Four Twins. Mereka adalah seorang Bad Girl. Walaupun begitu, mereka adalah jenius muda. Mereka memiliki keluarga yang membuang keempatnya karena dituduh pembawa sial.
Namun siapa sangka, mereka adalah seorang pemimpin Mafia teratas di dunia yang biasa disebut sebagai Black Diamond.
Setelah mereka membalas dendam, mereka terbunuh dan terlahir kembali menjadi 4 bayi kembar di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zalfa Azz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Kembali Pulang
《HAPPY READING》
.
.
.
.
Cincin itu bisa mengikuti ukuran jari dan tidak akan bisa dilepas. Setelah semuanya selesai, mereka kembali ke kediaman masing masing karena Raja Albert dan keempat anaknya juga akan kembali ke kerajaan besok pagi.
***
Keesokan harinya~
"Eughhh.." Lenna mulai membuka matanya perlahan dan mengerjap pelan.
"Sudah pagi?"ucap Lenna mengucek matanya pelan.
Mata indah nya terpaku pada ke tiga saudara kembarnya yang masih tertidur dengan lelap. Terlintas lah ide jahil di otak kecilnya kemudian menyeringai.
"TOLONG!! KEBAKARAN!! SELAMAT KAN DIRI KALIAN!! TOLONGGGG!! TOLONGGGG KAMIII!!"teriak Lenna menggelegar membuat tiga gadis kecil disamping nya terbangun dan mulai berteriak minta tolong.
Sedangkan Letta yang terbangun karena teriakan itu langsung terjatuh di lantai dengan tidak elite nya.
Lenna tak kuasa menahan tawanya dan membuat ketiga gadis kecil itu menoleh kearah nya.
"LENNAAA!! APA KAU MAU KUBUNUH HAH?!!"teriak Letta, Lunna dan Linna dengan wajah kesalnya.
"Hahaha.. maaf hahahh"ucap Lenna lalu berbalik dan berlari keluar kamar untuk menghindari amukan dari ke tiga saudara kembar nya.
"Lenna!! berhenti kau!!"
"Awas saja kau Lenna!!"
"Akan ku pukul kepala kecil mu itu Lenna!!"
Para Pelayan yang melihat aksi kejar kejaran itu hanya tertawa geli.
"Aaaa Ayaaaahh tolong aku!!"seru Lenna seraya berlari tak tentu arah.
Tak lama kemudian Lenna tersandung oleh batu kecil di sekitar taman dan terjatuh hingga ke tiga saudara kembar nya tertawa keras.
"Hahahah.. itu adalah hukuman untuk mu!"ucap Linna tertawa senang dengan keadaan Lenna.
"Hahahhah.."tawa tiga gadis kecil itu tak tertahankan.
Sedangkan Raja Albert dan beberapa Raja lain nya tak sengaja melihat kejadian itu hanya tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya.
"Betapa imut nya keempat Putri kembar mu itu Raja Albert"ucap Raja Taylor menatap Lenna yang terduduk dengan cemberut.
"Ya aku jadi ingin mempunyai anak kembar"ucap Raja Fisher.
"Mereka memang sangat imut dan salah satunya akan menjadi menantuku"ucap Raja Shin bangga.
"Hei aku juga ingin mereka menjadi menantuku"sahut Raja Knight yang membuat Raja lainnya tercengang.
Bagaimana tidak? Raja yang terkenal kejam, dingin dan acuh sama seperti Raja Albert itu juga tertarik pada keempat gadis kecil itu.
"Hmm"Raja Albert berdehem singkat dan berjalan kearah anak anaknya yang kelihatan nya baru bangun tidur itu.
***
Lenna sangat kesal, rasanya ia ingin membuat lubang dan menyembunyikan wajahnya itu. Bagaimana tidak? semua Pelayan dan Penjaga melihat nya dengan tersenyum geli.
'Ah aku sangat maluu" batin Lenna.
"Hahaha.. duduklah disana dengan tenang"ejek Lunna memeletkan lidah nya.
"Sampai kapan kau akan duduk disana?"ucap Letta yang telah meredakan tawanya.
"Ehemm"dehem seseorang dari depan mereka yang berjarak 3 meter dari posisi mereka.
"Ah Hormat kami pada Yang Mulia Raja"ucap mereka serempak saat menyadari kehadiran sekelompok Raja.
"Ya, sedang apa kalian? mengapa masih belum siap? kita akan kembali sebentar lagi"ucap Raja Albert pada keempat Putri kecilnya.
"Emm Ayah apa kau tidak ingin membangunkan aku?"tanya Lenna memelas.
"Kalian ini kebiasaan"keluh Raja Albert lalu berjalan membantu Lenna berdiri dari duduknya.
****
Sekarang Keempat gadis kecil itu sedang berada suatu kereta bersama Raja Albert menuju kerajaan Arcko.
"Ah aku merindukan ke dua Kakak ku yang tampan itu"ucap Linna.
"Salah sendiri, kalian pasti membuat mereka khawatir dengan menghilangnya kalian. Dan jangan lupakan jika nanti saat sampai di Istana, kalian akan Ayah hukum"ucap Raja Albert.
