Seorang pemuda biasa bernama Satria pemilik sebuah bengkel, bernasib mujur. bisa di bilang begitu karna
Ia mendapat tawaran dari seorang pelanggan nya untuk menikahi anak gadisnya yang cantik jelita.
Sang ayah berharap Satria bisa merubah watak putrinya yang arogan dan susah diatur.
Dengan imbalan yang menggiurkan.
Yasmin, terpaksa menerima tawaran ayahnya karna takut di usir dari rumahnya.
Setelah menikah, Satria mulai membatasi ruang gerak Yasmin, termasuk uang bulanan yang dia jatahkan.
Yasmin yang terbiasa hidup mewah merasa tidak tahan dan akhirnya memutuskan menggadaikan suaminya tersebut pada seorang pengusaha cantik yang kaya raya bernama Kirana.
Hal itu membuat Satria ingin memberi pelajaran pada Yasmine.
Suatu hari Yasmine baru menyesal saat melihat kebahagiaan suaminya dengan dengan istri barunya. Ia baru menyadari mulai menyukai Satria.
Yasmin semakin terpuruk saat mengetahui siapa Arya. sebenarnya.
Bagaimanakah akhir kisahn
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Satria menanggapi berita itu dengan wajah datar.
Kirana sendiri menahan nafas karena tegang.
Malam itu, Satria tidak bisa memicingkan mata sedikitpun. Ia terbayang wajah Yasmin saat wawancara di tv, terlihat sangat tertekan.
"Bagaimanapun aku sudah berjanji pada mendiang pak Anwar akan menjaga putrinya baik-baik. Tapi keserakahan mu telah merusak segalanya Yasmin...!" sesal Satria.
"Aku harus tega melihat air matanya, dia harus belajar sesuatu dari kehidupan.
Aku sangat berharap kau kembali dengan menjadi Yasmin yang tegar, yang mandiri.
Dan terpenting bukan Yasmin si budak harta."
"Aku akan menunggu hari itu.." Satria bicara sendiri di kamarnya.
Sementara Kirana berjuang mendapatkan hati Satria, Yasmin semakin terpuruk.
Setiap hari dia pergi ke club untuk bersenang-senang.
Sampai seorang pria memperhatikannya.
"Kau sendirian?" tanyanya dengan suara berat.
"Bertanya padaku, Om?" Yasmin dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh alkohol.
"Iya, aku sendirian.. tidak ada yang mau menemaniku! mereka yang dekat denganku hanya karna uangku saja." racau nya.
"Aku mau jadi temanmu!"" kata pria itu sambil merapatkan duduknya pada Yasmin.
"Benarkah? haa haa haa.." Yasmin terbahak.
Pria itu hanya mendesah pelan.
Yasmin sudah benar-benar mabok saat itu.
Pria yang akrab di sapa Bram itu, memberi isyarat pada anak buahnya.
Dalam keadaan tidak sadarkan diri, Yasmin di bawa ke suatu tempat.
Pagi harinya..
Yasmin membuka mata seraya memegangi kepalanya.
"Kepalaku pusing.. aku. dimana?"
Yasmin mengamati sekelilingnya. Ia berada di sebuah kamar besar dan mewah. Namun dia hanya sendirian disana.
Yasmin berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Kepalanya begitu pening untuk mengingat semuanya.
Yasmin terkesiap saat terdengar derap langkah kaki mendekati kamar itu.
"Kau sudah bangun?" seorang pria yang berusia berkisar empat puluhan duduk sambil menghisap rokoknya.
Kakinya di naikkan ke atas meja.
"Kau siapa? kenapa aku ada disini?"
'Kau mabuk di club semalam, jadi aku membawamu kesini, Yasmin."
Yasmin memicingkan mata.
"Kau tau namaku?" tanyanya heran sambil mengibas selimut dan turun dari tempat tidur.
Ia sedikit heran karena pakaian yang ia kenakan sebelumnya tidak sama dengan yang sekarang melekat di tubuhnya.
"Siapa yang mengganti bajuku? jangan bilang kau yang melakukannya Om?" ucap Yasmin ketakutan.
"Aku yang melakukannya, tapi kau tidak usah khawatir, aku tidak melakukan apa pun. Semalam kau mabuk dan bajumu basah oleh minuman. Jadi aku ganti dengan kemeja ku!"
jawab pria itu tenang.
"Aku tidak percaya, kau pasti sudah melakukan sesuatu padaku, ayo ngaku!" Yasmin meraba seluruh tubuhnya.
"Aku pantang menyentuh wanita yang dalam keadaan tidak sadar, Wanita lah yang menyembah ingin bersamaku!" jawabnya sinis.
Yasmin meraih tasnya yang tergeletak di meja.
"Kau mau keman?" suara berat itu menahannya.
"Aku mau pulang!"
Yasmin berjalan cepat menuju pintu.
Namun pintu itu terkunci.
"Buka pintunya,! apa sebenarnya maumu?"
Yasmin terus menggedor pintu.
"Mau ku, kau harus bersedia melahirkan anak untuk ku!" Kata-kata itu begitu tenang, namun bagi Yasmin, itu seperti gelombang dahsyat yang menerjang batu karang.
"Kau sudah gila?"
Yasmin begitu shok mendengar permintaan pria itu.
"Tolong biarkan aku pergi, tolong! aku sudah bersuami..." ucapnya memohon.
"Aku tau, dan suamimu sudah menikah lagi. Aku tau semuanya tentang dirimu."
sahut pria itu datar.
