelum suara itu menegurnya.

"Padahal tadi pagi dihukum berdiri terus pingsan, malamnya masih kerja," lanjut Evan.

Lylac diam. Hanya senyuman tipis yang terlukis di bibirnya. Enggan.

Evan meletakkan sekaleng kopi hitam dan sebungkus roti ke atas meja konter. Sepasang mata elangnya menatap Lylac dengan pandangan menilai yang sulit dibaca.

Ada sedikit riak heran di sana, mendapati cewek yang tadi siang digendongnya dalam keadaan lemas tak berdaya, kini sudah berdiri tegak di balik seragam kasir minimarket 24 jam.

Mika yang awalnya sedang duduk santai di atas mesin EDC langsung meloncat turun. Hantu perempuan itu histeris, menangkup kedua pipinya dengan wajah super heboh.

"Demi apa, Lylac?! Dia ke sini lagi?! Ini mah namanya jodoh kuadrat! Kamu sakit-sakit gini tetep kelihatan mempesona ya di mata dia?!"

Lylac mengabaikan pekikan melengking Mika yang membuat telinganya berdenging. Dia juga tidak berniat membalas ucapan Evan dengan pembelaan atau keluhan tentang tuntutan hidupnya yang butuh uang. Bagi Lylac, lelah atau tidak, tanggung jawab tetaplah tanggung jawab.

Lylac diam. Hanya senyuman tipis—sangat tipis, nyatanya itu adalah senyum formalitas kasir yang biasa dia berikan pada pelanggan—yang terlukis di bibirnya.

Tangannya bergerak tangkas mengambil kaleng kopi milik Evan, lalu mendekatkannya ke mesin pemindai.

Pip.

"Kopi hitam dan rotinya saja?" tanya Lylac flat, suaranya kembali profesional, seolah-olah obrolan informal Evan tadi tidak pernah terjadi.

"Apa yang kamu suka? Bisa rekom?"

Lylac diam sejenak. "Ini ada promo minimarket. Kamu bisa beli 2 gratis satu." Lylac menunjukkan mini poster di dekat komputer kasirnya.

"Kesukaanmu?" tanya Evan seraya melirik ke arah mini pamflet yang ditegakkan.

Lylac diam lagi. Otaknya tengah menelaah kalimat Evan. "Ini promo outlet. Bukan kepentingan pribadi."

"Sebaiknya sesuatu yang kamu suka. Jadi kamu bisa merekomendasikan dengan lebih detail."

Lylac menatap lurus pada cowok ini. "Aku tidak suka makanan disini jika sedang lapar. Aku merekomendasikan karena melihat situasi pembeli," jawab Lylac. meski ada dongkol dikit, tapi ia profesional.

Bibir Evan tersenyum. Sungguh diluar dugaan. Lylac agak terkejut.

Evan menurunkan sedikit pandangannya, menatap botol air mineral dingin yang tadi sempat ditaruh Lylac di dekat mesin kasir sebelum giliran cowok itu tiba. Senyum tipisnya masih bertahan di sudut bibir, membuat kesan angkuh yang biasa melekat pada dirinya entah mengapa sedikit mengikis malam ini.

"Situasi pembeli?" ulang Evan, nadanya terdengar tertarik. Dia melipat tangan di dada, bersandar santai pada konter kayu. "Memangnya situasiku sekarang kelihatan seperti apa di matamu?"

Mika yang melayang di antara mereka langsung histeris lagi. Hantu itu menutup mulutnya, matanya berputar panik. "Aduh, aduh! Ditanya balik dong! Lylac, bilang dia kelihatan kayak cowok kesepian yang butuh kehangatan! Buruan!"

Lylac menarik napas pendek melalui hidung, menahan diri agar matanya tidak melirik ke arah Mika yang mulai bertingkah ajaib di udara. Dia menatap kaleng kopi hitam di hadapannya, lalu kembali menatap lurus ke sepasang mata elang Evan.

