NovelToon NovelToon
Dari Cekcok Jadi Cinlok

Dari Cekcok Jadi Cinlok

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: tami chan

Aku benci sekali padanya! Dia lelaki paling menyebalkan yang pernah aku temui. Ucapannya selalu menyakiti hati, tingkahnya kasar dan juga egois! Paket komplit sebagai pria pemenang nominasi paling di benci sejagat.
Tapi kenapa semuanya kini berubah?
Mungkinkah aku jatuh cinta pada lelaki ini? Pangeran berhati dingin bernama Melviano Mahaprana Gunardi?
Tak mungkin!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan maaf.

"Serius Mbok?" Aku terkejut sampai berdiri dari dudukku.

Mbok Yem hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum, tapi dia meletakkan telunjuk di dekat mulutnya. "Jangan sampai ada yang tahu." Bisiknya

Aku mengacungkan dua jempolku dan kembali memakan nasi goreng yang sudah dingin ini dengan lahap.

Tak henti-hentinya aku bersyukur di dalam hati. Aku bahagia.

...*...

Sudah lewat jam 12 siang, tapi Vian belum kembali. Aduh, bagaimana ini? masa iya seharian aku nggak bertemu dengannya.

Aku ingin minta maaf, atau jangan-jangan, dia sengaja menghindari ku dan nggak mau bertemu denganku?

Duh... kata-kata ku semalam sangat keterlaluan. Aku sangat menyesal.

Aku melirik jam tanganku, "kalau harus jalan kaki, bisa-bisa aku terlambat. Sudahlah! aku berangkat saja." Aku bergegas keluar dari rumah Vian, Pak Slamet belum pulang karena pergi bersama Vian. Jadi nggak ada yang mengantar aku berangkat kerja, aku harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat.

"Lho, Mbak Fafa jalan kaki berangkatnya?" tanya Pak Satpam dari dalam ruangan pos jaga.

"Iya Pak, Pak Slamet belum pulang."

"Tunggu sebentar Mbak, biar Bapak anterin pake motor." Teriak si Bapak Satpam sambil mengambil Helm dan berlari ke arah motor bebeknya.

"Loh, nanti yang jaga pos siapa Pak?"

"Kan si Jono sudah datang, sekarang memang jatah istirahat saya, Mbak."

"Duh, saya jadi ngerepotin ya Pak?" Ucapku tak enak hati.

"Eh, jangan ngomong begitu. Berkat Mbak Fafa, anak saya sudah kerja sekarang. Jadi SPG. Cuma nganterin berangkat kerja saja bukan apa-apa, Mbak."

Aku tersenyum dan memakai helm yang di berikan Pak Satpam lalu naik motor bebeknya.

Orang baik pasti selalu saja di beri jalan oleh Tuhan. Alhamdulillah...

.

Hari ini aku benar-benar tidak bisa konsentrasi bekerja. Aku terus-terusan memikirkan sang pangeran.

Benarkah dia sudah memulai terapinya lagi? Benarkah dia mau belajar untuk berjalan lagi? Jika benar, betapa bahagianya aku. Uang lima juta yang akan aku terima tiap bulannya gak akan jadi sia-sia. Bu Atikah tak akan menyesal sudah membayar ku semahal itu. Ah... ini seperti mimpi. Aku nggak berani membayangkannya, terlalu indah...

"Woi!"

Aku terkejut, lalu menatap kesal ke arah Nunung. "Apa sih? bikin kaget aja!"

"Kamu aneh banget deh! Dari tadi aku perhatikan, senyam senyum sendiri. Kamu sadar nggak? Adnan bolak-balik terus sambil ngeliatin kamu."

"Masa sih?" Aku meringis, malu.

"Kamu.. sudah punya pacar ya?" Selidik Nunung.

"Pa.. pacar? nggak lah.. pacar dari mana?"

Nunung mengangkat bahunya, "kamu sekarang cuek banget sama Adnan, kayak yang sudah nggak butuh dia lagi dan sudah punya gebetan baru. Bener nggak? cowok mana? lantai berapa? security atau SPB? siapa gebetan baru mu?"

Aku terdiam, yang sedang ku pikirkan itu Vian, tapi bukan seperti yang Nunung khayal-kan. Aku hanya memikirkan Masalah terapi nya.

"Nggak ada kok."

"Bener?" Nunung tampak tak percaya.

"Bener..."

"Ya sudah, nanti kalau sudah saatnya, kamu juga pasti cerita." Ucap Nunung sambil berlalu menuju counter nya.