"Apa salahku? kenapa kau lakukan ini padaku?" Yasmin luruh dan terduduk lemas di lantai.
"Kalau aku mau, banyak wanita di luar sana yang mau tidur denganku dan melahirkan anak untukku! tapi aku melihat kau berbeda, karna itu aku memilih mu untuk mengandung benih ku." jelas pria itu lagi.
Yasmin merasa terperangkap di kandang singa, bagaimana mungkin pria itu meminta dirinya melahirkan seorang anak, sedang mereka baru kenal semalam? tidak masuk akal.
"Aku tidak akan memaksa mu melakukan hal itu, aku bersedia menunggu sampai kau benar-benar rela melakukannya."
"Kalau kau menuruti keinginanku, aku akan memberimu kemewahan lebih dari yang kau dapatkan sekarang."
"Kalau aku tidak mau?" tukas Yasmin sengit
"Kau harus mau! kalau tidak ingin melihat rekaman ini tersebar."
Peria itu meraih remote dan menyalakan layar besar yang berada di kamar itu.
Disana tampak Yasmin yang setengah sadar tengah di lucuti pakaiannya oleh seseorang yang hanya kelihatan tangannya saja.
Tubuhnya terlihat polos telentang di ranjang tanpa sehelai benang pun.
"Hentikan!" Yasmin berteriak kencang.
"Sekarang kau boleh pergi, tapi aku harap kau akan kembali atas kemauanmu sendiri. Kalau tidak, kau tau sendiri apa yang bisa aku lakukan dengan rekaman video ini."
Pria itu kembali memencet remote dan pintu kamar itu terbuka sendiri.
"Ini kunci mobilmu..!"
Yasmin meraih kunci mobilnya dengan kasar lalu meninggalkan pria yang menurutnya sakit jiwa itu.
Yasmin mempercepat langkahnya, ia tidak mau berurusan lagi dengan pria asing itu.
Sampai di apartemen, ia langsung menghempaskan tubuhnya di kasur.
Ia meremas rambutnya sendiri sambil meratapi nasib yang sedang menimpanya.
Bayangan Satria melintas dalam benaknya, walaupun pemuda bersikap jutek dan sudah resmi berstatus sebagai suaminya, dia tidak pernah melecehkan dirinya.
"Satria... " gumamnya pelan.
Siang harinya, Yasmin sengaja lewat di depan bengkel Satria.
Ia memarkir mobilnya jauh dari bengkel itu.
Entah kenapa dia merasakan rindu yang menggebu pada Satria. perasaan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
Perasaan aneh yang dia sendiri tidak bisa mengungkapkannya.
Dari kejauhan dia bisa melihat Satria yang sedang berbicara dengan beberapa wanita.
Yasmin mengira mereka adalah para pelanggan bengkelnya.
Yasmin baru menyadari kalau Satria punya pesona yang sangat dahsyat.
Ia menyesal kenapa baru menyadarinya, di saat pemuda itu sudah menjadi milik Kirana.
Tak berapa lama kemudian, Kirana dengan motor bututnya. Ia membawa rantang yang mungkin berisi makan siang buat Satria.
Satria terlihat senang melihat kehadiran Kirana. Terlihat dari senyum yang terukir dari bibirnya.
Tak terasa, airmatanya menitik di tangannya.
Ia segera mengusap matanya.
Tak tahan dengan perasaan yang menderanya.
Yasmin meninggalkan tempat itu dengan hati hancur.
Sekilas, mata Satria menangkap mobil Kirana.
Ia mendesah panjang.
"Kenapa, Sat?" Kirana yang melihat Satria tiba-tiba tidak bersemangat jadi penasaran.
"Tidak apa-apa, mungkin mataku salah lihat, aku seperti melihat mobil Yasmin parkir disana."
Kirana melihat kearah yang di tunjuk Satria.
Memang saat baru datang dia melihat ada mobil yang terparkir disana.
"Ayo kita makan lagi.." ajak Kirana.
Namun Satria terlihat kehilangan selera makannya.
Kirana tau, Satria tidak bisa melupakan Yasmin, walaupun dia menyangkal perasaanya dengan keras, Kirana tau persis Satria sangat mencintai Yasmin.
Sementara itu, Satria juga sibuk dengan pikirannya. sendiri.
"Apa yang di lakukan Yasmin di sana tadi?
Apakah dia menyesali perbuatannya telah meninggalkan aku?"
Satria menepiskan tangannya ke udara, ia menangkis pikirannya tentang Yasmin.
*biang kerok konflik novel ini adalah Yasmin, bukan nya minta maaf, dan berjuang untuk satria tapi Yasmin malah sok paling benar sok paling tersakit, selalu bersikap semaunua, sikap selalu melukai satria, novel sama sekali tidak ada perjuangan dari Yasmin tapi merasa paling berjuang, dia biang kerok masalah tapi merasa paling tersakiti,
*satria korban keegoisan dan kemunafikan Yasmin tapi kiria author memutar balik fakta seolah satria yang salah dan satria yang dibuat mengemis dan berjuang untuk Yasmin
dan parah author membela semua kelakuan Yasmin (cerminan diri author)
*ku tantang kau Thor kau survey sejuta lelaki mana pun, aku yakin 100% lelaki lebih memilih Kirana jadi istri dari pada Yasmin lebih baik memilih wanita kayak Kirana yang mau berjuang dan bertahan selama bertahun-tahun dan mau berkorban untuk kita dari pada wanita kyak Yasmin yang munafik