"Alzena Morgan" terpaksa harus meningal kan kekasih nya karena di paksa sang papa untuk menikah dengan laki-laki pilihan papa nya.
Sempat memberontak dan ingin kabur namun gagal karena di ancam oleh sang papa.
"Menikah lah dengan putri ku, hanya kau yang bisa aku percaya untuk memiliki nya" ucap tuan Morgan kepada Gara.
"Apa? Om, apa aku tidak salah dengar?" tanya Gara kaget sekaligus bingung.
"Hanya kau yang akan mencintai nya dengan tulus dan bukan karena dia pewaris tunggal kelaurga kami," ...
"Elgara Aidenio" seorang CEO di perusahaan xx grup, yang kerap di panggil tuan muda Gara pemilik perusahaan terbesar di kota x, ayah nya adalah sahabat dekat tuan Morgan, namun ayah nya Elgara Aidenio sudah lama meningal.
Bagaimana kah kisah rumah tangga Alzena selanjutnya dengan suami pilihan sang papa? Ayo ikuti kisah "Suami Pilihan Papaku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #11
Gara pun pergi dari villa bersama dengan Farel.
Sementara itu Alzena ...
"Hikss, hikss, mengapa dia sangat marah? Aku hanya ingin bersenang-senang, apa dia pikir aku sudah cukup bahagia selama bersama dengan nya? Aku hanya mencoba menutupi kesedihan ku, jika dia bersikap galak seperti ini, aku tidak akan pernah mencintai nya, tidak akan pernah, hanya David lah yang bisa mengerti aku, dan hanya David lah laki-laki lemah lembut yang aku inginkan, Gara terlihat sama seperti papa, saat marah pasti mata nya seolah ini memakan ku, hiksss," tangis Alzena sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
Ya, ini lah Alzena, dia memang sudah berusia dua puluh lima tahun, tapi prilakunya memang seperti anak-anak, karena hidup dalam dunia penuh kasih sayang dan di manjakan oleh sang papa, namun di manja bukan berarti Alzena tidak takut dengan papa nya, malah dia sangat takut, karena marah nya sang papa akan membuat dunia terasa panas bagi Alzena seperti ingin meledak.
Alzena juga tidak di ijinkan keluar Tampa bodyguard, dan dia juga tidak boleh menghadiri pesta kalau bukan pesta yang di adakan oleh sang papa sendiri.
Alzena kembali mengambil ponsel nya, dan menatap foto David.
"Aku kira Gara itu akan beda dengan papa, tapi ternyata hanya kau lah yabg beda, di mana kau sekarang? Aku merindukan mu," batin Alzena yang kemudian kembali menitikkan air mata nya sambil memeluk foto David yang ada di ponsel tersebut.
Sementara itu di sisi lain.
"Tuan muda, aku sarankan, jangan terlalu keras dengan nyonya, aku lihat sikap nya dengan mu beda," ucap Farel.
"Dia tidak mencintai aku, makanya kau melihat beda, tapi aku mencintai nya, aku rasa itu saja sudah cukup, dan kau harus tau, di belakang villa ada hutan lebat, dan banyak binatang buas, aku khawatir dia akan larut dalam kebahagiaan nya dan tersesat, apapun yabg aku lakukan sekarang hanya karena aku khawatir jika dia akan cedera," jelas Gara panjang lebar kepada Farel.
"Emm, maaf kan aku tuan muda, aku tidak banyak tau tentang hubungan mu dengan nyonya, jadi aku tidak berniat untuk ikut campur, tapi apa kalian menikah karena perjodohan?" tanya Farel lagi.
"Ya,"
Jawab Gara singkat.
"Seperti nya saat aku tidak ada kemarin, terlalu banyak berita yang aku tingal ya," ucap Farel mulai serius.
"Ya,"
Hanya kata iya atau ya, itu lah jawaban yang keluar dari mulut Gara, dia sejujurnya juga merasa bersalah saat setelah marah dengan Alzena, dia juga tidak bermaksud untuk keras seperti itu.
"Tuan muda, jika tun muda Ingin membuat nya jatuh cinta kepada tuan muda, mungkin aku punya banyak ide bagus, jadi tuan muda bisa curhat dan meminta bantuan ku," jelas Farel kepada Gara.
"Jangan bercanda, fokus lah mengemudi, tapi ngomong-ngomong, apa ide yang kau punya? Apa kau bisa aku percaya untuk membantu ku membuat dia jatuh cinta pada ku? Aku bahkan sudah mencoba segala cara yang aku bisa, bahkan aku hampir memperk*sa nya dia malah beberapa kali menolak ku,"jelas Gara dengan lucu nya.
