NovelToon NovelToon
Become A Mother Of My BFF

Become A Mother Of My BFF

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari

Riana Nina Zara adalah seorang wanita yang baik dan punya pembawaan yang ceria. Ia memiliki seorang sahabat baik bernama Alina Raya Wijaya. Mereka sangat dekat karena berteman baik sejak duduk di bangku SMP. Bahkan Riana sudah menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Orangtuanya juga selalu baik kepadanya.

Alina sendiri adalah seorang gadis piatu yang hanya tumbuh besar di bawah pengasuhan ayahnya. Ibunya meninggal dunia setelah setahun melahirkan dirinya. Sejak itu ayahnya tidak pernah menikah kembali karena fokus untuk merawat dan membesarkan dirinya.

Namun suatu hari ayahnya secara tiba-tiba memperkenalkan seorang wanita cantik kepadanya. Dan kedepannya wanita itu akan menjadi ibu sambungnya. Sayangnya ia tak menyukai wanita itu.

Apakah pernikahan itu akan terjadi atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bergadang semalaman?

"Menginap di apartemen mu?" tanya Riana pada orang di seberang melalui ponsel genggamnya.

"Iya! Ayahku sepertinya tidak akan pulang malam ini. Sebenarnya ayah menyuruhku untuk menginap di rumah Oma. Tapi aku malas jika harus menginap di sana. Jadi aku minta izin pada ayah untuk mengajakmu menginap di sini. Lagipula besok kan hari Minggu. Jadi kita bisa bergadang semalaman sambil nonton film. Sudah lama juga kan kamu tidak menginap di sini. Ayolah! Hanya semalam saja." Alina terdengar memohon padanya.

"Hmm.... Bagaimana ya?"

"Ayolah! Hanya semalam saja. Kamu tidak mungkin tega menolak ku, 'kan? Aku juga akan minta izin pada om dan Tante. Please!!!" pintanya setengah memaksa.

"Hah! Baiklah. Aku akan menginap malam ini di apartemen mu. Oke. Biar aku saja yang bilang pada pada ayah dan ibu."

Alina terdengar begitu senang di seberang sana. Ia lalu bergegas memutuskan pembicaraan.

"Dasar anak ini!" ucap Riana sambil tersenyum.

Ia pun menemui ibunya untuk meminta izin padanya sebelum pergi.

...****************...

"Aku datang!" Riana tertawa saat berdiri di ambang pintu apartemen Alina.

Ia membawa paper bag coklat yang berisikan beberapa masakan buatannya untuk makan malam lengkap dengan cemilannya. Pokoknya Alina tidak akan kelaparan malam ini. Riana memang gemar memasak. Hal itu tentu saja dipengaruhi oleh ibunya.

"Letakkan saja pakaian mu di kamarku. Aku akan meletakkan makanan ini di dapur." Ucap Alina ketika membawa makanan tersebut ke area dapurnya.

Sementara Riana meletakkan tas pakaiannya di dalam kamar tidur Alina. Lalu ia keluar dan menyusul Alina pergi ke dapur.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Mereka terlebih dahulu makan malam untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.

"Masakan mu selalu enak seperti biasanya. Aku bisa gemuk jika makan seperti ini setiap harinya." Alina tampak sangat menikmati masakan buatan sahabatnya itu.

"Kalau begitu kenapa tidak pesan makanan di katering ibuku saja. Daripada kamu pesan makanan online setiap hari. Lumayan buat tambahan uang jajan ku." Riana tampak cengengesan.

"Aku mau yang gratis saja. Bagaimana jika kamu menikah dengan ayahku saja? Aku kan bisa makan masakan buatanmu setiap hari." Alina gantian cengengesan.

"Enak saja! Kamu sedang mencari ibu atau juru masak?" tanyanya kesal.

"Kalau bisa dapat dua-duanya kenapa harus memilih?"

"Dasar kamu ini!" Seru Riana kesal.

"Tapi serius deh! Apa kamu tidak tertarik pada ayahku? Untuk seorang pria kepala empat dia termasuk tampan dan masih terlihat awet muda. Tubuhnya juga bagus karena selalu dijaga dengan baik. Apalagi staminanya. Ayah sangat kuat. Kalian cuma beda beberapa puluh tahun saja." ucap Alina serius.

"Kamu ini bicara apa, 'sih? Usiaku dan ayahmu terpaut dua puluh dua tahun. Apa mungkin aku menjadi ibumu? Kita seumuran Alina. Walaupun ku akui ayahmu memang terlihat tampan. Bahkan sangat tampan. Bahkan teman-teman sekolah kita dulu juga sangat mengagumi ayahmu. Kau ingat bagaimana mereka terlihat histeris ketika ayahmu datang ke sekolah. Dan karena hal itu juga yang membuatmu kesal dan tidak memperbolehkan ayahmu datang lagi ke sekolah." jelas Riana mengenang kembali masa sekolah mereka.

"Iya! Gadis-gadis itu sangat keterlaluan. Makanya aku sangat kesal pada mereka." keluh Alina. "Tapi kamu kan berbeda dengan mereka." lanjutnya

Riana tampak tersenyum masam. Iya. Aku memang sudah lama tertarik pada ayahmu. Dari dulu hingga detik ini perasaan ku masih sama. Karena dia adalah cinta pertama ku. ucapnya dalam hati.

