Adinda Meryana bisa di panggil Dinda, dia gadis yang cantik, manja, dan memiliki sifat yang baik dan ramah tapi ia tidak mudah di tindas dan sangat berani. Adinda berusia 22 tahun. Dinda terpaksa menerima perjodohan dengan Aditya Putra, laki-laki yang berusia 28, yang bersifat sangat Dingin dan Arogan. Dan karna sifat Adinda.. Adinda berhasil membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
Aditya berpropesi sebagai chef di Restaurant miliknya dan juga Adinda yang menjadi Asistennya dan tidak mengetahui bahwa suaminya pemilik Restauran tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade mariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 11
Tanpa di ketahui oleh istrinya dan semua orang Aditya memiliki kekayaan yang sangat luar bisa. Bukan hanya menjadi seorang chef ia juga seorang milliader yang memiliki beberapa cabang Restaurat mewah berbintang dimana mana bahkan sampai keluar negri, dan selain Resto ia juga memiliki beberapa bisnis. Tapi Aditya sangat menutupi identitasnya, hanya orang orang tertentu dan orang kepercayaannya saja yang mengetahui seorang Aditya Putra orang terkaya nomor satu di Asia dan pemilik restaurant restaurant terkenal.
Dan setelah menempuh waktu cukup lama karna jarak rumahnya dan mamahnya lumayan jauh, kini mereka telah sampai di kediaman Aditya. Adinda langsung turun dan mengambil kopernya.
"Kamu masuk saja ada pelayan yang akan membantumu, saya ada urusan." Kata Aditya setelah Adinda turun dari mobilnya, tanpa memperdulikan dan mendengar jawaban Adinda. Aditya berlalu pergi melajukan mobilnya Adinda hanya diam menatap kepergian Aditya.
"DASAR NYEBELINN.. Pergi sanah yang jauh.. gue gak butuh suami dingin kaya loe." Teriak Adinda kesal menatap mobil Aditya yang sudah agak jauh dari pandangannya.
"Permisi nyonya" Ucap seseorang memanggil Adinda yang sedang mematung menatap kepergian suaminya.
"Ehh iya.. kenapa!!" Jawab Adinda dengan terkejut karna tiba tiba ada seseorang yg memanggilnya.
"Maaf mengagetka nyonya, Saya ketua pelayan disini dan akan membantu nyonya sesuai perintah tuan. Mari silahkan nyonya saya antar ke kamar" Lanjut pelayan itu ramah sambil mengambil alih koper yang Adinda pegang, Adinda hanya menganggukan kepalanya ia menurut saja dan mengikuti langkah pelayan itu untuk memasuki rumah besar dan mewah itu.
"Waww.. rumahnya mewah.. Sekaya apa sih si pria dingin es balok itu!!, tapi sayangnya sepi banget di sini, gue pasti akan bosan tinggal disini.. apalagi gue harus ketemu sama si manusia dingin itu." Guman Adinda dalam hatinya sambil melirik lirik isi rumah mewah Aditya yang dipenuhi barang barang mewah mahal tapi sangat sepi seperti tidak ada penghuninya.
Sebenarnya Aditya sudah memberi tahu para pelayan bahwa ia akan tinggal di rumahnya bersama istrinya, Aditya juga sudah memberi tahukan tugas tugas baru para pelayan kepada ketua pelayan, jadi Aditya tampa harus memperkenalkan istrinya atau memerintahkan kembali mereka sudah tau dan paham akan tugasnya sebagai pelayan.
.
.
.
Sementara itu di lain sisi Aditya pergi menuju ke Restaurant miliknya yang berada tak jauh dari rumahnya. Dan setelah sampai Aditya nampak terburu buru karna sudah terlambat ia langsung mengganti pakainnya dan melaksanakan perannya, ia menjadi Chef di salah satu Restaurant miliknya. Aditya sengaja melakukan itu ia ingin melihat orang orang yang tulus bekerja kepadanya atau orang orang yang licik tidak jujur dan hanya ingin menghancurkannya.
"Hay Mas Adit.. baru nyampe nih" sapa Raya salah satu teman Aditya yg bekerja di Restorannya.
"Iya." jawab dingin Aditya lalu memulai pekerjaannya.
"Tumben kesiangan." Kata Raya yang memperhatika Aditya lalu mendekatinya.
"Ada urusan, jadi saya kesiangan."
Raya sangat menyukai Aditya dari pertama kali ia bekerja disana. karna ketampanan Aditya ia sangat tergila gila kepadanya, Raya tidak akan diam kalo ada seseorang yang ingin mendekati Aditya ia sangat berani menindas orang orang yang menyukai Aditya.
"Ada yang bisa aku bantu gak dit..!" Ucap manja Raya mendekati Aditya.
"Gak usah. Kamu kerjain saja pekerjaanmu." jawab Aditya, ia sangat risih setiap hari Raya selalu mendekatinya mencari perhatiannya.
"Ohh yaudah kalo kamu butuh apa apa hubungi aku yah" Lanjut Raya sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Yah." Jawab singkat Aditya. Lalu Raya pun kembali melakukan aktivitasnya melakukan pekerjaannya.
Meskipun Aditya sudah menonak nya tapi Raya malah semakin bersemangat mendekati Aditya. Beberapa kali Raya menyatakan perasaan cintanya kepada Aditya tapi Aditya sama sekali tidak pernah membalas perasaan Raya.
Lalu Aditya kembali pokus melakukan pekerjaannya sebagai chef, ia mulai memasak membuat menu istimewa untuk para pelanggan Restaurantnya. Setiap hari banyak sekali pengunjung Restaurant yang ingin dibuatkan menu menu yang khusus dibuat oleh Aditya.