NovelToon NovelToon
Dilema Selingkuhan

Dilema Selingkuhan

Status: tamat
Genre:Model / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / CEO / Tamat
Popularitas:127.7k
Nilai: 5
Nama Author: viaviana97

Pandangan pertama seorang Aditya Pratama dengan model cantik bernama Kimberly Edelina Agatha membawa Aditya ke dalam perasaan yang tak dapat dijelaskan. Ketertarikan, obsesi ingin memiliki, atau mungkin jatuh cinta yang sesungguhnya. Pesona Kimberly membuat Aditya tak mampu melepaskan pandangan darinya. Hingga akhirnya, Kimberly luluh oleh karisma, segala perhatian, dan sikap manis Aditya padanya.

Kimberly harus menerima kenyataan getir setelah hatinya telanjur terpaut. Mengetahui Aditya ternyata pria beristri dan beranak satu, Kimberly mulai dilema.

Akankah Kimberly memilih bertahan dengan statusnya sebagai selingkuhan alias orang ketiga? Siapa yang jadi prioritas Aditya dalam hidupnya? Bisakah Aditya menolak pesona sang selingkuhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viaviana97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesi Gairah Liar Lanjutan

Seorang pegawai baru saja keluar dari ruangan Aditya setelah dipersilakan masuk dan menyerahkan sebuah dokumen untuk ditandatangani sang CEO. Pegawai itulah tersangka yang memaksa permainan penuh hasrat antara Aditya dan Kimy harus terhenti.

Tak berapa lama, seorang OB pun mengantar makanan pesanan Aditya untuk Kimy. Pas di waktu jam makan siang tiba. Aditya langsung mengajak Kimy makan bersama.

Suasana makan siang di ruangan kantor yang begitu hangat dan menyenangkan. Aditya sangat menikmati lezatnya masakan Kimy, juga kebersamaan dengannya. Kimy sesekali dibuat tersenyum geli dengan candaan Aditya. Kadang, mereka juga saling menyuapi. Hingga tak terasa makanan keduanya tandas.

“Makasih buat makanannya, Mas,” ungkap Kimy.

“Makasih juga buat lezatnya masakan kamu, Sayang. Mas jadi ketagihan sama masakan kamu. Mas seneng bisa makan siang bareng kamu hari ini meski di kantor.”

“Ya udah, kalo gitu aku pulang sekarang, ya.”

“Why? Kenapa harus buru-buru? Gak mau nemenin mas dulu di sini?” seru Aditya sembari mengusap lembut pipi Kimy.

“Em, aku pengin istirahat di apartemen. Mending Mas lanjutin kerjaan Mas aja. Kalo aku di sini, pasti Mas gak fokus ke kerjaan Mas.”

“Mau gimana lagi? Kamu terlalu menarik. Kamu selalu bisa alihin fokus mas, Sayang.”

“Nah, makanya. Oke, aku pulang, ya.”

“Hm, baiklah. Biar mas anter kamu dulu, yuk.”

“Eh, ngapain? Aku bawa mobil.”

“Sama mas aja. Mobil kamu biar dianter nanti.”

“Gak perlu ribet, Mas. Udah, aku sendiri aja, ya. Mas gak usah cemas.”

“Are you sure?”

“Ya.”

“Up to you. Kamu hati-hati. Kalo udah sampe apartemen, kabarin mas, ya.”

“Oke.”

Aditya mengantar Kimy keluar dari ruangannya setelah memberi kecupan di bibir Kimy dan membisikkan pesan.

“Nanti mas ke tempat kamu. Kita lanjutin yang sempet terhenti tadi.”

***

Malam harinya, sesuai janji, Aditya menyambangi apartemen Kimy setelah jam makan malam. Pria itu pun habis makan malam di luar. Ia sama sekali belum pulang ke rumah seusai dari kantor, bahkan untuk sekadar menyapa putrinya. Aditya memilih langsung ke apartemen Kimy. Mungkin, kali ini ia pun akan menginap lagi di sana.

Kimy menyambut kedatangan Aditya dengan senyum manisnya.

“Mas belum balik ke rumah, ya? Bahkan belum ganti baju.” Kimy berasumsi begitu melihat Aditya masih mengenakan setelan yang sama seperti saat Kimy berkunjung tadi siang.

“Ya. Sehabis dari kantor tadi, mas makan malem di luar, terus langsung ke sini. Udah kangen sama kamu, plus udah gak sabar lanjutin yang tadi siang.”

