NovelToon NovelToon
SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:84.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: erlyta

VEYO PUTRI NATALI lahir di kota kelahiran sang papa dikota J dan besar disana,Veya tumbuh dengan kasih sayang yang selalu didapatkan dari papa dan bundanya.Papa Vey bernama Jordy Adi Wiguna dan Bunda Vey bernama Natali Dwi Anggara.

"Senyum ini akan selalu aku ukir,meski tak ada yang meminta."batin Veyo berbisik.


hai salam kenal yah ini karya ku yang pertama kalau ada salah dalam penulisan tolong jangan dibully yah langsung aja kasih saran atau boleh tambahin yang sekiranya para pembaca nyambung😊😊😊.

jangan lupa yah baca dulu, suka langsung masukkan FAVORITE trus LIKE jika mau ngasih VOTE silahkan dengan senang hati saya trima😊😊😊😊.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erlyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERSENYUM LAH WALAU ITU SANGAT SULIT.

Tio, masih setia berada disamping sahabatnya itu. Persahabatan yang mereka jalani bukan hanya sedekar persahabatan yang biasa. Sedari kecil hingga sekolahpun mereka memilih untuk terus bersama sama. Susah senang mereka jalani, walaupun berada dipedesaan mereka tidak kalah pintarnya dengan anak kota. Bahkan, sering kali terlihat anak kota yang pernah tinggal didesa, kedepannya menjadi lebih bisa menghargai orang lain.

***

Vey, berjalan pelan menghampiri mereka berdua. Wildan, sudah terlihat sudah membaik setelah mengutarakan kesedihan lewat bernyanyi.

Tio dan Wildan menengok kebelakang dan disambut senyum manis dari Vey.

Berjalan menghampiri Wildan dan tio. Senyum itu masih dia ukir dengan cantik dibibir tipis merah jambu itu.

"Kamu, bisa nyanyi juga ternyata?" kata Vey tersenyum.

",,,,," hening yang didapat Vey.

"Sekedar hoby saja!" ucap Tio. Yang ditanya malah menatap dan tidak menjawab spatah katapun. Vey yang ditatap seperti itu hanya bisa tersenyum untuk menutupi ketakutannya.

"Sudah, lama kamu disini Vey," Wildan berkata,masih menatap Vey dengan kedua mata tajamnya yang sulit diartikan. Ntah tatapan mata marah, sedih atau terkejut.

Dengan anggukan dan senyum yang masih menghiasi bibir itu. Seketika, Wildan menaruh gitar itu pada tempatnya.

Berjalan mendahului Tio dan Vey, dengan satu tangan yang memegang tas dan satu tangannya dia masukkan saku celana abu abu.

Sepi dan hening suasana yang mereka lewati, murid murid lainnya sudah pulang semua dan mungkin sudah ada yang tidur siang. Mereka terus berjalan tanpa ada yang ingin berucap, sekedar memcairkan suasana hening itu. Tampak dua orang yang masih berada di depan gerbang sekolah, perlahan Wildan menuju depan gerbang dengan hati yang bergemuruh kembali. Menyaksikan cinta pertamanya bercanda dengan bahagianya.

Tanpa menghiraukannya Wildan melewati mereka. Tak ada tegur sapa ataupun hanya sekedar menyapa lewat kedua mata. Vey, menghentikan langkahnya pas dirasa sudah didepan gerbang, ingin menghampiri dua orang yang disana. Tapi, belum sempat Vey melangkah lebih lebar lagi, Tio memegang pergelangan tangan Vey.

Karna, Tio tau betul, Wildan tidak pernah suka jika teman yang lainnya yang sudah dibilang dekat dengan Wildan menyapa orang yang sudah membuat dia seperti ini. Dengan gelangan kepala sabagai tanda untuk Vey berhenti. Rasa bingung yang saat ini Vey rasakan,kenapa dia juga tidak boleh menyapa Iren. Bahkan, Vey, tidak tau betul apa yang terjadi.

"Ah,,mungkin untuk menghargai perasaan Wildan!" bisik hati Vey. Vey dan Tio terus berjalan dam tanpa menolehkan lehernya pada dua orang itu.

Iren yang mengetahui itu pun sekejap menghentikan tawanya, melihat punggung ketiga orang yang dia kenal kemudian melanjutkan obrolan mereka.

Vey, memilih berjalan kaki dengan Tio dan Wildan. Kenapa harus diam diam gini terus yang Vey rasakan, ingin mercoba bicara tapi dia takut salah ucap. Sesekali Vey, melihat kearah Tio dan Wildan bergantian, sampai tanpa sadar ada sebuah motor yang melaju sangat kencang.

