NovelToon NovelToon
Dosen Itu Suamiku

Dosen Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama / Tamat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fatimah Afath ( arasimah )

Aku adalah mahasiswa baru tahun pertama ajaran baru. Aku ingin sekali kuliah tapi ayahku ingin aku menikah terlebih dahulu baru kuliah. Tadinya aku tak mau menikah dahulu karena aku masih ingin belajar dan meraih sukses karirku terlebih dahulu.

Namun apa mau dikata ternyata ayahku sidah menjodohkan aku. Maka biar aku bisa kuliah aku pun setuju untuk menikah terlebih dahulu.

Niatku nanti aku harus buat perjanjian dengan suami yang akan dijodohkan denganku itu. Aku ingin masih bebas menikmati dunia kuliah dan tak ingin punya anak dahulu.

Kalau bisa aku tak ingin disentuh dahulu, aku masih anak baru lulus SMA mau menemukan cinta sejatiku dahulu.

Dan singkat cerita aku pun menikah dengan seorang yang tak aku ketahui apa pekerjaanya , aku hanya menurut saja saat akan dijodohkan dan malam pengantin kami aku lebih dulu tertidur daripada suamiku itu.

Aku pun dipaksa tinggal dengan suamiku setelah menikah . Karena ternyata ayahku berobat keluar negeri, kehidupan rumah tanggaku dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Afath ( arasimah ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ternyata itu dia

Mama Bagas yang menyadari pun menarik tangan Ara untuk masuk ke dalam Vila tersebut. Koper mama Bagas dibawa oleh Bagas sedangkan koper Ara dibawa oleh sang asistennya.

Mereka berjalan menujuh rumah utama Vila dan di sana sudah ada pak Wili dengan duduk di kursi rodanya dan Pak Marto serta istrinya.

Ara langsung memeluk kedua orang tuanya ketika dia memasuki ruang tamu utama vila. Tanpa memperdulikan kesopanan sama sekali dia sudah sangat merindukan kedua orang tuanya yang sudah tiga hari tidak bertemu.

Sedangkan Bagas memperhatikan interaksi Ara dengan kedua orang tuanya. Mama bagas pun memeluk Suaminya yang baru ditinggalkan sehari itu. Rasanya dia tak ingin meninggalkan suaminya namun siapa yang mengira umur suaminya ternyata terlalu pendek sehingga istrinya harus mengantikan semua pekerjaan suaminya.

Karena anaknya tak mau mewarisi pekerjaan ayahnya. Terpaksa mama Bagas pun harus turun tangan sendiri.

" Maafin papa ya karena sudah membuat mama jadi susah." Ucap Pak Wili.

" Tidak sayang mama yang minta maaf harus ninggalin papa disaat papa lagi butuh kita." Jawab Mama Bagas.

Mama Bagas melepaskan pelukan suaminya dan melihat Bagas agat menghampiri papanya.

Bagas pun memeluk papanya dan meminta maaf juga.

Ara masih memeluk kedua orang taunya dan mama Mirna sadar jika mereka sedang di rumah orang jadi memukul Ara agar melepaskan pelukan papanya.

Namun Ara masih bergelayut manja ditangan papanya. Pak Wili memperkenalkan istri dan anaknya kepada pak Marto serta istrinya.

Begitu juga pak Marto memperkenalkan anaknya Ara yang akan menjadi menantu mereka.

Bagas pun salim terhadap pak Marto dan Mama Mirna. Dia bersikap sopan terhadap kedua orang tua Ara.

Bagas pun jadi tahu jika Ara sebenarnya adalah pasangan yang dijodohkan dengan dirinya kali ini. Dia pun tak akan menolak karena calon istrinya yang masih polos dan terlihat seperti anak kecil itu.

Demi menghormati pilihan ayahnya dia pun setuju dan pertemuan dengan Ara sangat menyenangkan. Berbeda sekali saat bertemu di pesawat tadi.

Setelah berkenalan dan Bagas Salim kepada kedua orang tua Ara, Ara pun salim terhadap kedua orang tua Bagas.

Mama Bagas bersalaman dengan mama Mirna saling sapa pipi kanan dan kiri mereka pun berpelukan sebagai sopan santun. Sedangkan dengan pak Marto hanya berjabat tangan saja.

Setelah bersaliman Ara bergelayut manja lagi dilengan ayahnya. Tak memperdulikan adanya orang lain yang akan melihat tingkah dirinya.

Ara memang lebih dekat dengan kedua orang tuanya. Dia sudah tidak mempunyai nenek dan kakek dari kedua belah pihak sehingga yang memanjakannya hanya kedua orang tuannya.

Pak Wili didorong menggunakan kursi roda oleh istrinya dan mengajak para tamunya untuk duduk di ruang tamu. Sedangkan asisten rumah tangganya sudah menyiapkan makanan ringan dan teh hangat untuk semua orang.

Mereka pun mulai mengobrol lagi bersama - sama.

" Jadi kenapa kalian bisa datang bersama dari Bandara?." Tanya pak Wili.

