Cerita ini adalah sekuel dari novel yang berjudul "Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya" yang menceritakan tentang perjodohan kedua putra putri Bara Abraham bersama dengan Mario Fernandez,
Apa jadi nya jika dimasa SMA ternyata kedua mama mereka malah memberi tahu soal perjodohan yang sudah di atur sejak kecil itu?
Apakah mereka berdua akan merasa bahagia? atau malah sebaliknya?
Ikuti terus kisah kedua pasangan tersebut yang tak lain adalah Flora Abraham Sanjaya bersama Leandro Fernandez 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilham risa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran Lean
Setelah selesai mengobati luka yang ada disudut bibir Lean, mereka berdua pun langsung pergi menuju ke toilet yang akan segera mereka bersihkan,
Flora memakai masker yang dia ambil diruangan UKS, begitu juga dengan Lean yang ikut memakai masker seperti yang Flora lakukan..
Dan setelah itu mereka berdua langsung memulai hukuman untuk membersihkan salah satu toilet yang ada..
Jujur saja, jika hal seperti ini bukan kali pertama nya untuk Flora dan Lean, karena mereka juga sebelumnya sudah pernah terkena hukuman membersihkan seluruh toilet sekolah, karena beberapa bulan sebelum nya, mereka berdua adalah pasangan yang dinobatkan sebagai seorang raja dan juga ratu pembuat masalah....
Tapi sejak naik ke kelas 11,tepat nya setelah mengetahui jika mereka berdua ternyata sudah dijodohkan sedari dalam perut oleh sang mama, Flora dan Lean memutuskan untuk menjadi anak yang baik
Agar tidak dinikahkan oleh kedua orang tua mereka diwaktu masih sekolah,
"Apakah kau lelah Flora? " tanya Lean menatap sayang kearah wanita tersebut
Flora menyeka keringat yang mengalir di kening nya menggunakan lengan tangan, sambil menatap malas kearah pria yang ada didepan nya saat ini...
"Jangan sok perduli kepada ku Lean, jika aku mengizinkan mu untuk memegang tangan ku tadi, itu bukan artinya aku telah bisa menerima mu, jadi mulai saat ini berhenti lah bersikap sok manis kepada ku"
"Memang nya kenapa Flora? apakah kau tidak suka jika aku bersikap manis dan juga perhatian kepada mu? bukan kah seharusnya kau bahagia Flo karena telah dicintai oleh pria sebaik diriku"
"Tidak.. aku tidak menyukai mu Lean,, jadi kau jangan terlalu percaya diri seperti itu, sekarang, ayo selesai kan tugas kita, aku sudah merasa sangat lelah"
"Baiklah" jawab Lean memasang wajah kecewa,
Jujur saja jika didalam hati Lean yang paling dalam, dia sangat memendam sakit karena penolakan yang Flora berikan untuk nya, tapi Rasa cinta yang Lean miliki tetap mengalah kan segala nya..
"Entah sampai kapan aku harus terus mengejar mu Flora, apakah sampai tamat sekolah dari tempat ini pun, kau tetap bisa menerima ku? jujur aku sakit tapi juga tidak bisa melepaskan mu begitu saja Flo" gumam Lean didalam hatinya,
Setelah itu mereka berdua melanjutkan pekerjaan mereka kembali, agar bisa secepatnya masuk kedalam kelas..
Hingga hampir satu jam kemudian, kini Lean dan juga Flora sudah berjalan beriringan menuju ke kelas.
Flora memasang wajah pucat karena belum sempat sarapan pagi, perut nya terasa perih dan juga sakit, membuat Flora langsung oleng kearah belakang
Lean yang menyadari hal itu pun secepat kilat menangkap tubuh Flora yang hampir saja jatuh ke lantai, hingga akhir nya kini tubuh Flora sudah berada didalam pelukan pria tampan tersebut..
"Flora... ada apa dengan mu? kenapa kau bisa hampir saja jatuh Flo? " tanya Lean dengan perasaan panik.
"Lean,,.. perutku terasa sangat sakit" lirih Flora sambil memegang perut nya..
Lean benar-benar sangat panik, dengan cepat Lean menggendong tubuh Flora dan berlari untuk menuju ke arah ruangan UKS
Sesampainya di ruang UKS, Lean berteriak histeris memanggil seorang guru yang bertugas untuk menjaga ruangan tersebut.
Lean masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung menerobos kedalam ruangan...