"Sudahlah! Jangan bicara yang tidak-tidak. Ayahmu akan segera menikah. Jadi cobalah untuk menerima wanita itu ke dalam kehidupan mu." Ucap Riana menahan sesak.

"Hah! Aku tetap harus menerima wanita itu apapun yang terjadi." Alina berubah masam.

"Sudah! Jangan pikirkan hal itu dulu. Kita nikmati saja hari ini. Ayo habiskan makananmu! Setelah itu kita nonton film." ucap Riana.

"Iya. Baiklah!" Alina akhirnya tersenyum.

...****************...

Malam itu keduanya tampak asyik menikmati film bergenre komedi romantis yang di putar di aplikasi layanan streaming di televisi hingga larut malam. Sepiring penuh cemilan beserta secangkir coklat panas dengan toping marshmellow juga sudah habis tak bersisa.

Alina tanpa sadar mulai menguap karena rasa kantuk yang mulai menguasai dirinya. Tanpa sadar ia tertidur dan menjatuhkan kepalanya di pundak Riana.

Gadis itu tersentak lalu tersenyum ketika melihat sahabatnya itu ketiduran di pundaknya.

"Huh! Siapa yang tadinya ingin bergadang semalaman?" keluhnya.

Ia lalu membiarkan gadis itu tidur di pundaknya untuk beberapa saat.

...****************...

Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Ervin memaksakan dirinya untuk pulang ke apartemen nya. Walaupun Alina sudah mengabarkan jika Riana akan menginap malam ini untuk menemaninya. Tetap saja ia tidak merasa tenang jika harus meninggalkan kedua gadis itu di apartemen miliknya.

Ervin memang sangat protektif terhadap putrinya. Walaupun keamanan di apartemen sangat terjaga, tetap saja ia selalu merasa cemas terhadap putrinya itu. Karena itulah sebisa mungkin ia selalu mengusahakan untuk pulang ke rumah.

"Mereka pasti sudah tidur." duganya ketika masuk ke dalam apartemen nya.

Suasana apartemen tampak sepi. Lampu ruangan juga tampak redup. Namun terdengar suara dari televisi yang ternyata masih menyala. Kedua gadis itu tertidur di atas sofa. Alina menyandarkan kepalanya di pangkuan Riana. Tubuhnya juga ditutupi dengan selimut. Berbeda dengan Riana yang tidur dalam keadaan duduk dengan kepala yang bersandar pada punggung sofa.

Ervin tampak tersenyum melihat kedua gadis itu. Ia lalu membuka jas dan melepaskan dasinya. Meletakkannya di atas sofa. Ia lalu mematikan televisi dan mengangkat tubuh putrinya untuk memindahkannya ke dalam kamar.

Setelah menyelimuti tubuh putri kesayangannya itu, ia kembali ke ruang tengah untuk memindahkan Riana ke kamarnya. Tapi sebelumnya ia merasa terpaku sesaat ketika melihat wajahnya. Ini pertama kalinya ia melihat wajahnya dengan jarak sedekat itu. Ternyata gadis remaja yang dikenalnya beberapa tahun yang lalu telah berubah menjadi seorang gadis dewasa yang cantik.

"Hnng!" lenguhan yang keluar dari mulut Riana menyadarkan Ervin.

"Apa yang sedang ku pikirkan?" keluhnya.

Pria itu lalu mengangkat tubuh Riana dan memindahkannya ke dalam kamar tidurnya. Ia membaringkan tubuh mungil itu di atas ranjang miliknya. Tak lupa ia juga menyelimuti tubuhnya. Setelah itu ia mengambil pakaian ganti dan keluar dari kamar. Ia akan mandi di kamar mandi luar.

Ia akan tidur di ruang kerjanya malam ini. Ada sebuah sofa panjang di sana yang biasa ia gunakan setelah selesai bekerja.

Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, ia masuk ke ruang kerjanya. Ia merebahkan dirinya di atas sofa. Pikirannya tampak melayang jauh entah kemana. Pernikahan yang sengaja di percepat membuatnya kembali berpikir tentang kesiapan dirinya. Entah kenapa ia selalu merasa tidak pernah yakin dengan keputusannya. Tetapi semua sudah terlanjur di rencanakan.

Ia hanya berharap bahwa inilah yang terbaik untuk semuanya.

...****************...

1
SANG
Sembilan belas bunga untuk mu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Bintang lima untukmu dek semangat terus pantang mundur. Keren habis deh, cocok banget, mantap banget, beken deh...
SANG
Cucok banget💪👍
SANG
Keren habis💪👍
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Asyiknya💪👍
SANG
Makin tambah seru nih💪👍
SANG
Lanjut ya dek💪👍
SANG
Mampir lagi ya dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iklan untuk mu dek💪👍
SANG
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
SANG
Bunga untukmu dek💪👍
SANG
Berlanjut terus dengan sebuah bunga untukmu Thor/Rose/
SANG
Lanjutkan aksimu Thor💪👍
SANG
semangat terus pantang mundur💪👍
SANG
like iklan plus komen💪👍
SANG
Makin asik, tambah asik💪👍
SANG
Makin tambah seru nih💪👍
SANG
🍒 seru dan menarik💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!