NovelToon NovelToon
Santri Rock'N Roll

Santri Rock'N Roll

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:425.3k
Nilai: 5
Nama Author: Green Aple

Santri Rock'n Roll..
Ricky Sanjaya adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses, kehidupan mewah dengan segala fasilitas yang dia miliki membuatnya hidup tanpa aturan.

Ricky selalu membuat ulah dimanapun dia berada, bahkan dia sering berpindah-pindah sekolah karena kenakalannya.

Sang Ayah yang merasa sudah tidak sanggup lagi mengatur perilaku anak semata wayangnya, mencoba menitipkannya ke sebuah pondhok pesantren yang jauh dari rumahnya, dengan harapan Ricky akan mampu hidup mandiri dan bisa lebih menghargai orang lain.

Kehidupan pesantren yang penuh aturan nyatanya juga tidak membuatnya berubah, hingga dia dikeluarkan dari pesantrennya. Namun kehadiran sosok perempuan yang juga merupakan anak dari sang Kiai perlahan-lahan mampu mengubah hidupnya.

Bagaimana petualangan Ricky selanjutnya. Ikutu kisahnya yuk..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green Aple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Terus Ricky gimana Ma? Betah nggak dia di sana?" Tanya Pak Robby setelah Bu Sofi menceritakan percakapannya dengan Ricky melalui telepon.

"Alhamdulilah Ricky baik Pa..kayaknya sih dia betah.." Jawab Bu Sofi menerka-nerka. "Oiya Pa..dia minta dikirimin uang, katanya buat beli laptop" Sambungnya lagi sambil mengingat-ingat permintaan anaknya tadi.

"Jangan di kasih Ma, itu cuma akal-akalan dia saja buat ngumpulin uang, biar bisa cepat pulang" Jawab Pak Robby. "Nanti biar papa kirim dia laptopnya aja" Sambungnya lagi.

Selama ini Ricky memang hanya dikasih uang yang hanya cukup buat belanja keperluan sehari-harinya saja, sementara untuk biaya sekolahnya, sudah di bereskan semuanya.

Itu semua Pak Robby lakukan agar anaknya bisa tinggal lebih lama di pesantren, bahkan atm Ricky pun diambilnya, dan di buatkan atm baru yang isinya tidak banyak.

"Yaudah, terserah Papa saja..mama cuma khawatir kalo Ricky nanti butuh apa-apa di sana" Ucap Bu Sofi pasrah, membayangkan bagaimana jika Ricky menginginkan sesuatu, tapi tidak mempunyai uang untuk membelinya.

"Ricky sudah besar Ma..biarkan dia belajar hidup mandiri, selama ini kita sudah cukup memanjakan dia dengan fasilitas yang mewah" Ucap Pak Robby menjawab kegelisahan istrinya. "Biarkan dia mengerti, bahwa tidak semua orang terlahir dengan kondisi yang berkecukupan" Ucapnya lagi menenangkan istrinya.

***

Sementara Ricky yang menjadi primadona baru di sekolahnya, justru malah merasa risih karena menjadi bahan perbincangan.

Hampir semua siswa membicarakan dia, karena selain ketampanannya, juga motor gede yang selalu ia kendarai, membuatnya menjadi semakin tampak kece.

Maklum saja, di SMA BINA BANGSA ini, masih jarang siswa yang memiliki motor, bahkan para gurunya pun belum ada yang memiliki motor sebagus yang Ricky punya.

"Nanti sepulang sekolah anterin aku ke pasar yuk Ntan.." Ajak Syifa pada Intan sebelum pelajaran dimulai.

"Iya nanti" jawab Intan sambil tersenyum.

Ricky yang duduk di belakang mereka tidak sengaja mendengar obrolan Syifa dan Intan, dia pun kemudian tersenyum seperti memikirkan sesuatu.

Tidak lama kemudian guru yang mereka tunggu datang, dan membuat suasana kelas seketika menjadi hening, apalagi Bu Rani termasuk guru killer di sekolah.