Aku merapikan kembali pajangan-pajangan bajuku, sampai tak lama kemudian Adnan muncul dan mendekat.

"Fa..."

Aku tersenyum padanya sambil meneruskan aktivitas ku.

"Kemarin kok pulang duluan? aku cari-cari kamu tapi nggak ada."

Memangnya kemarin janjian pulang bareng?

"Iya, kemarin aku pusing banget, jadi buru-buru pulang." Jawabku, cuek.

"Kalau begitu, nanti kita pulang bareng ya."

Sebenarnya aku nggak tahu, Pak Slamet bisa jemput atau tidak, tapi menerima ajakan Adnan juga aku tak mau. Gimana ya?

"Kita lihat saja nanti."

Adnan menatapku, "kamu jadi berubah, masih marah sama aku?"

Hellow... ya iyalah pasti!

"Enggak kok."

Adnan menghela napas, "Nanti malam aku tunggu, kita pulang bareng." Ucapnya sambil berlalu untuk melanjutkan tugasnya.

Aku hanya mengangguk sambil menatap kepergian Adnan. Benarkah perasaan suka ku pada Adnan mulai berkurang? Mungkinkah karena sakit hati akan kejadian yang dulu?

Aku menghela napas, "yang terjadi terjadilah." Gumamku.

Hari ini, toko benar-benar sepi. Pengunjung yang mendekati counter ku, bisa di hitung dengan jari. Penjualanku merosot drastis.

Aku hanya bisa berjualan tiga potong baju. Hanya tiga ratus ribu, seharian!!.

Kalau terus-terusan begini, sia-sia saja kemarin aku berjualan banyak, hanya untuk menutupi penjualan hari ini yang minim. Insentif ku bisa hilang! Oh no!!

Setelah tutup toko, aku duduk di tempat biasa Pak Slamet menjemput. Hanya saja, aku tak yakin kalau Pak Slamet akan menjemputku.

Apa aku nebeng Adnan? tapi rasanya malas sekali kalau harus bicara lagi dengannya. Dia sudah minta maaf karena tidak menepati janji, tapi sama sekali nggak mengatakan alasannya. Kan aneh?!

Masa iya aku harus tanya, kenapa? seharusnya kalau dia benar-benar berniat minta maaf, bilang lah alasannya, supaya aku bisa memakluminya.

Atau jangan-jangan, dia membatalkan janji denganku untuk pergi dengan wanita lain? makanya dia tidak bisa mengatakan alasannya mengingkari janji? Akh! memikirkannya aku jadi tambah kesal!!!

"Fa."

Aku menoleh, dan melihat Adnan sudah duduk di atas motor bebeknya. Dia turun dan mendekatiku.

"Yuk, aku antar." Ucapnya.

"Mmhh.. Gimana ya? aku masih menunggu orang yang biasa menjemput."

"Tapi ini sudah malam loh, mungkin dia nggak bisa datang. Siapa sih orang yang menjemputmu?"

Iih.. kok dia jadi kepo!

Tin. Tin.

"Mbak." Pak Slamet tiba-tiba muncul. Kepalanya menyembul dari jendela mobil yang terbuka.

"Duh maaf, aku sudah di jemput nih. Duluan ya." Aku langsung membuka pintu mobil dan duduk manis di kursi penumpang yang ada di samping Pak Slamet.

Adnan hanya menatap kepergianku dengan tatapan bingung.

Semoga saja mulutnya nggak licin dan bicara kemana-mana kalau aku pulang di jemput mobil.

"Pacarmu?"

Aku melonjak kaget dan langsung menengok kursi penumpang yang ada di belakang dan melihat Vian di sana.

"Loh? lagi ngapain?" Entah kenapa aku merasa senang bisa melihat Vian, mungkin karena seharian aku tak bertemu.

"Aku mau jalan-jalan aja, jadi sekalian ikut Pak Slamet." Jawabnya cuek.

"Pacarmu security?"

"Bukan! nggak usah kepo lah!" Ketusku, kesal.

Ngapain sih dia ikut jemput segala! Apa mungkin dia ingin memastikan kalau aku benar-benar bekerja di mall, tidak seperti apa yang dia katakan kemarin?

Ahh biarlah, dia jadi tau sendiri.

Selama perjalanan kami semua hanya diam. Aku jadi kikuk kalau begini. Mau tanya soal terapinya, tapi takut. Mbok Yem bilang, ini rahasia. Jangan samapai dia jadi marah dan enggan ikut terapi lagi. Haduuh serba salah

Untunglah, gerbang rumah Vian sudah terlihat. Sudah hampir sampai, aku mau langsung masuk ke dalam kamar dan tidur.

