NovelToon NovelToon
Pernikahan Sandiwara

Pernikahan Sandiwara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Me Akikaze

Tidak ada pilihan, itulah yang sedang dirasakan dan dialami oleh Ganis, gadis berambut panjang, bermata indah dengan bulu mata yang lentik itu. setahun yang lalu, dia ditolong oleh Anaya,Anaya yang datang sebagai malaikat telah membantunya membiayai pengobatan Ibunya. setelahnya, Ganis bekerja untuk Anaya sebagai sekertarisnya. Kemanapun Anaya, dipastikan Ganis berada di sisinya.Hingga Anaya memiliki kekasih, Bagi Ganis. Anaya dan kekasihnya yang bernama Saga adalah pasangan yang sempurna. Ganis turut berbahagia saat Anaya dilamar oleh Saga. Namun menjelang hari pernikahan itu tiba, Anaya memberikan pilihan pada Ganis, antara Ganis harus membayar biaya pengobatan Ibunya yang mencapai ratusan juta dalam tempo satu minggu, atau menikah dengan Saga kekasihnya?

lalu, apa yang akan dilakukan Ganis? sementara dia tidak tahu mengapa Anaya melakukannya. Bagaimana kelanjutan kisah Ganis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Akikaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepuluh : Malam Pertama

Kamar pengantin tak luput dari paket dekorasi, bunga mawar putih dan merah menghiasi kamar tersebut. Nampak sangat indah, Ganis memperhatikan seisi kamar tersebut. Seharusnya malam pertama sepasang pengantin  diisi

dengan kebahagiaan, namun sayang, ini hanya semu. Ganis melepaskan aksesoris yang menempel di badannya, dan mengganti kebayanya dengan pakaian rumah. Kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dari shower, terasa sangat menyegarkan tubuhnya setelah seharian beraktifitas.

            Saga membuka pintu kamar pengantin, dilihatnya kosong, hanya ada aksesoris dan kebaya yang ada di atas ranjang belum dirapikan, terdengar percikan air dari dalam kamar mandi. Saga menduga jika Ganis sedang mandi. Saga melonggarkan dasi yang masih menempel di kemeja putihnya seharian, lalu melepasnya dan meletakkan sembarangan di atas kebaya Ganis. Kemudian dia melepaskan kemejanya, terlihatlah dadanya yang bidang itu. Kamar pengantin yang dihias adalah kamar Saga, karena dari awal rencana bukan ini yang dia inginkan, Anaya lah yang dia harapkan malam ini berada di sini.

            Ganis keluar kamar mandi lengkap dengan baju handuknya dan handuk yang membungkus kepalanya. Betapa terkejutnya dia melihat sosok laki-laki berada di kamar tersebut. Ganis menyilangkan kedua tangannya di dada sambil memekik kaget. Saga menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya gadis itu dengan wajah ketakutan. Saga tidak peduli, selebihnya dia membuang pandangannya dan beranjak menuju lemari bajunya mengambil beberapa pakaian dan handuk.

“Maaf Pak…eh Tuan Muda saya mandi di sini, Nyonya Rima menyuruh saya ke sini” Ganis menjelaskan, Saga hanya terdiam lalu keluar kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ganis menghela nafas lega saat melihat Saga keluar dari kamar itu. Kemudian dia mengunci pintu kamar untuk berganti baju, khawatir jika tiba-tiba Saga masuk kamar tersebut. Kemudian dia merapikan kebaya dan juga kemeja Saga yang berada di atas ranjang.

“Aku tidur di mana? Ini kan kamar Tuan muda Saga, tidak enak rasanya jika aku mengusirnya dan menempati kamar ini” bisik Ganis pada dirinya. Kamar luas nan megah itu terasa sangat nyaman dengan segala fasilitas dan penataannya. Ranjang yang lebar dengan jendela menghadap ke taman samping rumah, kaca jendela yang lebar dengan balkon di depannya. Bau ruangan ini juga sangat wangi, beberapa koleksi parfum menghiasi meja rias. Ganis tidak berani menyentuh, pasti itu barang-barang mahal kepunyaan Saga.

Ganis segera mengambil baju tersebut dan keluar dari kamar menuju tempat cuci baju yang ada di lantai bawah. Di sana terlihat Nyonya Rima dan Tuan Candra berada di meja makan.

