Pernikahan adalah impian setiap wanita dan termasuk aku sendiri. Akan tetapi aku tidak pernah mengharapkan pernikahan ku datang dengan secepat ini dan dalam keadaan yang seperti ini pula. Di umur ku yang masih sangat muda seharusnya saat ini adalah waktu yang pas untuk menikmati kebahagiaan ku sebagai seorang gadis muda, akan tetapi aku harus mengorbankan masa indah itu demi sebuah pernikahan yang tidak bisa aku hindari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Keesokan harinya kini Dokter memeriksa keadaan Sheena dan Sheena sudah di perbolehkan pulang. Sebelum pulang, akupun memandikan Sheena terlebih dahulu setelah itu merapikan pakaiannya dan juga rambutnya sementara Alex mempersiapkan administrasi nya sedangkan bany sitter merapikan barang-barang bawaan kami.
" Tuan putri sudah cantik"
" Sekarang waktunya kita pulang, lets go...." akupun mengajak Sheena keluar dari dalam ruangan.
" Aunty gendong" kata Sheena akupun menuruti permintaan Sheena. Kami semua keluar dari dalam ruangan tersebut, sepanjang perjalanan dari dalam ruangan menuju mobil Alex, kami berdua tidak berhenti tertawa karena ada saja kesibukan kami berdua membuat kami tertawa dan sepertinya Sheena sangat bahagia.
Kini kami bertiga duduk di bangku penumpang sementara Alex duduk di kursi depan dan menyetir mobil. Namun di belakang kami berdua tidak berhenti bermain, aku pun mengajari permainan yang baru lagi untuk Sheena dan kali ini kami bertiga bermain bersama.
Aku mengingat beberapa permainan yang sering aku mainkan dulu bersama kedua orangtuaku saat mereka hidup dan setelah mereka pergi aku sudah tidak pernah memainkan permainan tersebut dan kali ini aku pun mengajari Sheena permainan tersebut.
" Aunty ada permainan baru nih...."
" Sheena mau main, tapi kali ini kita harus di bantuin sama mba Taty"
" mau....mau...." kata Sheena penuh dengan semangat.
" cara bermainnya gini,"
" Aunty pinjam ini ya" aku pun mengambil sebuah jepit rambut Sheena.
" Nah sekarang Sheena telungkup dulu dan Aunty akan menyanyikan sebuah lagu. Setelah lagu sekesai Sheena akan menebak jepit rambut ini ada pada siapa" akupun menjelaskan cara bermain nya.
" iya...iya..." Sheena pun menurut dan kini kami memulai permainan.
" pompom pisang....pisang gambulu masak .."
" masak sebiji di luar rabi...rabi..."
" digulung ...gulung....gulung....digulung.... gulung..." aku dan mbak Taty pun memberikan gerakan menggulung dan kini giliran Sheena yang menebak jepit rambut tersebut ada pada siapa.
" Aunty...." kata Sheena menunjuk kearahku sontak saja kami bertiga tertawa bersama.
" Sheena jaga lagi, jepit rambutnya ada pada mbak Taty" kini kami mengulangi permainan tersebut dan kali ini jepit rambut tersebut ada padaku.
Kali ini Sheena berhasil menebaknya dan gini giliranku yang berjaga.
" Aunty nyanyi....." kata Sheena karena Shena dan Taty belum mengerti lagu nya. Akupun bernyanyi dan setelah lagu selesai akupun menebak benda tersebut. Namun sebelum menebak aku sudah tertawa terlebih dahulu karena tangan Sheena sangat kecil dan benda tersebut pun ada pada Sheena.
" hahahaha....."
" Sheena yang jaga" kami bertiga pun tertawa. Kami melakukan permainan tersebut hingga tidak tersa kini kami sudah tiba dirumah.
Akupun menggendong Sheena masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu.
" Aunty ayok main lagi" kata Sheena
" Nanti dulu, kita istirahat dulu sayang"
"tidak mau...Sheena mau main..." kata Sheena
" Sheena mau main apa emangnya?"
" pokoknya main sama aunty" kata Sheena
" kita main ludo aja gimana??? Biar mbak Taty juga ikutan main tapi kali ini yang kalah harus di hukum"
" iya... iya....." kata Sheena
" enggak boleh nangis ya" aku pun mengingatkan Sheena terlebih dahulu.
" iya.... " kata Sheena dan melihat Alex yang baru saja lewat dan akan naik menuju kamarnya. Sheena pun berlari kearah Alex dan meraih tangan Alex.
" papah juga ikut, " kata Sheena sementara kami berdua pun terdiam melihat Sheena yang tiba-tiba mengajak Alex ikut bergabung.
" maaf Sheena, kamu main sama Aunty dan mbak Taty aja ya " kata Alex menolak permintaan Sheena
" papah gitu....." kata Sheena sedih dan kini dia sudah menangis.
" Gimana mainnya yang lain aja, kita main ludo nya kapan-kapan aja" aku pun berusaha mengalihkan kesedihan Sheena
" tidak mau ...." kata Sheena semakin menangis.
" oke....oke...."
" kita main apa emangnya" kata Alex membujuk Sheena dan kini Sheena pun berhenti menangis.
Kini kami berempat duduk di ruang tamu dan mulai melakukan permainan Ludo, dan sebagai hukuman jika dia kalah dan terbunuh maka wajahnya akan di coret. Alan tetapi demi menyenangkan Sheena kami bertiga tidak ada yang berani membunuh milik Sheena dan membiarkan dia berjalan dengan mulus.
Namun kami bertiga saling membunuh agar bisa mendapatkan juara ke dua dan tiga. Sampai saat ini Sheena mencoret wajah Alex lebih banyak. aku dan mbak Taty masih memiliki sedikit coretan karena mbak Taty termasuk pintar juga dalam permainan ini.
Tanpa sadar selama permainan berlangsung kami berempat selalu tertawa, karena permainan ini memang termasuk seru juga. tudak terasa hampir satu jam lamanya kami memainkan satu babak permainan dan aku berhasil mendapatkan juara ke 2 sementara mbak Taty juara ke tiga dan kini Alex yang kalah. sesuai perjanjian kami akan mencoret wajah yang kalah.
Tidak tersa sudah sore hari berlalu akhirnya kami pun menyudahi permainan tersebut karena kami harus melanjutkan kegiatan yang lainnya.