Banyak laki - laki yang menggoda ku. Tapi tak satu pun yang aku hiraukan. Karena status ku, aku jadi tidak berani berbuat kesalahan sedikit pun. Aku diam saja, di salahkan. Apalagi aku yang membuat onar, bisa - bisa di kurung.
Bagaimana kisa istri yang statusnya di rahasiakan? akankah dia terus bertahan dengan bos yang banyak di gandrungi wanita? yuk kita baca sama - sama ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mas Bri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Stress
"Dimana kamu Al? aku merindukan kamu," gumam Sean.
"Aku harus mencari kemana lagi Al?!" lirihnya lagi.
Sean tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja. Dia memikirkan keberadaan Alena. Begitu kuat pesona Alena, hingga banyak di gandrungi oleh pria.
"Apa yang kamu pikirkan? Kita sudah berkali kali pengambilan gambar tapi hasilnya kurang bagus!" ujar manager Sean.
"Maafkan aku, hari ini kurang enak badan!" elak Sean.
"Kenapa gak bilang dari tadi! Kan bisa istirahat dulu kalau sakit,"
"Maafkan aku, jadi membuat repot semuanya," ujar Sean.
"Ya sudah, hari ini kita break dulu. Besok kita lanjutkan lagi."
Akhirnya sean ijin untuk pulang duluan. Tapi Sean tidak langsung ke rumah, melainkan dia akan pergi mencari Nico.
Hampir 1 jam dia mengendarai mobil menuju rumah Nico. Dia disambut oleh penjagaan ketat.
"Cari saiap mas?" tanya scurity.
"Nico nya ada pak?"
"Pak Nico hari ini tidak di rumah, mulai kemarin pak Nico tidak pulang."
"Kalau boleh tau Nico kemana pak?"
"Soal itu saya kurang tau mas!"
"Baiklah pak, terima kasih!" ucap Sean dan langsung pergi.
Sebenarnya Nico ada di dalam rumah. Hanya saja dia tidak ingin bertemu dengan siapa - siapa. Dia malas bertemu dengan orang - orang yang hanya ada maunya saja.
"Ada yang mencari saya pak?" tanya Nico pada scurity nya.
"Ada den, baru saja pergi orangnya."
"Siapa namanya?"
"Waduh saya lupa tanya den, tapi orangnya tinggi, cakep dan putih. Bawa mobil sport den," ujar scurity.
"Sean? Apa mungkin Sean kemari? Coba sek cctv pak!"
Nico melihat Sean ke rumahnya melalui cctv.
"Ada apa dia mencariku?" gumamnya.
"Apa karena Alena?" lirihnya lagi.
Nico tak ambil pusing dia langsung berjalan kembali ke rumahnya.
"Em, pak tunggu!" panggil Nico.
"Ya den, ada apa?"
"Nanti kalau ada wanita cantik berambut sebahu kesini namanya Viona, bilang kalau saya keluar kota sudah 1 minggu ini ya!"
"Baik den!"
Nico memasuki rumahnya. Dia malas melakukan kegiatan apa saja. Yang ada di otaknya sekarang, bagaimana dia bisa menemukan Alena. Sudah 1 bulan lebih dia tidak mendapatkan petunjuk.
"Apa ini karma ku Ya Tuhan! Aku terlalu sering menyakitinya. Dan sekarang Kau menyiksa perasaan ku. Tuhan maafkan aku, yang sudah menyakiti hamba Mu," ucap Nico.
"Al, aku mohon pulang lah! kamu sungguh menyiksa ku. Lebih baik kamu pukuli aku dari pada harus kamu tinggal pergi seperti ini. Kalau sampai Papa dan Mama tau kamu pergi dari rumah, pasti aku dibunuhnya. Aku tidak memperdulikan harta warisan sialan itu! Yang terpenting kamu pulang saat ini juga Al," ujar Nico di sela - sela tangisnya.
****
Lain dengan Alena, dia memulai lembaran baru disini. Dia sudah hidup dengan bahagia bersama orang tua barunya.
"Al, ibu boleh bertanya?"
"Ya bu, ada apa?"
"Apa kamu tidak ingin kembali ke rumah asli kamu? Kembali ke kehidupan di kota? bukankah disana lebih menarik?"
"Tidak bu, Alena tidak ingin kembali kesana. Hidup di kota sangat menakutkan. Kalau harus memilih, Alena lebih memilih tinggal disini saja," jawab Alena.