“Eh…sini Ganis, kita makan malam bersama, pasti kamu sudah lapar”

“Iya Nyonya” jawab Ganis masih memegang baju di tangannya.

“Mama…bukan Nyonya” sergah Nyonya Rima mengingatkan, Tuan Candra nampak diam saja.

“I…Iya Ma, sebentar, Ganis letakkan baju kotor ini dulu” balas Ganis kikuk.

“Sekalian kamu panggil suami kamu kesini ya” ujar Nyonya Rima menambahkan. Mendengar kata “suami” membuat bulu kuduk Ganis merinding. Dia sudah bersuami sekarang.

“Baik Ma”

“Dia ada di kamar dekat ruang keluarga”

“Iya Ma” balas Ganis lagi seraya berlalu.

Setelah meletakkan baju kotor, Ganis berjalan perahan mencari kamar yang dimaksud oleh Nyonya Rima. Dilihatnya pintu berwarna putih, perlahan Ganis mendekat ke arah pintu. Tertutup rapat, tangan kanan Ganis terangkat dan siap mengetuk pintu tersebut. Belum sempat dia mengetuk, pintu tersebut terbuka.

“Ah..maaf Tuan muda, saya….itu…Tuan dipanggil Nyonya” ucap Ganis gugup.

Tidak ada jawaban dari Saga, dia menutup pintunya Kembali dan melewati Ganis begitu saja. Ganis menurunkan tangannya yang tidak jadi mengetuk. Berkedip beberapa kali sebagai upaya menenangkan diri lalu berjalan mengekor mengikuti Saga menuju ruang makan.

“Kenapa kamu tidak berada di kamarmu?” tanya Tuan Saga penasaran, wajahnya terlihat sangat datar ekspresinya.

“Tadi dia mandi di dalam Pa, jadi kelamaan nunggu, ya sudah aku ke kamar sana” jawab Saga membela diri.

“Papa tidak mau dengar kalian ada masalah, karena Papa sudah cukup kecewa” Tuan Candra menegaskan.

“Iya Pa” jawab Saga singkat.

Ganis mengambilkan nasi untuk Saga, melayani selayaknya seorang istri yang berbakti pada suami. Saga hanya diam, Nyonya Rima memperhatikan keduanya lalu tersenyum.

“Tuan muda mau lauk apa?” Ganis menawarkan.

“Ehm…” Nyonya Rima berdehem, Ganis melihat ke Nyonya Rima dan segera tersadar dengan hal tersebut.

“Mas…mau lauk apa?”

“Ayam goreng dan sambal goreng” jawab Saga seramah dan sekalem mungkin, dalam hatinya dia ingin marah dengan apa yang dilakukan Ganis untuknya.

Dengan senang hati Ganis mengambilkan lauk yang dimaksud oleh Saga, kemudian meletakkan piring yang sudah terisi dengan pesanan Saga di meja, tepat di depan Saga.

Dengan sangat terpaksa, Saga memasuki kamarnya begitu juga dengan Ganis. Mereka berdua kini berada di dalam kamar yang sama, hal ini lantaran ucapan tegas Tuan Candra, dia tidak ingin ada masalah yang terlihat di antara mereka. Benar saja, perasaan canggung menghinggapi Ganis, apa yang harus dilakukannya di dalam kamar Saga, dan mereka kini hanya berdua. Saga sudah memposisikan diri di atas Kasur, membungkus dirinya dengan selimut tanpa peduli jika ada orang lain di kamarnya. Ganis memperhatikan sekitarnya, ada sofa panjang dekat jendela. Dia mendekat ke sofa dan mulai merebahkan dirinya di atas sofa, tanpa selimut. AC kamar terasa menusuk tulangnya, ditambah suhu badannya yang panas, Ganis demam.

            Ganis mencoba memejamkan mata, tapi tetap saja tidak bisa tidur, beberapa kali mengubah posisi tidurnya, miring ke kanan dan ke kiri, tapi tidak berhasil membuatnya terlelap, dilihatnya sejenak, Saga tertidur dengan pulasnya. Badannya terasa menggigil, Ganis meringkuk hingga pagi menahan demam dan rasa menggigilnya.