Setelah sampai di depan pintu rumah, aku turun dari mobil. Vian pun turun dengan di bantu Pak Slamet. Aku mendorong kursi roda Vian sambil masih terdiam.

Setelah sampai di kamar Vian, aku buru-buru berpamitan untuk menuju kamarku.

Ini terlalu canggung rasanya.

"Aku minta maaf."

Aku kaget dan menatap Vian yang juga sedang menatap ke arahku.

"Untuk ucapanku yang kemarin." Sambungnya, lalu dia buru-buru masuk ke dalam kamar.

Aku hanya terdiam, bengong. Tapi senyum tipis tersungging di bibirku. Aku tahu, aku tahu kalau Vian itu sebenarnya orang baik

Dengan riang aku berjalan menuju kamarku dan berharap bermimpi indah seperti perasaan bahagia yang sedang ku rasakan ini.

1
Maa Yanti Maa Yanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 vian cerdik ibu mertua yg majuuuu
Maa Yanti Maa Yanti
seruuu ceritaa nya thorrr ku cyng 🫶😍
Maa Yanti Maa Yanti
waduh bp ju ini bner " pebinoorrr lngsung dirumh suami nya 🤣🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 jgaalah hati tpi cuci mata mh sedikit ta apparently fafa 🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
rejeki nomplok tuk p salamet 🤣🤣🤣🤣 tuk via jg dpt kis pertama dri fafa🫶😍🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
vian udh mulai cintaa tpi gengsiii🤣🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙬𝙚𝙙𝙙𝙞𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙚𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜🤣🤣🤣😊😊😊
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙖𝙦 𝙙𝙡𝙪 𝙟𝙜 𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙙𝙞 𝙪𝙨𝙞𝙖 20𝙩𝙝, 😭😭😭 𝙩𝙥 𝙧𝙩 𝙦𝙪 𝙜𝙠 𝙗𝙧𝙩𝙝𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙞𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙠 4𝙩𝙝 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙦 𝙘𝙚𝙧𝙖𝙞, 𝙖𝙡𝙝𝙖𝙢𝙙𝙪𝙡𝙞𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙠𝙧𝙣𝙜 𝙪𝙙𝙝 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙜𝙞𝙖 𝙙𝙥𝙩 𝙮𝙜 𝙡𝙗𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 😊😊😊
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙝𝙤𝙗𝙞 𝙛𝙖𝙛𝙖 𝙈𝘼𝙆𝘼𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙏𝙄𝘿𝙐𝙍🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙙𝙜𝙧 𝙡𝙖𝙜𝙪 𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙦 𝙥𝙙 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙝𝙞𝙩 𝙩𝙝𝙣 2009 𝙩𝙝𝙤𝙧 😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙠 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧
total 6 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙤𝙝 𝙨𝙞 𝙉𝙪𝙣𝙪𝙣𝙜 𝙎𝙋𝙂 𝙎𝙞𝙢𝙥𝙡𝙞𝙘𝙞𝙩𝙮, 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙩𝙖𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙗𝙧𝙖𝙣𝙙 𝙞𝙩𝙪😊😊😊
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙖𝙦 𝙟𝙜 𝙎𝙋𝙂, 𝙢𝙙, 𝙨𝙖𝙡𝙚𝙨 𝙠𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙨𝙠𝙧𝙣𝙜 𝙢𝙨𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙚𝙨 𝙙𝙞 𝙤𝙩𝙤𝙢𝙤𝙩𝙞𝙛😊😊
total 4 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙚𝙣𝙮𝙪𝙢2 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙘𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
la kmu tadi disruh msuk mobil malah milih si denan 🤔🤔🙄🙄
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙬𝙬𝙠𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠𝙬𝙠𝙬 5𝙟𝙩 𝙙𝙞 𝙙𝙥𝙩, 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝 𝙟𝙜 𝙙𝙥𝙩 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙩𝙝𝙤𝙧😊😊
Sri Ariyanti
tq othor atas karyamu. ditunggu karya2 selanjutnya
Tamie: Terima kasih kk🙏 yuk ke karya baruku, claimed by mister mafia. ramaikan ya 🤭
total 1 replies
juwita
Los dol gara" kebanyakan mkn ubi🤣🤣🤣
juwita
aq kira juviter eh ternyata juliver🤣🤣
juwita
🤣🤣🤣 ini pengantin sabar atuh tahan dl jgn di kampus mp nya tar klo udh smpe ke kota. kasihan ranjangnya udh tua jd berderit trs🤣🤣
juwita
🤣🤣🤣🤣 ya ampun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!