"Syukurlah kalau begitu. Ibu takut kehilangan kamu nak. Kamu sudah ibu anggap seperti anak sendiri. Apalagi bapak mu, dia begitu senang kamu mau tinggal disini,"
"Iya bu, Alena juga senang tinggal disini. Rencananya Alena akan mencari kerja dekat - dekat sini besok."
"Kamu tidak usah bekerja Al, biar Ibu sama Bapak saja, kamu di rumah saja. Hasil di ladan juga sudah cukup untuk kita makan bertiga Al," balas Ibu.
"Tapi Alena ingin punya penghasilan sendiri bu, Alena tidak mau mengandalakan Ibu sama Bapak saja," ujarnya.
"Coba, besok Ibu tanyakan sama teman ibu yang biasanya ke ladang ya! Anaknya kan punya usaha dagang," balas ibu.
Ibu dan anak itu sekarang lebih dekat.
****
Viona terus menghubungi Nico. Setiap hari dia selalu mencari informasi tentang Nico.
"Masih belum ada kabar?" tanya viona pada teman 1 agency nya.
"Belum, dia sepeti ditelan bumi. Bahkan manager ku juga tidak tahu dia pergi kemana. Apa dia tidak menghubungi mu sama sekali?"
"Tidak, aku coba menghubungi phonselnya juga tidak aktif."
"Bukankah kamu ini kekasihnya, harusnya kamu yang lebih tahu!" seru teman - temannya.
Viona sudah malas menanggapi ocehan temannya. Da pasti akan menjatuhkan Viona jika sudah mengetahui kelemahannya.
Viona langsung pergi meninggalkan teman - temannya. Dia msih harus melanjutkan pemotretan lagi.
"Bagaimana bisa dia tidak tahu apa - apa, padahal dia adalah kekasihnya!" bisik teman - temannya.
"Mungkin saja Nico bosan dan meninggalkannya!"
"Kalau memang begitu, rasain! Emang enak di tinggal selingkuh!" banyak dari kalangan artis dan model lain yang tidak menyukai Viona karen terlalu sombong. Apalagi, setelah menjadi kekasih Nico. Dia semakin sombong dan arogan pada sesamanya.
****
"Besok kita pulang saja Pa, Mama coba telfon kerumah juga tidak nyambung. Phonsel anak - anak juga tidak bisa di hubungi."
"Kalau begitu Papa pesan tiket sekarang ya Ma," ujar Papa
"O ya Ma, sekalan bawa makanan kesukaan Alena. Dia pasti ssenang kita menengoknya." lanjut Papa.
"Beres Pa, sudah Mama siapin semuanya. Tinggal tunggu keberangkatan saja. Saipa tahu saat kita pulang nanti, kita mendapat kabar baik kalau Alena hamil ya Pa!" ujar Mama Nico.
"Mudah - mudahan saja Ma. Papa juga pengen segera gendong cucu seperti teman - teman yang lain. Malahan cucu mereka sudah pada besar!" balas Papa Nico.
Orang tua Nico berencana akan pulang ke rumah Alena dan Nico. Nico sendiri belum siap jika harus menjelasan kesalahannya kepada kedua orang tuannya.
Enatah apa yang akan terjadi, jika orang tuanya tahu kalau Alena pergi dari rmah akibat ulah Nico.
"Cepat tidur Ma, besok kita harus berangkat pagi - pagi!" ujar Papa Nico.
*****
Di lain sisi, Ibu Alena sudah berjanji akan mencarikan Alena pekerjaan. Ibu Alena sudah menanyakan kepada Bu Tejo soal lowongan di tempat anaknya.
"Bu Tejo, apa ada lowongan pekerjaan untuk Alena?"
"Nanti sore aku tayakan sama Rendy bu. Sepertinya masih ada,"
"Terima kasih bu, Alena pasti senang!"
"Tapi gajinya sedikit, karena ini bukan di kota," balas ibu Rendy.
"Tidak masalah, yang penting Alena bisa bekerja. Dia sepertinya mulai bosan kau di ruamh saja."
"Baiklah, nanti biar Randy ayng ke rumah untuk memberi tahu Alena." bala ibu Rendy.
"Terima kasih ya bu,"
Ibu Alena segera memberitahu anaknya kalau kemungkinan bisa bekerja di sebuah supemarket. Meski tak begitu besar, tapi kalau di desa itu sudah sangat besar.
****
"Pa, sampai saat ini Nico belum bisa Mama hubungi!"
"Apa ada sesuatu yang terjadi ya?"
"Ayo kita segera kesana Pa, Mama takut kenapa - napa!"
mana ada cinta tapi tanpa pikir panjang celup celup wanita lain