“Oh My God! Mas...”

Setelah berbincang sebentar sembari Aditya menghabiskan kopi spesial buatan Kimy, Aditya langsung melancarkan niatnya. Ia mulai membelai sekujur tubuh Kimy, menciumi wajahnya, dan membaringkan sang kekasih di sofa.

Mulai dengan aksinya, sebab ia sudah begitu tak sabaran, tak mampu menahan nafsunya. Aditya membuka kancing pakaian Kimy perlahan, hingga belahan dada Kimy yang indah terlihat jelas walau belum sepenuhnya semua kancing terbuka sampai bawah.

“Kamu bahkan gak pake bra, Sayang? Sengaja mau godain mas, ya?”

“Aahh, sshh... gak, Mas. Aku memang lagi gak pengin pake aja.”

“Hmm, ssshh, ini sangat indah.”

Setelah bermain di bagian dada, sang CEO menatap Kimy dengan tatapan smirk-nya. Matanya lantas beralih ke bagian bawah tubuh Kimy. Menelusuri paha mulus Kimy dengan mata dan jemarinya.

Mereka masih menikmati permainan mereka sampai tiba-tiba ponsel Kimy menginterupsi.

“Aaahhh, ssshh wait, Mas, aku harus angkat telepon dulu, aashh.” Kimy bergerak meraih ponselnya di meja dekat sofa.

“Emmh, siapa yang telepon malem-malem, Kim?”

“Ini Ice, Mas. Mungkin mau ngomongin soal kerjaan besok.”

“Oke, angkat aja, Sayang.”

Masih dengan posisi berbaring di sofa, Kimy bicara dengan Ice lewat telepon. Aditya tak bisa menunggu sampai Kimy selesai bertelepon. Kimy terpaksa bicara sembari menahan desah nikmatnya.

Saking tak tahan, desah Kimy pun lolos hingga Ice bisa mendengarnya.

“Aaahh, sshhh Mas... sebentar—

“Hm, Kim, kamu di apartemen lagi sama Om tampan itu, ya?” tanya Ice.

“Ha? E ehh—

“Ice telepon di saat gak tepat, nih. Duh, maaf, ya, jadi gangguin kalian. Ya udah, sisanya lanjut besok di lokasi aja, ya, Say. Lanjutin aja sama Om-nya dulu. Selamat bersenang-senang, Kim. Bye.”

Ice akhirnya menutup panggilannya.

“Mas, nih, gak bisa tunggu sebentar? Tadi Ice sampe tau loh kalo aku sama Mas di sini lagi—

“Salah sendiri dia telepon di saat gak tepat, Sayang.” Guratan nafsu makin terlihat jelas di mata Aditya. Suaranya yang mulai berat pun menunjukkan, Aditya menginginkan yang lebih panas dari ini.

“Kimy, Sayang, kita lanjut di kamar, ya. Biar lebih leluasa.” Aditya membopong Kimy yang pakaiannya sudah setengah terbuka, menuju ke kamar.

Pria itu menurunkan gadisnya di ranjang dengan perlahan. Sebelum kembali menyentuh Kimy, Aditya melucuti seluruh pakaiannya sendiri hingga ia pun dalam keadaan telanjang hanya menyisakan celana dalam yang masih dipakainya. Sang CEO mulai menindih kekasihnya, meluapkan gairah yang menyelimutinya sejak tadi.

Kimy terpejam sambil bergerak-gerak mengikuti alur belaian Aditya. Desahan mereka saling beradu. Melantunkan nama satu sama lain.

“Kimy... Kim, aaahhh.”

“Mas Dityaaa, ah ahh.”

“I love you, Kim. I love you so much.”

Aditya menelanjangi Kimy sampai tak tersisa sehelai kain pun yang menutupi tubuhnya. Ia bisa menikmati tubuh polos Kimy dengan lebih leluasa. Malam ini, percintaan mereka lebih liar. Kimy pun mulai menikmati aktivitas bercintanya dengan sang CEO.

“You wanna try it? Mas akan main pelan.”

Aditya sudah mengenakan pengamannya. Ia makin menggila karena rasanya begitu nikmat. Desahan Aditya kini tak kalah frustrasi dengan desahan Kimy sedari tadi.

