NovelToon NovelToon
Mengapa Suamiku?

Mengapa Suamiku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Cinta Seiring Waktu / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Andrieta rendra

Namanya Raline aiko khadeeja. Seorang wanita yang merupakan istri dari Athar Bhaskara dan ibu dari seorang gadis kecil cantik berusia enam tahun yaitu Grizelle Butsaniah Bhaskara.

Awalnya semua biasa saja. Namun setelah tujuh tahun pernikahan, semuanya berubah.Tapi ini adalah perubahan yang sangat dinantikan oleh seorang raline. Raline merasa apa yang selama ini dia doakan terlah terkabul. Suami yang dulunya sangat cuek dan bersikap tak peduli, kini menjadi sangat romantis dan perhatian. Senang? Tentu saja.

Tapi tanpa raline ketahui ada rahasia besar dibalik perubahan sang suami.
Raline yang merasa menjadi wanita paling beruntung nyatanya hanya seorang wanita dengan takdir buruk dalam hidupnya.

Mampukah raline menerima semua kenyataan dan memperbaikinya bersama sang suami atau menyerah dengan memilih merelakan rumah tangga nya? Yuk baca kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹

💐 HAPPY READING 💐

Sesil, Fatan dan Sania berjalan menuju lift. Menunggu beberapa saat giliran mereka memasuki lift dan Fatan langsung menekan tombol dua puluh sembilan menuju lantai paling atas.

“Semoga kali ini berhasil ya, Tan,” ucap Sesil penuh harap.

Fatan mengangguk dan tersenyum. “Semoga pihak Arthesi ini membawa rejeki buat kita, Sil.”

“Aamiin,” jawab Sesil lembut, Tepat saat mereka keluar dari lift dan sampai di lantai dua puluh sembilan, Sesil, Sania dan Fatan segera berjalan menuju ruangan yang bertulisan CEO itu.

“Sania nanti gak boleh nakal ya, nak,” ucap Sesil lembut memperigati Sania agar anak itu tidak mengganggu meeting mereka.

“Oke, Mama,” jawab Sania patuh sambil mengangkat jempolnya kepada Sesil.

“Anak pintar” ucap Fatan mengusap lembut kepala Sania. Fatan cukup kagum dengan Sesil yang mampu membesarkan anaknya seorang diri sampai sekarang ini. Yang Fatan tahu, Sesil adalah seorang janda dan suaminya meninggal karena kecelakanaan, begitulah cerita yang dia dengar dari Sesil sendiri.

Sampai di depan ruangan orang penting itu, Fatan dan Sesil beserta Sania menghentikan langkahnya. “Apa kita langsung masuk?” tanya Fatan menatap Sesil.

Sesil menatap sekeliling, dia tidak menemukan meja sekretaris di depan ruangan ini. “Coba ketuk dulu aja, Tan,” ucap Sesil pelan.

Fatan mengangguk. Dengan sedikit kencang namun tak berisik Fatan mengetuk pintu ruangan itu.

Sedangkan di dalam ruangan, Athar sedang fokus dengan laptopnya sambil mendengarkan penjelasan Dino yang juga fokus dengan laptop dipangkuannya. Tampaknya, kedua lelaki itu sedang menatap data yang sama di laptop yang berbeda.

Penjelasan Dino terhenti karena mendengar ketukan pintu. Athar mengangkat kepalanya menatap Dino. “Apa itu orang design?” tanya Athar karena tadi Dino sempat memberitahu bahwa resepsionis mengabarkan jika Fatan telah datang.

“Mungkin, Pak,” jawab Fatan sopan.

Athar menatap Dino dan memberi kode pada lelaki itu agar membuka pintu.

Dino mengangguk dan dia meletakkan laptop yang tadi di pangkuannya ke atas meja kerja Athar untuk berdiri dan berjalan membuka pintu ruangan Athar.

Diluar, Sesil sesekali tertawa melihat anaknya yang diusili oleh Fatan sambil menunggu pintu terbuka. Beberapa detik, pandangan mereka bertiga beralih pada suara pintu yang terbuka. Sesil mengangkat kepalanya.

DEG

Jantung wanita itu berdetak hebat menatap lelaki yang kini juga menatapnya dengan raut yang sama, terkejut pastinya.