            Saga bangun dari tidurnya dan mendapati Ganis tertidur di atas sofa, tidak sedikitpun keinginan dia untuk

membangunkan, selimut yang dia pakai dibiarkan saja berantakan dia tas ranjang. Kemudian dia segera menuju kamar mandi dan bersiap pergi ke kantor.

            Perlahan ganis mendengar suara gemricik air dari dalam kamar mandi, rupanya pagi sudah menyapa. Dia yakin Saga sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. Ganis memaksakan diri untuk bangun, kepalanya terasa agak berat, tapi dia mencoba untuk bangun dan menyiapkan baju untuk Saga. Ganis membuka lemari dan mengambilkan kemeja, jas, dasi, kemudian di letakkan di atas ranjang. Tangannya juga cekatan merapikan ranjang Saga. Sebelum Saga keluar dari kamar mandi, Ganis sudah keluar dari kamar dan menuju kamar bawah untuk mandi. Demam yang ada di tubuhnya tidak dihiraukannya, setelahnya dia menuju dapur membantu mbak Marni menyiapkan sarapan pagi. Mbak Marni dengan tegas menolak jika istri Tuan Muda membantunya, karena itu sangatlah tidak etis baginya, tapi Ganis tetap membantunya menyiapkan sarapan.

            Saga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya dililitkan di pinggangnya, rambut dan badannya masih terlihat basah, dilihatnya seisi kamar, sudah sangat rapi. Dilihatnya juga baju kerja sudah siap berada di atas ranjangnya. Jika mbak Marni yang melakukan, jelas tidak, karena mbak Marni tidak akan pernah berani membuka isi lemarinya tanpa disuruh.

“Pasti gadis itu, berani-beraninya dia membuka lemari bajuku” tandasnya.

Tanpa protes lebih lanjut, Saga memakai baju yang telah disiapkan oleh Ganis, beberapa menit kemudian dia turun menuju ruang makan untuk bergabung dan sarapan bersama sebelum bertolak ke kantor. Sengaja dia tidak mengambil cuti setelah menikah, karena pernikahan tidak sesuai dengan rencananya.

 

Happy Reading ^^

1
falea sezi
bkin cerai Thor dan ganis pergi jauh jahat amat si anaya
neneng Nurnaasih
suka ceritanya
neneng Nurnaasih
Cerita orang tua Biru ya thor
Me Akikaze: iya kak ☺
total 1 replies
Diana Afra
sudah 3 kali boca cerita ini... top bgt..
Me Akikaze: MasyaAllah.... author seneng banget baca komennya. makasih kakak.... ☺. mungkin bisa baca cerita author yang lainnya juga... 😁
total 1 replies
Ria Nurma
😂😂😂😂
dewi musnida
thor, kapan nich, belah durennya?
dewi musnida
lanjut thor, figthing✊👌
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya tor 👍👍👍
Isnay Maulani
maacih thor 🙏🙏
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
Me Akikaze: sama² kak 🥰. Amiiiin....
total 1 replies
Beauty JK
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Me Akikaze: huhuhu thanks kakak sudah membaca katua author. bisa baca karya author yg lain lagi ya kak.... 🥰
total 1 replies
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses
semangat
mksh
Me Akikaze: terima kasih kak....
bisa baca karya author yg lain kak.... 🥰
total 1 replies
Nita Ahmad
bagus
Erik Kurnianto
sukaaa
Erik Kurnianto
nk ng daerah ku thor
gae ublik sko minyak goreng
hemat dan awet
Me Akikaze: salam kenal kak... bahasane podo karo daerahku tibakne. wkwkwk
total 3 replies
Erik Kurnianto
ceritamu apik lhp thor
ono jk bikin penasarane
othor e siiip
Erik Kurnianto
oke thor
jadikan kritik untuk lebih menyemangati diri
yg aku tahu jadi penulis itu tidak mudah
semangat terus othor
semua karya bagus
Erik Kurnianto
ganis jadi korban d sini
Erik Kurnianto
bnyak dugaan2 lucu kie lho thor
ng koment
Erik Kurnianto
koyone kie y thor
aku jal arep nebak
mungkin Anaya due dendam to bpak e Saga
nk bener kasih like thor🤗
Erik Kurnianto
ijeh curiga aku thor karo Anaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!