"Bu..! tolong Flora bu, dia tiba-tiba merasakan sakit dibagian perut nya" jelas Lean sambil meletakkan gadis tersebut ke atas ranjang kecil yang ada di UKS
Flora terus menjerit kesakitan, hingga tak lama kemudian, bu guru itu mulai memeriksa bagian perut milik Flora,
Dia mengangkat sedikit baju kemeja yang Flora kenakan membuat perut putih nan mulus milik Flora langsung tampak didepan mata Lean
Lean terkejut melihat hal tersebut, dengan cepat dia membalikkan tubuh nya, agar tidak melihat apa yang seharusnya tidak boleh dia lihat..
"Sakit bu.....! " teriak Flora saat bu guru itu menekan bagian perut yang tepat di lambung milik nya..
Bu guru langsung menggeleng kan kepala, sepertinya Flora telah terkena penyakit magh karena belum menyentuh makanan apapun pagi ini..
"ck... ck.... apakah kau belum sarapan pagi ini Flo? " tanya Ibu guru yang bernama ibu Sinta..
"Belum bu, perut ku terasa sangat perih dan juga sakit rasanya" jelas Flora memasang wajah menyedihkan..
Lean yang mendengar perkataan itu pun langsung membalikkan tubuh nya untuk menatap sang gadis pujaan hati,
Bagaimana mungkin dia tidak mengetahui jika Flora belum melakukan sarapan pagi..
"Flo... kenapa kau tidak bilang kepada ku jika kau belum sarapan pagi? kalau aku tahu, aku pasti akan membelikan mu makanan terlebih dahulu Flora"
"Aku juga lupa Lean, karena ulah Axel, aku jadi lupa dan tidak sempat untuk menyantap makanan yang telah dibelikan oleh Aliando"
"Ya Tuhan Flora..! bu,tolong jaga Flora sebentar ya bu, aku akan segera membeli makanan dikantin"
"Ya sudah, pergilah sekarang juga, ibu akan memberikan Flora obat magh terlebih dahulu, ingat pesan saja nasi putih ya Lean, jangan nasi goreng ataupun bakso, karena itu bisa membuat lambung Flora menjadi bertambah parah"
"Baik bu Sinta... jika begitu Lean pamit sekarang" ujar Lean sambil mengelus kepala Flora..
Flora terdiam membisu dengan perlakuan kecil yang diberikan oleh pria tersebut..
Seorang pria yang sangat Flora benci dan tidak dia sukai..
"Kenapa dia selalu bersikap manis kepada ku? bahkan dia juga tidak pernah marah ketika aku mengusir dan berkata kasar kepada nya, apakah secinta itu Lean kepada ku, tapi... aku benar-benar tidak mencintai nya sedikit pun, entahlah.... aku tidak mau memikirkan hal ini, yang terpenting sekarang perut ku bisa sembuh kembali " gumam Flora dengan lamunan nya sendiri..
Setelah itu Flora langsung meminum obat Magh yang diberikan oleh bu guru Sinta..
Sedangkan diluar ruangan, tepat nya di Koridor sekolah, Lean terus berlari untuk segera menuju kedalam kantin
Lean sangat takut jika Flora mengalami sakit di lambung yang mengakibatkan wanita itu merasa sangat kesakitan, dan Lean tidak akan pernah membiarkan semua hal itu terjadi..
Brakkkk.....
"Aakkkhhhh......!" teriak seorang gadis yang tak sengaja ditabrak oleh Lean, seperti nya gadis itu baru saja keluar dari ruangan kelas milik nya, ...
"Apakah kau tidak apa apa? " tanya Lean kepada gadis berkacamata tersebut..
Gadis itu langsung terdiam membisu ketika melihat siapa orang yang telah menahan tubuh nya agar tidak terjatuh keatas lantai..
Dan sungguh... gadis itu sudah lama menyimpan rasa kepada sang pria tertampan di sekolah tersebut...
"Lean...! " sapa gadis itu tersenyum..
Lean terkejut, ketika gadis yang dia tabrak ternyata mengenali nama nya, dan tentu saja hal itu langsung membuat Lean merasa tidak suka
Karena selama ini, mereka yang mengetahui nama Lean adalah kumpulan para siswi yang sangat menyukai dirinya,
Dan Lean tidak menyukai mereka semua, karena Lean hanya menyukai Flora seorang..
"Maaf.. aku harus pergi sekarang, " ucap Lean melepaskan pegangan tangan nya ditubuh gadis tersebut..
Setelah itu Lean kembali berlari dengan sangat kencang, jangan sampai Flora merasa kelaparan karena ulah dirinya..
"Sabar ya Flora sayang, aku akan segera membawakan makanan untuk mu" gumam Lean yang sudah masuk kedalam kantin...
lanjut lagi cerita ya