“Di-Dino,” gumam Sesil kaget.

Dino menatap tak percaya dengan wanita di depannya. Entah ada pertanda apa sampai dia harus kembali bertemu dengan wanita yang membuat Athar gagal untuk membangun rumah tangga penuh cinta dengan Raline.

“Sesil,” gumam Dino juga tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.

“Maaf Pak Dino jika kami datang sedikit terlambat. Ini teman yang kemarin saya ceritakan.

Namanya Sesil, Pak. Kemarin Sesil tidak bisa datang karena mengurus anaknya yang sedang sakit, Sania,” ucap Fatan sambil memperkenalkan Sesil dan Sania.

Sungguh, Dino semakin terkejut mendengar anak sesil yang tadi diucapkan oleh Fatan. Anak sesil? Apa dugaan Athar memang benar? Banyak sekali pertanyaan yang hadir dalam kepala Dino.

Sedangkan sesil hanya bisa terdiam. Entahlah, Sesil bingung harus berkata apa sekarang ini, karena sudah dapat dia pastikan ada Athar disini. Setahunya, dimana ada Dino pasti ada Athar disana.

“Fatan, kau saja yang ikut rapat. Aku dan Sania akan menunggu di mobil,” ucap Sesil dengan sedikit tergesa-gesa.

“Gak bisa, Sil. Udah, semua pasti aman,” ucap atan yang memang tak tahu apa-apa.

“maaf, pak. Teman saya mungkin gerogi,” ucap Fatan tak enak menatap Dino.

Dino hanya mengangguk, dia masih cukup terkejut dengan apa yang dia lihat. Entah apa yang akan terjadi setelah ini Dino tidak bisa mencegahnya.

Maaf, Raline, aku sudah tak bisa mencegah jika sudah seperti ini. batin Dino merasa bersalah dengan Raline.

“SURUH MASUK, DINO!” Sebuah teriakan dari dalam ruangan mengagetkan mereka semua. Apalagi Sesil yang semakin menegang di tempatnya.

“Si-silahkan masuk,” ucap Dino menggeser tubuhnya untuk memberi jalan agar Fatan, Sesil dan Sania bisa masuk.

Fatan tersenyum. Lelaki itu menarik lembut tangan Sania untuk ikut masuk bersamanya. Sedangkan sesil masih terdiam di tempatnya. Kakinya terasa sanat berat untuk dilangkahkan.

“Silahkan,” ucap Dino lagi yang membuat sesil mengangkat kepala dan menatapnya.

Dino menolehkan kepalanya ke arah lain. Lelaki itu seakan tak mau bersitatap dengan sesil secara langsung. “Jangan buat atasanku menunggu,” tambah Dino lagi masih tanpa menatap Sesil.

Sesil menatap Dino sendu. Dia hanya bisa mengangguk, dan dengan terpaksa mengayunkan kaki melangkahkan kaki memasuki ruangan Athar.

Athar yang mendengar suara langkah kaki mengangkat kepalanya. Dia langsung berdiri dan tersenyum menatap fatan beserta gadis kecil yang tersenyum kepadanya. “Anakmu?” tanya Athar menatap Fatan.

“Ah bukan, Pak. Ini akan rekan saya, ini ibunya,” ucap Fatan menyingkir dan memberi ruang pada Sesil.

DEG

Jantung Athar rasanya ingin sekali keluar dari badannya saat melihat siapa yang saat ini berada di depannya. Sungguh, rasanya saat ini takdir benar-benar berpihak pada dirinya.

Wanita yang selama ini dia cari kini datang sendiri dan kini sudah berdiri dengan tegak di hadapannya.

“Sesil,” panggil Athar lembut dengan wajah terkejut namun sangat ketara sekali kebahagiaan disana.

Senyum lebar Athar mengiringi langkahnya untuk semakin dekat dengan Sesil.

HAP

Dalam sekali tarikan tubuh sesil masuk kedalam pelukan Athar. Sungguh, Athar rindu sekali dengan wanita itu. Sesil yang tak siap pun hampir terjatuh jika saja Athar tidak memeluk tubuhnya dengan erat.