" Iya kami satu pesawat dan satu tempat duduk pula." Jawab Mama Bagas.

" Terima kasih sudah menjaga anak kami sepanjang jalan." Pak Marto mengucapkan terima kasih.

" Tidak masalah kok, lagi juga Ara anak yang baik sepanjang perjalanan. Jadi kami punya teman mengobrol." Jawab Mama Bagas.

Mereka pun tertawa bersama dengan senang dan gembira karena Ara yang ceria. Sehingga semua orang hanya memperhatikan Ara saja.

Sedangkan Bagas merasa jenuh omongan keempat orang tua ini hanya tentang Ara saja. Dia pun dicuekin saja, makanya Bagas memilih untuk kembali ke kamarnya saja.

" Ayah, ma aku kembali ke kamar dulu mau rebahan." Ucap Bagas.

" Oh ya, ajak si Ara juga sekalian pasti kalian lelah kan. Kamarnya diseberang kamar kamu nak. Tolong antarkan sekarang ya?." Usul pak Wili agar Ara dan Bagas mempunyai ruang untuk lebih saling mengenal.

"... "

Bagas pun tak bisa menolak karena Ara pun tak tahu dimana letak kamarnya mau tak mau dia harus mengantar sampai ke kamarnya.

Ara yang masih ingin bersama kedua orang tuanya pun terpaksa harus kembali ke kamarnya karena kedua orang tuanya yang meminta dia.

Saat bagas bangun berdiri dia pun membawa koper Ara dan dirinya berjalan duluan. Sedangkan Ara bangun dengan enggan karena ternyata cowok yang dia sukai itu terlalu cerewet jika berhadapan dengan dirinya langsung.

Padahal di universitas kemarin dia terlalu cool dan sulit didekati. Saat Mika mengajak berfoto pun karena permintaan profesornya yang sedang mengobrol dengan Ara.

Jika tidak ada profesor maka dia tidak akan mau berfoto dengan calon mahasiswa baru. Terpaksa saja demi profesornya dia menghargai permintaannya.

" Eh lama banget si jalannya?." Ucap Bagas ketus.

" Ya Sabar jalannya lagian cepet banget si. Kan aku juga lelah tahu. Kaki kamu panjang banget. Aku satu baru jalan satu langkah tapi kamu sudah jalan dua langkah." Keluh Ara sambil berbicara cemberut.

Ara mengembungkan mulutnya, dan berucap sambil mendengus - dengus dan berlipat tangan di dadanya.

Bagas tak bisa menahan ketawanya atas tindakan Ara barusan. Bagi Bagas saat dia cemberut dan mengeluh pipinya seperti hamster yang sedang mengunyah makanan.

Tapi dia menahan tawanya lalu, menutup mulutnya dengan tangan dan berujar," Dasar kaki pendek sebentar lagi sampai kok."

Bagas berbalik lagi meninggalkan Ara yang masih mengambek dibelakangnya. Mau tak mau Ara pun mengikutinya karena dia juga ingin berbaring ditempat tidur.

Selama berjalan cukup jauh juga dari ruang tamu, jalannya pun berbelok - belok dipenuhi lukisan dinding gambar manusia seperti tampak bergerak memandang Ara. Ara pun agak berlari menyusul ke arah Bagas berjalan.

Hingga tak sengaja saat Ara lari bertabrakan dengan punggung Bagas yang keras. Ara merasakan sakit pada hidungnya dan berkata," Aduh sakit sekali hidungku, kenapa berhenti mendadak si?."

" Ini sudah sampai, siapa yang berhenti mendadak lagian kenapa lagi harus berlari - larian si?." Ucap Bagas kesal.

Bagas ditabrak oleh Ara yang tingginya masih dibawa ketiaknya. Dia pun imut dengan kaki pendeknya. Karena tinggi bagas seratus sembilan puluh dua sedangkan tinggi Ara hanya seratus enam puluh tiga saja.

Ara masih memegang hidungnya yang terasa sakit dan berkata," Terima kasih." lalu membuka pintu kamarnya dan langsung mengambil koper yang ada didepannya.

Menutup pintu langsung didepan Bagas

Bagas pun terkejut dengan tindakan Ara yang spontan menutup pintu didepan muka Bagas. Bagas pun ingin menggedor pintu kamar Ara karena kesal dengan tindakan tidak sopan Ara.

Namun dia mengurungkan niat dan berjalan ke arah kamarnya yang masih berjalan lagi ke depan untuk sampai di kamarnya.

Jika bukan karena permintaan orang tuanya untuk menikah dengan dia, maka Bagas tak akan mau berinteraksi dengan gadis kecil ini.

Dia pun masuk ke dalam kamarnya sendiri.

Akan kah mereka bersama nanti..

Terima kasih atas dukungannya tolong like dan koment ya terima kasih

1
Ana Ana
bahasanya terlalu berbelit belit
Kurman
🙏🙏
Nour Abd
make up minn 🙏
Rifqi Ariyanto
kok TDK lanjut
Mericy Setyaningrum
wih suka drama Korea juga nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!