Reza seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas ternama di Kota Malang, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Alvionita sang dosen yang dikiranya mahasiswi baru seperti dirinya.
"Aku masih gak percaya kalau kamu adalah dosen disini!" teriak Reza usai mata kuliah Rekam Medis berakhir.
Alvionita yang baru saja keluar dari ruang mengajar menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah datangnya suara.
"Buktinya aku tadi menyampaikan mata kuliah didepan kelas dan telah melakukan perkenalan didepan semua orang disana" tunjuk Alvionita dengan dagunya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Berhasilkah hubungan antara mahasiswa baru dan dosen muda itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 11 - Berita Heboh
Reza kini tengah berada di kantornya dan sedang memimpin jalannya meeting. Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Satu jam lagi rapat akan selesai dan bertepatan dengan waktu untuknya menjemput Vio untuk makan siang bersama. Sedari tadi, Reza sedikit terdistraksi oleh pikirannya sendiri akan kegiatan apa yang sedang Vio lakukan di kampus. Dia benar-benar tak sabar untuk bertemu dengan Dosen cantiknya itu.
Berulang kali karyawan kantornya mendapati dirinya melamun atau tak merespon presentasi karyawannya sedari tadi pagi. Banyak di antara mereka merasa Reza mulai sedikit gila. Ya, gila karena cinta. Baru pertama kali ini dia menyukai makhluk yang bernama wanita selain Mamanya. Itu merupakan sebuah kemajuan besar. Bayangkan saja, keluarganya sangat khawatir karena takut Reza memiliki penyimpangan orientasi s*ksual.
Sedari kecil hingga sebelum bertemu dengan Vio, Reza selalu saja menolak gadis yang mendekatinya. Pernah sewaktu SMP ada seorang gadis yang menyatakan perasaan suka nya kepada Reza dengan memberikan cokelat, dia menolaknya mentah-mentah. Apalagi sewaktu SMA, banyak gadis yang patah hatinya karena penolakan Reza.
Hanya seorang gadis yang sanggup bertahan dan dianggap sebagai sahabat oleh Reza, entah bagaimana dulu ceritanya, Reza mulai sedikit iba terhadap seorang gadis yang bernama Dian. Sewaktu masa sekolah dulu, Dian selalu saja menyendiri, Entah saat jam istirahat pertama maupun saat jam makan siang.
Dian yang saat itu merupakan seorang gadis pendiam, menyita perhatian Reza hingga akhirnya persahabatan mereka terjalin. Namun Reza tak pernah mengetahui jika pada dasarnya semua gadis di sekolahnya sama saja. Mereka sangat mengidolakan Reza yang sedari dulu merupakan cowok idola. Mereka mengidolakan Reza selain
karena ketampanannya, dia merupakan seorang murid yang cerdas dan tak lupa merupakan anak konglomerat.
"Jam sebelas nanti aku mau ke kampus. Perusahaan aku titipkan ke kamu dulu ya. Mungkin jam satu aku balik" ujar Reza kepada Fariz.
"Ketemu Vio?" Reza mengangguk.
Hingga tibalah saatnya kini jam sebelas siang. Reza bersiap menuju parkiran. Awalnya dia berpikir bahwa dirinya membawa pakaian casual ganti seperti biasa. Namun ternyata dia melupakan itu. Akhirnya dia hanya melepaskan dasi yang rasanya mencekik lehernya. Setelah itu Reza melajukan mobilnya menuju kampus dengan kecepatan sedang.
Setelah satu jam berkendara membelah kemacetan, Reza akhirnya sampai ke Universitasnya.
Banyak mata siswa lain yang melihat ke arah mobilnya. Mereka ingin tahu siapa yang siang-siang begini membawa mobil sport mewah ke kampus. Saat Reza keluar dari mobil, semakin bertambah kagumlah mahasiswi di kampusnya. Sang idola kampus siang ini benar-benar sangat menarik perhatian.
Namun tak disangka ada kehebohan lain di siang itu. Sebuah kabar menggemparkan bahwa salah satu dosen di sana memiliki hubungan dengan seorang mahasiswa. Tersebar kabar bahwa dosen yang menjalin hubungan dengan mahasiswanya adalah Vio, namun mereka tak menyebutkan bahwa mahasiswa yang menjalin hubungan dengannya adalah Reza.
Banyak hujatan dan caci maki yang dilayangkan oleh mahasiswa di sana. Tak hanya itu, banyak rekan dosen di antara mereka meragukan kredibilitas seorang Alvionita.
Alvionita merupakan dosen termuda di kampus itu. Bagaimana tidak, dia beberapa kali mengikuti kelas akselerasi karena dia dulunya merupakan siswa yang cerdas dan berprestasi, Sehingga pendidikannya mampu ia selesaikan lebih cepat daripada masa pendidikan semestinya.
Reza yang merasakan ada sesuatu yang tak beres, dengan segera menuju ke ruang rektorat. Dia tak mungkin salah, Alvionita pasti saat ini tengah menjalani sidang darurat karena gosip yang beredar di kampus itu.
Sayup-sayup Reza mendengar sidang di dalam ruang pertemuan di gedung itu. Dia khawatir dengan keadaan Vio, Dia takut Vio merasa tertekan, apalagi sampai memutuskan pertunangan di antara mereka.
"Bu Vio bisa katakan siapa mahasiswa itu" cecar seorang dosen senior pria di sana.
