NovelToon NovelToon
Transmigrasi : Putri Kasandra VS Pangeran William

Transmigrasi : Putri Kasandra VS Pangeran William

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Cinta pada Pandangan Pertama / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Yakasa

Putri Kasandra adalah seorang gadis yang bekerja dengan seseorang di mana dirinya ditugaskan untuk membunuh penjahat, membantu mengambil barang - barang yang di curi oleh para penjahat dan lain sebagainya.

Putri Kasandra bersedia melakukan apapun asalkan bayarannya tinggi dan tidak menyakiti orang yang tidak bersalah. Selain bisa bela diri, Putri Kasandra sangat pintar dalam bidang medis dan bisa menguasai semua jenis senjata.

Namun suatu ketika dirinya melakukan misi di mana sebuah peninggalan kuno di curi dan tanpa sengaja menjatuhkannya hingga akhirnya dirinya terlempar ke dunia lain di mana dirinya masuk ke dalam tubuh seorang putri yang sering di bully dan di tindas.

Mampukah Putri Kasandra membantu pemilik tubuh melawan mereka mengingat dirinya masuk ke jaman kuno yang sangat jauh dengan kehidupan sebelumnya? Ikuti yuk novelku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kembali

Putri Kasandra yang selalu bersikap waspada sudah tahu sejak tadi kalau Putri Ririn berjalan ke arah dirinya dengan perlahan.

Namun Putri Kasandra pura - pura tidak tahu hingga Putri Ririn berlari ke arah dirinya untuk mendorong tubuhnya bersamaan Putri Kasandra menggeser tubuhnya ke arah samping.

"Akhhhhhhhhh ....!" Teriak Putri Ririn dengan wajah sangat terkejut ketika tubuhnya ke arah kolam ikan.

Byur

Putri Ririn yang tidak bisa menahan tubuhnya akhirnya jatuh ke dalam kolam ikan membuat Putri Kasandra tersenyum devil.

"Ups ... Ririn! Kenapa kamu bermain air di kolam?" Tanya Putri Kasandra dengan wajah polosnya.

"Hari ini anginnya lumayan kencang, bagaimana jika kamu masuk angin?" Tanya Putri Kasandra lagi.

"Kasandra! ... Kamu ... Kamu ...." Ucap Putri Ririn menggantungkan kalimatnya dengan wajah kesal.

"Apa?" Tanya Putri Kasandra pura - pura tidak tahu sambil menatap adik tirinya.

'Adik kecil, kamu terlalu muda untuk bermain denganku.' Sambung Putri Kasandra dalam hati.

Tiba - tiba Ibu tirinya datang dan berlari ke arah Putri Kasandra sambil menahan amarahnya yang teramat sangat.

"Kasandra! Beraninya kamu membully Ririn? Dia itu adikmu!" Teriak Ibu Valena dengan nada kesal.

"Aku akan meminta Albert untuk menghancurkanmu dan mendapatkan keadilan untuk Ririn hari ini!" Sambung Ibu Valena sambil masih berteriak dan mengangkat tangannya untuk menampar Putri Kasandra.

"Apa yang terjadi di sini?" Tanya seorang pria tampan yang tiba - tiba datang dan menahan tangan Ibu Ririn.

Semua menatap ke arah pria tampan tersebut bersama dua orang pengawalnya dengan wajah terkejut terlebih Putri Kasandra. Hingga datang Ayah Albert bersama pelayan setianya memberikan hormat ke pria tampan tersebut.

'Kenapa pria itu ada di sini?' Tanya Putri Kasandra dalam hati.

Pelayan tersebut datang sambil membawa kursi kemudian diletakkan di sisi pria tampan tersebut. Pria tampan itupun duduk di kursi sedangkan ke dua pengawalnya berdiri di belakangnya.

Sedangkan Ayah Albert, Ibu Valena dan Putri Valena bersujud ke arah pria tampan tersebut sedangkan Putri Kasandra masih berdiri dengan wajah masih terkejut.

"Bangun!" Perintah pria tampan tersebut.

Mereka bertiga langsung berdiri sedangkan pria tampan tersebut diam - diam melirik ke arah Putri Kasandra.

'Kenapa gadis ini memakai make up tebal?' Tanya Pangeran William dan kedua pengawalnya dalam hati.

