NovelToon NovelToon
Perjuangan Cinta Eleana

Perjuangan Cinta Eleana

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:88.3k
Nilai: 5
Nama Author: nazwa talita

Eleana harus berjuang mendapatkan kembali cinta Aaron setelah lelaki itu mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya kehilangan ingatan.

Bukan hanya melupakannya, Aaron bahkan berniat menikahi Naura, sang mantan kekasih yang dulu pernah meninggalkannya.

Akankah Eleana terus berjuang mendapatkan Aaron kembali meskipun beribu kesakitan terus menderanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KHAWATIR

Rania membantu membongkar koper milik Eleana. Sementara itu, Eleana mendesah pasrah. Perempuan itu baru saja mengambil uang dari ATM untuk membayar sewa kost. Dia ingin mengganti uang Rania, tetapi, sahabatnya itu malah menolak membuatnya merasa tidak enak.

Kemarin, setelah kepergian Damar dan Rania, Eleana mengatakan pada dokter kalau dirinya ingin pulang dan rawat jalan saja. Setelah sedikit berdebat dengan dokter, akhirnya dokter pun mengizinkan Eleana pulang besok paginya.

Awalnya, Eleana ingin menginap di hotel saja sambil menunggu kabar baik dari Damar. Tidak disangka, malam harinya, sepasang suami istri itu menelepon kalau mereka sudah mendapatkan kamar kost yang diinginkannya.

"Baiklah! Kalau itu memang keinginanmu. Aku sangat berterima kasih karena kamu mau membantuku," ucap Eleana akhirnya.

Perempuan itu memeluk sahabatnya dengan erat. Merasa bersyukur karena Rania tidak pernah berubah. Rania memang baik, dan suka menolong orang yang sedang kesusahan.

Rania tersenyum saat Eleana memeluknya. "Aku akan membantumu selagi aku mampu. Berjanjilah padaku, kalau kamu akan baik-baik saja, Elea."

"Terima kasih. Entah apa yang akan terjadi padaku seandainya kamu dan Damar tidak menemukan aku kemarin." Eleana melepaskan pelukannya. Kedua air matanya mengalir karena merasa terharu dengan kebaikan Rania.

"Sebaiknya kamu istirahat saja, biar aku yang merapikan baju-bajumu." Rania menyuruh Eleana duduk di atas ranjang. Perempuan itu masih lemah. Dia tidak mau Eleana kembali sakit.

"Tidak mau. Aku sudah banyak merepotkanmu dari kemarin. Jangan membuatku menjadi orang yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu." Ucapan Eleana membuat Rania tertawa.

"Baiklah! Kalau begitu, ayo kita kerjakan bersama-sama!"

Mereka berdua kemudian membongkar koper berisi baju-baju Eleana. Setelah membereskan baju, mereka berdua kemudian merapikan kamar itu.

Seperti dugaan Rania dan Damar, Eleana sangat menyukai kamar itu. Meskipun ukurannya tidak terlalu luas, tetapi, kamar itu memiliki fasilitas bagus termasuk kamar mandi di dalam dan juga pendingin ruangan. Eleana merasa nyaman dengan tempat tinggal barunya meskipun dia belum bertemu dengan penghuni kost lainnya.

"Terima kasih karena menyewakan kamar yang nyaman untukku. Aku sangat menyukainya," ucap Eleana membuat Rania tersenyum. Tidak sia-sia dia membayar sewa dengan nominal yang lumayan mahal.

Tak berapa lama kemudian, Damar datang dengan menenteng beberapa kantong berisi makanan. Lelaki itu baru saja membeli makanan di pinggir jalan sesuai dengan keinginan istri tercinta dan sahabatnya.

Kedua wanita yang disayanginya itu memang aneh. Di saat semua perempuan berlomba-lomba menjaga gengsi dengan makan di restoran mahal, kedua perempuan itu justru ingin makan makanan pinggir jalan.

"Rasanya enak sekali. Sudah lama aku nggak makan begini." Eleana dengan lahap memakan mie ayam yang dibeli Damar di warung pinggir jalan.

Damar dan Rania tertawa melihat tingkah Eleana.

"Belagu amat lu! Mie ayam itu 'kan kesukaan kamu. Bagaimana mungkin kamu berhenti memakannya?" Rania berbicara dengan mulut penuh makanan.

