Sequel dari PELABUHAN HATI SI PLAYBOY KARATAN.
Seorang pemuda bernama Alvarez Einstein Tomlinson adalah seorang Prince Mafia yang paling disegani baik didunia bawah maupun didunia bisnis. Dia adalah putra sulung dari Queen Mafia bernama Zahiya Z Malik, Alvarez adalah pemuda yang terkenal sangat ganas.
Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja dan terjadi hubungan one night stand saat Alvarez mabuk berat dan memaksa seorang gadis untuk melayani nafsu bejadnya, sehingga Aluna hamil dan melahirkan seorang putra yang mirip dengan Alvarez.
Akankah mereka berdua bisa bersatu dalam ikatan pernikahan?
Atau malah sebaliknya?
Yuk baca dan ramaikan disetiap babnya dengan komentar2 kalian semua... Jangan lupa rat⭐️5nya ya... Thanks and happy reading 😊🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atikah syarif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Tamu tak diundang
Baik Aluna maupun Varez, keduanya malah terlihat canggung dan bingung akan berbuat apa? Satu sama lain malah salah tingkah dan menjauh lalu saling berdehem untuk menetralkan perasaan masing-masing. Varez duduk dan meminta Aluna untuk duduk juga sangat mereka masih saling diam dan Varez memulai pembicaraan mereka untuk pertama kalinya.
"Apa yang sudah kau lakukan disini selama saya tidak ada disini beberapa hari ini?" tanya Varez menatap Aluna dengan tatapan datarnya dan dia duduk bersandar pada sofa sambil merentangkan kedua tangan dan. Hingga Aluna bisa melihat semua otot-otot Varez yang begitu menggoda si imin yang sangat tipis itu.
"Saya tidak melakukan apapun Tuan. Saya hanya beberapa kali datang kemari dan membereskan kamar anda, dan saya menemukan anting-anting milik anda, saya sudah meletakan nya didalam laci nakas. Demi Tuhan saya tidak melakukan apa-apa saat anda tidak ada disini. Saya hanya mengerjakan pekerjaan saya saja, setelah itu saya mengerjakan pekerjaan yang lain" jawab Aluna sambil meremass baju yang dia gunakan.
Tangan nya juga berkeringat saat mengatakan nya, dia terlihat sangat ketakutan saat melihat tatapan datar dari Varez.
"Benarkah? Apa kau yakin dengan apa yang kau katakan barusan? Kenapa saya merasa jika kau ketakutan saat mengatakan itu pada saya? Apa kau melakukan kesalahan saat bekerja?" tanya Varez dengan tatapan menyelidik dan penuh tanya juga tatapan yang membuat Aluna semakin ketakutan melihatnya.
"Demi Tuhan Tuan. Saya memang tidak melakukan apa-apa, saya hanya bekerja saja disini dan tidak melakukan apa-apa selain bekerja. Jika anda tidak percaya, maka anda bisa melihat rekaman CCTV yang ada disini dan diluar kamar ini. Karena memang saya mengatakan nya dengan jujur dan tidak berbohong sama sekali pada anda. Jika saya terbukti bersalah saya siap menerima hukuman yang anda berikan pada saya. Saya juga akan menerima jika anda memecat saya" jawab Aluna dengan panjang lebar dan dia tidak takut sama sekali pada Varez yang menatapnya dengan sangat tajam.
"Lalu, jika setelah memeriksa itu semua saya tidak percaya apa yang akan kau lakukan?" tanya Varez yang membuat Aluna merasa sangat kesal dengan pria didepan nya saat ini.
Bagaimana tidak kesal dan marah, jika pria yang ada didepan nya ini selalu saja mengajaknya ribut juga tidak pernah mau mengalah. Jangankan mengalah, mengatakan dengan nada lembut saja tidak bisa dia lakukan.
Aluna ingin sekali memukul kepalanya hingga membuatnya sadar dan tidak mengatakan apa-apa lagi padanya. Beberapa kali Aluna menghela nafasnya panjang untuk menetralkan perasaan kesal dan dongkol didalam hatinya menghadapi Alvarez Einstein Tomlinson. Pria teraneh dan membuatnya selalu kesal.
"Kenapa kau malah terlihat kesal? Apa kau ingin marah pada saya sebagai Bos kamu sendiri?" tanya Varez yang menatap lekat kearah Aluna.
"Tentu saja tidak Tuan. Mana saya berani melakukan itu semua pada anda, saya hanya sedang menahan gatal saja. Makanya saya seperti ini" jawab Aluna beralasan, yang sebenarnya dalam hatinya mengumpati Varez.