"Selamat pagi semuanya?" Sapa Bu Rani pada muridnya. "Sekarang ibu mau kalian kumpulkan tugas yang ibu berikan kemarin!" Pinta Bu Rani sambil duduk dan merapikan buku-bukanya di meja.

"Emang ada tugas ya?" Tanya Ricky pada Edo, teman sebangkunya, dan ketika mendapat anggukan dari Edo, raut wajah Ricky berubah buruk. "M*mp*s gue" gumamnya.

"Emang kamu belum ngerjain?" Tanya Edo saat melihat perubahan pada wajah Ricky.

"Gue lupa" jawab Rucky setengah berbisik.

"Kenapa kalian malah ngobrol? Ayo cepat kumpulkan tugas kalian!" Hardik Bu Rani saat melihat Ricky dan Edo tidak mengindahkan perintahnya, sementara yang lain tengah mengumpulkan tugas mereka.

Edo pun bangun dan mengumpulkan tugasnya, sementara Ricky masih diam di tempatnya.

"Ricky! Mana tugas kamu, cepat bawa kemari!" Hardik Bu Rani saat melihat Ricky masih diam di tempatnya, sementara siswa yang lain juga ikut mengarahkan pandangan mereka pada Ricky yang tidak bergeming

"Maaf bu..saya tidak mengerjakan tugas" Jawab Ricky hati-hati.

Mendapat jawaban Ricky, Bu Rani beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Ricky.

"Kenapa kamu tidak mengerjakan tugas.?!" Tanya Ru Rani dengan tatapan yang angker.

"Saya pikir ibu nggak masuk hari ini" Jawab Ricky asal, pasalnya dia tidak tahu harus memberikan alasan apa pada gurunya.

Dan seisi kelas pun tertawa mendengar jawaban Ricky, sementara wajah Bu Rani memerah menahan marah.

"DIAAAM!" Bentak Bu Rani sambil memukul meja yang ada di hadapan Ricky yang sontak membuat Edo kaget.

"Monyet..e monyet.." latah Edo yang sontak membuat tawa mereka pecah kembali setelah tadi sempat terdiam.

Dan pelototan dari Bu Rani membungkam mulut mereka masing-masing.

"Ricky..sekarang kamu keluar dari kelas saya sampai jam pelajaran saya selesai!" Perintah Bu Rani dengan nada yang tegas.

Sesaat setelah Ricky keluar, suasana kelas pun menjadi hening, seperti tidak berpenghuni, sementara Ricky yang bingung mau ke mana, akhirnya memutuskan untuk pergi ke uks.

Setelah hampir setengah jam Ricky berada di uks, dia merasa bosan dan hendak pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.

Tapi sebelum sempat dia beranjak dari duduknya, dia dikejutkan oleh kedatangan Intan yang tengah menggandeng lengan dan bahu Syifa.

"Eh..kamu kenapa?" Tanya Ricky saat melihat wajah Syifa yang tampak pucat.

"Nggak papa" Jawab Syifa lemah.

"Pasti kamu tadi nggak sarapan ya Syif?" Tanya Intan yang melihat temannya tampak tidak bertenaga.

Mendapat pertanyaan dari Intan, Syifa hanya tersenyum dan menggeleng lemah. "Tadi aku kesiangan, jadi nggak sempet sarapan" akunya.

"Yaudah..kalian tunggu di sini sebentar, biar aku cariin sarapan" respon Ricky sambil beranjak pergi ke kantin.

"Eh..nggak usah rick" Jawab Syifa mencoba mencegah Ricky, namun Ricky tidak menanggapi dan tetap pergi ke kantin.

"Aku ikut" ucap Intan sambil berlari mengejar Ricky yang sudah agak jauh.

"Ntan..nanti kamu jadi pergi ke pasar? Aku ikut ya?" Pinta Ricky saat mereka tengah berjalan menuju kantin.

"Eh..kamu tau dari mana?" Jawab Intan sedikit terkejut.

"Tadi aku nggak sengaja dengar kamu pas ngobrol sama Syifa" aku Ricky pada Intan. "Jadi, boleh ikut nggak nih?" Tanya Ricky setengah memohon.