"Suamiku itu orang kaya. Dia tidak suka kalau aku makan makanan sembarangan. Dia begitu over protektif sama makanan yang aku makan," jelas Eleana, kemudian kembali menyuapkan makanan kesukaannya yang sudah lama tidak pernah dia nikmati selama menjadi istri Aaron.

Mengingat Aaron, air mata Eleana tiba-tiba mengalir dengan sendirinya. Hatinya sangat sedih mengingat tentang pria itu.

"Elea, kenapa kamu menangis? Apa makanan itu terlalu pedas untukmu?" Rania terkejut melihat Eleana tiba-tiba menangis. Perempuan itu memberikan tisu pada Eleana untuk menghapus air matanya.

Eleana menghapus air matanya dengan tisu yang diberikan oleh Rania. "Tiba-tiba aku mengingat suamiku. Aku ingin sekali bertemu dengannya," ucap Eleana sambil terisak. Namun, tak urung, perempuan itu tetap menyuapkan makanan ke mulutnya.

Rania dan Damar tersenyum sambil berpandangan. Ternyata, sahabatnya itu masih sama seperti dulu. Meskipun sedang sedih bahkan menangis, Eleana tidak pernah kehilangan selera makannya.

"Kamu pulihkan tubuh dan pikiranmu dulu selama sebulan mendatang. Setelah kamu siap, kamu bisa kembali menemui suamimu," ucap Damar setelah tangis Eleana mereda.

"Damar benar, Elea. Kamu harus sembuh dulu dan pulihkan tenaga kamu. Setelah itu, kamu baru menyusun rencana untuk menemui suamimu. Kalau keadaan kamu lemah begini, kamu tidak akan menang melawan mereka." Rania menimpali ucapan suaminya.

Mendengar kata-kata sahabatnya, Eleana menganggukkan kepala. Mereka berdua benar. Dia harus pulih dulu, baru bisa kembali menemui Aaron.

Eleana tidak mau seperti beberapa hari kemarin, saat dirinya terlihat begitu menyedihkan di depan suaminya.

***

Aaron baru saja mendengar laporan dari pelayan bernama Rosi tentang Eleana yang sudah diusir dari rumah sesuai perintahnya.

Kepergian Eleana dari rumahnya entah kenapa membuat Aaron merasa gelisah. Bayangan perempuan itu menghantui pikirannya.

Biar bagaimanapun, Eleana adalah sepupunya Naura. Akan tetapi, perbuatan yang dilakukan oleh Eleana tidak bisa dibenarkan. Kedua orang tuanya Naura bahkan menyalahkan keponakannya itu karena telah berani mencoba menghancurkan hubungannya dengan Naura.

Mereka berdua sangat mendukung Aaron untuk mengusir Eleana, sama seperti Naura dan ibunya Aaron sendiri.

Aaron mengembuskan napas panjang. Ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya tentang Eleana. Namun, setiap kali memikirkannya, tidak ada satupun yang Aaron ingat kecuali status Eleana yang merupakan sepupunya Naura.

Aaron tidak berhasil mengingat apa pun yang menyangkut dirinya dengan Eleana. Seandainya apa yang dikatakan oleh perempuan itu benar, jika dirinya sudah menikah dengan Eleana, seharusnya dia punya ingatan tentang wanita itu saat menjadi istrinya bukan? Akan tetapi, kenapa dia tidak mengingatnya sama sekali?

"Apa dia mengatakan padamu akan pergi kemana?"

"Tidak Tuan. Awalnya Nona Eleana tidak mau pergi. Dia bahkan memaksa masuk ke dalam rumah, tapi kami berhasil menahannya sesuai dengan perintah dari Tuan. Setelah itu, dia pergi sambil menangis," jelas Rosi dari ujung telepon. Dia kembali menjelaskan bagaimana Eleana pergi beberapa saat lalu.

Aaron menarik napas panjang. Tidak mengerti kenapa dia sangat gusar saat mendengar Eleana pergi dalam keadaan menangis. Sudut hatinya merasa khawatir, tetapi, hatinya menolak. Untuk apa dia khawatir? Bukankah Eleana sudah mencoba merusak hubungannya dengan Naura?

"Apa kamu sudah memeriksa isi tasnya dengan baik?"