Reza yang sedari tadi dihalangi memasuki ruangan itu, akhirnya bisa menerobos masuk.
"Saya tunangan Bu Vio" jawab Reza lantang memecah ketegangan yang tercipta di sana.
Terdengar bisik-bisik dosen yang melakukan sidang terhadap Vio dan gunjingan dari beberapa mahasiswa lainnya. Reza menaikkan sebelah alisnya. Dia yakin ada seseorang dibalik kasus ini yang membuat hubungan antara dia dan Vio terungkap. Namun hatinya juga berterima kasih kepada dia yang membuat kehebohan itu. Paling tidak dia tak perlu susah payah mengumumkan kepada semua warga lebih dahulu,
"Nak Reza, kami sedang mendisiplinkan salah satu staff kami. Kami tahu kalau kamu merupakan salah satu mahasiswa berprestasi. Dan kami para dosen tak mungkin percaya jikalau itu kamu.__" ucap Dosen pria itu lagi.
"Tapi itu memang saya. Saya adalah tunangan Bu Vio. Kalau misal ada sesuatu yang dipertanyakan, Kalian bisa mempertanyakan kepadaku saja. Jangan kepada Bu Vio. Karena hubungan ini adalah aku dan keluargaku yang memulainya" tegas Reza memotong ucapan dosen senior itu.
Para Dosen dan juga mahasiswa lainnya yang hadir mengikuti jalannya sidang tak berani berkomentar banyak. mereka hanya saling berbisik dan tak ada yang berani menginterupsi.
"Kalau sudah tidak ada yang perlu lagi dipertanyakan, izinkan saya membawa Bu Vio pergi. Dan saya harap tak ada lagi yang meragukan Bu Vio lagi ke depannya" ujar Reza setengah mengancam.
Para dosen di sana mengetahui siapa itu Reza. Mereka tak berani menghalangi Reza. Apalagi mengusiknya. Selain dari keluarga terpandang, keluarga Reza merupakan donatur terbesar di Universitas itu. Selain itu karena memang Reza merupakan seorang siswa berprestasi tanpa cacat nilai.
Reza membawa Vio menuju mobilnya. Setelah mengambil tasnya di ruang dosen, Vio menurut saja ke mana Reza akan menuntunnya. Dia pasrah, toh seluruh warga kampus telah mengetahui hubungan antara keduanya. Kendati demikian, rasa kesal masih mendera hati Vio. Bagaimana bisa Reza dengan begitu gampangnya menyela di tengah sidang dan begitu saja membawanya saat sidang tengah berlangsung. Sungguh diktator, Vio tak ingin membantah karena itu percuma.
Sementara itu, seseorang mengamati pergerakan mereka. Dengan perasaan geram, dia memukul dinding di mana dia bersembunyi dibaliknya. Rencananya gagal total, berantakan. Padahal dia sudah merencanakan segala sesuatunya dengan baik. Dia hanya ingin membuat dosen itu mundur mendekati Reza, bukan malah untuk mendapat pengakuan dari Reza di depan semua warga kampus.
Di lain tempat, seorang pria sedang dilanda kebingungan. Antara senang, kesal, marah, Semuanya bercampur menjadi satu. Dia senang karena saudara sepupunya terbebas dari segala tuduhan. Namun dia juga kesal, karena orang itu adalah Reza, Seorang siswa yang sangat menjengkelkan dimatanya.
Terkadang hatinya bingung, apakah benar rasa sayang yang dimilikinya kepada Vio adalah perasaan sayang seorang kakak kepada adiknya? Tapi kenapa se-menyakitkan ini? Reyhan tak habis pikir dengan dirinya yang bisa-bisanya menaruh hati kepada sepupunya. Meski hubungan mereka merupakan saudara sepupu yang silsilahnya cukup jauh.
Setelah berkendara dengan kecepatan yang cukup tinggi karena kesal, Reza akhirnya tiba di perusahaannya. Vio yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di daerah bangunan bertingkat itu pun bertanya-tanya.
“Ini perusahaan yang aku rintis sendiri, bukan perusahaan Papa.” Ujar Reza untuk menjawab semua rasa penasaran Vio karena sedari tadi gadis itu tak henti menatap sekitar perusahaannya itu.
Reza kemudian membawa Vio menuju ke ruangannya. Sebuah ruangan megah dengan nuansa hitam, abu-abu dan putih, warna netral yang umumnya memang disukai pria.
“Tolong pesankan makan siang dari kantin. Tolong bawakan kesini” ujar Reza melalui sambungan intercom-nya.
“Kita makan siang disini saja” Putus Reza tanpa meminta persetujuan Vio yang tengah duduk di sofa di dalam ruangan itu.
bersambung...
pokoknya top banget deh ceritanya
lanjutkan biar tidak penasaran
ternyata masih ada juga y seorang dosen dengan umur segitu,,,,
cie Reza udah mulai jatuh cinta pada pandan tu😂😂😂
ya ampun thorrr keren banget ceritanya
makasih thor
😂😂😂
semangat teruus yaa 🥰
tinggal menikmati masa indahnya hidup berdua.
bertemu lagi dgn pengisi suara novel ini 😁😁
semoga suka dgn suara recehku yg ala kadarnya, hehehe.
Jangan lupa dengerin audiobooknya juga ya, dan dukung terus karyanya
terima kasih kpd kak Dhanz yg melanjutkan cerita ini.
terima kasih