menceritakan seorang gadis yang sangat cantik yang menjadi incaran mafia tampan dan kaya raya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luri Purbayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 11
" kamu ingin pergi ke mana Ariana lebih baik kamu di sini Saja cukup diam di kosan tak perlu keluar sampai orang-orang Lewis pergi dari kota ini " cegah Kirana yang tidak bisa berjauhan dengan sahabatnya karena ia sama sekali tak mempunyai keluarga lagi selain Ariana yang bisa menemaninya.
" Tapi bagaimana kiran, nanti orang-orang Lewis akan mencari ku " ujar Ariana sedih
" Percaya denganku untuk sementara kamu jangan berkeliaran di sekitar Hotel dulu sampai orang-orang itu pergi " Ariana hanya mengganggu saja Ia juga bingung dengan keputusan untuk pergi setelah itu, ia juga tidak mempunyai cukup banyak uang untuk pergi.
" Tadi mateo menanyakan mu " "ucap Kirana yang membuat Ariana menoleh ke arahnya.
" Apa yang ia katakan denganmu? " ucapan Ariana. " Tadii ia sangat kaget saat aku mengatakan Jika Kau dipecat. Oh iya, ini barangbarang mu dan tadi mateo, berpapasan kepadaku untuk menghubunginya setelah kau pulang." ucapan Kirana yang menyodorkan tas tersebut kepada Ariana. Ariana mengambil tas tersebut Lalu ia langsung mengambil ponselnya ia langsung mengirimkan pesan kepada Matteo.
" jika kau tak sibuk datang lah ke kosan ku " ketik Ariana yang mengirim pesan kepada Matteo.
lalu ia meletakkan hp-nya di atas meja Kirana memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya agar Ariana bisa beristirahat secara cukup.
setelah meletakkan ponselnya Ariana memutuskan untuk membersihkan diri sambil menunggu pesan balasan dari mateo.
setelah membersihkan diri Ariana merupakan dirinya di atas kasur yang mengambil ponselnya tapi sama sekali belum dibalas oleh Mateo, ia yang sudah sangat lelah memutuskan untuk tidur terlebih dahulu mengingat waktu yang sudah sangat malam.
Keesokan paginya, Ariana langsung melihat ponselnya. karena sejak semalam, Ariana sama sekali belum menerima balasan dari matio. saat membuka ponsel, Ariana sama sekali belum melihat balasan dari mateo namun pesannya telah centang biru. tapi mateo tidak membalas pesannya. " kenapa mateo tidak membalas pesanku? " gumannya. Ariana berniat untuk menghubungi Matteo. tapi, Matteo lebih dulu menghubunginya. dengan senyumnya, ia mengangkat panggilan tersebut.
" Ariana Maaf aku lupa membalas pesanmu, Aku sangat sibuk semalam jadi aku lupa tidak membalas pesanmu " Puncak Mateo terlebih dahulu sebelum Ariana Bertanya kepadanya.
" Matteo kau di mana " tanya Ariana yang mendengarkan suara yang sangat berisik ia tahu jika mateo tidak sedang bekerja tapi entah di mana.
" Aku sedang ada urusan Arian, mungkin aku tidak bisa bertemu dengan mu untuk beberapa hari atau beberapa minggu ke depan, tapi aku berjanji akan menemuimu nanti jika urusanku sudah selesai " sahut mateo. yang membuat Ariana khawatir tak seperti biasanya mateo seperti ini.
" matteo kau ingin ke mana Kenapa tidak bisa bertemu denganku apa urusanmu sangat penting hingga tidak bisa bertemu denganku " ujar Ariana sangat sedih lantaran saat ini ia sedang membutuhkan mateo mengingat kejadian semalam ia sangat membutuhkan mateo yang berada di sampingnya.
" Ariana aku berjanji setelah urusan ku selesai aku akan menemuimu dan melamarmu " ucap mateo yang menenangkan Ariana agar tidak kawatir dengan keadaannya.
" apa Kamu berjanji akan melamarku nanti setelah urusanmu selesai " ucap Ariana tersenyum.
" Iya Ariana Aku berjanji akan menemuimu nanti " sahut mateo.
" Ya sudah kalau begitu selesai kan dulu urusanmu semoga cepat selesai, I LOVE YOU" ucap Ariana Iya Sedikit lega dengan ucapan mateo yang akan melamarnya.
" I LOVE YOU TO " ucap mateo yang mengakhiri panggilan secara sepihak membuat Ariana merasa aneh tak seperti biasanya mateo terlihat buru buru dan mematikan ponselnya secara sepihak begini.
Saat ini jems telah kembali ke hotel tapi sama sekali ia belum berani bertemu dengan Dirga dia kembali ke hotel tentunya dengan semua jawaban yang telah disusunnya, tapi ia sama sekali tidak berani menjelaskan kepada Dirga, takut dengan tatapan Dirga yang mematikan.
ia memberanikan diri untuk memasuki kamar presiden sweet terlihat Dirga sedang duduk di atas sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
" Tuan " ucap jems yang membukukan badannya dihadapan Dirga, Ia sama sekali tak berani menatap manik Dirga yang sangat menyeramkan baginya.
" Apa yang kamu temukan jems hingga membuatmu tak berani bertemu denganku " ujar dirga yang sudah mengetahui jika jems, sudah pulang sejak semalam dari anak buahnya yang lain, tapi sama sekali jems tidak menemuinya. " Maaf, Tuhan, pria itu sudah melarikan diri." ucapnya. yang membuat Dirga menatap tajam ke arahnya. ia langsung menundukkan kepalanya. tak berani menatap mata tajam Dirga.
" Apa kamu sudah tidak mau bekerja lagi dengan saya jems " sahut dirga yang masih memandang pria dihadapannya, ucapannya saja yang dingin tapi matanya seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.
" saya akan mencarinya tuan " ucapnya yang masih menundukkan kepalanya.
" dengan apa kamu akan mencarinya Jems? " ucap dirga sambil tersenyum sinis ke arah jems.
" Tuan saya akan menggunakan wanita yang kita tahan sebagai umpan agar ia bisa memperlihatkan mukanya di hadapan Tuan " ujar jems.
" Saya tidak mau tahu sebelum pernikahan saya jam itu harus ada pada saya jika tidak kepalamu akan melayang " ucap nya dan terlalu ke kamar. Dirga bisa saja membeli jam seperti itu atau memberi bersama toko-tokonya tapi Dirga tidak mau membiarkan pria itu lolos dan bersenang-senang dengan hasil curiannya.
# Bersambung