“Ekhem, Fatan bisa ikut saya? Ajak juga gadis cantik itu, kita akan bicara diruangan saya,” ucap Dino yang tak mau melihat semua ini dan mengajak fatan serta Sania untuk keruangannya. Dino rasa Athar perlu waktu untuk bicara dengan Sesil dan mungkin menyelesaikan semuanya, begitulah harapan Dino meski sedikit mustahil.

Fatan dan Sania yang bingung melihat Sesil, Athar dan Dino hanya mengangguk dan mengikuti apa yang Dino perintahkan. Mereka bertiga keluar dari ruangan Athar dan meninggalkan kedua sejoli yang masih berpelukan itu disana.

Athar masih memeluk Sesil dengan erat. Lelaki itu tak kuasa menahan air matanya melihat wanita kesayangannya sudah datang dan berdiri tegak di depannya. “Aku sangat merindukanmu,” ucap Athar memeluk Sesil.

“Bertahun-tahun aku mencarimu, dan sekarang kau sendiri yang datang dan berdiri disini, Sil. Sungguh, aku sangat berterimakasih pada takdir yang sudah mempertemukan kita lagi,” ucap Athar dengan perasaan bahagia yang tak terucap dengan kata-kata.

“Aku sangat merindukanmu, sungguh,” ucap Athar lagi.

Sesil masih terdiam. Wanita itu memejamkan mata sejenak untuk mengatur keterkejutan serta emosinya agar tak ikut dalam tangis bahagia Athar. Tangan Sesil sama sekali tidak membalas pelukan Athar, terbukti dari tangannya yang masih setia menggantung disebelah tubuhnya.

“Aku merindukanmu, Sil,” ucap Athar lagi semakin mengeratkan pelukannya.

Sesil melepaskan pelukan mereka. Mata Sesil menatap mata Athar yang sudah berkaca-kaca, dan mungkin lelaki itu sudah menangis karena Sesil melihat pipinya yang sedikit basah. “Aku datang untuk meeting kerjasama kita, Pak Athar.”

*To Be Continue. **

**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.

*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*

*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*

Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

1
Daulat Pasaribu
nyesal banget Thor bacanya novelnya...kalau tau di gantung begini dari awal GK baca
Daulat Pasaribu: padahal novelnya bagus
total 1 replies
Daulat Pasaribu
lanjut dong thor.novelnya bagus tapi sayang GK di lanjutkan
Daulat Pasaribu
knp GK dilanjut lagi Thor padahal ceritanya ok kali
Daulat Pasaribu
kapan up nya Thor....uda lama nunggu sampai skarang up nya gak muncul
nia
udah 10 hari ga up 😔
rina cuy
lanjut...
Daulat Pasaribu
knp lama up nya thor
Kasna Wati
lanjut
Ratna Dadank
pas cinta² nya..
eehh Raline diagnosis sakit kanker...

bagaimana baik nya aja lah Thor..yg penting si Arthar baik aja dlubjadi suami ..

next
Kasna Wati
lanjut
YuWie
dan 7th juga, suamimu tidak melihatmu raline...
YuWie
cintamu terlalu berlebihan reline
YuWie
tahannn itu si athar, 7th hy menggauli istri sekali itupun pakai obat. benar2 definisi suami sholeh..hmmm
Kasna Wati
semoga attar cepat sadar thor
Ratna Dadank
jangan buat Raline sakit donk Thor
Ratna Dadank
menarik
Daulat Pasaribu
kasih karma lah Thor untuk Athar
Soeharti Rifangi
jangan bikin raline sakit thor ,kasihan mosok selama hidupnya raline hrs merasakan sakit ,kemarin sakit hatinya sekarang badannya yg sakit ..
lanjuut
Daulat Pasaribu
gak sabar nunggu waktu nya tiba...disaat Raline tahu suaminya melakukan itu semua Karna drama yg di buat sesik dan athar.semoga karma berlaku untuk semua yg nyakitin Raline dan izel....up nya tambah dong thor
BAGUS NOVELNYA THOR
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Soeharti Rifangi
makasih thor udah up lagi ..sejak kemarin kutengok tengok kog ndak ada notif 😃,yg sabar ya raline wanita berhati malaikat 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!