NovelToon NovelToon
Ukhti Bar-Bar

Ukhti Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sina Tu Narti Ajj

Hasna Albani Yazid, adalah muslimah yang energik dan memiliki beberapa keahlian. Beladiri Wushu dan Thai boxing. Bisa memanah dan ahli berkuda. Hasna juga bisa mengendarai motor gede.

Penghianatan sang ayah yang ia kagumi pada sang bunda membuatnya memiliki karakter yang antipati serta dingin terhadap laki-laki.

Suatu hari Hasna harus ikut balapan liar demi membela nasib kawan-kawannya yang suka di bully preman kampus. Hingga ia tak sengaja menabrak pemuda yang ingin berangkat ke masjid.

Karena kejadian itu Hasna di masukkan ke pesantren dan pemuda tersebut adalah salah satu pengajar di sana.

Apakah, Gus Musa bisa membimbing murid bar-bar ini dengan kesabarannya?
Atau, dirinya justru takluk dengan segala keunikan Hasna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11# Salah Sasaran

"Eh kita kayaknya terlambat!" pekik Sarah. Karena pintu ruang kelas telah di tutup.

"Kalian sih ngobrol tapi jalannya kayak siput. Kan aku jadi kebawa," dengus Hasna. Hari pertama belajar justru ia terlambat.

Tak tak tak.

Terdengar suara ketukan dari sepatu pantofel di belakang ketiga santriwati ini.

Mereka bertiga pun terkesiap dan tak ada satupun yang mengeluarkan suaranya.

Tak lama, suara itu berhenti dan berganti dengan deheman berat.

"Apa yang kalian bertiga lakukan ketika jam pelajaran sudah dimulai?" Nada pertanyaan yang biasa namun nampak mencekam, karena cara pengucapannya yang didramatisir.

Hasna yang merasa mengenali suara tersebut, langsung menolehkan kepalanya ke belakang.

Ketika, dirinya telah mengetahui siapa sosok tersebut. Seketika itu juga seluruh uratnya yang barusan tegang mendadak kendur.

"Ck, gue kirain siapa!" tegur Hasna langsung pada sosok pria muda di hadapannya ini.

Sementara dua kawannya terlihat salah tingkah.

"Memangnya, kamu tau siapa aku?" tanya Musa dengan cara bicara yang berbeda. Lebih terkesan penuh wibawa dan dewasa.

"Ck. Ini, tuh kawasan santriwati ya? Lo ngapain di sini? Pergi sana, jangan bikin dosa!" usir Hasna. Karena ia tau, jika kedua kawannya ini sedang mengagumi sosok tampan yang agak berwibawa dengan Koko Turki yang melekat di tubuhnya.

"Iya aku tau, kalau ini kawasan santriwati. Lagipula, aku memang sengaja datang kesini," jawab Musa ambigu. Membuat Hasna mengernyitkan keningnya.

"Terus Lo mau ngapain? Sekali lagi gue minta Lo pergi dari sini!" usir Hasna lagi. Kali ini ia bahkan mengarahkan jari telunjuknya ke arah luar.

"Kalau aku gak mau, lalu kamu mau apa?" tantang Musa. Tanpa pria itu tau, bahwa apa yang ia lakukan saat ini memancing sesuatu yang tidak akan pernah ia duga sebelumnya.

Musa tetap melangkah ke depan pintu ruangan kelas yang menutup itu. Tak menggubris apa yang Hasna perintahkan padanya.

Tentu saja, Hasna langsung menghadang langkah Musa dengan menarik bahu pria itu hingga Musa berputar balik.

"Astagfirullah!" Musa merasakan sebuah tenaga pria dari sentuhan Hasna barusan.

"Pergi atau Lo jangan salahkan gue kalo bertindak kasar nantinya. Lo kan tau gimana rasanya kaki gue ini!" ancam Hasna yang sudah kembali memasang kuda-kudanya.

