NovelToon NovelToon
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Perjodohan / Cintamanis
Popularitas:158.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dinda Angel

Griss yang mendapat permintaan menikah atas perjodohan, menolak hal konyol tersebut. Griss tidak setuju dijodohkan saat tahu gadisnya adalah Kayla yang pernah membuatnya kesal, dan memiliki pilihannya sendiri. Kayla pun sebaliknya, saat mengetahui calon suaminya adalah Griss, dirinya menolak dengan keras perjodohan itu.

Sampai dimana mereka setuju dengan perjodohan itu, sebabnya adalah kekasih rahasia Griss yang menolak lamarannya. Hal itu membuat Griss sakit hati dan juga kecewa, karena sang kekasih lebih memilih karirnya sebagai seorang aktris dari pada menjadi istrinya. Dan Kayla sendiri sudah menyerah dan putus asa, lebih memilih permintaan orang tuanya.

Seiring waktu berjalan, kebersamaan Gris dan Kayla sehari hari membuat mereka dekat. Griss mulai menyatakan atas kepemilikkan Kayla, karena tidak ingin Kayla direbut oleh siapapun. Bagi Griss yang menjadi miliknya, akan tetap menjadi miliknya. Begitupun sebaliknya dengan Kayla, yang juga seperti Griss.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback.

Flashback .

Griss yang tidak pernah ke Amerika sejak kecil, akhirnya pulang ke negaranya. Griss bersekolah di Inggris mulai dirinya menginjak sekolah dasar, sampai sekolah menengah atas. Griss pulang setelah lulus sekolah menengah atas, ayahnya membawa Griss untuk berjalan jalan diperusahaannya. Abraham memberitahukan Griss semua aset dan juga bisnis ayahnya, dan berharap Griss dapat menjalankan semuanya seperti ayahnya.

"Griss ini adalah Universitas yang ayah bangun dua tahun lalu, suatu saat kamu yang akan mengurus semua ini!" ucap Abraham, Griss mengangguk dengan itu. "kamu bisa berkeliling disini, ayah akan menemui mereka dulu!" ucap ayahnya, Griss mengangguk lagi dan pergi dari sana.

Griss melihat lihat gedung itu, disana sangat sepi karena memang sedang masa liburan. ketenangan dirasakan Griss, sampai kedua matanya melihat seseorang yang sedang menulis dibawah pohon rindang disana. Griss menatap seorang gadis itu, terlihat wajah damai disana. Griss berpikir apa yang dilakukan gadis itu, dan apa yang sedang ia tulis ketika suasana tenang seperti ini.

BRUKK!!

Griss terkejut dan tersadar dari lamunannya, seorang gadis menabrak dirinya dan sebuah buku berserakan disana. Griss melihat gadis yang ditabraknya adalah gadis yang duduk sebelumnya, sejak kapan sudah ada dihadapannya.

"maaf, aku tidak sengaja karena buru buru!" ucap gadis itu, Griss menunduk dan membantu membereskan buku dan pensil gadis itu.

"tidak masalah, aku juga tidak melihat jalan. apa kau baik baik saja?" tanya Griss, gadis itu mendongakkan kepala melihat Griss. dengan tatapan binar gadis itu menggelengkan kepala, kemudian berdiri dan membersihkan dressnya yang kotor.

"aku baik baik saja, maaf ya!" ucap gadis iti, Griss mengangguk dan tersenyum. itu adalah pertama kalinya Griss tersenyum, dan senyum itu ditujukan pada seorang gadis asing yang tidak dikenalnya.

"apa yang sedang kau lakukan, aku melihatmu menulis disana tadi?" tanya Griss, gadis itu tersenyum dan menunjukkan kertas pada Griss.

"ini aku sedang menulis naskah, dan juga menghafalnya. oh iya kamu belajar disini?" tanya gadis itu, Griss menggelengkan kepalanya.

"aku hanya berkeliling, mungkin jika cocok aku akan sekolah disini!" saut Griss, gadis itu tersenyum ramah pada Griss.

"rugi jika kamu tidak sekolah disini, Universitas ini adalah sekolah terbaik disini. berbagai macam bidang jurusan ada disini, dan aku mengambil seni teater dan juga seni tari. bisa ditebak sih, aku ingin menjadi seorang aktris. haha ..." ucap gadis itu, Griss menikmati perkataan gadis itu. hal yang tidak pernah Griss lakukan, sekarang ia lakukan untuk orang asing itu. "eh aku terlalu banyak bicara ya, maaf. aku tidak pernah bicara pada siapapun, karena itu aku selalu begitu jika bicara!" ucap gadis itu, Griss menggelengkan kepalanya.

"tidak masalah, aku menikmatinya!" ucap Griss, gadis itu mengangguk.