"Baiklah, untuk saat ini kau saya maafkan. Dan kau bisa melakukan tugasmu sekarang dan, jangan pernah berani-beraninya keluar dari ruangan ini tanpa izin dari saya. Apa kau mengerti?" tanya Varez yang sedang menahan debaran dalam dadanya yang terasa tidak karuan.
Aluna hanya mengangguk saja, dia memang ingin segera pergi dari hadapan Varez. Karena semakin berada didekat Varez, membuat Aluna kesal dan hilang akal.
Rasanya ingin sekali memukul kepalanya agar bisa lebih waras dari sebelumnya dan sekarang dia bisa menghela nafasnya panjang dan merasa tenang sedikit. Walau hanya sedikit dia merasakan ketenangan.
"Kenapa gue harus bertemu dengan Bos modelan kek dia sih? Gue juga pengen hidup tenang dan bisa bekerja dengan tenang juga. Huh, gue harus benar-benar sangat extra. Extra sabar dan extra-extra lainnya" gumam Aluna yang mengerjakan pekerjaan nya hingga selesai.
Varez hanya tersenyum saat mendengar dan melihat semua gerutuan juga pekerjaan Aluna. Dia merasa terhibur dengan apa yang dilakukan oleh Aluna sekarang. Sepertinya Varez sudah mendapatkan mainan nya yang sangat tepat, bisa membuatnya belingsatan dan senyum-senyum sendiri kek orang waras.
"Kenapa gue merasa nyaman dekat dengan nya? Dan kenapa juga gue malah semakin senang melihatnya kesal? Ah, jangan-jangan gue ketularan playboy nya si Varaz, kagak bisa liat yang bening dikit mata udah jelalatan" gumamnya yang terus saja menatap kearah Aluna dari layar laptopnya.
BRAK...
"Bisakah kau mengangkat panggilan dari ku?" tanya seseorang yang entah sejak kapan masuk dan tiba-tiba membuka pintu dengan sangat kencang.
"Bisa nggak sih loe kalo namu itu yang sopan Elvaroz Malik Tomlinson? Gue sedang mengerjakan sesuatu" tanya Varez yang sama sekali tidak menjawab, tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptopnya.
"Aku kemari karena muak dengan mu. Kau itu Prince, kenapa pekerjaan mu aku juga yang harus mengerjakan nya? Aku sudah lumayan pusing dengan PENZ.DRC, kau malah menambah beban ku lagi" tanya Elvaroz dengan penuh penekanan dan dia mengambil laptop milik Varez lalu mencemplungkan nya kedalam kolam renang yang tidak jauh dari sana.
"Oops sorry, aku sengaja" ucap Elvaroz tanpa beban mengatakan nya. Membuat Varez langsung mendekat kearah Elvaroz dan menatapnya tajam.
"Apa loe tidak bisa bicara baik-baik dan tidak membuangnya sembarangan, seenak jidat loe ini hah! Gue baru juga sembuh dan menyelesaikan pekerjaan gue. Loe malah ngancurin kagak jelas" ucap Varez yang meninggikan intonasi suaranya.
"Oh ya? Kenapa gue malah melihat loe sedang bermain-main dan melihat seorang wanita didalam laptop loe itu? Apa loe fikir mata gue ini buta?!" tanya Elvaroz lagi sambil menatap sinis dan mengatakan nya dengan pelan tapi mengena pada hati Varez.
Varez yang merasa hanya bisa diam dan tidak membantah apa yang dikatakan oleh Elvaroz padanya. Yang bisa dia lakukan hanya diam dan menatap tajam saja pada Elvaroz. Adiknya yang satu ini memang paling berani dan diusia mudanya ini sudah menjadi CO.CEO di perusahaan PENZ.DRC. perusahaan raksasa yang terkenal diseluruh penjuru dunia.
Aluna yang mendengar keributan tersebut hanya bisa diam dan bersembunyi. Dia takut jika seseorang yang datang untuk menyerang Varez, ada disana dan dia ingin sekali membantu Varez. Tapi dia tidak bisa melakukan nya, karena dia hanya seorang wanita yang tidak bisa beladiri sama sekali.
"Kenapa gue malah sembunyi? Apa dia akan baik-baik saja ya? Ah tapi, bodo amat lah. Mau dia kenapa-kenapa juga. Bukan urusan gue juga, dia adalah pria menyebalkan yang pernah gue kenal dan gue temui" gumam Aluna yang perasaan nya berkecamuk. Antara membantu Varez atau tidak.
pasti Varez mempunyai car agar hatimu hangat kembali untuk Varez
jangan lah keras kepala dengan memisahkan ayah & anak y, bagaimanapun iki butuh seorang ayah , iki ingin seperti teman2 y mempunyai ortu yg lengkap