"Aku gak bisa menuruti apa keinginanmu. Dan, aku juga gak mau!" tantang Musa lagi. Pria itu pun tetap bersikeras ingin masuk kedalam ruang kelas tanpa berniat menjelaskan terlebih dulu apa kepentingannya yang sebenarnya.

Hasna menggeram kesal. Dirinya paling tidak suka lelaki yang agak sok dan menganggap dirinya sebelah mata. Apalagi, di dalam pikiran Hasna, pria ini bukan berada pada tempatnya.

"Dasar mesum! Sini Lo!" Hasna kembali menarik. Kali ini, sorban milik Musa yang melingkar pada lehernya lah yang menjadi sasarannya.

Hasna menarik dengan kencang hingga Musa terjengkang dan sukses mendaratkan bokongnya.

Brugh!

"Allahuakbar!" pekikan dari tiga orang mengudara bersamaan. Ketika, lagi-lagi Musa jatuh terduduk . Meskipun kali ini, kejadian itu harus di saksikan oleh orang lain. Hasna nampak tak perduli. Gadis itu hanya berpikir bahwa apa yang ia lakukan demi menjaga kehormatan sesama perempuan.

"Hasna ...," lirih Sarah dan Syifa, seraya menatap ke arah Musa dan Hasna bergantian.

Mereka, berdua hendak menolong Musa tapi mereka bingung harus bagaimana. Apa menarik tangannya saja atau bagaimana.

"Kalian berdua kenapa sih! Cepat sana panggil siapa aja yang bisa mengamankan cowok mesum ini!" ujar Hasna. Sama sekali gak mengerti kode yang di berikan oleh kedua kawannya itu.

Musa berupaya bangun dari kejadian yang memalukan barusan. Kemudian, ia menatap tajam ke arah Hasna.

"Dasar ukhti bar-bar! Gak punya sopan santun! Apa kau tau jika saat ini sedang berhadapan dengan siapa!" pekik Musa memprotes kelakuan Hasna padanya. Tak lupa pria itu mengusap pelan bagian belakang tubuhnya itu.

Hasna hanya tersenyum tipis tanpa rasa bersalah.

"Emangnya Lo tuh siapa sih? Penting gitu ya gue kudu tau!" jawab Hasna enteng.

Sementara, Sarah berjalan kearahnya dan mulai membiakkan sesuatu. Pada saya itulah, kedua mata indah milik Hasna membola seketika.

"Lo jangan bercanda, Sar. Model kayak dia mana bisa jadi pengajar," balas Hasna dengan berbisik juga.

"Memangnya, kamu gak baca buku panduan ya. Di sana kan tertulis siapa saja nama tenaga pengajar di pesantren ini," jelas Sarah dengan berbisik lagi.

"Belum sempat. Memangnya apa hubungan dengan ini semua?" tanya Hasna lagi masih tak mengerti.

Sementara itu Musa berbalik dan menghujamkan tatapan tajamnya ke arah Hasna.

"Keterlaluan!" Musa hanya bisa menahan amarahnya dengan menggeram kecil, kemudian ia menghela napasnya panjang. Entah kenapa nasibnya jika bertemu dengan Hasna bawaannya harus mencium tanah dengan bokongnya.

Gadis muslimah yang berwajah manis ini nyatanya tak memiliki sikap maupun sifat yang kontras dengan tampilannya.

Tiba-tiba.

"Astaghfirullah! Ada apa ini, Gus Musa? Kenapa anda tidak mengajar di dalam? Kenapa juga kalian masih ada di luar pada saat jam pelajaran sudah berlangsung sekitar lima belas menit yang lalu?" cecar perempuan yang mengenakan busana muslim syar'i lengkap dengan Khimar yang lebar.

Tatapannya menelisik ke arah tiga santri yang masih ada di luar. Akan tetapi, pikiran Hasna langsung tertuju dan berpusat pada kalimat. Gus Musa. Dia tidak bodoh. Hasna paham panggilan itu bukan sembarang panggilan.

Panggilan Gus hanya akan di sematkan kepada laki-laki yang merupakan keturunan dari pemilik pondok pesantren. Kalau begitu, pria di hadapannya ini bukanlah seorang santri.