Mereka bergoyang makin liar. Malam yang panas di antara mereka semakin panjang. Keduanya terus mendorong, meremas, mendesah. Bibir mereka yang terlalu candu untuk berpagut, terus saling mencumbu. Sesekali mereka mengubah posisi bercintanya. Kadang Kimy yang di atas, kadang mereka dalam posisi duduk. Mau seperti apa pun posisinya, Aditya tetap bisa merasakan kenikmatan luar biasa. Apalagi karena ia sudah satu step lebih maju dalam keintiman mereka. Kimy sudah mau melakukan penyatuan walau masih ada sekat, Aditya masih harus mengenakan pengaman dalam bercinta.

Berkali-kali mereka telah mencapai klimaks bersama. Karena orgasmenya yang berulang kali, Kimy pun mulai lemas. Aditya yang tak ingin Kimy lebih lelah pun memutuskan untuk menyudahi kegiatan bercinta kali ini.

Aditya menarik selimut sampai ke atas menutupi tubuh atas Kimy. Ia lantas mendekap Kimy, mengecup singkat keningnya.

“Lelah, ya?”

Kimy mengangguk.

“Oke, istirahatlah, Sayang. Makasih buat malam indah ini. Mas cinta kamu, Sayang. Sekarang bobok, yah.”

“Mas, Mas Ditya gak akan ninggalin aku, kan? Kita ... udah sejauh ini.”

“No. Gak akan pernah. Justru mas lebih takut kamu yang bakal ninggalin mas, Kim.”

Ya, ketakutan Aditya selama ini karena kebohongannya.

1
Yuliana 123
semngt thor ceritanya bgus bnget
G.I
Ngapain anda tanya happy ending...anda goblok....anda yang nulis anda tanya...
Aina love: buset dah...
kasar amat
gak pernah sekolah kali yak
cuma ampe paud
total 1 replies
Noerlina
Lumayan
Noerlina
Kecewa
Nova Susanti
ya ampun Kim,mimpinya panjang bnget,smpai bikin spot jantung😀
Devi Aviana Putri: Hahaha 😄
Iya, Kakk. Makaasihh udah baca sampe akhir, Kakak. 💜
total 1 replies
Nova Susanti
benar benar kaget sekrang pas tau Adit seorang psikopat 😱
November
lanjut
amaze min1
bisa2 nanti naya ikutan dibuang jg karna masih nggak mau terima kimmy
Devi Aviana Putri: Waduhh. Kita lihat nanti ya, Kak. Btw, rencananya sekitar dua bab lagi tamat. Hehe. 😁
total 1 replies
amaze min1
jahat banget aditya kalau sampe bunuh sasa cuma gara2 mau nikahin kimmy😠 semoga adit dan kimmy kena karma berlipat ganda dahh 😠😠
Devi Aviana Putri: Wkwkwk. Sabar ya, Kakakk. 😇
total 1 replies
Yunita
up nya kok lama sih thor
Devi Aviana Putri: Hehe, iya, Kak. Besok-besok diusahain up tiap hari deh. Sebenernya ini juga tinggal beberapa bab aja, kok. Bentar lagi mau author tamatin, ehehe. Makasih udah mampir dan selalu nunggu kelanjutan cerita author ini, Kakk. 🙏💜
total 1 replies
amaze min1
kimmy dan adit keterlaluan mentang2 nggak ada penghalang lg main seenak nya aja, nggak mikirin perasaan ortu sasa sedikit aja
amaze min1
Hadeh.. kapan dah karma nya ni dua orang nggak punya hati
November
lanjut
Endah Nigel Moms Nigel
author ini gmn eaa pelakor di belain
amaze min1
adit benar2 nggak punya perasaan untuk sasa. dia ngak sedih sasa meninggal, sedih nya karna bingung gimana jelasin ke anak nya kalau maam nya udh nggak ada
Devi Aviana Putri: Ehehe sabar ya, Kakk. 🤗
total 1 replies
amaze min1
senang kan lu dit nggak ada penghalang buat bersatu sama kimmy, semoga aja anak nya nggak mau sama kimmy biar tau rasa
amaze min1
kimmy nggak punya hati ya bisa2 nya senang di saat seorang anak kehilangan ibu nya 😠
amaze min1
yahh sasa nya meninggal 😥 makin senang lah adit sama kimmy 😑
November
lanjut
amaze min1
lepasin aja sa walaupun sakit, tp nunggu kimmy sama adita kena karma dulu baru tinggalin si adit biar nyaho
Devi Aviana Putri: Wkwkwk yg sabar ya, Kakk.
Kita lihat aja nanti mereka maunya gimana.
Makasih udah mampir komen, Kakak. 😇💜
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!