"Ooh..emang kamu mau ngapain ikut ke pasar?" Tanya Intan selanjutnya.

"Aku mau beli sesuatu..soalnya aku nggak tau pasarnya di mana" Jawab Ricky.

"Yaudah..nanti aku kabarin lagi kalo jadi" jawab Intan sambil memilih makanan untuk Syifa.

Dan saat mereka sudah mendapat makanan yang cukup, mereka langsung kembali ke uks.

Syifa tengah menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang saat Intan dan Ricky datang membawakan makanan.

"Astagfirulloh..Banyak amat belinya Ntan" Ucap Syifa yang melihat Intan dan Ricky membawakan banyak makanan untuknya.

"Tau tu si Ricky" Jawab Intan sambil menunjuk Ricky dengan wajahnya.

"Biar kamu bisa milih, mana yang kamu sukai" bela Ricky.

"Ya tapi nggak gini juga Rick" jawab Syifa yang kemudian berterima kasih juga pada ke dua temannya.

"Yaudah, aku balik ke kelas dulu, takut diomelin Bu Rani..nitip Syifa ya Rick" ucap Intan dan langsung kembali ke kelas.

Ricky hanya membalas dengan anggukan sambil tersenyum.

"Kok nggak di makan rotinya?" Tanya Ricky memecah keheningan.

"Iya" Jawab Syifa singkat sambil mengambil salah satu roti dan memakannya. "Eh..denger-denger kemarin kamu masuk kamar mandi santri putri ya? kenapa?" Tanya Syifa yang masih penasaran dengan kejadian kemarin.

"Emm..kemarin aku di hukum bapak kamu buat bersihin kamar mandi, terus ya udah deh" Jawab Ricky menggantung.

"Tapi bukan berarti harus kamar mandi putri kan?" Tanya Syifa dengan tatapan menghakimi.

"Ya kan bapak kamu bilangnya cuman kamar mandi..yaudah aku bersihin aja semuanya, dan kebetulan aja kemarin aku milihnya kamar mandi putri duluan" Belanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Sebenarnya Ricky memang sengaja memilih membersihkan kamar mandi putri sebagai bentuk protes darinya, karena dia merasa tidak adil dengan hukuman yang diberikan Pak Yusuf padanya, namun dia terpaksa berbohong pada Syifa.

Dan bunyi bel sekolah tanda waktu istirahat mengalihkan pembicaraan mereka.

Syifa pun keluar dari uks setelah merasa agak baikan dan di susul Ricky di belakangnya.

Aldi yang tidak sengaja melihat kedekatan mereka dari jauh, tampak mengeraskan rahangnya.

1
Anonim
/Good/
jangkaremas
seruuu..
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
jangkaremas
makin seru
jangkaremas
masih lanjut
jangkaremas
jejak/Facepalm/
Anonim
lanjut lagi Thor, jangan lama2 up-nya..penasaran nih/Frown/
Anonim
ceritanya ringan tapi banyak berisi ilmu, apalagi dikemas dengan nuansa komedi jadi lebih mudah dipahami. Terima kasih author.
then_must_nanang
syarat pak Kiai memiliki makna yg sangat dalam.
Ya begini ini cerita yg aku suka.
semangat buat authornya.
Siti Muniroh
baru juga awal awalan udah kocak,gimana kalau di jadiin filem
Dede Saputra Djaelani
lanjut thor
sudi mukti susila
mana up datenya Thor
dah lama banget
Adi Marhadi
mana nih up datenya.....??
Fauzan Bahri
lanjut thor meskipun aku bacanya telat yg lain baca dr tahun 2020 lah aku baru baca😀
sul sul
kapan up lagi
Dwi Ningsih
semangat...ricky..!!!!
yamink oi
nyimak...
bagus sanggar hurif
assalammualaikum
Fatur Rohman
kapan lanjutan nya nih...
arief budiman
belum ada sambungan cerita masih nunggu
Fatonah
👍🙏🙏💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!