Seketika itu juga, Hasna menelan ludahnya kasar.

"Mampus deh gue!"

Bersambung

1
Assyfa Husna
asalamuallaikum author...sy mampir,cerita bguz👍🏽
Sunarmi Narmi
Tergantung jg orangnya sih..bnyak yg masuk pesantren mlah peak kelakuannya..biasanya itu bukti pemberontakan anak yg tdk mau msuk pesantren..krn sejatinya pendidikan karakter dn ahklak di mulai dri rumah bukan di rumah ngak mampu trus dilarikan ke pesantren..bnyak anak santri yg stres krn itu
mhiu
ceritanya menarik banget dan penuh plot twist sampe bela²in begadang ..
disinopsis, tokoh yg disebutin itu hasna sm musa tp diending malah hasna sm amar, aira sm musa. sebenernya udah curiga waktu hasna nangkep maling, yang pertama nemuin itu amar tp ttp aja ngga sesuai ekspektasi krn aku tipe pembaca yg liat sinopsis dulu baru ngikutin cerita.
agak kecewa krn parah tokoh utama jodohnya dengan tokoh pendamping yg ujug² nongol dihampir pertengahan cerita tp overall emang bagus ceritanya.
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Asngadah Baruharjo
wadidawwww
Asngadah Baruharjo
siapa takut😀😀😀
Asngadah Baruharjo
kabooooorrrrrrr
Nurul Safaiyah
maaf apa bersaudara boleh dinikahi laki laki bersaudara juga
Aira Ilsiana: klau menikah anatara saudara kek gitu gk papa kak, cuman setau aku kalau selang seling kek gtu gk tau jg sih
total 1 replies
Yaser Levi
aduh..gmn ini..kknya mo pulang, lagian aneh ya, sdh tau si musa demen nya sm aira knp ngotot jodohin ke hasna??mau cr ribut..buat perang sodara??
Robiyana Syamsulbahri
👍
Sweet Girl
pingin nyobak adu kekuatan tu Hasna...
Sweet Girl
betul...
Sweet Girl
hai songong... yg sportif kamu...
Sweet Girl
kamu Kata Hasna menjijikan, Mon...
ngaca kali Mon...
Sweet Girl
wong cuma Pamannya yg JD Donotur sudah sok-sok an .
gimana klo ortunya ya...
Mon...Mon... mending lu ikut ngaji Sono... sama si Hasna.
Sinta Dewi
cerita nya bagus Thor, tetap semangat 💪 berkarya ya 🥰💖
Teti Kaka Hotimah
kirain hasna sama musa....eh yernyata sama kakanya
Anonim
bagus ceritanya...bkn cerita yg umum...cewe tertindas, ga hrs ttg CEO yg rasa sultan atau jebak menjebak biar hamil atau poligami...cm maaf ya thor, typo nya ckp banyak...ga terlalu panjang jg ceritanya, yg jelas sampai end...ga PHp...anyway, well done thor.good job
Anonim
gus mus sat set y bun...
Sulaiman Efendy
TPI AKU MSH PENASARAN DGN NOVEL PERTAMA & OTHOR SINTA, YAITU TETANGGA AI LOV YU.. THE JOURNEY OF LOVE. .. PENASARAN TTG KYAKINAN YG DI ANUT TOKOH NOVELNYA.. SDGKN NOVEL SELANJUTNYA YG MSH BRKAITAN DGN NOVEL PERTAMA DN KDUA,, TOKOH2 NYA PADA MUSLIM, TERMASUK ORTU VAY MERTUA PETIR,, MUSLIM, PADAHAL SDR TIRINYA NIKAH DI ALTAR... DAN PELANGI ADIK TOPAN KK BADAI, JUGA NIKAH ISLAM, PADAHAL MNTAN SUAMINYA YG POLISI KLUARGANYA DI NOVEL PERTAMA & KDUA NIKAH NON MUSLIM..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!