"jika dijinkan aku akan memperkenalkan diri, namaku Viona. hai ..." ucap gadis itu yang ternyata Viona, Griss menggapai uluran tangan Viona.

"namaku Grissham Prince, hai .."

"baiklah Prince, aku akan memanggilmu nama itu, kamu tidak keberatan kan?" ucap Viona, Griss menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "aku pergi dulu, semoga harimu menyenangkan. dan iya, kamu teman laki laki pertamaku!" ucap Viona, tanpa mendapat jawaban Griss ia langsung pergi dari sana. Griss menatap kepergian Viona, ia berpikir untuk pertama kalinya dirinya dapat bicara dengan ramah pada seseorang, apalagi pada seorang wanita. Griss berharap dapat bertemu kembali dengan gadis itu, ia pergi dari sana dengan senyuman.

****

telah lama Griss mencari Viona hampir dua minggu tapi tidak ditemukannya, bahkan Griss datang diam diam ke Universitas itu. tetap saja tidak melihat Viona. sampai sebuah bis lewat dihadapan Griss menampil kan Viona yang duduk dengan headset ditelinganya. Griss turun dari mobil dan memasuki bis itu, bahkan dirinya tidak peduli panggilan bodyguardnya. Griss duduk disamping Viona dengan sebuah topi menutupi wajahnya, Viona tidak sadar kalau disampingnya adalah Griss.

Griss bingung harus menyapa Viona seperti apa, tapi dirinya sangat ingin menyapa Viona saat itu. Viona dengan santai bersenandung, seakan akan sudah terbiasa dirinya naik bis dalam keramaian itu. tiba tiba saja seseorang mengangkat sebuah tas besar, hampir saja jatuh mengenai Viona jika Griss tidak menghalangi dengan tubuhnya. Viona yang terkejut itu menatap Griss, dirinya terkejut mendapati Griss yang melindunginya.

"oh .. Prince, kamu ... kamu .. apa yang kamu lakukan?" tanya Viona panik, Viona membantu Griss untuk duduk. dan seseorang meminta maaf pada Griss, andai saja tidak dihadapan Viona, Griss akan melempar orang itu. "apakah sakit?" tanya Viona lagi, Griss menggelengkan kepala meskipun terasa nyeri dipundaknya.

"tidak, aku baik baik saja!" saut Griss, Viona merasa bersalah dengan itu.

"ikut aku kerumah ya, aku akan memberikan es pada pundakmu. supaya tidak terjadi cedera, tas tadi itu sangat berat!" ucap Viona, Griss hanya mengangguk dan menurut.

saat bis berhenti, Viona membantu Griss turun dan dan membawa Griss kerumahnya. untuk pertama kalinya Griss memasuki sebuah perkampungan, sebenarnya perkampungan elit tapi hanya tidak biasa bagi Griss. Viona mendudukan Griss diruang tamu rumahnya, dan Viona mulai mencari es batu untuk Griss.

Griss menatap rumah itu, meskipun tidak sebesar rumahnya rumah itu terasa nyaman. rumah yang hangat adalah rumah impian Griss, ia tersenyum sendiri saat melihat sebuah figora yang diyakini nya adalah foto Viona saat kecil.

"aku akan mengompresnya, bisakah kamu membuka jaketmu?" ucap Viona duduk disamping Griss, dengan malu Griss mengangguk dan membuka jaket hitamnya. Griss memakai kaos hitam yang ketat ditubuhnya, lengan kekar Griss membuat lengan kaos itu tidak muat disana. Viona melihat itu sedikit tersenyum, disamping lucu Griss juga terlihat tampan.

"apa yang kau tertawakan?" tanya Griss saat sadar Viona tersenyum, Viona menggelengkan kepalanya.

"kulitmu benar benar indah, bahkan dengan otot seperti ini kamu masih memakai kaos sempit begini!" ucap Viona mulai mengompres, Griss mengeryit dan juga tersenyum.

"tadi aku baru selesai olah raga, jadi memakai kaos ketat ini. saat melihatmu di dalam bis aku langsung saja masuk, tanpa memperdulikan apapun!" ucap Griss, Viona menatap Griss dengan heran.

"kenapa kamu langsung masuk, apa karena mau bertemu denganku?" tanya Viona, Griss menatap Viona dengan wajah merah dipipinya.

"tentu saja, aku mencarimu selama dua minggu terakhir. tapi tidak melihatmu sama sekali, saat melihatmu tentu saja aku langsung bertindak seperti itu!" ucap Griss memalingkan wajah nya, Viona sesikit tersenyum dengan itu. Viona duduk disamping Griss, dengan senyum ia menatap Griss.

"aku kemarin sedang audisi, dan tidak datang ke kampus selama hampir 2 pekan. aku melihatmu di tv kemarin, sampai aku berharap bertemu lagi denganmu!"