Sedetik, saja mungkin Vey sudah jadi korban dari sang pengendara motor tersebut. Wildan yang melihat arah motor itu, menarik pergelangan tangan Vey, hingga jarak diantara mereka tidak ada.

"Awas, Vey!" teriak dan disusul tarikan ditangan Vey.

Yang ditarik malah mematung tanpa berkedip sama sekali, jarak yang sangat dekat membuat jantung Vey serasa berdisko ria.😊😂

Tio yang melihat pengendara motor itu ingin mengejar, tapi mematung ketika melihat Vey dan Wildan berpelukan. Senyum, jahil sudah terpancar diwajah Tio.

"Woy, kalok gak bisa nyetir gk usah nyetir!" teriak keras Tio sambil melirik Vey dan Wildan.

Teriakan yang Tio sengaja sukses membuat mereka berdua terkejut, dan saling melepaskan pelukannya.

"Ekhem,,,,,Maaf?" ucap Wildan dengan canggungnya.

"Senyum, aku juga." ucap Vey.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan perasaan canggung dan tentunya senang dari Tio. Dengan memberanikan diri Vey mercoba berbicara.

"Maaf, sebelumnya wil, mungkin aku lancang berbicara seperti ini sama kamu. Tapi, apa gak sebaiknya kamu bisa bersikap seperti sedia kala, memang aku tidak tau menau dengan masalahmu. Tapi, dengan kamu menceritakan beban yang kamu miliki sekarang kepada ortu atau sahabatmu mungkin mereka bisa memberi saran. Co,,,

Belum selesai Vey berkata suda terpotong oleh Wildan.

"Seandainya saja semua itu tidak pernah aku ucapkan, mungkin saat ini juga kita bertiga bisa pulang bersama, sulit untuk ku ceritakan Vey, tapi, kamu benar!" Tio, yang melihat Wildan mau bercerita lagi merasa lega atas bantuan Vey.

"Tersenyumlah meskipun itu sulit, itu yang selalu papa dan budnaku bilang, setiap kita ada masalah coba buat untuk selalu tersenyum." ucap Vey, tersenyum.

NOTES: TERSENYUMLAH MESKI ITU SULIT.KARNA SEBUAH SENYUMAN BISA MENYEMBUNYIKAN BERIBU MACAM LUKA.BUKAN BERARTI KITA BERTOPENG DALAM SENYUMAN.

Jangan lupa kasih LIKE,SARAN dan RATING yah,😉

1
Erorr
👏👏👏👏👏👏
Bener itu,
Ibarat makanan yang di hidangkan tinggal makan,kenpa harus protes.
Erorr
Karena aq cowok jadi berusaha tegar,meski ngebyangin juga sedih
Erorr
Menyalahkan aja tidak boleh apa lagi maw melawan yang namanya takdir
Erorr
Notenya abis
Erorr
Ayo ketawa 😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Erorr
Baim tu apan va???
Erorr
Dalam diam aq........
Erorr
Weee habissss
Erorr
Wildhan masih belum bisa move on juga, mungkin terlalu dalam dia menancapkan busur cintanya pada Vey,, sehingga tidak mudah untuk mencabutnya,Semangat ya Tyo jangan menyerah membantu Wildhan mencabut panah asmaranya, agar bisa di gunakan untuk memanah hati author 😅😅😅😅😅😅
Erorr
sudah hakekatnya jadi tak akan pernah salah memilih 😅😅😅😅😅😅
Erorr
Benar sekali itu,,kalau orang itu normal pasti punya rasa pada teman lawan jenis, tergantung orang itu mau memupuk benih rasa itu biyar berkembang atau hanya akan mrmbiyarkan benih rasa itu tetap mrnjadi benih
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Maseeee,,

Seng tenang maseee
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Devano kenapa, jangn mati dulu lah mereka baru maw bahagia
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Devano belum sepenuhnya sembuha ya
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Tangis bahagianya Ve
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Mereka pecinta drakor, seprti authornya juga 😅😅😅😅
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Wildan masih mencoba move on
Nia Subarkah
gk ngerti ceritanya
📸⃝ᴿᴳriya<<big>>big<<big>>
ajahahahhaahajaj ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄
📸⃝ᴿᴳriya<<big>>big<<big>>
akku selalu ada thor ᥬ🥰᭄ ᥬ😍᭄ ᥬ😍᭄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!