"Aku kemari untuk membahas sesuatu dengan perdana menteri tapi Aku tidak menyangka akan melihat pertunjukkan sebagus ini." Ucap pria tampan tersebut.

"Pangeran William, suatu kehormatan bagi kami Pangeran William datang ke rumah ini." Ucap Ibu Valena sambil tersenyum tanpa memperdulikan ucapan Pangeran William.

Ternyata pria tampan tersebut bernama Pangeran William di mana Putri Kasandra sama sekali tidak tahu kalau pria yang selama ini diusili adalah seorang pangeran.

"Pelayan, ambilkan minuman teh untuk Pangeran William!" Perintah Ibu Valena.

Pelayan tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi untuk mengambil teh.

"Maafkan putri - putriku atas kekasaran mereka. Yang Mulia." ucap Ayah Albert sambil memberikan hormat.

"Ayah." panggil Putri Kasandra sambil memegang lengan Ayahnya.

Ayah Albert memalingkan wajahnya dengan wajah terkejut karena Putri Kasandra tidak mengenal Pangeran William.

"Siapa orang tua ini?" Tanya Putri Kasandra sambil menunjuk ke arah Pangeran William.

Pangeran William yang mendengar kalimat orang tua ini sangat terkejut sambil menahan amarahnya sedangkan yang lainnya hanya terkejut.

'Pangeran William sangat terkenal karena kekejamannya.' Ucap Putri Ririn dalam hati.

'Kasandra mengira di depan orang banyak tidak mungkin Pangeran William menghukumnya dengan berat. Jika Aku dan Ibuku tidak melakukan apa - apa untuk membantunya pasti Kasandra akan mati di hukum Pangeran William.' Sambung Putri Ririn dalam hati.

"Gadis kecil ..." Ucap Pangeran William menggantungkan kalimatnya sambil menahan amarahnya.

'Ini pertama kalinya Aku mendengar seseorang mengatakan kalau Pangeran William adalah orang tua.' Ucap pengawal pertama dalam hati sambil menahan senyumannya.

'Gadis ini beberapa kali membuat Pangeran William kesal dan Aku sangat yakin pasti gadis ini akan di hukum.' ucap pengawal ke dua dalam hati.

"Umur Aku hanya dua puluh, memangnya Aku terlihat sangat tua?" Tanya Pangeran William sambil masih menahan amarahnya.

"Dua puluh? ... Aku pikir Pangeran William umurnya empat puluh tahun." Jawab Putri Kasandra sambil tersenyum.

Wajah Pangeran William langsung menggelap namun dirinya memaksakan untuk tersenyum walau dalam hatinya ingin sekali menghukum Putri Kasadnra.

"Kasandra, jangan bicara omong kosong!" Bentak Ayah Albert.

"Maafkan perkataan putriku barusan." Mohon Ayah Albert sambil menundukkan kepalanya.

"Kasandra itu sangat bodoh ... Yang Dia lakukan hanya berbicara omong kosong jadi tolong jangan dimasukkan ke dalam hati dan jangan hukum kami." Mohon Ibu Valena.

'Kasandra, kamu pikir Aku tidak bisa berurusan dengan kamu di sini? Tunggu saja Albert dan Pangeran William yang akan menghukummu dengan kejam.' sambung Ibu Valena dalam hati.

"Pangeran William bisa menghukum Kasandra sendirian karena telah menyinggung perasaan Pangeran William." Ucap Ibu Valena.

Pangeran William yang memegang cangkir teh hanya terdiam sambil menggenggam cangkir dengan erat menahan amarahnya terhadap perkataan Ibu Valena.

"Aku tahu Kasandra punya masalah mental tapi Aku tidak tahu kalau Kasandra punya masalah dengan matanya." Ucap Pangeran William.

"Pak Albert dan Ibu Valena, sudah cukup masalah mental dan mata Kasandra yang bermasalah jadi Aku minta jagalah pendengaran Kasandra agar tidak ikut bermasalah." Sambung Pangeran William.

'Kamu berani mengatakan Aku punya masalah mental dan buta.' Ucap Putri Kasandra dengan menggunakan telepati sambil menahan rasa kesal.

'Kamu yang mulai duluan dengan mengatakan Aku tua. Bukankah kamu buta?' Tanya Pangeran William dengan menggunakan telepati sambil tersenyum.

'Apakah pria ini tidak kapok Aku hukum lagi?' Tanya Putri Kasandra dalam hati.