"Sudah, Tuan. Saya sudah memeriksa isi tas dan dompetnya. Sesuai perintah Tuan, saya sudah mengeluarkan semua kartu debit yang ada di dompet Nona Eleana tanpa tersisa satu pun. Semua kartu itu saya simpan di kamar Tuan. Saya hanya menyisakan beberapa lembar uang yang kebetulan sudah ada di dalam dompet Nona Eleana."

"Apa? Kamu mengambil semua kartunya dan tidak menyisakan satu pun?" Aaron berteriak kaget.

"I–iya, Tuan," jawab Rosi gugup.

"Siapa yang memerintahkanmu untuk mengambil semuanya? Apa kamu tidak berpikir jika terjadi sesuatu padanya?" Aaron berteriak marah.

"Nona Naura yang menyuruh saya mengambil kartu-kartu itu, katanya atas perintah Tuan." Rosi menjawab dengan perasaan takut.

"Aku tidak pernah memerintahkan pada siapa pun. Aku hanya memerintahkan kamu untuk mengusirnya bukan mengambil barang-barang yang menjadi milik Eleana!" Aaron sungguh merasa kesal. Lelaki itu kemudian menutup panggilannya secara sepihak.

"Bagaimana dia hidup di luaran sana kalau dia tidak punya uang sepeser pun?" Aaron mengembuskan napas panjang. Emosinya seketika naik mendengar para pelayan itu mengambil semua kartu milik Eleana.

Hatinya semakin gusar dan tidak tenang. Rasa khawatir kembali menyelimuti hatinya.

"Kenapa aku begitu khawatir padanya? Bukankah aku sendiri yang menginginkan dia pergi sejauh mungkin dari hidupku?"

1
Gintania nia
selalu menarik
falea sezi
males mending cerai aja biar rasa kloninget uda pisah
Erlina Ibrik
typo thor ,nama² nya berantakan
Erlina Ibrik
Luar biasa
falea sezi
Elena kok. goblok sih mending cerai suami bekas cium jalang klo q dah males realistis aja cinta boleh bodoh jangan lah gk ada harga dirinya bgt jd wanita
falea sezi
males bgt harusnya kembali ingatan saat uda cerai biar kapok laki goblok
falea sezi
pria masih banyak udah cerai trs hidup bahagia dengan lainnya gk usah ribet
falea sezi
urus cerai aja trs pergi jauh
nana
semangat thor...tetap menghibur
Diana Susanti
Alhamdulillah happy ending kak moga semangat terus membuat cerita cerita yg lain nya
Nazwatalita: Terima kasih Kak. Dukung terus ya, rencana mau tamatin, Penyesalan Mertua Kejam sama Cinta Dua Dunia dulu. Jangan lupa mampir ya ❤❤❤
total 1 replies
Kendarsih Keken
akhir nya Aaroon Eleana bahagia
terimakasih author maaf juga mungkin di kala buat koment ada yng kebablasan 🤭
lope lope author Nazwa ❤❤
Nazwatalita: Lope-lope buat Kakak juga ❤️❤️❤️
total 1 replies
Mom Dee🥰🥰
trimakasih sdh menamatkan ceritanya disini, cerita yg sangat bagus 🥰
Nazwatalita: Terima kasih. Dukung Author terus ya Kak ❤️❤️❤️
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
yee ko dah Tamat sih onel. turut senang atas kebahagiaan yg Elea dan Aron trima, dan Makasih juga untuk onel yg telah membuat crita ini. sukses terus onel dan di tunggu novel selanjutnya
Nazwatalita: Terima kasih, udah baca sampai akhir cerita. Lope-lope buat Kakak. Dukung Author terus ya ❤️❤️❤️
total 1 replies
🅰️Rion bee 🐝
selamat elea n welcome baby boy..😍
Ade Suharto
akhirnya yang di tunggu lahir juga selamat buat aaron dan elea
Diana Susanti
Alhamdulillah selamat yaa dapat Aaron Junior
Diana Susanti
hahahaha 😝😝😝😝 keceplosan kok tiap saat
Kendarsih Keken
Yeaayyy baby boy lounching , selamat Eleana Aaroon dan juga mama dan papa mertua 😍😍

beberapa typho thor 💪💪
Yanti Gunawan
Alhamdulillah akhirnya eleana marasakan kebahagiaan yg sempurna🥰😘
Kendarsih Keken
Preettt lah mama mertua , kalo sikap mama mertua tidak berubah selalu sajah ingin menang sendiri ya sama saja bo'ong 😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!