"Cowok yang sedang lelah. Mengantuk juga. Sepertinya butuh kafein tinggi untuk bertahan melek, tapi malas mengunyah sesuatu yang berat," jawab Lylac lancar, suaranya sedatar mesin kasir. Dia sedikit sungguh-sungguh menganalisis tapi asbun juga. Malas.

Senyum Evan kali ini melebar sedikit lebih jelas. Bukan senyum mengejek seperti yang biasa ditunjukkan anak-anak basket, melainkan senyum tipis yang tulus karena merasa geli sekaligus takjub dengan jawaban super lempeng dan kelewat jujur dari cewek di depannya.

"Aku memang lelah sih, tapi tidak sedang malas mengunyah yang berat. Hanya saja disini tidak menjual makanan berat." Mata Evan melihat ke sekitar sebentar. "Sama seperti kamu. Aku kalau lapar suka makanan berat. Makanan disini tidak bisa mengenyangkan." Evan sepertinya puas bisa menyamakan kesukaan dengan Lylac.

Itu hal aneh.

Lylac bergeming di tempatnya. Kalimat terakhir Evan barusan terdengar begitu janggal di telinganya.

Dia lagi gabut, batin Lylac.

Mika yang melayang di dekat bahu Evan langsung memegangi dadanya, berpura-pura pingsan di udara. "Aduh, aduh... hatiku! Lylac, denger gak? Dia bilang 'sama seperti kamu'! Dia sengaja banget cari kesamaan biar kalian kelihatan serasi! Modus cowok banget ini mah!"

Lylac mengerjapkan mata sekali, menyaring suara heboh Mika dari kepalanya. Alih-alih merasa tersanjung atau salah tingkah, otak pragmatis Lylac justru memproses hal ini sebagai sesuatu yang aneh. Kenapa kapten tim basket sekolah ini repot-repot memperpanjang obrolan dengannya di kasir minimarket?

"Di ujung jalan sana ada warung nasi padang yang buka sampai subuh," sahut Lylac. Suaranya tetap datar tanpa riak emosi. "Porsinya banyak dan mengenyangkan. Kalau kamu masih lapar."

Evan melihat keluar toko sebentar.

Tangannya kembali bergerak lincah menekan beberapa tombol di layar monitor untuk menotal belanjaan. "Totalnya jadi dua puluh dua ribu rupiah. Mau bayar pakai tunai atau dompet digital?"

Di sampingnya, Mika mendengus kecewa sambil merosot jatuh ke lantai minimarket. "Yaaaaah, Lylac... kaku banget sih kayak kanebo kering! Orang diajak kenalan santai malah ditanyain metode pembayaran!"

"Tunai." Evan mengeluarkan dompet. Mengambil uang dua puluhan dan lima ribu.

"Kalau ada, uang pas aja," kata Lylac yang tahu ada uang dua ribu di dalam dompet Evan.

Evan mendengus lucu. Namun ia mencarikan uang pas. Dia sebenarnya tahu tadi, hanya ingin lebih panjang durasinya di depan cewek ini jadi ia menyerahkan uang tidak pas.

Lylac menerima uang itu sambil mengangguk tipis.

"Pulang pagi?" tanya Evan.

"Tidak," sahut Lylac singkat.

"Minimarket ini kan dua puluh empat jam?"

"Aku bukan karyawan, hanya pekerja paruh waktu." Masih dengan nada yang sama.

Evan mengangguk paham.

"Aku datang, Ly!" seru seorang cowok yang baru masuk.

"Ya," sahut lylac sambil mendongak dan tersenyum. "Ini struknya. Ini belanjaannya. Terima kasih sudah berbelanja," ucap Lylac memakai mode profesional.

"Oke," sahut Evan. Dia sempat melirik sekilas ke arah cowok yang baru masuk, yang tampaknya adalah sif pengganti Lylac. Setelahnya ia berbalik dan melangkah lebar menuju pintu keluar.

1
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!