NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2: Gold, Jade, and a Hidden Realm

Aroma wangi bunga peony yang ditinggalkan Leng Yan masih tercium samar di udara, tetapi kegaduhan di atas tembok taman telah mereda.

Leng Shuang dengan paksa menyeret kakak kembarnya yang flamboyan itu pergi sebelum para pengawal istana bagian luar menyadari keberadaan mereka.

Di dalam gazebo, Mu Xuanyuan mendesah pelan. Ia melemparkan sisa biji Buah Teratai Surga ke udara, yang langsung lenyap ditelan celah dimensi tipis sebelum menyentuh tanah.

"Pria itu..." gumam Xuanyuan sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Bagaimana bisa seorang pakar ranah Immortal King yang menguasai jaringan informasi terbesar di benua memiliki kepribadian seajaib itu?"

Gu Juechen yang berdiri di sampingnya terkekeh pelan.

"Bagi Tuan Leng Yan, estetika dan ketampanan Yang Mulia berada di atas segalanya. Konon katanya, alasan utama beliau mendirikan Rumah Bordil Paviliun Redup hanyalah untuk mengumpulkan segala macam hal indah di dunia dan Anda adalah pusat dari perhatiannya."

"Tolong ingatkan aku untuk tidak pernah bertamu ke tempatnya tanpa menyamar," sahut Xuanyuan terkekeh.

"Aku lebih rela bertarung melawan puluhan monster tingkat akhir daripada harus mendengarkan puisi godaannya selama satu jam."

Feng Wuchen, yang dari tadi tetap diam bagai patung batu, akhirnya membuka suara.

"Yang Mulia, pangeran lain sudah mulai berkumpul di Aula Agung. Pangeran Ke-3 pasti akan memanaskan suasana dan menggunakan ketidakhadiran Anda untuk memprovokasi Baginda Raja."

"Biarkan saja," balas Xuanyuan santai. Ia melangkahkan kaki menuju kediamannya yang tampak sederhana bahkan terkesan sedikit terabaikan dibanding kediaman pangeran-pangeran lainnya.

"Justru semakin mereka menganggapku tidak ada, semakin bebas aku bergerak. Mari kita masuk. Ada beberapa hal yang harus aku periksa."

Begitu pintu jati tebal kamar pribadinya tertutup rapat dan dipasangi matriks pelindung kedap suara oleh Feng Wuchen, Xuanyuan menjentikkan jarinya.

Wusss!

Setitik cahaya keemasan terpancar dari dadanya, membesar hingga membentuk pusaran riak air di udara.

Celah menuju Ruang Dimensi Portabel miliknya terbuka lebar. Tanpa ragu, Xuanyuan melangkah masuk, diikuri oleh Feng Wuchen dan Gu Juechen.

Pemandangan di dalam ruang dimensi itu sungguh di luar nalar manusia fana.

Berbeda dengan dunia luar yang dibatasi oleh hukum alam biasa, dunia di dalam dimensi ini membentang tanpa batas di bawah langit bernuansa ungu keemasan.

Di sebelah kiri, tampak gundukan perbukitan yang bukan terbuat dari tanah, melainkan tumpukan jutaan keping emas murni, kristal spiritual tingkat tertinggi yang memancarkan cahaya biru terang, serta batuan giok surgawi yang tak ternilai harganya. Mutiara malam berukuran sebesar kepala manusia berserakan di tepi danau yang airnya terdiri dari Cairan Spiritual Murni.

Di sebelah kanan, terhampar kebun abadi yang ditanami berbagai jenis obat-obatan legenda. Rumput Jiwa Sembilan Daun, Bunga Teratai Api Abadi, hingga Pohon Buah Ginseng Darah tumbuh dengan suburnya. Udara di dalam dimensi ini sangat pekat dengan energi spiritual begitu pekat hingga bernapas di sini saja sudah cukup untuk membuat seorang kultivator biasa naik ranah secara instan.

"Ah... udara di sini selalu menyegarkan," ujar Xuanyuan seraya merentangkan kedua tangannya.

Ia berjalan mendekati sebuah kolam kecil yang dipenuhi mutiara hitam spiritual. Dengan santai, ia mencelupkan tangannya dan mengambil sebutir mutiara langka yang sanggup memicu perang antar-kerajaan hanya untuk memilikinya, lalu melemparkannya naik-turun seperti bola mainan.

"Juechen, bagaimana persiapan lelang rahasia bulan depan di Balai Lelang Xingzhou?" tanya Xuanyuan.

Gu Juechen melangkah maju sambil mengeluarkan sebuah gulungan bambu keemasan.

"Semua berjalan sesuai rencana, Yang Mulia. Kakak Han Xingzhou telah menyebarkan rumor tentang lelang 'Eliksir Pemurni Darah Naga'. Seluruh sekte besar dan keluarga kekaisaran dari benua tetangga dipastikan akan hadir."

"Bagus. Berikan sepuluh butir Buah Kristal Es dari kebun ini kepada Xingzhou untuk dijadikan barang penutup lelang," kata Xuanyuan santai, seolah-olah ia hanya membagikan buah apel biasa.

"Kumpulkan hasilnya untuk memperkuat jaringan intelijen Tentara Bayaran Po Jun."

"Dua puluh butir Buah Kristal Es?!" Gu Juechen menelan ludah.

"Yang Mulia, satu buah saja sudah cukup untuk membuat para tetua Sekte Pedang Suci bertarung sampai mati. Jika Anda mengeluarkan sepuluh sekaligus, pasar eliksir di seluruh benua bisa gempar!"