"Ayah!! jangan menghukum kami! akan ku adu kan pada bibi nanti"ucap Lunna mengancam.
Bibi yang disebut nya adalah adik dari perempuan dari Raja Albert.
"Hm? Ayah tidak perduli"jawab Raja Albert mengalih kan pandangan.
"Hahhh terserah Ayah saja jika begitu, aku mengantuk hoaamm"ucap Letta lalu menguap dan menutup mulutnya dengan tangan nya.
Sejenak ia tersadar, bagaimana bisa dia memiliki cincin dengan berlian biru yang sangat indah itu terpasang manis disalah satu jari nya.
Ia bingung dan menatap cincin itu dengan seksama. Seingat nya dia tidak memiliki cincin yang seperti ini dan sejak kapan dia memakai cincin ini?.
"Ada apa?"tanya Raja Albert bingung dengan ekspresi Letta.
"Oh? ini, seingat ku aku tidak pernah memiliki cincin seperti ini"ucap Letta bingung.
"Mungkin itu adalah.."
"Sudahlah aku tidak perduli akan hal itu, yang terpenting aku ingin tidur"ucap Letta acuh dan langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Lenna.
Seperti itulah Letta yang tidak peduli dengan apa yang dianggap nya tidak penting.
Andai dia tahu jika itu adalah cincin pertunangan millik nya.
"Huh dasar pemalas sama seperti biasa"ucap Lunna memutar bola matanya malas karena tingkah Letta.
"Oiya Ayah aku ingin naik kuda dengan Kakak Kesatria"ucap Linna pada Raja Albert.
"Baiklah"Raja Albert memperbolehkan dan Linna langsung memanggil Kesatria nya itu.
"Kak Kav aku ingin naik kuda bersama Kakak"ucap Linna.
"Baiklah ayo"ucap Kavlar mengangkat tubuh Linna dan mendudukkan nya di depan nya.
***
Beberapa Jam lagi rombongan Raja Albert akan sampai di Istana mereka setelah melewati dua desa lagi. Yah memang sesekali mereka akan dihadang oleh bandit maupun pembunuh bayaran. Namun itu akan diatasi oleh para pengawal.
Desa yang mereka lewati agak membingungkan karena wajah dari warga disana seperti sedang putus asa dan terlihat aura mereka yang sangat suram itu. Di Desa ini bahkan anak kecil pun tidak terlihat dan tidak ada di antara nya yang tersenyum, tertawa maupun bersemangat.
"Ada yang tidak beres dengan desa ini"gumam Raja Albert.
"Ya Ayah bolehkah kami menyelidiki desa ini?"tanya Lunna.
"Tidak boleh!!"ucap Raja Albert tegas.
"Eh? ada apa?"tanya Letta saat bangun dari tidur nya.
"Kau lihat Desa ini? sangat mencurigakan"jawab Lenna seraya menatap keluar jendela kereta.
"Emm kau benar.. aku yakin ini bukanlah hal yang biasa"ucap Letta mengedarkan pandangan nya.
"Ayah boleh kami turun disini? Ayah duluan saja, kami akan aman karena kemampuan kami terlebih lagi ada Kak Al dan Kak Kav"ucap Letta meyakinkan.
"Tidak.."
"Yang Mulia" ucap salah satu Pengawal bayangan milik Raja Albert menyerah kan suatu surat.
"Hamba menerima nya dari seekor burung merpati"ucap Pengawal bayangan itu.
"Ya kau boleh pergi"ucap Raja Albert menerima surat itu.
Dengan perlahan Raja Albert membuka surat itu dan membaca nya.
****Yang Mulia Raja, Kerajaan Burton menyerang dan saat ini mereka telah berada di depan gerbang Istana. Pasukan kita banyak yang belum siap dengan serangan mendadak ini. Di duga ada seorang penghianat sehingga Kerajaan Burton bisa memasuki Kerajaan kita. Yang Mulia mohon anda segera datang.
Antonie**
Wajah Raja Albert memerah padam karena emosinya yang meluap akan tetapi ia menahannya karena keempat Putri nya ada dihadapannya.
Dia juga sangat khawatir dengan kedua Pangeran nya yang masih kecil dan keluarga nya yang ada di Istana.
"Baiklah kalian boleh menyelidiki Desa ini dan tinggallah disini sampai Ayah menjemput kalian!"ucap Raja Albert berusaha menahan amarahnya.
Dia tidak ingin jika Putri kecilnya akan terluka jika dia membawa nya.
"Tarimakasih Ayah"ucap mereka berbinar.
Mereka tidak tahu bahaya apa yang akan di lewati keluarga nya karena ulah Kerajaan Burton.
"Ayah ada urusan yang sangat penting jadi tinggallah disini bersama Kesatria kalian dan para pengawal tapi berpakaian lah dan menyamar menjadi warga biasa agar tidak ada yang terluka"ucap Raja Albert terburu buru.
Ayo mampir dan baca novelku, judulnya "We Are Monsters!"
Terimakasih Author dan semuanya! xd