"aku menyukaimu sejak pertama kali bertemu, rasanya aku ingin terus bicara dengan mu. kamu orang pertama yang aku pikirkan setelah keluargaku, aku terus berpikir dimana aku bisa menemuimu dan kapan kita akan bertemu!." jelas Griss, hal itu membuat Viona terkejut karena Griss terang terangan. tiba tiba saja Griss membawa Viona kedalam pelukan nya, Viona semakin terkejut dengan itu. "aku lega sekali, lega setelah melihatmu." ucap Griss, Viona merasa gugup karena itu adalah hal yang pertama baginya. seorang pria memeluknya, bahkan Griss baru ditemuinya dua minggu yang lalu.

"apa pundakmu tidak sakit?"

"tidak sakit jika kamu membalas pelukan ku, bagaimana?" jawab Griss, Viona tersenyum dan membalas pelukan Griss.

"dengan senang hati tuan muda, aku akan memelukmu!" ucap Viona, Griss tersenyum dan mengeratkan pelukannya.

"kamu kekasih pertamaku, apakah kamu mau menjadi yang pertama?" ucap Griss, Viona melepas pelukan itu dan merasa bingung.

"jadi aku .. yang pertama ?" tanya Viona, Griss tersenyum dengan senyuman terbaiknya. tidak lupa Griss memegang kedua tangan Viona, dan mengusap pipi Viona.

"kamu yang pertama, kamu yang pertama masuk kedalam hatiku. aku tidak pernah menunjukkan senyum ini pada siapapun, hanya padamu Viona. aku tidak ingin kehilanganmu, biarkan aku terus bersamamu!" ucap Griss, Viona tersenyum dan mengangguk.

"jadi sekarang ..."

"kamu milikku, dan aku milikmu!" ucap Griss yakin, Viona tersenyum dengan itu. "aku mencintaimu Viona, bisakah aku mendapatkan cintamu juga?"

"tentu, aku juga mencintaimu!" saut Viona, Griss memeluk Viona lagi dan mengucapkan terima kasih.

setelah beberapa bulan Griss kembali ke Inggris, Griss memulai pelajarannya disana dan meninggalkan Viona. meskipun begitu mereka tetap berhubungan baik, setiap saat Griss akan menghubungi Viona dan juga video call. tidak pernah sekalipun melewatkan obrolan, karena mereka saking merindukan jika tidak bicara sekalipun.

tapi Viona menjadi kekasih rahasia Griss, karena kesepakatan itu dibuat oleh Viona. ia tidak ingin sampai dikenal sebagai kekasih Griss, karena Viona ingin namanya dikenal sebagai aktris terkenal dinegaranya. Griss pun mengikuti apa mau Viona, karena dirinya juga tidak ingin diekspos dengan memiliki kekasih rahasia. jadi tidak satupun tahu tentang hubungan mereka, hanya mereka saja yang tahu.

1
Rini Puji
biar aja griss sama viona briyan ama kaila
Rini Haryati
lanjut thor
bgus ceritanya
sukses
semangat
Sri Utami
lanjut
Reeyantie
rodo2 Flashback princehourse
Nayla Putri
lanjutt thorrr🌹
Reeyantie
Sampai part ini,Ok lah alurnya
Amira Neha
asyik thor cerita nya.. ma kasih.. the best dah. lanjut thor🥰💪
Reeyantie
prolog nya Lumayan menarik,coba baca ahh moga gak bosen in yakk
Nayla Putri
lanjutt
Suci Agustiani
neexxxttt
Dinda Angel: jangan lupa baca cerita baru aku, Binar dan Bintang ya kak😁
total 1 replies
Suci Agustiani
lanjuuttt
Ibi Mimin
up lgi donk thorr aku tunggu griss pulang
Nurjana
next.....
Nayla Putri
lanjutt😬
Nurjana
next
juriah mahakam
suka upx hr ni dobel ttp smngt thor smoga kayla grisham bs bahagia n dgn kepergian viona smuax menjd baik2 z apalg RT mereka yg slama ini spt tiada penghunix ayo thor sgra selesaikan mslh mereka
juriah mahakam
Kasian kayka smoga cpt kliatan titik permslhanx smngt up trz thor
Nayla Putri
seneng banget liat up lagi, lanjutt thorr🤧
juriah mahakam
Mkx grisham JD cowo hrs tegas n comit SM apa yg SDH kalian ucpkan,,,sbr y Kay org baik akan sllu mendptkan jln menuju kebahagiaan Allah berkehendak kalian ttp bersama,,,,yah slmt jln Viona smoga tenang dialam sana amin,,,,mksh Thor akhrx diupjg sering2 up LG y CRT bgs n sy SGT menantikan kelanjutanx
Miftahun Nurjanah
Kapan up,pengen tau kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!