"Aku sudah mengobati Kasandra seperti anakku sendiri tapi belum sembuh juga." Ucap Ibu Valena.

"Walau begitu Aku tetap berusaha untuk mencari tabib. Aku akan menjaga mata baik pada Dia dan jangan pernah membiarkannya menghormatimu lagi jadi tolong hukum Kasandra saja." Sambung Ibu Valena.

'Si*l biasanya Pangeran William langsung menghukum siapa saja yang menghinanya tapi kenapa Kasandra belum juga di hukum? Apa mereka dua - duanya buta?' Tanya Ibu Valena dalam hati.

"Aku takut kalau sekarang Ibu mengutukku dan Yang Mulia di mana di dalam hatimu menyalahkan Yang Mulia karena menghalangimu untuk menghukumku." Ucap Putri Kasandra.

"Kasandra, bagaimana kamu bisa memfitnahku seperti itu? Jika Yang Mulia tidak ada di sini, Aku ..." Ucap Ibu Valena menggantungkan kalimatnya.

"Kamu apa? Apa yang ingin kamu lakukan pada Kasandra?" Tanya Pangeran William sambil menatap tajam ke arah Ibu Valena.

"Maaf Yang Mulia, Aku tidak berani tadi Aku hanya marah pada Kasandra." Jawab Ibu Valena dengan wajah ketakutan.

Putri Ririn yang melihat Ibu Valena ketakutan tidak tega dan menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.

"Maafkan, perkataan Ibuku Yang Mulia." Ucap Putri Ririn.

Plak

Tiba - tiba salah seorang pengawal Pangeran William menampar pipi mulus Putri Ririn. Hal itu tentu saja Putri Ririn sangat terkejut begitu pula dengan yang lainnya kecuali Ayah Albert, Pangeran William dan Putri Kasandra.

Putri Ririn langsung memegangi pipinya yang terasa sangat perih sambil menahan amarah terhadap Putri Kasandra.

"Beraninya kamu! Siapa kamu?" Tanya pengawal Pangeran William yang tadi menampar wajahnya.

"Beraninya kamu begitu kasar di depan Yang Mulia! Kamu tidak menghormati Yang Mulia! Jika kamu berani meneteskan air mata maka perhatikan matamu!" Sambung pengawal Pangeran William sambil membalikkan tubuhnya.

"Aku pernah membaca buku di mana buku itu mengatakan semakin kamu merasa bersalah maka semakin kamu bertambah panik." Ucap Putri Kasandra.

"Kasandra! Kamu .... Kamu ..." Ucap Ibu Valena menggantungkan kalimatnya sambil menahan amarah yang teramat sangat.

Bruk

1
Atoen Bumz Bums
pelayan pekok
Atoen Bumz Bums
ini kebetulan ada pangeran dan ayahmu Cassandra bahas tentang krim
cheng phong
terus terang aku bingung bacanya
DN
Kasandra tuh knp sich ...bs lengah. lagian knp tdk cerdas knp msh mau temuin Alex. ihh sebel dech....
DN
jangan2 Veni itu si Velanie
DN
Veni belum kapok.
DN
semoga kna batu nya kau Bela
DN
Luar biasa
May Ummah
maaf sebelumnya untuk penulisnya mohon di perhatikan kata kalimatnya trim,s
fitri
Luar biasa
DZX_ _ _@2456
Kecewa
Yakasa: kita itu sama2 penulis. Kalau kamu di kasih bintang 1 mau ngga
total 1 replies
DZX_ _ _@2456
Buruk
karyaku
hi kak transmigrasi menjadi istri mafia jangan lupa mampir y kk
karyaku
hi kak transmigrasi menjadi istri mafia jangan lupa mampir y
Helen Nirawan
Aduhhhh nampar ny ke ririn kurang tuh , tampar lg biar mirip kecoa isshh
Nada dwi Yuandira
Luar biasa
Yakasa: Terima kasih banyak
total 1 replies
Ririn Santi
novel ok
Ririn Santi
sedikit membingungkan jika pangeran Antonio adalah abangnya , lalu orang tua aslinya siapa
Ririn Santi: orangtuanya Kasandra raja kerajaan tetangga atau Albert?
total 1 replies
Ririn Santi
apa berterus terang akan berdampak buruk?
Ririn Santi
ntar keluyuran tanpa di dampingi pengawal lagi ya, kan kuat menghadapi byk musuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!