Dia benar-benar mengatakan seluruh keluh kesah nya kepada Farel.
"Tapi tunggu, aku heran, biasanya para wanita di luar sana sangat tergila-gila dengan tuan muda, sudah kaya,mapan,tampan, tapi mengapa nyonya tidak tertarik sedikit pun?" tanya Farel lagi sambil menahan tawa nya.
"Karena dia punya mantan kekasih yang sangat di cintai nya, sebelum papa nya memilih aku sebagai suami nya," jawab Gara dengan nada suara lemah.
"Oh, em, maaf tuan muda aku tidak bermaksud, tapi tenang saja, aku punya banyak ide bagus untuk membuat nyonya jatuh hati kepada tuan muda,aku ini adalah penakluk wanita, jadi jangan ragu mendengar saran-saran baik dari ku, aku jamin sepuluh tahun lagi kalian akan saling mencintai," jelas Farel dengan segala kebodohan dan keyakinan nya.
"Hih, sepuluh tahun lagi, apa kau sudah gila?" jawab Gara kesal.
"Jangan serius tuan muda, aku hanya bercanda, setelah rapat selesai, kita akan ngobrol lagi, tuan muda harus percaya, tidak ada satupun wanita termasuk nyonya,bisa menolak pesona tuan muda, aku yakin itu, tuan muda hanya butuh proses dan juga trik," jelas Farel yakin.
Gara yang awalnya sedikit down pun akhirnya merasa terhibur dengan ucapan sang asisten pecicilan nya itu.
Memang benar,jika di luar sana, begitu banyak wanita yang mengincar Gara, namun Gara tidak pernah menggubris nya, selain mereka yang gila harta, Gara juga tau, mereka menyukai nya hanya karena dia tampan dan juga gagah, semua itu tentu tidak tulus.
Karena itu lah Gara tidak punya pengalaman dalam cinta dia sama sekali tidak tau bagaimana caranya membuat wanita seperti Alzena jatuh cinta dengan nya, yang di lihat Alzena dia hanya lah sosok pria galak dan mesum, seperti pada hal nya yang sering keluar dari mulut Alzena hanya lah kata kau laki-laki mesum.
Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di perusahaan x dan bertemu dengan pemilik perusahaan tersebut lalu kemudian mengadakan rapat.
Sementara itu di sisi lain.
"Astaga aku sangat bosan, apa yang harus aku lakukan?" Batin Alzena yang kemudian berjalan melihat sekeliling ruang vila.
Ia pun berjalan ke arah dapur vila dan kemudian membuka kulkas yang ada di dapur tersebut, kebetulan saat ini dirinya sedang kelaparan.
"Apa? Semua yang ada di dalam kulkas ini, hanya lah makanan mentah? Bagaimana bisa aku memasak nya? Hanya ada udang dan ayam mentah, aku tidak pernah masak ayam," batin Alzena kebingungan melihat dua lauk yang ada di dalam kulkas dengan kondisi yang masih mentah.
Lama berfikir, ia pun teringat, pernah melihat maid di rumah nya masak udang dengan cara merebusnya di dalam panci meletakkan garam dan juga air.
"Ya, ya, aku seperti nya ingat, aku masak saja seperti apa yang aku ingat bagaimana bibi di mansion papa mengolah udang," ucap Alzena sambil tersenyum.
Dia pun dengan susah payah kemudian mengambil udang yang beku tersebut, entah sejak kapan pemilik villa menyiapkan banyak bahan makanan dan lauk sehingga beku seperti ini, yang jelas semua nya masih terlihat sangat segar.
"Nona, maaf aku baru tiba, apa yang sedang kau lakukan?" tanya seseorang yang kini berdiri di belakang Alzena yang tengah memukuli udang-udang beku tersebut.
"Astaga! Mengangetkan, siapa kau?" tanya Alzena berbalik sambil memegang pisau di tangan nya.
"Maaf nona, aku bukan orang jahat, sebelum nya pemilik vila menyuruh ku untuk datang ke villa ini, agar aku bisa melayani penyewa villa nya, ya itu tuan Gara, jadi apakah nona ini istri nya? Aku ke sini sangat telat maaf kan aku," ucap perempuan tersebut yang ternyata adalah pelayan villa yang baru tiba.
Alzena yang mendengar itu pun akhirnya lega, karena dia akhirnya tidak perlu susah payah lagi untuk masak makan siang si pelayan akan melakukan semuanya.
Ya namanya juga anak orang kaya, reader jangan marah ya hehe.
Bersambung ....
penasaran ni...lanjut thorrr