"Biarkan saja gempar," Xuanyuan tersenyum tipis, senyuman seorang penguasa abadi yang tak tertandingi.

"Semakin kekacauan terjadi di luar, semakin aman posisi kita di dalam. Lagipula, pohon buah itu di sini berbuah setiap tiga hari sekali. Jika tidak dibagikan, kebunku akan penuh sesak."

Feng Wuchen yang biasanya kaku pun hanya bisa menahan napas. Hanya pangeran mereka yang bisa menganggap harta karun tingkat dewa sebagai sampah yang memenuhi kebun.

Saat mereka bertiga sedang memetik beberapa buah obat untuk dijadikan stok bahan eliksir rahasia, pusaran dimensi mendadak bergetar pelan. Sinyal dari matriks pelindung di kamar luar menandakan ada seseorang yang mendekati kediaman Pangeran Ke-14.

"Seseorang datang," gumam Feng Wuchen, matanya berkilat waspada.

"Aura ini... kenapa dia datang lagi ," ujar Xuanyuan sambil tersenyum kelelahan.

"Aroma bunga peony lagi. Pria flamboyan itu benar-benar tidak kenal menyerah."

Dengan sekali kuisan tangan, Xuanyuan menyegel kembali ruang dimensinya. Dalam sekejap mata, ketiga pria itu sudah kembali berdiri di dalam kamar tidur sederhana yang agak berdebu. Xuanyuan dengan cepat mengacak-acak rambut hitamnya yang rapi, melonggarkan jubahnya, dan langsung duduk di lantai sambil memegang sebuah mainan kayu berbentuk burung—kembali ke mode "Pangeran Gila"

Brak!

Pintu kamar terbuka tanpa mengetuk. Namun, yang melangkah masuk bukan hanya Leng Yan, melainkan juga Leng Shuang yang tampak sibuk memegang gagang pedangnya dengan wajah gusar.

"Ooh~ Pangeranku yang manis, sedang apa kau di dalam kamar sendirian?" suara mendayu-dayu Leng Yan bergema. Pria berdada bidang berbalut jubah sutra merah itu mengibaskan kipas emasnya, menatap Xuanyuan dengan pandangan penuh minat.

"Aku membawakanmu kue teratai terbaik dari Rumah Bordil Paviliun Redup. Khusus dibuat untuk memanjakan lidah tampanmu itu!"

Xuanyuan memiringkan kepalanya, memegang burung kayu itu di depan matanya sambil tertawa kekanak-kanakan.

"Terbang! Burung kayu bisa terbang! Eh? Orang cantik pakaian merah datang lagi! Burung, lihat, ada orang cantik!"

Leng Shuang yang berdiri di pintu mengelus dadanya, menahan rasa malu yang amat sangat.

"Kakak! Lihat kan? Dia benar-benar pangeran yang hilang akal! Untuk apa kau terus-terusan mengganggunya?!"

Leng Yan tidak mengindahkan omelan adiknya. Ia melangkah mendekati Xuanyuan, merendahkan tubuhnya hingga wajah mereka yang sama-sama memikat hanya berjarak beberapa senti. Leng Yan menatap dalam-dalam ke dalam manik mata Xuanyuan.

"Orang gila?" bisik Leng Yan dengan nada suara yang tiba-tiba berubah—menjadi sangat dalam, berat, dan penuh aura penekanan seorang pakar tingkat tinggi.

"Orang gila tidak akan memiliki ketenangan mata seindah ini saat ditatap oleh pakar Immortal King. Pangeran Ke-14... sampai kapan kau akan terus memakai topeng menggemaskan ini di hadapanku?"

Atmosfer di dalam kamar mendadak membeku. Feng Wuchen sudah siap menarik pedangnya dari sarung, sementara Gu Juechen mengambil posisi untuk mengunci pergerakan Leng Shuang.

Namun, Mu Xuanyuan hanya mengedipkan matanya polos. Ia lalu mengangkat tangan kirinya yang kotor oleh debu kayu, dan dengan tanpa dosa menempelkan telapak tangannya tepat di pipi mulus Leng Yan.

"Orang cantik... ada lalat di hidungmu! Haha!" seru Xuanyuan ceria sambil mengusap hidung Leng Yan hingga terpoles noda hitam.

Leng Yan tertegun sejenak. Keanggunan dan kehebatannya runtuh seketika saat menyadari pipi dan hidungnya kini kotor oleh noda debu.

"KAKAK BODOH! KAN SUDAH KUBILANG JANGAN MENGGODA PANGERAN GILA!" teriak Leng Shuang yang langsung melangkah maju, menjambak belakang kerah jubah merah Leng Yan dan menyeretnya keluar dari kamar secara paksa.

"Ayo pulang! Kau membuat malu nama Paviliun Redup!"

"T-tunggu! Shuang'er! Sentuhan tangannya barusan sungguh hangat! Dia memegang pipiku! Pangeran tampanku memegang pipiku!" jerit Leng Yan dramatis saat tubuhnya diseret keluar menuruni tangga.

Pintu kamar kembali tertutup rapat.

Xuanyuan menyapu noda debu di tangannya dengan kain lap, lalu menghembuskan napas lega seraya bersandar di kursi kayunya. Senyum polosnya memudar, berganti menjadi cengkeraman penuh intrik saat ia menatap ke arah jendela.

"Hampir saja," gumam Xuanyuan santai. "Pria itu memiliki insting yang sangat tajam. Tapi... bermain penyamaran seperti ini ternyata jauh lebih menyenangkan daripada yang kubayangkan."

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!